Monday, March 27, 2006

Letter From Wars

wanita itu berjalan kearah kotak pos yang tertancap di depan rumahnya, kotak pos usang berwarna merah yang terbuat dari kayu,hari itu siang yang sangat cerah dan pada saat dia membuka tutup kota pos itu, dia tersenyum karena itu adalah surat yang sangat ditunggu olehnya selama ini, surat itu adalah surat dari anaknya yang sedang berperang disuatu tempat yang jauh dari yang namanya "rumah"..

dalam suratnya anaknya bercerita begitu banyak tentang cuaca di tempat itu,berapa suhunya, bagaimana makanan disana, dan betapa banyak latihan yang sudah dia dapatkan selama ini, dan sudah berapa banyak teman yang dia dapatkan, dan semua temannya menyukainya juga, dan dia jadi sering berpikir banyak tentang kehidupan ayahnya yang sudah meninggal dan berpikir akan betapa bangganya ayahnya kepadanya, dan tentang semua kehidupannya sebelum dia pergi berperang.. dan apapun yang sudah terjadi, dia tahu dia harus pergi berperang, dan pada akhir surat itu dia berkata, "ibu, engkaulah satu-satunya alasan aku pergi berperang dan melakukan semua ini! aku menyayangimu" dan itu adalah surat pertama dari perang yang datang dari anaknya itu....sang ibu memeluk lembaran surat itu..seakan-akan anaknyalah yang ia peluk..

pada bulan desember, pada hari yang tidak akan pernah dia lupakan,
semua airmatanya membasahi surat yang ada ditangannya, membasahi seluruh huruf-huruf pena yang ada diatas kertas surat itu..dan tidak ada yang bisa membuatnya tangisnya berhenti, matanya tidak lagi bisa membaca dengan jelas apa yang tertulis disurat itu, namun ia tahu hatinya tersayat menjadi beribu-ribu pecahan, dan pecahan itu menghilang...

surat itu berkata :
"aku berada diatas sebuh bukit, aku sendirian, ketakutan, tanpa teman, senjataku rusak.. dan yang bisa kudengar adalah suara tembakan dimana-mana, dan puluhan bom meledak yang memekakkan telingaku, dan aku tidak bisa melihat apa-apa, dan pada saat itulah aku melihatnya, dia datang kembali untuk diriku, berusaha menyelamatkanku, membimbingku kembali ketempat kami datang, dan dia melawan bertempur begitu berani, begitu hebat, walaupun pada akhirnya dia tertangkap, seorang pria menyelamatkan aku, dan pria itu adalah anakmu, dia berpesan kepadaku sebelum tertangkap,"tulislah surat untuk ibuku dirumah, berjanjilah kepadaku!" aku berkata kepadanya, aku akan menulis kepada ibunya, aku bersumpah!..karena dialah aku bisa selamat, tiba di tempat kami datang dengan selamat, dan sesuai janjiku kepadanya, aku menulis surat ini kepada anda"

dan itu adalah surat berikutnya yang datang kepada wanita itu diakhir musim dingin ini...dan perang masih akan berlanjut..

dan dia berdoa kepada tuhan, berdoa sekuat tenaga dan sekuat hatinya, berdoa agar anaknya yang ditahan, tetap hidup dan selamat, dan setiap hari dia terus bergumul, memaksa dirinya untuk mempercayai anaknya pasti tetap hidup dan menulis surat balasan kepada alamat skuadron anaknya setiap harinya, menulis hal yang sama dalam setiap surat:"anakku, kamu berani dan kamu sangat baik, kamu akan menjadi ayah dan suami yang sangat baik untuk anak-anakmu, pulanglah dengan selamat dan pulanglah segera, ibu menunggumu"
dan dia terus menulis surat itu setiap hari, tanpa lelah, berharap setiap harinya kalau akan ada balasan yang datang, namun hanya kesepian yang menjadi temannya...

kemudian delapan tahun berikutnya, daun-daunmusim gugur seakan berjanjian untuk menutupi halaman depan rumah wanita itu, dan kini sebuah mobil berjalan pelan, wanita itu mendengar suara mobil itu, dan dia keluar dari rumahnya, melihat mobil itu, dan wanita itu menangis, terisak, tanpa bisa berkata-kata pada saat dia melihat mobil itu, mobil hitam mengkilat, dan mobil itu berhenti ditaman dimana anaknya biasa bermain disana, dan dari mobil itu keluar seorang kapten, dia tidak akan lupa wajah itu, itu adalah wajah anaknya, yang sangat disayanginya, yang ditunggunya selama bertahun-tahun, yang ditunggunya tanpa kabar, namun semua kecemasannya sekarang sirna karena satu senyuman dari anaknya membuat dunia ini berhenti berputar dan semua ketakutan itu hilang dari pelupuk hatinya..

anak itu menurunkan semua tasnya, dan memegang seluruh surat yang didapat dari ibunya selama dia berperang, dia berlari mendekati ibunya, berkata dengan tegas didepan mata ibunya: "Ibu, aku mengikuti perintahmu dari semua suratmu, dan kini aku pulang dengan selamat"... kemudian dia memeluk ibunya, dan pelukan itulah yang sangat-sangat ditunggu oleh sang ibu, dan dia percaya kalau doanya didengar oleh tuhan, dan matanya yang berkeriput karena tangisan itu seakan mencerminkan setiap garis usahanya, dan berkata :"terimakasih, engkau sudah membawa kembali anakku"

"adaptated from Mark Schultz, Letters From Wars"

(148) empty fields to crop

hari ini ada sedikit beban dalam diriku, karena setiap kali aku melihat dunia ini, dunia ini semakin sepi setiap detiknya, dan aku tahu alasannya, semua adalah karena kesendirian yang aku jalani, benar-benar sebuah kesendirian yang memang aku sendiri yang menciptakan, sebuah lubang dan kekosongan yang aku bentuk secara natural, sebuah benteng yang aku bangun perbatunya, dan setiap kubiknya, dan memang aku harus mengalami kekosongan itu, sebab aku harus segera pergi, aku harus segera berjalan, berjalan maju, dan aku yakin kekosongan ini akan memberikan aku waktu untuk berpikir, waktu untuk memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus aku ambil, aku bisa mengatasi kekosongan ini, namun kesepian inilah yang kadang-kadang menyulitkan diriku, karena air mataku selalu menetes dari pelupuk mataku dan hatiku teriris setiap kali aku melihat kenanan dan kekiriku, melihat dan menyadari kalau tidak ada siapapun selain diriku disini, dan air mataku juga sudah berulang kali menguap, mejadi satu dengan udara dan pergi keatas sana, seakan pergi kesurga, seakan memberitahukan kepada tuhan kalau aku butuh seseorang disini, untuk menemani diriku...beban dalam hatiku ini juga terasa sangat berat disaat aku memutuskan untuk melangkah....dan aku merasa setiap langkah yang aku ambil membuatku bingung, hari ini dunia terlihat sangat gelap, namun batinku merasa sangatlah gelap, dan aku bimbang, ragu kemana aku harus melangkah, apakah langkah yang aku ambil ini sudah menjadi langkah yang tepat..dan aku berpikir kalau aku memang harus berhenti dalam langkah yang satu ini, maka aku akan berhenti...namun waktu terus mengejarku, membimbingku kedalam keraguan yang sesaat dan semu, namun semakin waktu mengelabuiku, semakin aku merasa tenang, aku ingin keluar dari perasaan ini, namun seperti yang aku bilang, perasaan ini adalah perasaan yang memang kubentuk secara natural, dan secara natural juga aku merasakan kalau aku memang harus menyesuaikan diri dengan semua ini...entah sampai kapan aku akan berada didalam kebingungan ini, karena beban ini semakin lama semakin berat dan hari ini menjadi semakin gelap setiap kali aku melihat keatas, tuhan..aku percaya engkau sudah mendengarkan keluhan-keluhanku dan aku yakin engkau akan terus mendengarkan setiap keluhanku, dan aku yakin engkau akan memberikan jawabannya kepadaku, namun apakah aku akan bisa bertahan sebelum jawaban itu datang? tuhan, berikanlah aku bukan jawabannya, namun sedikit petunjuk agar aku bisa tetap bertahan disini..hingga jawaban darimu datang..

Friday, March 24, 2006

(147) Blinded!

jangan buat otakku bekerja terlalu keras, karena aku sudah memaksimalkan kinerja perasaanku untuk beberapa waktu lamanya dan aku yakin kalau aku menambah beban kerja otakku, aku tidak akan sanggup menjalani semua akibatnya, dan perasaanku akan kulepaskan dari sarangnya agar aku bisa merasa tidak terkotak oleh seluruh nafsu yang dunia tawarkan kepadaku, karena sungguh memalukan, memalukan rasanya kalah dari perasaan nafsuku, betapa tidak? ketika setiap perasaan yang aku curahkan, aku tahan, akhirnya harus keluar karena tergoda oleh godaan nafsu yang berlangsung selama beberapa waktu, waktu yang benar-benar samar dan juga tidak berarti!

karena ketika otakku bekerja, semua akan diproses begitu cepat, begitu rasional, dan otakku tidak akan mau menerima hal-hal yang tidak logis, tidak bermaksud apa-apa, betapa hebat kinerja otakku ini, karena otakku bisa merekam semuanya, baik hal-hal yang sadar, tidak sadar, setengah sadar, betapa otak bisa menangkap sesuatu di dalam diriku yang bernama mimpi, dan betapa yang namanya mimpi ini adalah sesuatu yang bagaikan candu, candu yang tidak bisa dimengerti oleh otak kita..dan betapa hebatnya pencipta otak ini, karena otakku adalah mesin dan juga pusat dari semua, dan betapa bodohnya kita apabila dibandingkan dengan pembuat otak ini...

sama bodohnya ketika aku memberikan perintah kepada otakku untuk menyuruh jantung berhenti sepersekian detik, karena sekuat apapun aku berteriak kepada otakku, jantungku tidak akan berhenti, sama bodohnya ketika aku menyuruh darahku berhenti pada satu titik, karena walaupun aku berhenti bergerak, darahku akan terus berjalan, dan semua kinerja tubuhku ini ditopang dengan perasaanku, perasaan yang walaupun tidak berupa secara nampak, namun semuanya bisa merasakan, dan juga memang begitu fungsinya, dan memang fungsi ini yang aku akan pergunakan secara maksimal, karena aku ingin merasakan semuanya, semua yang ada didalam dunia ini, apapun yang ditawarkan oleh dunia ini, namun aku tidak boleh terbuta, karena terbuta adalah sebuah kesalahan konyol yang seharusnya tidak terjadi, dan aku percaya otakku akan bekerjasama dengan baik dengan perasaanku..meskipun memang kadang-kadang perasaanku membutakan otakku untuk sesaat, atau sebaliknya, namun itu apa yang mereka katakan dengan apa yang namany proses, karena proses membutuhkan teman yang namanya waktu dan waktu juga akan memberikan apa yang disebut sebagai hasil...

tapi kini kurasa aku akan menyuruh otakku untuk beristirahat sebentar, agar aku benar-benar bisa menggunakan perasaanku dengan maksimal...semuanya, benci, marah, rindu, bahagia, iri, cemburu, sedih, takut, waspada, semuanya...agar aku bisa mengerti, dan aku bisa mengatakan kepadamu, betapa bodohnya kita ketika kita terbuta...

Wednesday, March 22, 2006

(146) bottle that battle

aku dilebur, aku dibuat, aku dibekukan, dan aku dilihat, setelah semuanya itu, aku tetaplah kosong, bening, mengkilat, tembus pandang, karena tidak mempunyai isi.... aku adalah sebuah botol, botol berwarna hijau bening dari kaca...aku dibuat dan dilihat oleh semuanya yang ada disekelilingku, kadang aku berharap kalau aku bisa menggapai mereka dan menutup mata mereka, namun sekuat apapun aku mencoba, aku tidak bisa menggapai mereka..karena aku hanyalah sebuah botol yang masih kosong, tidak berarti... aku butuh sebuah isi, apakah itu air, minyak, oli, bensin, apapun..karena dengan adanya isi, aku akan menjadi berguna dan bisa bergerak...sepi sendiri rasanya disini... hmpph...

kurasa bukan hanya aku yang merasa seperti itu, manusia-manusia yang ada disekelilingku, yang mana aku harus mendongak tinggi sekali untuk melihat mereka, yang setiap saat mondar-mandir melewatiku dan mengacuhkan diriku, mereka juga merasakan seperti itu, mereka mempunyai tubuh, namun apakah mereka mempunyai jiwa? aku tidak tahu, karena jiwa mereka aku tidak bisa mengerti, terkadang menakutkan, terkadang menyenangkan, terkadang menderita, aku tidak tahu...

bukankah aku sama dengan mereka, kalau mereka hidup untuk sebuah tujuan, maka aku juga hidup dengan tujuan,tujuanku adalah untuk menampung isi yang ada didalam tubuhku agar tidak bocor, dan aku harus menjaga tubuhku agar tidak pecah, tetap bening, bukankah manusia juga sama? mereka juga menjaga tubuh mereka? dimandikan, dibersihkan, namun kadang-kadang jiwa mereka yang mengotori tubuh mereka...

aku butuh sebuah isi untuk diriku sekarang, apapun itu, agar aku bisa bejuang menemukan tujuan dalam hidupku ini, hidupku juga terkadang berat dan susah, aku harus menjaga diriku dari keisengan manusia-manusia yang terkadang membuat aku tubuhku pecah karena terkena lemparan batu, tembakan peluru, atau mereka sengaja memecahkan aku untuk berkelahi, tapi percayalah, aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena manusia tidak bisa mengerti suaraku dan aku tidak bisa berbicara dalam bahasa manusia dan lagipula, kekuatanku tidak apa-apanya dibanding dengan mereka...tetapi aku berterima kasih kepada mereka, manusia-manusia baik yang selalu menemukan pecahan tubuhku dan membentuk kembali tubuhku...sudah berulang kali mereka melakukannya kepadaku, dan kuharap mereka tidak menjadi bosan.

mulai sekarang aku juga harus menjaga tubuhku lebih baik lagi, agar mereka-mereka yang mau menggunakan aku, merasa terbantu dan puas dengan hasilnya pada saat mereka menggunakan aku, namun kini aku merasakan sedih yang amat sangat, karena pada saat tubuhku tidak ada isinya, aku merasakan hampa, kosong, tidak berarti, kemana aku harus mencari isi tubuhku ini? dan apakah kira-kira isi tubuhku yang tepat...apakah air? bensin? oli? minyak? dimana aku mencari semuanya itu? apakah aku harus menceburkan diriku ke selokan, atau apakah aku harus menunggu hujan datang, agar tubuhku penuh dan luber dengan air yang turun dari awan-awan itu? hmmphh...coba kalau aku mempunyai kaki dan tangan seperti manusia-manusia itu, aku akan berjalan sendiri, tanpa perlu menunggu isi tubuhku untuk datang...yang bisa kulakukan kalau aku ingin jalan-jalan adalah menggulingkan tubuhku, dan terus menggulingkan tubuhku, sampai-sampai kepalaku berputar terlalu kencang dan terasa sangat pusing...hehe..memang hanya itu caraku berjalan... baiklah, kurasa aku akan berdiam saja disini, menunggu apapun yang terjadi kepadaku... sama seperti manusia-manusia itu, yang sering diam, tidak berbuat apa-apa...seakan-akan mereka mematikan sendiri tubuh dan jiwa mereka.

Wednesday, March 15, 2006

(145) Overdose illusion of Imej

hanya warna biru di langit yang menaungi hidupku sekarang, begitu biru dan putih, tidak ada abu-abu dan hitam diantaranya...
hanya warna hijau di lautan padang rumput ini, dengan bunga-bunga yang bermekaran dibeberapa titik pandanganku..
sebuah pemandangan yang akan terus memanjakan mataku, dan juga matamu,
tidak ada lagi rasa cemas, khawatir dan juga ketakutan didalam jiwaku...semua tergantikan dan hilang..
kalau engkau tidak pernah bertemu denganku, aku akan berjalan terus tanpa dirimu, sayang...
aku tidak akan pernah merasakan yang namanya kesepian, dan kemudian engkau datang kedalam hidupku...

jadi sekarang....apa yang harus aku lakukan?
aku berusaha dan terus berusaha untuk bersamamu, karena engkau sudah menjadi candu dalam hidupku, dan aku ingin terus menghisap candu itu...
tubuhku yang selalu meraung kesakitan, kini terbiasa dengan sakit dan perlahan menghilang karena engkau ada disini,
persediaan obatku tidak akan pernah habis, kalau engkau berada disini bersamaku...
aku melihat jari-jari tanganmu, aku menangkap jemarimu dengan jariku, menahan mereka untuk tetap berada dalam genggamanku, aku ingin jemari-jemari ini tetap bersama...
melihat dirimu hari ini dengan balutan perban di punggung tanganmu, membuatku berpikir apa yang terjadi dengan dirimu..
kuharap punggung tangan itu tidak terlalu terasa sakit, karena aku tidak ingin engkau merasakan sakit,
melihat pengetahuan dan kepintaran dirimu, aku belajar banyak, dengan waktu yang begitu sedikit...
tetaplah disini bersama diriku..

bahkan pada saat aku bermimpi, candu itu memasuki otakku, dan membentuk imej akan dirimu, tersenyum kepadaku,
dan meskipun hanya mimpi, aku merasakan dirimu semakin dekat, mendekati lubuk jiwaku dan memeluk jiwaku..
dengan senang hati engkau memberikan aku semua yang kaupunya dan terus menerus memberikannya kepada diriku,
engkau mengukir satu kata dalam jiwaku :"kebahagiaan"
ketika engkau membuat diriku merasakan senang, aku melihat dirimu tersenyum,dan aku suka melihat senyum itu,
tapi kini aku melihat kecemasan dalam dirimu, ada apa sayangku?
sayang, cinta tidak pernah bermaksud diciptakan untuk dijadikan ajang selingkuh kita, tidak!
lagipula..siapa yang mempunyai begitu banyak waktu hanya untuk menangis?
aku tidak mempunyai waktu untuk menangis, aku hanya mempunyai waktu untuk bersamamu dengan bahagia..
dan aku tidak pernah menyangka aku akan duduk disini, menunggu, menunggu dirimu memberikan cintamu kepadaku....
hingga sekarang... biarkan aku memelukmu....

(144) letter maker

aku bisa menulis ratusan, ribuan, jutaan kata, yang mana kumpulan kata ini akan menjadi kalimat, dan kalimat ini akan menjadi kumpulan arti, dan aku bisa menuliskannya kepadamu selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setahun, begitu banyak kata dan kalimat yang harus ditulis, direncanakan dan dimengerti, dan aku berharap kalau engkau bisa mengerti akan apa yang aku tulis sekarang, sebenernya aku tidak peduli apakah engkau mengerti atau tidak, karena otakku meledek dan meledak kalau aku tidak mengeluarkan jutaan kubik kata-kata ini dari tempatnya...

aku tertantang karena aku mempunyai begitu banyak bakat, kemampuan, dan waktu, dan aku yakin setiap kata ini mempunyai arti yang sangat vital bagi kehidupanku ini, pilih kata-kata yang engkau suka, dan aku akan menjadikannya kalimat....pilih kalimat yang kau suka, dan aku akan menjadikan kalimat itu bermakna untuk dirimu, bukan karena terpaksa dan bukan karena itu pekerjaanku, tetapi karena itu adalah kemampuan dan bakatku, aku bisa melihat engkau menggaruk-garuk kepalamu sekarang, karena aku percaya setiap kata yang aku tulis di halaman ini, mungkin tidak ada artinya bagimu, tidak ada pentingnya bagimu, dan aku tidak menyalahkan dirimu akan hal itu, karena aku tidak akan memaksamu berpikir lebih jauh lagi..

masalahnya adalah apakah aku bisa mewujudkan setiap kata, kalimat dan tulisan ini kedalam tindakan nyatanya...aku bisa menulis dengan begitu banyak, aku berteriak lewat setiap kata yang aku tulis sekarang, aku menangis sekencang-kencangnya melalui kalimat-kalimat yang aku buat, aku berkaca-kaca lewat setiap puisi yang aku karang, namun apakah semuanya itu bisa dijadikan nyata? kurasa iya, karena setiap huruf mempunyai tugasnya masing-masing, tugasnya adalah menggandeng temannya, huruf-huruf lain, menjadi sebuah kalimat dan memberikan sebuah arti kepada kalimat itu, huruf-huruf kecil itu berubah menjadi sesuatu yang besar, yang bisa dimengerti, yang bisa dibaca, yang bisa dilihat, dan senang melihat ekspresi mereka yang membaca kumpulan huruf-huruf yang selama ini aku buat, ada yang tertarik membacanya hingga akhir, ada yang marah dan melempar kumpulan huruf ini, ada yang merasa tersentuh, ada yang merubah hidupnya, begitu banyak ekspresi yang ditimbulkan oleh huru-huruf kecil ini! tidakkah menakjubkan betapa kata-kata yang pendek bisa mengubah kehidupan kita yang panjang?

(143) Within Me:Personalities

aku yang pertama, Yuith
yang seperti bayangan di ujung ruangan, yang memutar putaran karusel dengan cepat itu, aku yang tertawa begitu lepas, seperti tidak ada beban dalam hidupku, dan tawaku mengelilingi dirimu, dan aku menyentuh bibirmu dengan jemariku dan tanpa engkau sadari, aku mencuri sesuatu yang sangat berharga pada saat aku menciummu....kejarlah aku kalau engkau bisa, karena aku akan hilang dalam kegelapan, satu detik sebelum engkau menyadarinya...

saya yang kedua, Chirley
yang selalu sendiri pada saat saya berada dikerumunan orang-orang itu, yang pada saat perasaan manusia tertangkap dalam jeritan batinku, maka jiwanya terperangkap dalam mimpi-mimpi monokhrom itu, saya yang selalu menjerit untuk bisa bangun dari mimpi buruk ini, tetapi suaraku selalu tidak terdengar karena dia yang pertama selalu tertawa begitu keras, begitu keras sehingga kadang-kadang saya harus menutup telingaku, dan saya rasa hanya mereka yang sudah meninggalkan dunia ini saja yang bisa mendengar suara saya....tolong, seseorang, temukan saya dan dengarkan suara saya...

aku yang ketiga, Rieth
aku adalah pemilik semuanya, seorang sentinel yang tidak pernah tidur, yang selalu mengawasi, selalu berjaga-jaga, aku yang memegang obor kebenaran , Dia yang pertama itu selalu takut akan diriku, mataku selalu bisa melihat dan menangkap bayangannya, dan dia yang kelima mengatakan yang pertama sering tertawa, namun aku tidak pernah mendengarnya, karena aku tidak mempunyai pendengaran, dan setiap kali aku melihat dia yang kedua dengan air mata, aku merasa kasihan dan ikut menangis..hingga kadang-kadang air mataku membasahi oborku... Dua...Dua...kemarilah...

diriku yang keempat, Kireya
diriku yang selalu merasa riang, karena diriku berada dalam pusat keriangan, selalu tersenyum dan membangkitkan rasa bahagia kepada mereka, tapi kurasa yang paling menyukai diriku adalah Yuith, si pertama, yang suka mendengarkan leluconku, dan diriku suka melihatnya tertawa, karena pada saat dia tertawa, diriku merasa bangkit, dan aku suka melihat karusel yang dibawa oleh Yuith, meskipun kadang-kadang aku suka pusing melihat putaran karuselnya... Ups!! si Enam datang! dadah...

Oithilivia si Lima
namaku Oithilivia, aku jarang keluar dari kamarku, karena tugasku adalah menahan semua perasaan sakit yang dialami tubuh ini, aku yang sering memutar lagu-lagu sedih itu, oh ya, dimana Chirley? apakah Rieth sedang memeluknya? karena aku kadang-kadang capai menggendong Chirley..anak itu bawel...aku juga yang sering membuang sakit ke dalam keranjang sakitku, kaulihat badanku? penuh dengan goresan, memar dan darah yang terus menerus keluar dari tubuhku..hmpph..aku berharap kalau si Kireya segera datang dan menghiburku...karena aku sedang membutuhkan dirinya...dimana dia? Oh yah, kalau engkau bertemu dengan Kireya, suruh dia datang kekamarku..terimakasih..

aku 6rieph,
aku yang keenam kurasa, aku yang menjaga dan memberitakukan semuanya tugas-tugas mereka, aku yang mengatur hidup mereka, dan aku yang menulis dan memberikan pedoman kepada mereka, hanya kadang-kadang Rieth tidak pernah datang kepadaku, karena dia selalu berjaga-jaga di pusat, tapi tidak apa-apa, dia tahu tugasnya, ya, aku memberikan mereka rasa aman, dan perlindungan, aku juga yang memberikan peraturan kepada mereka...aku rasa aku harus pergi lagi ke surga untuk mengambil sayapku yang baru, karena sayapku inilah yang menopangku, aku sering pergi ke surga, membawa petunjuk tuhan untuk "dia yang tidak boleh disebut".... selama ini "dia yang tidak boleh disebut" bekerja sama denganku, dan dia sangat baik asalkan engkau tahu apa yang dia mau... kurasa aku akan pergi kesurga....apa? siapa itu"dia yang tidak boleh disebut?"...hmmhh..aneh, untuk apa engkau bertanya itu? ok, aku akan memberitahukannya kepadamu, tapi jangan bilang siapa-siapa, "dia adalah....yang sedang membaca kepribadian-kepribadian ini"..sekarang, permisi, aku harus mengambil sayapku...

(142) SIGH! (Sleeping Inner Growing Hatred)

hmmphh..

kamu tertidur dihadapanku, sekarang, diam, tidak ada suara yang keluar dari mulutmu, bahkan tidak satu desisan pun terdengar dari mulutmu...
air matamu tidak pernah berarti bagiku, berapa derasnya, mereka tidak pernah berarti untukku...
angin menembus tirai jendela, membangkitkan amarah dengan ramah, namun engkau tetap tidak bergeming sedikitpun, tidak berkedip sedikit pun, tidak merasakan apapun...
semua perasaan sayang, kasih dan cinta, tidak pernah kauberikan kepadaku, hanya kebencian, amarah, dendam, benci, iri yang kauberikan kepadaku,
sedangkan aku memberikan seluruh perasaanku untuk dirimu, meskipun aku terpaksa memberikannya dan aku tahu kalau dirimu tidak pantas untuk menerimanya,
tapi kini dirimu terbaring dihadapanku, didepan mataku,tertidur, tidak merasakan apa-apa, dan tidak ada lagi yang bisa kaulakukan...
tidurlah...tidurlah yang nyenyak, semoga engkau tertidur nyenyak dan memimpikan diriku..... ibuku tersayang..

apakah aku perlu menyanyikan lagu nina bobo untuk dirimu yang tertidur sekarang?
asalkan kau tahu, dirimulah yang selalu aku benci dan aku hindari selama ini,
dan maaf, aku tidak merasa dekat denganmu untuk bisa menitikkan air mataku untuk dirimu,
jadi kurasa dengan berdirinya aku disini pada saat engkau tertidur bisa membuatmu tahu kalau aku masih mempunyai perasaan untuk dirimu, ibu..

terlalu berbeda, rasa yang pernah aku rasa sekarang dengan rasa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu..
apakah kamu sekarang sedang tertidur dan jiwamu melayang entah kemana?
mungkin jiwamu berada di bawah sungai, atau mungkin menuju keatas, menuju ke langit yang biru ini?
yah..mungkin engkau merasa bahagia tanpa diriku, karena aku juga bahagia tanpa dirimu...

begitu banyak benih yang ditanam di ladang ini,
dan siapa yang bisa memanen benih-benih itu kalau aku meninggal nantinya?
tapi mungkin siapapun yang mendapatkannya, aku tidak peduli, aku tidak akan merasa sedih..
karena benih-benih itu adalah benih yang buruk,
engkau tidak akan pernah mendengar aku mengucapkan satu kata mutiara itu, yaitu "maaf"
karena kata-kata itu bukan ditujukan untuk dirimu dan engkau tidak pantas menerimanya..
apakah engkau sudah menemukan cahaya itu? cahaya terang yang menuntunmu itu?
ataukah cahaya itu juga menghindari dirimu? aku berharap cahaya itu sedang menerangi jiwa yang lain, bukan jiwamu...
karena kegelapan dan kengerianlah yang patut engkau dapatkan...
jadi kurasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini,
"selamat tinggal.....ibu"

Tuesday, March 07, 2006

(141) FR!G!D

"nona, bolehkah aku mengenalmu lebih jauh?" dia berkata begitu kepada diriku, aku hanya menatapnya dan berkata,"untuk apa engkau mengenalku lebih jauh?" apakah ada gunanya, aku melihat matanya, dan membaca maksud dari tatapan matanya, hmmphh...aku tahu apa maksud dibalik kata-kata yang diucapkannya itu, aku mengulurkan tanganku, menarik tangannya, dan menuntun tangannya kebuah dadaku, dan tanpa komando berikutnya, dia meremas-remas buah dadaku.... mulai dari remasan lembut, remasan keras, liar, hmmphh...aku tidak merasakan apa-apa...aku melihat dirinya, melihat kearah kedua buah dadaku, tersenyum gembira dan senang, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,

aku melihat matanya dan dari tatapan matanya aku tahu apa maksudnya, aku membuka seluruh kancing kemejaku, dan membiarkan buah dadaku yang menggantung terekspose secara jelas, buah dadaku yang besar,dengan kedua puting berwarna merah kecoklatan, yang sedang menegang dengan keras, aku membusungkan dadaku, seakan menantangnya untuk menjilat buah dadaku, spontan dia menjilat semuanya, meremas semuanya, aku merasakan putingku berada didalam mulutnya, menjilat, menyedot, mencium putingku, tangannya meremas kedua buah dadaku, tapi aku tidak merasakan apa-apa...

tidak jijik, tidak terangsang, tidak marah, tidak benci, biasa saja, aku melihat keatas, dan berharap pria ini cepat-cepat selesai bermain dengan buah dadaku, aku tahu kalau ini akan lama, karena para pria biasanya suka dengan bagian tubuhku yang ini... air liurnya sudah membasahi seluruh bagian buah dadaku, dan dia masih merasa kurang, dia masih meremas-remas dan terus menjilatnya, seakan tidak ada hari esok, aku yakin sekarang dia merasakan nafsu meliputi dirinya, dan aku yakin dia ingin melihat vaginaku, aku menyadari kebutuhannya, maka aku membuka rokku, menarik salah satu kakiku keatas agar celana dalam yang kupakai bisa kulepaskan, pria ini masih bermain dengan buah dadaku yang kiri, masih menjilat, menghisap, menyedot putingku...hmpphhh.... dan aku menuntun tangannya menuju kearah vaginaku, dia menyentuh bulu kemaluanku, dan dia tahu apa yang dia sentuh, dan hal itu membuat dia menjadi semakin cepat menjilat tubuhku, dari buah dadaku, dia turun keperutku sambil terus menjilatnya, dan sampai kebagian vaginaku, dia melihat bulu kemaluanku, dan kedua jarinya membuka dinding vaginaku, dan dia melihat daging berwarna kemerahan dengan lubangnya, dan dia berkata: "aku suka melihatnya"....aku hanya menganggukkan kepala, dan membelai kepalanya, mendekatkan kepalanya kepada vaginaku dan dia segera memainkan lidahnya lagi, begitu cepat..kekanan, kekiri, keatas, kebawah, menjilat-jilat klitorisku, lubang vaginaku, menghisap lubang itu dengan mulutnya...

aku tetap tidak bisa merasakan apapun, tidak ada, tidak terangsang, tidak jijik, tidak benci, tidak marah...sama seperti tadi, aku hanya menunggu waktu dimana pria ini selesai bermain dengan tubuhku, terasa lama menunggu seperti ini, aku meraih tasku, membukanya, dan mengambil pemutar musik dari tasku, aku menancapkan kedua earphone itu kedalam kupingku dan menyetel lagu kesukaanku, menunggu waktu berjalan, sembari pria ini menjilat vagina dan meremas buah dadaku, aku bisa mendengar suara-suara becek dan basah yang keluar dari jilatan lidah pria ini, aku juga tahu ludahnya sudah bercampur dengan cairan vaginaku...aku tidak peduli toh, aku bisa membilasnya di pancuran nanti...
selesai bermain dengan buah dada dan vaginaku, dia membuka celananya dan mengeluarkan penisnya dan berencana memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku..dia berkata: "maaf, bolehkah aku memasukkan ini kedalam dirimu?"....aku hanya berkata :"lakukan apa saja yang kau mau, asalkan aku tidak hamil"...

mendengar kalimat itu, senyum terpancar jelas dari mukanya, dan dia menyodorkan penisnya depan mulutku, penisnya tidak kecil tidak besar, aku sudah melihat puluhan penis dan penis yang ini sama saja dengan yang lainnya, aku tahu maksudnya menyodorkan penisnya ke mulutku, aku menjilat-jilat kecil, dan dia merasa semakin senang, aku menjilatnya terus menerus, seperti anjing yang sedang menjilat susu minumannya, dan aku memasukkan penis itu kedalam mulutku, dan menyedotnya, memainkannya, memaju-mundurkan kepalaku dibatang penisnya, dan dia hanya bisa menahan rasa enak, aku tidak peduli apa yang dia lakukan, aku tidak merasakan apa-apa...lagu-lagu yang ada ditelingaku terus mengalun, aku menyukai lagu ini kataku, dan kemudian setelah dia merasa aku cukup membuat penisnya enak dan lebih keras, dia memasukkan penis itu kedalam vaginaku, huff...aku merasakan sedikit sakit, seperti digigit semut pada saat dia memasukkan penisnya, karena otot-otot vaginaku memerlukan waktu sebentar untuk membiasakan diri dengan penis yang baru masuk itu, dia menusuk-nusukkan penisnya kedalam vaginaku, dan dia memegang kakiku, dan menggerakkan pantatnya maju mundur....aku hanya merasakan ada penis yang bergerak maju mundur didalam vaginaku, namun aku tidak merasakan apa-apa, tidak ada rasa puas, tidak ada rasa jijik...tidak ada rasa apa-apa....
beberapa menit kemudian, dia mencabut penisnya dan memuncratkan seluruh tabungan spermanya ketubuhku...cairan berwarna putih kental itu sudah sering kulihat, dari ayahku, dari adikku, dari pamanku, dari pria-pria yang sama dengan pria ini...semuanya sama, melenguh puas saat mengeluarkan cairan itu...
tetap saja aku tidak merasakan apa-apa, aku hanya mengambil beberapa tissue dari tasku, mengelap semua cairan itu, dan berkata :"sudah?"....pria itu mengangguk puas, dengan keringat yang membasahi tubuhnya, aku tahu dia tidak bisa berbicara, karena tenaganya sudah habis...
aku membetulkan pakaianku, memakai celana dalamku, dan aku memasukkan pemutar musik yang ada didalam telingaku kedalam tasku, dan menerima uang dari pria itu, dan berjalan menjauhi dirinya yang sedang mengambil nafas....

aku tidak merasakan apa-apa...tidak ada satupun perasaan yang aku rasakan, hanya rasa bosan menunggu waktu, waktu dimana pria itu selesai menuntaskan waktunya memainkan tubuhku...

Monday, March 06, 2006

(140) kudapan kehidupan

aku termenung disini, di bangku sebuah kafe, duduk, menunggu dirimu, dirimu yang aku tahu tidak akan pernah datang lagi kedalam kehidupanku, meskipun aku menginginkan dirimu ada disini, disampingku, menghiburku, dan memeluk erat diriku, tapi kini aku ada disini, duduk diatas bangku bulat yang empuk, menatap meja yang dibalut dengan taplak merah kota-kotak dan garis-garis, dengan sebuah hiasan menu diatas meja itu, aku meraih menu itu dan melihatnya, mencari menu apa yang enak, hatiku merasa kacau dan aku merasa tidak ingin memesan apa-apa...

sang pelayan datang menghampiriku dan bertanya kepadaku, menu apa yang akan kupesan, aku melihatnya tersenyum, tersentuh akan kecantikannya, melihat menu itu sekali lagi, dan aku berkata kepadanya :

"... ...
aku pesan secangkir cinta, karena jiwaku merintih akan harapan cinta dari dirinya,
aku pesan sepiring benci, karena aku ingin dimarahi oleh dirinya, agar teriakan dan suara dirinya datang dan aku bisa mendengarnya,
aku pesan segelas nafsu, agar pada saat dia dan aku meminumnya, aku bisa mencium bibir dan merasakan lidahnya berpaut dengan lidahku,
aku pesan semangkuk sup rasa takut, agar aku bisa merasakan ketakutan yang menghantui diriku pada saat dia meninggalkan diriku,
tidak lupa aku memesan seteguk cemburu, agar aku bisa menjaga dirinya dari jangkauan orang lain, aku hanya ingin menjaga dirinya untukku seorang,
apa lagi yah? aku juga sebenernya ingin memesan sepotong rindu, agar aku bisa mengingat dirinya pada saat aku sendiri, termenung, dan tidak mempunyai siapa-siapa, setidaknya mengingat dirinya, membuat diriku sedikit hidup..
aku pesan sepotong logika, agar aku bisa keluar dari kurungan ilusi rasa sakit ini, yang tidak terlihat, namun terasa disini, tepat dijantungku,
dan sebagai penutup, aku minta satu gigit keajaiban, keajaiban untuk membangkitkan dirinya dari kematian itu, kematian yang seharusnya tidak terjadi...
... ... ... ..."

sang pelayan mencatat semua pesananku, membawanya ke kasir, lalu dia menghilang ke dalam....
dan aku tetap duduk disini, tetap termenung, masih sendiri, melipatkan kakiku, menjulurkan kedua tanganku menjadi satu, merapatkan kesepuluh jariku menjadi satu bagian,dan menunggu pesananku datang,
air mata keluar dari kelopak mataku....dan aku tidak akan menghapus air mata ini, aku ingin dunia melihatnya, aku ingin dunia mengetahui betapa sedih dan betapa kacaunya aku sekarang...aku ingin dilihat...

bahuku ditepuk oleh jari-jari manis pelayan itu, aku melihatnya dengan pandangan yang berair, dan dia membawa sebuah nampan berwarna coklat, dan dia meletakkan nampan itu kedepanku, dan hanya ada sebuah gelas, satu sendok, dan sebuah kartu ucapan yang ada didepanku, entah apa isinya...
begitu kulihat bon itu, aku mulai membaca isinya...

" Nona, maafkan kami, kami tidak bisa menyediakan pesanan anda,
secangkir cinta tidak bisa dihidangkan karena cinta ada dimana-mana, dan cinta macam apa yang anda mau?
sepiring benci tidak bisa dihidangkan, karena benci hanya datang sekali dua kali, dan koki kami belum mendapatkannya,
segelas nafsu tidak bisa dihidangkan karena nafsu dilarang untuk dihidangkan,
semangkuk sup rasa takut tidak bisa dihidangkan karena tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental anda,
seteguk cemburu tidak bisa dihidangkan kami tidk melayani satu tegukan, minimal 5 teguk, maaf!
sepotong rindu tidak bisa dihidangkan karena rindu akan membuat anda semakin menderita,
sepotong logika tidak bisa dihidangkan karena anda mempunyai logika, jadi tidak usah kami hidangkan lagi kepada Anda.
satu gigit keajaiban tidak bisa dihidangkan karena kami hanyalah koki, bukan Tuhan dan malaikatnya.

sekali lagi maaf Nona, sebagai gantinya, kami akan menyediakan ini, segelas harapan dan sesendok kehidupan,
yang kami yakin pada saat anda memakan dan meminumnya, anda akan merasa hidup karena harapan akan membuat anda terus berjalan, dan menu spesial kami hari ini sesendok kehidupan akan membuat anda tahu kalau kehidupan ini hanyalah sekali..
dan kami benar-benar hanya mempunyai satu sendok kecil kehidupan itu, yang tidak akan lagi untuk kedua kalinya, karena satu sendok itu berasal dari jiwa-jiwa pasangan anda yang sudah berada di surga, dan dia sudah capai-capai mengambilnya untuk anda..
selamat menikmati makanan anda"

Sunday, March 05, 2006

(139) Subject Of Lesson Licherature

bagian mana dari pelajaran ini yang tidak kau mengerti? bukankah semua ini mudah untuk dipelajari? kepintaran adalah bagian dari dirimu, dirimu yang selalu ingin tahu semuanya secara mendetail, namun sekarang kemalasan sedang menguasai dirimu dan kamu memberikan dirimu kepada kemalasan, sehingga apapun yang kamu dengar, apapun yang kamu lihat, tidak tercerna kedalam dirimu, dirimu sekarang hanyalah sebuh tubuh yang tidak berisi apa-apa, namun aku percaya kamu akan segera sadar, karena aku tahu dirimu, dirimu yang tidak pernah meninggalkan pelajaranku, kita akan menunda pelajaran ini, namun ketahuilah, apabila kamu tidak mau mempelajari pelajaran ini, maka pelajaran inilah yang akan mempelajari dirimu, engkau akan diamati, dilihat oleh mereka yang tidak terlihat oleh matamu, namun hatimu mengetahui dan merasakan mereka.

pelajaran ini akan terus berjalan hingga engkau sudah mengerti dan hafal seluruhnya, begitu banyak yang masih harus engkau pelajari, dari awal, tengah, hingga akhir, dan akan ada banyak tingkatan dalam pelajaran ini, pelajaran ini tidak akan selalu enak dan santai, tetapi kadang harus keras dan sakit, karena kamu tidak akan pernah berjalan lebih baik kalau tidak dengan cara ini dan aku yakin kamu akan mengerti pada waktunya nanti, haha..lihat bola matamu sekarang, terlihat bingung dengan kata-kataku, tetapi tatapan itu juga menyiratkan kepadaku, kalau kamu juga penasaran dan ingin mengetahui jawaban itu...ayolah sayangku, kembalilah kepadaku, jangan biarkan kemalasan itu menguasai dirimu, peganglah kembali kontrol akan dirimu, jangan menyerah kepada mereka, sebagai guru, aku tidak bisa memberikan bantuan kepadamu, karena aku tidak memegang jiwa dan hati serta kemauanmu, yang bisa kuberikan hanyalah dukungan..itu saja...

kuncir rambutmu seperti biasa dan kedipkanlah matamu yang manis itu, dan tersenyumlah kembali kepadaku seperti biasa...aku yakin kamu bisa, peganglah tanganku, rangkullah pundakku, dan berjalanlah bersamaku, dan jangan lupa ambil buku catatan dan pensilmu, dan aku akan memulai pelajaran kita yang sudah tertinggal...
karena pelajaran itu sudah minta untuk dipelajari kembali..setelah mereka sudah selesai mempelajari dirimu...

(138) Foreordained Awakening

pada awalnya manusia tidak mempunyai apa-apa,
hanya seorang pria dan seorang wanita...tidak ada yang lain, hanya tubuh mereka yang mereka punya,
tubuh yang rapuh, tidak bisa berbicara, hanya rintihan dan gumaman
tubuh mereka merasakan sakit dan hati mereka tidak merasakan apa-apa kecuali rasa hampa,
mereka berjalan, berjalan kemana-mana, namun tidak menemukan apa-apa,
dan nafsu menghantui sang pria terus menerus, serta kemarahan menghantui sang wanita,
mereka berjuang sepanjang hidup mereka, namun yang namanya kematian tidak pernah datang.
mereka putus asa, dan mereka hidup dalam kekelaman abadi,
sang pria menawarkan dirinya kepada matahari, berdoa dan meminta yang namanya keselamatan.
sang wanita menawarkan persembahan kepada matahari dan meminta kebahagiaan,
merasa tersentuh akan penderitaan dan kesedihan yang terus menerus menerpa manusia,
matahari akhirnya berbicara kepada Tuhan dengan ratapannya,
dan meminta Tuhan mengadopsi manusia itu sebagai anakNya,
Tuhan akhirnya turun dan memberikan bantuan kepada kedua manusia itu, sang pria dan sang wanita.
Tuhan mengadopsi dan memberikan banyak bantuan kepada mereka,
mulai dari membuat waktu dan memisahkan menjadi dua bagian, disebut siang dan malam,
memberikan cara dan jalan kearah keselamatan dan memberikan kebahagiaan kepada manusia,
dan Tuhan memberikan apa yang namanya "Lupa"kepada manusia,
agar manusia tidak khawatir lagi akan waktu, dan bisa menikmati hidup mereka
Tuhan menciptakan tumbuhan dan binatang dan menuntun mereka untuk hidup bersama manusia.
sang pria bernama Buchlibari
dan sang wanita bernama Lobsil Vith
sang pria akhirnya tidak kuat menahan nafsu dan memberikan nafsunya kepada wanita,
sang wanita menerima benih dari sang pria, dan akhirnya mempunyai seorang anak, bernama Vitra Lith
dan karena manusia merasa bahagia, Tuhan pun ikut bahagia,
dan Tuhan dengan kekuatannya memberikan tempat untuk manusia,
diciptakannya dengan kekuatanNya sendiri, apa yang dinamakan surga
dimana manusia hanya akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan aman apabila berada disana
manusia tinggal dengan Tuhan dan banyak malaikat,
tetapi malaikat Tuhan yang bernama Iblis, cemburu, dan memikirkan cara untuk mengasingkan manusia...
Iblis akhirnya menggoda Lobsil Vith, sang wanita,
dengan ketampanannya, bola matanya yang hijau, rambutnya yang dari emas, sayapnya yang bersilau.
sang wanita akhirnya tergoda dan akhirnya bersetubuh dengan Iblis, dan sang pria melihat semuanya itu,
dia sedih dan tidak mau mendekati sang wanita..hingga suatu saat Tuhan menyadari semuanya
dan Tuhan mengutuk sang wanita, mengutuk Iblis dan juga mengutuk sang pria juga,
karena sang pria tidak menjaga sang wanita dari godaan Iblis...
namun Tuhan masih berbaik hati, lalu Tuhan menyuruh malaikat kesayangannya, Gabriel
untuk menciptakan sebuah tempat untuk manusia yang disebut Bumi,
dan lahar-lahar panas, bernama neraka untuk Iblis,
sayap Iblis dipatahkan, tubuhnya dibuat menjadi jelek, dan berbulu..
di Bumi inilah, sang pria, sang wanita dan sang iblis akan tinggal bersama,
dan Tuhan akan memperhatikan mereka dari jauh,
tetapi Iblis tidak puas dan dendam dengan Tuhan, ia ingin mengambil kerajaan surga
menjadi pemilik surga,
Tuhan berkata kepada manusia:
"Inilah tempat untukmu, dimana tempat ini semakin lama akan semakin penuh, dan akan ada banyak celah untuk Iblis untuk bisa masuk ketempatmu, berhati-hatilah terhadapnya, dan tempat ini akan hilang suatu saat nanti, dan aku ingin kalian selamat pada akhirnya nanti"
dan Iblis mengumpulkan pasukannya dari malaikat Tuhan yang tidak terlalu setia kepadaNya,
dan akhirnya Iblis menyerang surga dengan kekuatan pasukannya, dan menggempur surga 666 hari, 666 malam,
dan akhirnya kekuatan Tuhan akhirnya melemah dan Dia terjatuh,
dan mailakat-malaikat Tuhan yang tadinya berdiam disurga, menurut kepada Iblis dan mengikuti dirinya.
begitu banyak malaikat yang terjatuh, dan Tuhan pun mengalami kekalahan besar,
dan tiba saatnya Tuhan diikat dan ditusuk dan dibunuh oleh Iblis,
dan dunia yang didiami oleh manusia akhirnya rusak dan hancur karena kejadian malang ini,
lalu Tuhan menghembuskan nafas terakhirnya,
Dia meninggal dan menjadi abu, namun dia menjanjikan dia akan datang kembali.
manusia tidak mengetahui hal ini, karena yang tersisa sekarang hanyalah malaikat-malaikatnya saja,
yang selalu menjaga manusia dari kekangan Iblis, dan dia berkata kepada manusia melalui jiwa dan hati manusia:

"Tuhan belum kalah, dan Tuhan tidak mati, Dia akan kembali untuk menjemput kita semua,
dan kalian, manusia yang akan membantu Tuhan untuk melawan Iblis,
kita harus memberikan Dia persembahan dan tidak melupakan pengharapan kita,
kita harus menunggu dan bersabar untuk hari yang akan disiapkan Tuhan...
hari dimana pintu dan jalan ke surga akan kembali terbuka...
akan tiba dimana Tuhan akan berkuasa lagi...
dan kalian yang setia akan berada lagi di surga, bersama kami, malaikat dan tentu saja, Tuhan kita"

(137) precious

Apa? aku tidak bisa mendengarmu...berbicaralah lebih keras sedikit agar telingaku bisa mendengarkanmu...nah, aku sudah bisa mendengarmu sekarang... apa yang bisa kubantu untuk dirimu, anakku? katakan apa keinginanmu, hayoo, jangan malu-malu...apakah aku harus lebih mendekatkan telingaku lagi kepada bibirmu? apa?

ohh..kamu ingin harta, kekayaan dan kekuasaan didunia ini? berapa banyak yang kauinginkan? dan kenapa semua orang yang datang kepadaku, selalu menginginkan 3 hal ini? anakku, kenapa engkau menginginkan hal ini? kenapa?
apakah karena harta bisa membeli semuanya yang kamu mau?
apakah karena kekayaan bisa memberikan semua kenyamanan yang kamu mau?
apakah karena kekuasaan bisa memberikan dirimu pengaruh yang benar-benar mutlak untuk dirimu?
kenapa kamu mau semua ini anakku? aku bisa memberikan semuanya kepadaku, semua yang kauperlukan, sudah kuatur, namun memang 3 hal itu belum kuberikan sepenuhnya kepada dirimu, kenapa? karena kamu tidak membutuhkannya anakku.

hayolah, jangan cemberut dan mengkerutkan keningmu seperti itu, karena aku lebih senang melihat dirimu tersenyum dan menari bersamaku, kenapa engkau menatap kepadaku dengan ratapan seperti itu? apa? kamu masih mau memiliki 3 hal itu? mmm..sayangku, kamu tidak akan memerlukannya, karena aku tahu apabila aku memberikan 3 hal itu, maka engkau akan menjauhkan dirimu dari padaku...jangan menggelengkan kepalamu dan berkata engkau tidak akan meninggalkan diriku, karena aku sudah merasakan jutaan manusia datang kepadaku, meminta hal yang sama denganmu, dan setelah kuberikan, mereka sudah berjalan sendiri dan tidak pernah kembali, hanya beberapa yang kembali, dan itu membuatku diriku sedih, oleh karena itu sayangku, aku tidak ingin engkau menjadi seperti mereka...janganlah seperti mereka...

huff..kamu masih bersikeras untuk menerima hal itu yah?...hmmphh..baiklah, akan kuberikan kepadamu semuanya, harta, kekuasaan dan kekayaan, namun aku ingin menerima satu hal, hanya satu yang akan kuminta darimu pada saat aku telah memberikannya kepadamu, engkau boleh berpikir-pikir dahulu....

setelah aku memberikannya kepadamu, aku ingin meminta nyawa dan jiwamu, aku akan menyuruh malaikat maut untuk menjemput jiwamu, yah, tubuhmu akan berada di dunia ini, menikmati harta, kekayaan dan kekuasaan, namun jiwamu berada disini, disisiku, aku akan menarik jiwamu dari tubuhmu...
kenapa? engkau berkata kalau aku egois? aku hanya meminta satu hal darimu, sedangkan engkau meminta 3 hal dariku, belum termasuk dengan apa yang telah kusediakan secara cuma-cuma kepada dirimu....
bagaimana? apa jawabannya? apakah kamu lebih menyayangi harta, kekuasaan dan kekayaan? atau kamu lebih meyayangi jiwamu sendiri? hayoo...kutunggu jawabannya, karena kamu hanya bisa memilih salah satu dari hal itu...
apa jawabanmu, anakku?

Thursday, March 02, 2006

(136) kept on going, shall we?

Aku terduduk disini, disebuah bangku, bangku yang entah sudah berapa lama berada disini, tapi sering kulihat orang duduk disini pada saat aku melewati daerah ini…kutaruh pantatku diatas kursi ini…keras sekali… aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk bisa duduk diatas kursi ini, aku melihat keatas, melihat ranting-rantin pohon yang kurus, tidak beraturan, dan mungkin sudah tandus, oh..aku juga melihat ada sarang burung diantara kepitan dahan-dahan itu, dan aku juga menyadari dalam sarang itu ada suara kicauan anak-anak burung itu, mungkin kicauan anak-anak burung itu yang membuat siapapun yang duduk disini merasakan kalau ada sedikit kehidupan yang berjalan didalam dunia ini…
Aku menundukkan kepalaku, membuka sarung tanganku, huff..kenapa cuaca begitu dingin hari ini? Lihat uap yang keluar dari mulutku…begitu banyak dan tebal…..fuuh…aku menggosok-gosokkan kedua tanganku dan membiarkan hangat yang keluar dari tanganku berjalan kedalam tubuhku, aku melihat tanganku, mengawasi semuanya, dan aku menatap kepada sidik jariku, lingkaran yang berputar-putar, yang menandakan aku ada, ini aku, sidik jari ini hanya kepunyaanku, tidak ada yang lain yang mempunyai sidik jari yang sama… pusat sidik jariku berputar, sama seperti kehidupan semua orang didunia ini, berputar terus menerus, kurasa aku tidak mau berputar terus menerus disini, aku ingin berhenti pada suatu titik dan berhenti saja, entah apa yang terjadi, aku tidak tahu, kurasa semua akan terus berjalan disaat aku memutuskan untuk berhenti…huff..dingin ini semakin menusuk diriku, aku masih menundukkan kepalaku, beberapa helai rambutku mengenai ujung mataku, seakan menyuruhku untuk terus berjalan, melawan dingin dan mengingatkan aku kalau aku harus sampai ke tempat tujuanku…dipojok sana ada beberapa orang yang mengelilingi tong sampah, mencoba menghangatkan diri mereka, mereka bercanda, mengobrol, berpelukan untuk saling menghangatkan, hmpphh…kurasa aku harus terus berjalan, karena aku tahu, kehidupan ini tidak akan berhenti walaupun aku memutuskan untuk berhenti, dan kalau aku berpikir lagi, untuk apa aku memutuskan untuk berhenti untuk sesuatu yang tidak akan pernah berhenti?