<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466</id><updated>2012-02-20T02:19:30.781-08:00</updated><title type='text'>My Fragile Life</title><subtitle type='html'>Somewhere inside me something disappears, And I try to part with my rust-eaten anger...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>220</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7020860917166432755</id><published>2010-04-07T10:43:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T10:43:28.207-07:00</updated><title type='text'>(219) Bola-bola pertanyaan</title><content type='html'>Melewati detik demi detik dalam kesendirian, berusaha memikirkan bola-bola pertanyaan ini. Bola demi bola pertanyaan ini aku pandangi, seakan aku tidak pernah melihat pertanyaan itu, pura-pura buta padahal sebenarnya aku memandangi bola-bola pertanyaan itu setiap harinya. gumpalan bola itu terasa semakin banyak setiap harinya. pertanyaan-pertanyaan seperti "apa yang harus aku lakukan?", "untuk apa aku disini?", "bisakah aku?", ribuan pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti itu terus bergulir setiap detiknya bagaikan hujan yang turun jutaaan banyaknya setiap detik dan terus menghajar bumi. Aku berjuang disini sendirian, memikirkan, mencari jawaban, menelaah, merenungi, menunggu jawabannya. berat rasanya berada disini sendirian. sungguh, berat rasanya, kalau bisa jiwaku meninggalkan tubuh ini, aku rasa ia akan dengan senang hati keluar dari tubuhku ini dan menangis sekencang-kencangnya. kenapa? karena detik demi detik yang terus saja berjalan terasa begitu berat, terasa begitu hampa, terasa begitu tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada artinya semua usahaku memikirkan ini? apakah akan ada jalan yang terbuka kalau aku mengusahakan semua ini? lihat, aku mengeluarkan lagi 2 bola pertanyaan ini ke hadapan kalian. harus berapa banyak lagi bola pertanyaan yang harus aku keluarkan? lelah rasanya, menghadapi kesendirian ini. diproseskah aku oleh Tuhan? Apakah Dia menemani aku sekarang? atau sebaliknya, Ia meninggalkan aku? entah, sungguh, aku tidak dapet menjawab itu betapapun aku ingin mengetahui jawabnya. hujan-hujan pertanyaan ini terus mendera batinku, pikiranku bagaikan setrum yang terus menerus menyetrum tubuhku ini dengan setiap sengatnya dan meninggalkan bekas-bekas sengatannya berupa rasa hampa di jiwaku. banyak hal yang mebuat aku mundur, aku patah semangat, aku kendur semangat, terasa sangat aneh, semakin aku berjuang mengusahakan sesuatu, semakin hal itu tidak dapat kuraih. tetapi ketika aku tidak mengusahakan apa-apa, semuanya berjalan damai. Ilusikah? sugestikah? realitikah? imajinasikah? entahlah. aku hanya mengambil satu bola pertanyaan dan memandangi pertanyaan yang ada di dalam bola bening ini, isinya "sampai kapan aku begini?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7020860917166432755?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7020860917166432755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7020860917166432755' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7020860917166432755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7020860917166432755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2010/04/219-bola-bola-pertanyaan.html' title='(219) Bola-bola pertanyaan'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7241917275871560963</id><published>2009-12-31T06:02:00.001-08:00</published><updated>2009-12-31T06:02:40.857-08:00</updated><title type='text'>(218) Changes</title><content type='html'>benarkah manusia bisa berubah? atau memang kita harus berubah? perubahan apa yang harus kita inginkan? perubahan ke arah baikkah? ke arah burukkah? apakah aku sudah berubah setelah semua yang aku lalui? apakah benar aku tidak berubah menjadi orang lain? apakah aku sudah menjadi lebih baik daripada sebelumnya? atau hidupku berubah menjadi buruk dari sebelumnya? aku menggosok kedua mataku dengan lenganku, berharap agar mataku dapat memberikan aku pandangan yang lebih baik daripada sebelumnya, namun apa yang aku dapat? yang aku dapat adalah tetap pemandangan yang sama .. wajah yang sama .. wajah yang ketakutan, kesepian dan terus menerus bertanya tentang semuanya .. akankah semua pertanyaan yang aku ajukan akan terjawab? akankah semuanya berubah? begitu banyak mimpi yang ingin aku wujudkan, namun apakah semuanya akan terwujud? ataukah mimpiku hanya akan menjadi mimpi belaka saja? sudah sampai dimanakah progress perubahanku? apakah aku akan tetap disini? apakah aku akan melaju ke depan? atau malah jatuh ke belakang? aku berubah karena peristiwa-peristiwa di sekelilingku terus menemukan diriku dan perubahan ini terus menerus dan akan terus berjalan .. kemanakah aku berjalan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7241917275871560963?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7241917275871560963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7241917275871560963' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7241917275871560963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7241917275871560963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/12/218-changes.html' title='(218) Changes'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-6268283093392887595</id><published>2009-12-31T06:00:00.002-08:00</published><updated>2009-12-31T06:01:14.048-08:00</updated><title type='text'>(217) Ilusi Kotak Nyaman</title><content type='html'>&lt;p&gt;Memang umur tidak pernah berhenti mengajari kita sesuatu. bagiku, dulu umur hanyalah deretan angka yang terus bertambah setiap tahunnya. kini aku berada di batas umurku, meskipun memang umurku belum berakhir - yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya - umurku kini mengajariku untuk harus membuat keputusan, besarkah keputusan itu? tentu saja sangat besar, oleh karena itu aku dibuat pusing tujuh keliling oleh masalah desakan umur ini. Aku malu kepada diriku sendiri, merasa berdosa dan bersalah kepada diriku sendiri, karena di umurku yang sudah diambang batas ini aku masih saja tidak berani mengambil keputusan yang besar. aku masih berada di dalam lingkaran-lingkaran khayalan dan kemudian umurku membentakku, menamparku, membantingku dengan kerasnya hingga aku terbangun dari dunia khayalanku. menyeramkan rasanya mengambil keputusan-keputusan besar, karena aku tidak berani dengan resikonya, aku takut akan hasilnya, aku takut akan jalannya. lalu dimana sisi keberanianku? ia mengumpat diantara rasa cemas, khawatir dan juga pesimis. ia mengumpat sambil berjalan mundur menjauh dariku.Namun demikian, umur membautku harus mengejar keberanianku agar aku bisa keluar dari kotak nyamanku yang telah puluhan tahun aku tinggali.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Otakku dipaksa berpikir lebih cepat, hatiku dipaksa mengamini semua keputusan besar karena aku bertarung dengan waktu yang tidak bisa lagi aku putar kembali, mungkin Tuhan sendiri memang memberikan kekuatan agar waktu tidak bisa diputar kembali oleh kita, manusia. Itu semua semata-mata karena agar ada pelajaran yang bisa diberikan kepada kita, semata-mata agar sejelek apapun kita, kita masih bisa diberikan pelajaran, proses yang negatif sekaligus positif jalan bersamaan. terkadang ketakutan membuat kita buta, kita terhalang oleh pikiran kita sendiri, lalu bagaimana mengalahkan pikiran kita? bagaimana mengalahkan ketakutan kita? karena rasa takut itu terasa semakin menghantui begitu kita harus mengambil keputusan itu. pengecutku kini tertawa lebar, menghantui setiap sisi postifi pikiranku dan aku sendiri yang menyuruhnya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bulu kudukku merinding membayangkan prosesku berjalan, namun demikian kontras dengan pikiranku, pikiranku melayang aku akan memperoleh sukses dan mendapatkan apa yang aku mau, namun batinku meronta, menggema berteriak "tidak mau" menjalani prosesnya. Yang aku lakukan adalah memaksa batinku yang pemalas ini untuk mau bergerak, untuk mau bertindak. tidak peduli betapa keras, betapa sakit, betapa susahnya jalan itu. aku harus membuka dan merobek jalan itu agar aku bisa keluar dari ilusi kotak nyamanku ini. Terlepas dari apa kata orang lain soal diriku, aku harus mencoba berdiri diatas kedua kakiku sendiri, karena umurku yang memaksa aku untuk berdiri seperti itu, aku tidak boleh lagi bungkuk, aku tidak boleh lagi lemas, aku tidak boleh lagi menghadap kebawah. Umur membuatku menatap lurus ke depan, menghadap keatas melihat masa depanku yang belum tentu jelas nasibnya saat ini, namun akan terasa indahnya di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Percuma aku menulis begitu banyak soal umur, impian dan juga hasilnya kalau aku tidak bergerak, aku harus bergerak, aku harus menemukan satu poros pikiran yang sinkron agar aku bisa menentukan pilihanku yang sesuai dengan kemampuan, kemauan dan juga tekadku. Jangan anggap enteng keputusan ini, karena sulit rasanya menghentikan roda pikiranku yang terus menerus berputar begitu cepat, rasanya seperti mencelupkan jariku ke pusaran air yang berputar kencang, karena salah-salah... bukan air itu yang berhenti, melainkan jariku yang terhisap oleh pusaran itu. Sudah cukup rasanya aku mendengar cerita sukses dan juga peraihan mimpi orang lain, aku bosan mendengarnya. Saat ini, aku harus mencoba menjadi si pendongeng cerita keberhasilan itu, bukan si pendengar lagi. Sudah puluhan tahun aku mendengar cerita omong kosong yang aku sendiri tidak tahu cerita itu nyata atau tidak. Namun, aku takut untuk melangkah, aku takut untuk bertindak, kenapa kotak nyaman ini terasa lebih tebal dari sebelumnya setiap kali aku melihatnya. ingin rasanya aku memanjangkan kukuku agar aku bisa merobeknya dengan senyum puas karena saat ini aku benci melihatnya. aku muak dengannya. pemikiranku mengajakku kompromi, namun aku harus tegas menolaknya, aku harus tegas membencinya, karena mau sampai kapan aku berada di lingkaran setan ilusi kotak nyaman ini? Umurku, bisakah engkau bertahan sedikit dan memberikan aku kesempatan agar aku bisa membuktikan kepada diriku sendiri kalau aku mampu, aku mau dan aku bisa..setidaknya untuk diriku sendiri, bukan untuk orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-6268283093392887595?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/6268283093392887595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=6268283093392887595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6268283093392887595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6268283093392887595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/12/217-ilusi-kotak-nyaman.html' title='(217) Ilusi Kotak Nyaman'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3471761922193142771</id><published>2009-12-31T06:00:00.001-08:00</published><updated>2009-12-31T06:00:31.037-08:00</updated><title type='text'>(216) Sinner</title><content type='html'>Mungkin dunia ini tidaklah seindah surga, namun dunia ini memiliki kesenangannya sendiri yang mungkin tidak akan kutemui di surga. disini kami, para pendosa mendapati diri kami diberikan berkat, pengampunan, waktu, pembelajaran, proses, kearifan, sudut pandang, emosi, kekurangan dan juga kelebihan. kami tahu kalau kami, para pendosa seringkali merasakan neraka benar-benar ada di bumi ini karena kesusahan-kesusahan dan juga waktu yang sangat sulit menerpa hidup kami, namun sebagian dari kami mencoba bertekuk lutut dan merendahkan hati untuk bisa menemukan, mendapatkan jawaban dan arah yang kami butuh. yang mana kami juga tahu, sebagian lainnya dari kami juga lelah untuk berusaha dan menyerah menjalani hidup mereka. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mungkin terkadang tidak cukup pujian, doa, ucapan syukur dan juga evaluasi terhadap diri kami sendiri. namun ketika kami mendapatkan suatu momen bersama pendosa lainnya di dunia ini, pikiran kami membawa kami kepada suatu titik dimana kami tahu, pujian, ucapan syukur dan juga rahmat-Mu bersama kami. kami para pendosa, diberikan waktu untuk masih bisa mengucap syukur atas segala berkat yang telah diberikan kepada kami, udara yang bebas kami hirup meskipun mungkin tidak terlalu bersih, waktu yang terus saja berjalan meskipun mungkin terkadang waktu memberikan rasa sakit kepada kami, kesehatan yang kami peroleh meskipun mungkin terkadang kami sendiri yang tidak menjaga kesehatan ini sendiri, pikiran yang membuat kami bisa berpikir meskipun mungkin terkadang kami ingin rasanya menjadi gila. terlepas dari apapun hitam dan putihnya dunia ini ... kami para pendosa, masih berada disini, menapakkan kaki kami diatas dunia yang satu ini, dunia yang kami kenal, kami ketahui dan ini adalah rumah sementara kami satu-satunya saat ini, entah akan kemana rumah ini pindah ketika kami wafat pada waktunya nanti.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kami para pendosa juga diberikan sebuah peran, misi, dan juga tujuan dalam pengembaraan dan pencarian hidup kami, meskipun kami tahu, kami karena terlalu berdosanya, kami sering melupakan, tidak mencari, acuh tak acuh kepada tujuan kami diciptakan dan ditaruh di dunia ini. mungkin kami tidak sadar dan sering pura-pura tidak mendengarkan ketika hati kecil kami terus  berbicara kepada kami melalui nurani kami. kami berpura-pura tidak mendengarkan hati nurani itu, berpura-pura lupa, memikirkan hal lain karena kami tidak ingin terbeban, meskipun sebenarnya dosa ini yang berusaha kami tebus. namun dimanakah letak jiwa kami, para pendosa ini? setiap waktu, mulai dari detik, menit, jam, hari, minggu, tahun, hingga apa namanya, tidak mungkin kami tidak berdosa. meskipun kami mengetahui banyak juga kebaikan yang kami beri, kami lakukan, namun tetap persentase dosa kami jauh lebih berat, lebih banyak dan juga lebih kejam dari kebaikan kami, dan sialnya kami tidak boleh mengucapkan "persetan" terhadap persentase itu.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Lalu, apa yang kami lakukan untuk menebus dosa-dosa kami? cara pertama adalah memohon masih diberikan waktu atau bahasa lainnya adalah 'umur' untuk masih bisa belajar, memeriksa diri, melihat sudut pandang lain, berusaha meneguhkan lagi langkah kami dalam berjalan di dunia ini, berusaha menjadikan yang telah lalu adalah pelajaran kami untuk mau dan bisa menatap ke depan.  Cara kedua adalah meneguhkan hati kami terhadap jalan, visi, misi, tujuan yang telah diberikan kepada kami meskipun sebagian dari kami masih mencari, menanyakan, berimajinasi apa sebenarnya tujuan hidup kami. Cara ketiga adalah dengan mengingatkan sahabat-sahabat pendosa lainnya untuk mau memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, mengingatkan satu sama lain kalau kami tidak ada yang sempurna, tidak ada yang tidak berdosa. kami berdosa dan sungguh berdosa, tetapi akankah kami takut? akankah kami gemetar? akankah kami lari, akankah kami pergi ketika kami tahu ada sebuah pengharapan akan penghapusan dosa-dosa kami? mudah-mudahan tidak, karena pengampunan adalah sesuatu yang sangat kami butuhkan.. sngat kami perlukan agar kami, para pendosa ini dapat melanjutkan hidup kami, jadi disinilah satu dari para pendosa yang hidup di dunia ini, mengingatkan para pendosa lainnya untuk mau, berusaha, dan bertekad mendapatkan pengampunan itu melalui tulisan yang berdosa ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3471761922193142771?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3471761922193142771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3471761922193142771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3471761922193142771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3471761922193142771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/12/216-sinner.html' title='(216) Sinner'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-8929067884992700377</id><published>2009-12-31T05:59:00.003-08:00</published><updated>2009-12-31T05:59:56.900-08:00</updated><title type='text'>(215) Eternity</title><content type='html'>Kapankah dia kembali tuhan? apakah masih ada jalan untuk kembali tuhan? satu bagian besar jiwaku sudah diambil dariku olehmu dan apakah itu masih tidak cukup untukmu tuhan untuk menghancurkan hidupku? tidakkah engkau melihat aku menderita disini karena semua rencanamu? kehidupanku berjalan namun hanya berputar-putar disini tanpa ada kejelasan apa maksud dari semuanya ini. apakah ini rencanamu tuhan? hanya berputar-putar .. aku melihat hari yang sama dengan maksud yang sama. apa bedanya hari ini dengan hari-hari sebelumnya, dimana kesepian ini terus mengganggu jiwaku? engkau sudah memotong setengah dari jiwaku. kadang aku membenci rencanamu tuhan. aku benci jalanmu yang berliku dan tidak jelas. engkau tidak pernah memberitahukanku apa maksud dan tujuan dari rencanamu.. bahkan jujur aku sama sekali tidak tahu apa rencanamu. benarkah rencanamu selalu baik? bisakah aku percaya kepadamu lagi? karena setelah sekian lama aku berputar-putar di jalanmu ini, aku semakin ragu apakah ini adalah jalan yang harus kutempuh untuk hidupku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-8929067884992700377?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/8929067884992700377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=8929067884992700377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8929067884992700377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8929067884992700377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/12/215-eternity.html' title='(215) Eternity'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-723877145948831150</id><published>2009-12-31T05:59:00.001-08:00</published><updated>2009-12-31T05:59:33.256-08:00</updated><title type='text'>(214) BAM</title><content type='html'>Tabrakan itu terjadi lagi. Buum.. begitu kerasnya menabrak bayang-bayang ilusi itu. tabrakan yang terjadi antara kenyataan dan impianku terjadi lagi dan lebih keras dari sebelumnya. yang terjadi berikutnya adalah diriku terpecah menjadi berkeping-keping, aku tidak tahu yang mana yang benar, apakah kenyataan yang aku jalani sekarang? atau seharusnya aku sedang bermimpi dalam impian-impian semu-ku. dimanakah impianku membawaku saat ini? haruskah aku mempercayai apa yang telah berada didalam semua tabrakan antara mimpi dan kenyataan itu? dimanakah jiwaku sekarang berada? ilusi-ilusi pikiran mulai berdelusi didalam pikiran dan juga apa yang ada di depanku saat ini. serpihan diriku membawa diriku kepada masing-masing bagian jiwaku, serpihan sedih bergabung dengan serpihan kemarahan, serpihan gembira bergabung dengan serpihan bahagia. potongan-potongan serpihan itu terlihat begitu sempurna, menggambarkan apa yang ada didalam diriku sebenarnya. Mimpikah ini? kenyataankah ini? aku tidak tahu, aku tidak peduli.selama aku bisa mengetahui tabrakan itu ada disana, mengulang semuanya lagi perlahan, aku akan melihat tabrakan itu lagi dan lagi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-723877145948831150?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/723877145948831150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=723877145948831150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/723877145948831150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/723877145948831150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/12/214-bam.html' title='(214) BAM'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1748471790336479294</id><published>2009-05-25T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:57:21.061-08:00</updated><title type='text'>(213) Wait A..(ll) Moment</title><content type='html'>Kapankah dia kembali tuhan? apakah masih ada jalan untuk kembali tuhan? satu bagian besar jiwaku sudah diambil dariku olehmu dan apakah itu masih tidak cukup untukmu tuhan untuk menghancurkan hidupku? tidakkah engkau melihat aku menderita disini karena semua rencanamu? kehidupanku berjalan namun hanya berputar-putar disini tanpa ada kejelasan apa maksud dari semuanya ini. apakah ini rencanamu tuhan? hanya berputar-putar .. aku melihat hari yang sama dengan maksud yang sama. apa bedanya hari ini dengan hari-hari sebelumnya, dimana kesepian ini terus mengganggu jiwaku? engkau sudah memotong setengah dari jiwaku. kadang aku membenci rencanamu tuhan. aku benci jalanmu yang berliku dan tidak jelas. engkau tidak pernah memberitahukanku apa maksud dan tujuan dari rencanamu.. bahkan jujur aku sama sekali tidak tahu apa rencanamu. benarkah rencanamu selalu baik? bisakah aku percaya kepadamu lagi? karena setelah sekian lama aku berputar-putar di jalanmu ini, aku semakin ragu apakah ini adalah jalan yang harus kutempuh untuk hidupku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1748471790336479294?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1748471790336479294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1748471790336479294' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1748471790336479294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1748471790336479294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/wait-all-moment.html' title='(213) Wait A..(ll) Moment'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4637295919811428658</id><published>2009-05-25T20:38:00.002-07:00</published><updated>2009-12-31T05:56:42.301-08:00</updated><title type='text'>(212) Aplish</title><content type='html'>Menggenggam segenggam pasir yang terus menerus keluar dari tanganku diatas pantai ini, itu yang kulakukan sekarang, mencoba mengingat-ingat apa yang telah dunia lakukan kepadaku. Mencoba mencari alasan kenapa semua isi dunia ini meninggalkan diriku (atau aku yang meninggalkan isi dunia). Mencoba mencari sebuah alasan untuk tetap bisa menyukai keberadaanku di dunia ini. Waktu terus berjalan, aku tahu itu karena aku masih merasakan pasir ini masih mengalir dari tanganku. Mengalir dengan halus menuju kearah tanah tempatku berada. Begitu lembutnya sehingga aku juga tidak menyadari tidak ada lagi kehidupan yang aku punya. Waktu membuatku telah terlena dengan segalanya. Namun aku tidak lagi terlena karena dunia telah membangunkan diriku dengan segala macam kengeriannya.&lt;br /&gt;Menurunkan kepalaku kearah tanah tempatku berada, melihat pasir-pasir itu masih bergerak lembut keluar dari genggaman tanganku seakan melihat diriku sendiri semakin menghilang dari dunia. Tubuhku  masih berada disini, namun perlahan dan pasti jiwaku menghilang dari sini. Kesunyian yang kudapat berasal dari dalam hatiku, merubah hatiku yang tadinya bisa merasakan menjadi tidak bisa merasakan, menjadi semakin acuh, membenci semuanya. Kembali kepada diriku yang dahulu, kurasa. Aku mengecam dunia dengan segenap kebencianku terhadapnya. mengeluh kenapa dunia ini terasa begitu sepi, terasa begitu halau. Jantungku seakan berhenti berdetak karena menahan sesak yang disebabkan oleh rasa benciku sendiri. Mungkin aku tidak membenci dunia ini, namun aku membenci diriku sendiri.&lt;br /&gt;Hanya tinggal sisa sedikit pasir yang masih keluar dari genggaman tanganku, dan mungkin hanya sisa sedikit waktu juga yang aku punya untuk bisa mencintai dunia ini seperti apa adanya. Kebencianku memuncak hingga pada titik aku ingin merobek pertemananku dengan dunia ini. Namun keraguanku muncul dan kemudian menjadi batu sandaranku untuk terus merenungkan semua. Mungkin aku terlalu lelah untuk semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4637295919811428658?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4637295919811428658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4637295919811428658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4637295919811428658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4637295919811428658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/aplish_25.html' title='(212) Aplish'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1034042629708970020</id><published>2009-05-25T20:37:00.006-07:00</published><updated>2009-12-31T05:56:14.928-08:00</updated><title type='text'>(211) A-greed. - Autify…</title><content type='html'>Haruskah aku tahu alasan kenapa aku harus melakukan ini atau engkau harus melakukan itu? Kurasa tidak. Karena baik aku atau engkau atau siapapun tidak tahu alasan kenapa kita semua melakukan hal-hal itu. Kita semua berusaha keras agar bisa menuju kepada kehidupan yang lebih baik, namun apa yang terjadi? Kita semua berebut hal yang sama, kekuasaan, hawa nafsu, kekuatan. Kita semua haus, haus akan dahaga yang lebih besar dari sebelumnya. Parah.. karena sebenanya kita sendiri sedang tidak haus, namun kita meng-hauskan diri kita sendiri semata-mata dengan alasan agar kita bisa bertahan. Tidakkah kita harus menjadi seperti bayi yang meminta makan saat kita merasa lapar, dan kita makan dengan porsi yang cukup? tidak kekenyangan dan tidak merasa kurang?&lt;br /&gt;Lucu melihat kita semua yang berada disini bertingkah seperti anak kecil yang terus menerus merengek akan kekuasaan, hawa nafsu dan lainnya. Tidakkah kita bisa melihat bahwa itu semua tidak penting? Keserakahan adalah minuman anggur untuk kita. Keegoisan adalah makanan terenak yang dihidangkan di meja makan ini. Dan kebohongan adalah makanan penutup yang akan dihidangkan nantinya. Kita semua dengan serakahnya setuju akan semua menu yang dihidangkan untuk semakin menutup mata kita akan realita. Kita menyantap semua makanan itu dengan lahap. Kita semua setuju akan pembunuhan terhadap sesama kita diluar sana, kita semua setuju akan pembantaian yang terjadi diluar sana, kita semua setuju akan semua pemerkosaan mental dan fisik yang secara fatal diadakan di luar sana. Kita semua menyantap semua makanan ini, dan nanti setelah kita semua kenyang, kita akan saling membantai, memperkosa, dan saling membantai satu sama lain. Karena kita sudah layak dan sepantasnya mendapatkan itu semua. Tidakkah semua mengatakan setuju akan semua ini? Kalau begitu, mari makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1034042629708970020?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1034042629708970020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1034042629708970020' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1034042629708970020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1034042629708970020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/greed-autify.html' title='(211) A-greed. - Autify…'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-713537551841980476</id><published>2009-05-25T20:37:00.005-07:00</published><updated>2009-12-31T05:55:14.784-08:00</updated><title type='text'>(210) Real Solution</title><content type='html'>Keadaan apa lagi yang harus aku jalani? Ketika aku melihat kedalam gelapnya malam, aku menemukan hatiku berada sama gelapnya seperti malam, kegilaan macam apa yang aku dapati sehingga aku mendapati diriku tidak lagi kuat menahan luka di batinku? Pertanyaan kenapa-kenapa dan kenapa terus menerus menghantuiku? Dan satu lagi pertanyaan kenapa akan membuat diriku semakin lemah. Karena dari puluhan ribu pertanyaan “kenapa” itu, tidak ada satupun yang terjawab. Oleh karena itu aku berlari dan menghindari dari teriknya siang menuju kepada kegelapan malam. Disini aku menemukan kedamaian didalam ketakutan terhadap apa yang ada didepanku. Benar-benar tidak bisa melihat, terlalu gelap untuk bisa melihat. Sama gelapnya dengan hatiku, aku juga membunuh cahaya didalam batinku sendiri sejak sekian lama dan terus menerus menjaga agar kegelapan itu terus berada didalam batinku. Bayangan-bayangan gelap ini memanggilku dan menjaga batinku, mereka memakan satu per satu hari-hariku. Merubah hari-hari ceriaku menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Mereka membutakan kedua mataku agar aku tidak lagi melihat dan terbiasa dengan kegelapan ini.&lt;br /&gt;Aku percaya didalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini, aku tidak perlu mengandalkan siapapun. Aku percaya didalam dunia yang tidak bisa kukontrol ini, aku akan menemukan satu-satunya yang bisa kupercaya hanyalah pikiran-pikiran semu yang ada didalam pikiranku. Aku percaya aku tidak perlu menjadi majikan walaupun ada kekuatan diluar sana yang bisa membuatku menjadi majikan. Aku tetap ingin menjadi budak. Ya, seperti anjing aku akan mengikuti kegelapan ini, karena harga diriku sudah terluka dan sudah tersobek, yang ada hanyalah sisa-sisa kenangan yang tidak lagi ada artinya. Kegelapan ini memberikanku kekuatan untuk menghadapi dunia ini, walaupun ego dan emosiku tidak lagi berjalan, aku merasakan kegelapan ini semakin menguasai dunia ini dan aku akan menjadi bagian dari kekuatan itu. Bawalah diriku kepada hibernasi panjang dimana aku akan bertumbuh dan berevolusi menjadi saksi-saksi yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;Kegelapan malam membawaku lebih jauh dari sebelumnya. Ketika aku sendiri, aku sadar aku semakin mengandalkan diriku sendiri dan itu membuatku semakin kuat, kegelapan inilah yang mengajarkanku, dunia tidak membutuhkan manusia yang kuat, melainkan manusia yang bisa belajar dan mau berubah. Terlalu banyak kemunduran dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab yang membuat jantungku berhenti berdetak. Aku tidak ingin mengingat kalau aku pernah mengajukan pertanyaan-pertanyaan “kenapa”. Karena aku sudah cukup menderita dengan bertanya kenapa dan yang kudapat adalah luka di batinku selama aku menunggu jawabannya, dan tetap saja jawaban itu tidak pernah datang. Hatiku sendiri sudah rusak, namun dengan kehangatan malam ini, mereka membalut hatiku yang rusak itu, sehingga aku sendiri tidak dapat melihat seberapa rusak hatiku. Kita semua dikutuk untuk mati pada saatnya nanti. Apa bedanya antara hidup di siang hari dan malam hari, ketika diriku lebih merasa “hidup” dalam kegelapan ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-713537551841980476?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/713537551841980476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=713537551841980476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/713537551841980476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/713537551841980476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/real-solution.html' title='(210) Real Solution'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4425903929708594613</id><published>2009-05-25T20:37:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:54:34.149-08:00</updated><title type='text'>(209) Enshrouding Darkness</title><content type='html'>Setiap hari aku bisa merasakan semakin banyak mata yang menatap sinis kepadaku.dan aku bisa merasakan kebencian mereka kepadaku. Mereka melempar semuanya kepadaku … kesalahan, kebencian,amarah, emosi. Dan yang bisa kuberikan kepada mereka hanyalah ketakutan-ketakutanku yang membuat mereka puas saat mereka tahu aku takut kepada mereka. Melewati hidup seperti ini neraka rasanya. Kemana perlindungan pergi? Kapan rasa aman tiba? Tubuhku sudah lelah menahan sakit yang terus menerus menderaku, belum sembuh 1 tulangku yang patah, sudah datang penyiksaan kepada 5 tulangku lainnya. Dan yang bisa kulakukan hanyalah menjerit dan menjerit. Aku menjerit begitu kencang hingga suaraku kadang tak keluar. Aku merasakan panas didalam jantungku dan aku bisa merasakan setiap darahku naik ke kepalaku, mengakibatkan mataku menjadi ingin meledak. Setiap kali aku mengeryitkan mataku, yang terlihat adalah kematian untuk mereka yang mengolok-ngolok aku. Mereka mengambil tanganku dan memukulnya dengan sebatang tongkat besi. “kraak” … bunyi pergelangan tanganku patah dan aku bisa mendengarnya, mereka masih saja memegang tanganku, tidak memberi kesempatan kepada rasa sakit untuk pergi dan memukuli wajahku dengan tinjunya. Entah sudah berapa banyak darah keluar dari mulutku. Dan yang bisa kulihat hanyalah kematian yang tak pernah datang, kematian hanya duduk dan tersenyum di singgasananya yang berwarna kelabu.&lt;br /&gt;Kini aku bersumpah atas darahku sendiri didepan tembok yang besar ini, aku akan membunuh mereka yang mengolok-olok aku. Aku ingin sekali merobek perlahan kulit mereka.aku akan melakukan itu. Tidak perduli berapa banyak lagi tulang yang akan patah dari tubuhku, berapa banyak lagi darah yang harus aku tumpahkan, aku akan menarik keluar kedua bola mata mereka yang menatap sinis diriku. Aku mengejar mereka satu per satu, aku memburu mereka seperti kesetanan, dan saat mereka berada didalam jangkauanku, mata mereka terlihat seperti mata anak kecil. Seperti bayi yang meminta untuk tidak dibuang, mungkin mataku seperti itu dulu, namun kini aku sudah berubah, aku menusukkan batang pipa ke jantung mereka dan teriakan mereka adalah nyanyian kemenangan untukku, aku menarik keluar jantung mereka agar mereka dapat merasakan betapa sakitnya jantungku ini saat mereka mengolok-olok aku. Hanya bunyi nafas yang terkikik-kikik yang keluar dari mulut mereka saat aku menarik keluar jantung mereka dan aku sangat menyukai suara itu. Itu adalah suara kemenangan untuk jiwaku. Aku mendengar mereka meminta belas kasihan kepadaku, namun aku sudah bersumpah atas darahku sendiri, tidak akan ada lagi pengampunan untuk mereka. Dimana kekuatan kalian sekarang saat aku sudah mulai meminta darah kalian? Kalian hanya bisa mengerang kesakitan, memohon ampun dan meminta agar aku mengasihani kalian .. jangan harap itu terjadi. Aku ingat akan suara-suara tulangku yang patah, aku ingat akan bau darah yang keluar dari mulutku saat kalian memukuli wajahku. Aku ingat semuanya dan aku membawa itu semua kedalam mimpiku. Namun aku tidak meminta apa-apa, yang kulihat hanyalah kematian yang tidak pernah datang.&lt;br /&gt;Kini semuanya telah mati, darah mereka ada ditanganku, darah ayah, ibu dan adikku. Mereka telah menganiayaku karena aku tidaklah sama seperti mereka, tubuhku berbeda seperti mereka, penyakit ini terus menggerogoti diriku sejak aku lahir, namun penderitaaanku sudah berakhir. aku tertawa puas dan aku masih bisa melihat kematian duduk di singgasananya, masih tersenyum. Aku melihat kepadanya dan berpikir kenapa kematian tersenyum kepadaku? Apakah dia ingin aku membunuh mereka? Atau apakah kematian sedang mengejekku karena aku mengambil cara yang salah. Tidak, atas darahku sendiri aku sudah bersumpah, aku akan meniadakan semuanya. Aku mengepalkan tanganku dan menunjuk kearah kematian itu sendiri. Dia bangun dan bertepuk tangan. Singgasananya menjadi jauh lebih kecil saat dia bangun. Aku bisa mendengar tawanya menggelegar di telingaku, menakutkan dan sangat menakutkan, seperti suara binatang yang siap menerkam kematian itu tertawa. Kini dia berdiri diatas tembok yang berceceran darah dengan tulisan sumpahku. Dia mengangkat tangannya, dan menarik jiwaku kepadanya. aku ketakutan dan sangat ketakutan, karena sekarang adalah saatnya jiwaku diberikan kepadanya. ini adalah perjanjian yang kubuat antara aku dengan dirinya. Jiwaku untuknya… ini adalah perjanjian yang aku buat dari darahku sendiri ditembok itu kepada kematian sebelum aku mulai membunuh mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4425903929708594613?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4425903929708594613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4425903929708594613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4425903929708594613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4425903929708594613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/enshrouding-darkness.html' title='(209) Enshrouding Darkness'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7171383406975940206</id><published>2009-05-25T20:37:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:53:10.898-08:00</updated><title type='text'>(208) Difride</title><content type='html'>Beritahu aku apa arti dari kebebasan, ketika aku harus memotong lidahku sendiri saat aku ingin berbicara. Beritahu aku apa arti dari emosi ketika aku sama sekali tidak boleh menunjukkan amarahku. Liberal adalah sesuatu yang sakral disini, percuma berbicara ditempat ini karena semua penuh dengan kekangan .. aku mencari kebebasanku sendiri lagi, dan aku tidak mau lagi kehilangan temanku dalam kegilaan ini. Aku tidak ingin memberi impresi kepada siapapun kecuali diriku sendiri. Aku  tahu apabila aku menginginkannya, aku bisa menjadi lebih provokatif dari siapapun, namun tetap saja, percuma saja berbicara banyak di tempat ini. Aku tidak melihat siapapun disini yang akan mendukungku.&lt;br /&gt;Beritahu aku apa arti dari kasih sayang. Karena cinta sendiri telah meninggalkan diriku sekian lamanya. Aku tidak lagi ingat rasanya berpelukan, aku tidak lagi ingat hingar-bingar canda tawa, aku tidak lagi ingat rasanya diperhatikan. Semua menghilang dan terpendam jauh entah dimana. Aku sendiri tidak tahu apakah aku ingin mengulang semuanya itu, karena hanya kesakitan didalam hati yang seakan-akan memaku jantungku tepat ke tanah. Untuk apa aku mengulang semuanya itu kalau aku hanya disakiti dan menyakiti. Terkadang menyedihkan melihat diriku sendirian ditempat ini, namun ini lebih baik daripada aku menyakiti siapapun. Aku telah dikutuk cukup banyak, biarlah kesendirian ini mejadi kutukan bagi diriku sendiri.&lt;br /&gt;Beritahu aku apabila tulisan ini menginspirasi dirimu atau siapapun. Setidaknya itu membantuku untuk mengetahui aku masih ada gunanya, setidaknya aku tahu aku bisa menjadi provokatif kalau memang aku ingin melakukannya. Kegilaan semakin kencang berada di tempat ini. Aku tidak bisa membawa hidupku lebih pelan saat arus disekitarku bergerak semakin kencang. Kadang aku sendiri lupa akan diriku sendiri dan kenapa aku masih mau berada ditempat ini, siapakah yang membutuhkan siapa? Tempat ini yang membutuhkanku? Atau sebaliknya, aku yang membutuhkan tempat ini? Apapun jawabannya, tidak masalah buatku, setidaknya aku bisa berpikir aku setidaknya masih diinginkan .. oleh apapun itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7171383406975940206?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7171383406975940206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7171383406975940206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7171383406975940206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7171383406975940206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/difride.html' title='(208) Difride'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-406977692209526568</id><published>2009-05-25T20:36:00.004-07:00</published><updated>2009-12-31T05:52:03.732-08:00</updated><title type='text'>(207) Devastation + Obliteration = Eccasorbation</title><content type='html'>Lagi-lagi aku meluluhlantakkan kedua tulang lututku untuk berlutut didepanmu. aku tidak lagi kuat menanggung beban hatiku ini. aku berlutut tanpa tahu harus berkata apa kepadamu, hanya air mata dan teriakan yang tidak bersuara yang bisa kuberikan padamu. kedua lututku bergetar karena aku berlutut disini dengan masalah yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. aku tidak meminta jalanku dibukakan, aku tidak meminta bisa mendengar suaramu, tubuhku lemas, mengangkat kepalaku pun aku tak lagi kuat. sudahkah kekuatanku habis? sudahkah logikaku membutakan mataku dari jalanmu? sehingga aku tidak lagi tahu apa rencanamu? sudahkah keegoisanku mengambil jiwa terdalamku hingga aku tidak lagi bisa menempuh kebaikanmu? apakah hatiku sudah terbakar oleh emosiku sendiri? masihkah aku diberkati untuk setiap tindakanku? aku tidak lagi bisa merasakan kebaikanmu.&lt;br /&gt;kenapa aku merasa begitu kosong? walaupun aku sudah melewati begitu banyak perubahan dalam hidup, namun tetap semuanya kosong. Aku mengerti jalanku masihlah panjang dan berat, namun kenyataannya adalah aku tidak pernah mendapatkan aku yang ingin kudapatkan, kalaupun aku menginginkannya, engkau tidak pernah memberikan kepadaku jalannya. Kenapa hidup harus begitu pahit? Meskipun aku akui ada beberapa rasa manis yang sempat hinggap disini. Rasa kosong ini memenuhi setiap aspek hidupku dan setiap harinya membuatku semakin kosong. Apakah usahaku tidak cukup untuk membuktikan semuanya. Apakah engkau akan tetap menutup kedua telingamu terhadap pertanyaan-pertanyaanku ini? Aku tahu engkau diatas sana dan mendengarkan apa yang aku tulis ini, karena setiap apa yang kutulis ini berasal dari hatiku, dan aku tahu engkau dapat membaca hatiku. Namun berapa puluh ribu kali engkau membaca hatiku, jutaan kali engkau menggelengkan kepala dan berkata “tidak!”. engkau tetap tidak pernah memberikan apa yang menjadi kebahagiaanku.&lt;br /&gt;Kau tahu apa yang membuatku menderita dibawah sini? Memori-memori inilah yang membunuhku disini. Aku tahu memori yang telah datang tidak pernah berbohong, semua memori itu benar dan sudah terjadi dan sialnya semua memori itu melekat didalam kepalaku dan tidak bisa pergi. Berartikah semua air mata yang aku keluarkan saat ini saat aku melululantakkan kedua kakiku untuk berlutut kepadamu dan memohon kepadamu? Kenapa rasanya sangat menyakitkan untuk berharap kepadamu?  Engkau mengatakan semua akan indah pada waktunya, aku tidak akan bertanya kapan waktunya karena aku tidak bisa mendengar suaramu. Aku tidak mengerti kenapa harus seperti ini caranya dan aku rasa aku tidak akan tahu sampai kapanpun … yang bisa aku lakukan disini hanyalah menunggu hingga ajalku tiba dan berusaha untuk melihat, apakah saat ajalku tiba nanti, akankah kebahagiaanku terkabul .. Atau pada akhirnya aku akan menemukan engkau begitu jahatnya untuk tetap tidak memberikan aku kebahagiaan yang aku inginkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-406977692209526568?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/406977692209526568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=406977692209526568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/406977692209526568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/406977692209526568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/devastation-obliteration-eccasorbation.html' title='(207) Devastation + Obliteration = Eccasorbation'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-5257342532182557817</id><published>2009-05-25T20:36:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:51:17.819-08:00</updated><title type='text'>(206) Soulmatte</title><content type='html'>Siapa yang akan mengingatmu sekarang? Engkau terbaring tanpa gerak didalam tanah sana. Bergerak kaku tanpa bisa membalas apapun yang kami berikan kepadamu. Kami tidak ingin mengingatmu, terlalu banyak kenangan yang akan membuat kami terluka apabila kami mengingatmu, kebaikan-kebaikanmu tidaklah berguna bagi kami, kejahatan-kejahatanmu sudah berhenti dan tidak lagi terdengar. Tawa dan senyummu tidak lagi kami rindukan karena kedua hal itu tidak akan terlihat lagi. Senang rasanya melihatmu didalam sana, bergerak kaku dan tidak bergerak. Mendengar engkau tidak lagi bernafas lagi adalah sebuah kelegaan bagi kami.&lt;br /&gt;Pernah tangan-tangan kami berusaha menyelamatkanmu dari lubang kubur itu, namun engkau menolaknya dan terus saja menjalani hidupmu itu. Pernah suara-suara kami berusaha memberikan saran dan kritik namun telingamu sibuk mendengarkan godaan-godaan dan juga hawa nafsu disekelilingmu. Pernah usaha-usaha kami merawatmu dengan segenap hati, namun dengan segenap hati pula engkau menolak rawatan kami karena engkau bersikukuh untuk terus berjalan sesuai dengan kehendakmu. Sepadankah semua bagimu sekarang setelah engkau sudah berada didalam sana? Kami harap sudah, karena kami tidak lagi bisa merawatmu lagi, tidak bisa melihatmu lagi, dan kami sudah tidak bisa apa-apa lagi sekarang.&lt;br /&gt;Dosa-dosa kami sudah disetujui dan juga sudah dimaafkan, berbeda denganmu yang tidak pernah meminta maaf , tidak pernah sadar akan kesalahan dan juga dosa-dosamu. Disini kami tidak pernah meminta kehidupan abadi, melainkan meminta untuk diberikan kebijakan dalam menjalani hidupmu. Kami juga seringkali menahan sakit kami ketika engkau keras kepala dan tidak mau meminta pertolongan. Anehnya adalah walaupun kami melihat engkau berada didalam sana, kami masih bisa sayup-sayup suara pertolongan dan juga pengampunanmu kepada kami semua disini. Dan bukannya kami tidak mau memaafkan tetapi semua itu sudah terlambat, engkau tidak lagi memiliki yang namanya pengampunan, sudah lewat sekitar puluhan tahun sejak kami berusaha menyadarkanmu, namun engkau tetap bersikukuh jalan yang engkau ambil adalah yang benar.&lt;br /&gt;Maafkan kami tidak lebih kuat berusaha, namun kami juga sudah dibatas limit kami untuk berusaha dan berdoa. Sayang sekali engkau tidak bisa lagi melihat betapa gelapnya awan sekarang ini dan betapa derasnya hujan yang terjadi sekarang, tubuh kami basah sekujurnya, namun jangan engkau berharap ada air mata yang turun dan bercampur dengan hujan ini. Sepercik petir di angkasa menyinari apa yang kami lihat didepan kami, yang kami lihat hanyalah tanah. Tidak ada lagi yang lainnya. Jangan mencoba mencari kami lagi, karena kami juga tidak akan mencari dirimu. Biarkanlah setiap kesepakatan yang kita lakukan berakhir disini, sekarang.  Engkau bukanlah lagi milik kami, dan kami bukanlah lagi milikmu. Jadi biarkan dirimu istirahat dan membusuk didalam tanah sana, dan biarkan kami yang berada disini menjalankan hidup kami lagi tanpa dirimu. Berikut adalah satu penghormatan terakhir bagi kami yang kami berikan kepadamu karena setelah ini kami akan membalikkan pandangan kami darimu. Selamat tinggal jiwaku… beristirahatlah dengan tenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-5257342532182557817?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/5257342532182557817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=5257342532182557817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5257342532182557817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5257342532182557817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/soulmatte.html' title='(206) Soulmatte'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3596006633893157578</id><published>2009-05-25T20:36:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:47:18.164-08:00</updated><title type='text'>(205) Just (Some) Body</title><content type='html'>Aku terjebak dalam bentuk daging ini, kulit ini, mata ini, telinga ini, jantung ini masih berdetak. Aku ingin keluar dan menjelajahi surga, namun tubuh daging ini menahanku dan aku tidak bisa keluar. Nafsuku masih berada didalam tubuh ini, kudengar di surga tidak lagi ada hawa nafsu, ingin rasanya aku kesana, karena yang membunuhku disini adalah hawa nafsuku akan kebutuhan dagingku, kekuasaan, kerakusan dan keegoisanku. Aku marah setiap kali keinginanku tidak dipenuhi. Dan dari apa yang kudengar, neraka sudah penuh dengan jiwa-jiwa yang terkutuk, sehingga aku tidak lagi bisa masuk, setan hanya mencatata namaku dan memberikan  nomor kapan aku akan bisa masuk ke neraka. Kulihat angka yang kulihat diberikan… aku menghela nafas karena antrianku masihlah sangat lama. Mengherankan dan betapa menggelikannya mengetahui kalau neraka sudah penuh karena mengetahui sudah begitu banyakkah jiwa-jiwa yang terkutuk di dunia ini?&lt;br /&gt;Aku melekatkan kedua tanganku mencoba untuk merasakan detak jantungku, mungkin menikam jantung ini akan menghentikan jalannya dan aku akan bisa menjelajahi surga, namun aku tidak bisa karena aku tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya. Lucunya adalah aku benci sekali setiap kali aku mendengar detak jantungku berdetak, seakan ia bernyanyi  la la la …  aku masih terjebak di dunia ini dan dengan rakusnya dunia ini menghitamkan jiwaku dengan rakusnya hawa nafsuku. Dimana letak perlindunganku? Tapi setelah berpikir cukup lama, bagaimana bisa aku mendapatkan perlindunganku ketika aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lindungi karena aku masih membutuhkan daging ini untuk bisa memuaskan hawa nafsuku sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3596006633893157578?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3596006633893157578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3596006633893157578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3596006633893157578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3596006633893157578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/just-some-body.html' title='(205) Just (Some) Body'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-8350722507478649863</id><published>2009-05-25T20:35:00.002-07:00</published><updated>2009-12-31T05:44:24.772-08:00</updated><title type='text'>(204) Incapabious Lies</title><content type='html'>Lapangan ini masih sama seperti dahulu. Aku masih menduduki tempat favoritku, yaitu diatas tumpukan pipa yang berdesakan namun cukup kuat untuk menopang. Aku sering menghabiskan waktuku disini, melihat dan memperhatikan apa yang ada di sekelilingku, merasakan setiap sentuhan yang bisa kurasakan, mendengarkan kepada apa terlintas kedalam gendang telingaku. Sesuatu terasa beda saat 20 tahun kemudian aku berada disini. Bedanya adalah aku dulu bermain dengan riang saat bermain disini, namun sekarang aku duduk disini berusaha agar aku bisa bermain lepas seperti 20 tahun lalu, hasilnya? Tidak bisa. Seiring dengan jalannya waktu, aku semakin awas terhadap sekitarku, semakin waspada kepada orang-orang yang berada disekitarku, semakin lelah dalam menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;Terlalu banyak kebohongan dan kepura-puraan dalam hidupku, kenapa semua itu terjadi dan dibiarkan terjadi? Kenapa kita tidak mempunyai kekuatan untuk mengontrol hati dan kemauan orang lain .. apakah karena semua ini adalah permainan dan semua orang mempunyai cara mainnya sendiri sehingga tidaklah lagi mengasyikkan apabila ada 1 orang yang mempunyai kekuatan untuk mengontrol semuanya? Kebohongan yang satu dan telah kubuat telah membawaku kepada kebohongan-kebohongan lainnya. Untuk apa? Jawabannya adalah untuk bertahan hidup. Tidak akan ada jawaban yang bisa kuberikan kepada orang lain apabila aku tidak berbohong, dan komunitas manusiaku disini hidup berdasarkan kebohongan, bahkan konsep tuhan sendiri mungkin adalah sebuah kebohongan besar. Jadi dimana letak kejujuran? Ia berada didalam kenyataan. Kenyataan tidak bisa dibohongi, karena kita menjalani kenyataan setiap detiknya, setiap menitnya dan itu menakutkan kadang.&lt;br /&gt;Matahari semakin terik membuat aku semakin memicingkan mataku, aku berdalih aku akan bisa mengingat masa kecilku. Ya .. masa kecilku bermain dihadapanku, aku melihat aku berlari, memegang tangan temanku, tertawa lepas … dalam 1 kedipan mata aku sadar dan kembali kepada kenyataan aku sadar aku tidak mempunyai siapa-siapa untuk kupegang kecuali diriku sendiri, sadar aku tidak sedang tertawa melainkan sedang bersedih atas berjalannya kehidupanku ini, masa laluku begitu indah, dan masa depanku masih tidak jelas dan tidak akan pernah jelas. Tato yang berada di belakang bahuku seakan mentertawakan aku akan kemalasanku dalam menjalani semuanya. Tapi haruskah aku perduli? Aku rasa tidak. Kenapa? Karena hidup ini adalah semua kebohongan dan semua yang kutulis disini hanyalah kebohongan semata juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-8350722507478649863?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/8350722507478649863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=8350722507478649863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8350722507478649863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8350722507478649863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/incapabious-lies.html' title='(204) Incapabious Lies'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-2266436930628599118</id><published>2009-05-25T20:35:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:38:00.633-08:00</updated><title type='text'>(203) Broken Nest</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak akan lagi pernah aku mau berharap, karena setiap harapan yang aku ucapkan dan aku katakan dalam hatiku membuatku terluka parah seiring dengan menunggu waktu dan pada akhirnya harapan itu tidak pernah terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lagi pernah aku mau bermimpi, karena setiap mimpi yang masuk ke dalam alam bawah sadarku membawaku kepada kematian saat aku bangun nanti dan aku benci mengetahui aku tidak mempunyai kekuatan untuk mengontrol mimpiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lagi pernah aku ingin mempunyai inspirasi, karena setiap inspirasi yang aku miliki dan ingin aku wujudkan tidaklah lagi berharga dan akhirnya akan membawaku kepada satu titik depresi yang tidak lagi ingin aku ulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lagi aku mengorbankan diriku, karena aku sudah mengorbankan semuanya hingga harga diriku serta semua ketakutanku dan semua pengorbanan itu tidak lagi berharga, penghargaan yang diberikan padaku adalah kalimat "tidak ada yang menyuruhmu untuk melakukan semua pengorbanan itu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini aku mencari jawaban yang tidak akan pernah datang karena waktu sudah mulai mengaburkan dirinya dari kenyataan. aku berusaha untuk bernafas sedikit agar aku bisa keluar dari kegilaan ini, namun aku tidak menemukan udara itu, yang ada hanyalah samar-samar kenangan dan kemarahan serta depresi yang aku keluarkan setiap detiknya. aku juga tidak boleh merasakan lelah, karena kelelahanku akan membawaku kepada jerat-jerat kelemahanku sendiri dan aku tidak akan bisa keluar dari sini, cukup percayai saja semuanya tidak akan menjadi baik, semuanya akan berantakan dan semakin tidak beraturan .. karena memang itu yang harus terjadi saat kekacauan datang dan merajai kehidupan dimana pikiran-pikiran gila akan menjadi teman baikmu. tidak bisa menghidupkan lagi emosi yang lainnya, yang tersisa adalah kekecewaan-kekecewaan yang tidak lagi terbendung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak akan lagi aku mencari jawaban, karena setiap jawaban yang aku temukan dan diberikan kepadaku akan membawaku kepada pertanyaan lainnya dan sudah cukup aku dipermainkan oleh pertanyaan-pertanyaan bodoh dimana aku selalu saja penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lagi aku bertemu kesempatan, karena kesempatan hanyalah ilusi dan juga rasa pahit yang harus dipenuhi setiap syaratnya. setiap kesempatan yang datang akan membawamu kedalam jalan-jalan baru yang tidak pernah diterka kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lagi aku mengambil keputusan, karena setiap keputusan yang aku ambil membuat jiwaku terguncang akan hasilnya. lebih mengikuti keputusan-keputusan lainnya yang sudah ada dan kemudian memodifikasi sedikit-demi sedikit keputusan yang sudah ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari serpihan-serpihan jiwaku di lorong-lorong kekecewaan, dan tidak akan lagi aku mau kesini untuk mencari inspirasi. lorong-lorong ini terlalu erat memakan jiwaku. aku tidak bisa keluar. saat malam tiba aku tidak akan bisa keluar dari mimpi yang aku alami dan pada akhirnya aku akan menyerah kepada keputusasaan dan menuju kepada kebinasaan. aku hanya butuh menghabisi diri dan jiwaku sendiri sebelum kemarahan dan kekecewaan itu menangkap diriku. aku tidak ingin berada disini, kegilaan yang aku alami disini membuatku bisa berpikir banyak sebelum aku bisa keluar. sudah cukup usahaku untuk membuat sebuah pengorbanan besar, dan aku tidak butuh alasan kenapa aku harus melakukannya karena tidak ada yang membutuhkan alasan itu.&lt;br /&gt;Sudahi saja tertawamu karena semua permainan hidup ini sudah tidak lagi lucu dan aku sudah jenuh dengan semuanya. berteriak atau tidak, semuanya tetap berputar dan juga saat aku berhenti bermain, engkau memaksaku untuk memutar roda permainan lebih keras lagi. aku dicap jahat dan engkau dicap baik, dimana letak kewarasan? kewarasan tidaklah selaras dengan kedewasaan dan perubahan yang sudah aku lalui. kita sudahi saja permainan ini dan biarkan aku akan pergi dari sini dan bertemu dengan penciptaku lagi di tempat itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-2266436930628599118?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/2266436930628599118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=2266436930628599118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2266436930628599118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2266436930628599118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/broken-nest.html' title='(203) Broken Nest'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-8709877593289893313</id><published>2009-05-25T20:34:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:35:40.491-08:00</updated><title type='text'>(202) Plain Grey</title><content type='html'>Aku menunggu telepon yang aku yakin tidak pernah berdering,&lt;br /&gt;aku masih menunggu sosok yang aku yakin tidak akan pernah datang,&lt;br /&gt;aku memimpikan mendengar suara yang tidak akan pernah terdengar lagi .. aku masih menunggu, menunggu dan hanya bisa menunggu.&lt;br /&gt;mungkin hidupku tidaklah sesempurna orang lain, mungkin menunggu adalah sebuah berkat sekaligus kelebihanku. tidak semua orang bisa dan mau menunggu seperti aku. makian kata bodoh, egois datang dari mulut orang lain begitu seringnya. mungkin benar aku bodoh, mungkin benar aku egois..aku membenci diriku sendiri karena hal ini. kalau aku bisa mencabut hatiku dan menggantikannya dengan yang lain, aku mau. beban hatiku terlalu berat untuk aku tanggung sendiri dan juga beban ini tidak bisa diberikan kepada orang lain. masih banyak huruf misterius yang menungguku disana, dan aku tidak tahu apa artinya. aku bisa melihat diriku terbaring lemah menunggu disini, walaupun aku tahu aku sendiri yang berada di atas lantai ini. dimanakah tuhan ketika aku membutuhkan dirinya, Dia tidak pernah datang tepat waktu, dimanakah keselamatan ketika aku membutuhkannya? ia juga datang begitu telat. yang datang begitu cepat menghampiriku adalah keputusasaan yang membawaku kepada kematian. sudah berapa lama aku menunggu? hari berganti hari dan bulan berganti bulan. waktu tidak ada lagi artinya bagiku. semuanya sama. abu-abu datar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepercik darah yang aku keluarkan dari hatiku terasa begitu ringan. Setiap serpihan yang membuatku terjatuh di atas lantai ini membuatkan semakin buta. untuk bangun saja aku pun tak bisa walaupun aku mau. tuhan tidak membuatku tulangku lebih kuat karena aku sudah merusak semuanya dengan noda dunia yang aku buat. tuhan tidak membuat pendengaranku menjadi lebih tajam karena aku tidak menginginkan suaranya. aku menginginkan yang lain.lucunya adalah ketika aku berusaha, semuanya menjauh. lucunya adalah ketika aku menangis, mereka semua tertawa. lucunya adalah ketika aku menginginkan kematian, hidup menghampiri, berusaha bermain tarik ulur atas jiwaku. tuhan tidak pernah mendengar doaku, karena aku sendiri tahu aku tidak punya doa apapun. keinginanku membuatku rusak, keinginanku inilah yang membuatku diam dan terus menunggu disini, terkutukkah aku? mungkin iya, aku tidak mengerti satupun kenapa ini semua terjadi dan aku tidak pernah mendapatkan jawabannya. terus dan terus aku meminta untuk diberitahukan walau sedikit, namun yang ada hanyalah keheningan dan kegelapan yang terus menerus menderaku. mungkin aku terlalu bodoh untuk mempercayai semuanya dari awal. percaya atau tidak, semuanya sama. abu-abu datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutunggu hingga engkau mengerti cara pikirku, karena sama disini. aku juga tidak mengerti cara pikirmu. lalu dimana gunanya komunikasi dan juga atensi? dimanakah keintiman yang terjadi karena komunikasi? tetap saja aku disini, terbaring datar diatas lantai yang dingin, berharap telepon sial itu berdering. aku juga berharap pintu itu terbuka dan menunjukkan sosok yang ingin kulihat lagi. mataku sudah terasa sangat lelah, berusaha menatap gambar-gambar buram membuatku semakin membenci hidup yang tidak berguna ini. dimana letak pengampunan karena aku membutuhkannya dengan amat sangat. aku membenci sesuatu yang bernama kesempatan, kesempatan hanyalah dogma bodoh yang tidak pernah terjadi dalam hidup. semua itu hanya mengacaukan struktur hidup. ketika aku melihat semuanya terjadi didepan mataku, dimana aku dengan bodohnya melepas sesuatu yang bernama cinta, aku menghancurkan diriku sendiri. kekuatanku sudah tidak lagi ada, diserap oleh kemarahan-kemarahanku terhadap dunia ini. aku tidak pantas untuk siapapun, dimanapun aku berada, aku membawa kemarahanku ke dunia, oleh karena itu aku mengurung diriku di dalam ruangan ini, berharap semuanya akan bergerak lancar dan aku akan bisa kembali berjalan menuju dunia. namun tetap yang bisa kulihat adalah tembok-tembok yang tidak lagi berwarna. warnanya sudah sangat kukenal. abu-abu datar .. abu-abu dimana aku tahu saat itulah aku kembali menjadi abu. sama seperti mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-8709877593289893313?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/8709877593289893313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=8709877593289893313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8709877593289893313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8709877593289893313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/plain-grey.html' title='(202) Plain Grey'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3920131220485620064</id><published>2009-05-25T20:33:00.005-07:00</published><updated>2009-12-31T05:27:16.368-08:00</updated><title type='text'>(201) Judgement</title><content type='html'>Milyaran helai sayap lembut malaikat turun dari surga menuju arahku. aku melihat ribuan malaikat melihatku dari atas sana dengan pandangan yang iba. aku melihat awan-awan berwarna putih terang menyilaukan mataku, namun anehnya aku bisa melihat malaikat-malaikat itu dengan jelas. beberapa diantara mereka bahkan menangis melihat diriku. Gabriel, sang malaikat idola meletakkan senjata perang surgawinya dan bersedih untukku. Abraham, Sang Bapa dari manusia memalingkan pandangannya dariku saat aku melihatnya. Adam dan Hawa berpelukan saat melihatku namun mereka hanya tersenyum tanpa arti. Tuhan Yesus mengulurkan tangannya mencoba meraihku, namun sesuatu meghalangi tangannya untuk menggenggamku. Terlihat dengan sangat jelas Tuhan Yesus kecewa karena tidak bisa meraihku. Bunda Maria tidak terhitung berapa kali terdengar suara tangisnya saat melihatku, dan puluhan malaikat menghiburnya untuk tidak menangis. Allah Bapa duduk diatas singgasananya dengan cahaya yang sangat berkilauan, aku tidak bisa melihat wajahnya. apa yang terjadi disini? Ribuan pasukan surgawi berkumpul dan menatap diriku. aku mencoba untuk tersenyum, namun mereka semua semakin bersedih untuk diriku. namun seperti diatas pentas, sayap-sayap lembut malaikat itu turun dan menghujaniku. aku mencoba meraih satu dari milyaran sayap yang turun itu. Sayap-sayap berwarna putih itu berubah menghitam saat jemariku menyentuhnya. aku heran dan kembali melihat keatas.&lt;br /&gt;Salah satu malaikat meniup sangkakala-nya dan berteriak lembut "tidakkah kamu tahu sayap itu menghitam karena dosamu?" dan disaat itulah gemuruh terjadi, dan tangisan Bunda Maria semakin kencang dan puluhan malaikat tidak bisa lagi menghiburnya, aku melihat Tuhan Yesus memeluk Bunda Maria dan Allah Bapa merangkul mereka berdua. Bunda Maria masih melihatku dengan penuh harapan, dan memohonkan sesuatu kepada Allah Bapa, tetapi Allah Bapa menggelengkan kepalanya.  Malaikat Gabriel mengangkat senjata surgawinya dan seluruh laskar perang surgawi seakan siap siaga. Abraham meninggalkan altar dan berkumpul dengan para bijak disana, Adam dan Hawa kembali ke taman firdaus. mereka semua perlahan pergi. sayap-sayap yang semula turun berwarna putih berubah menjadi hitam saat mengenai tubuhku. dan helai lembut sayap itu menyakiti setiap bagian tubuhku yang terkena olehnya seperti sebilah pisau menyilet tubuhku.&lt;br /&gt;Aku melihat kebawah sana dan aku melihat bumi dibawahku. aku bisa melihat orang-orang yang kukenal dan tidak kukenal di bumi. mereka berkelahi satu sama lain, membunuh satu sama lain, tidak ada kesempatan untuk mendengarkan karena semua ingin didengarkan. darah dimana-mana dan kengerian terlihat dari setiap raut muka mereka. ketamakan, keegoisan, kemarahan, kebencian terlihat di bumi. tidak ada lagi kedamaian. inikah bumi yang aku tinggali selama ini?&lt;br /&gt;Bunda Maria turun dari singgasananya dan memeluk diriku yang penuh dengan darah karena sayatan sayap-sayap ini. saat dia memelukku, jubah birunya berubah menjadi hitam dan dia berteriak kesakitan, namun dia tetap memelukku lembut walaupun tangannya mengeluarkan darah saat membelai lembut tubuhku. Allah Bapa memarahi lembut dirinya dan aku melihat Tuhan Yesus juga turun membela Bundanya. Bekas paku di telapak dan kakinya terlihat jelas saat dia juga turut memelukku. sayap-sayap yang putih ini terus menerus turun dan mengikis bagian badanku, membuat perih hingga ke tulangku. Bunda Maria menyelimutiku dengan jubahnya yang sudah menghitam, namun Gabriel menyuruh laskarnya untuk memisahkan dirinya dari diriku. Dia tidak mau melepaskan diriku dan menangis iba saat dia tidak bisa lagi menyentuhku. aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Gemuruh itu terjadi lagi dan Allah Bapa berdiri dari singgasananya, mengucapkan sesuatu yang aku tidak tahu apa artinya. suaranya sangat lembut namun sangat berwibawa.&lt;br /&gt;"Dosa-dosamu membuatmu tidak pantas memasuki kerajaanKu, tidakkah engkau tahu berapa banyak Bundamu dan Anakku berdoa untukmu setiap harinya? Saat mereka berdoa untuk dirimu, berapa tetes darah yang harus mereka keluarkan untuk menebus dosamu wahai manusia ciptaanKu? namun keegoisan, keras kepala, emosional, rasa tidak percayamu membuatmu menghilangkan imanmu sendiri. yang kuminta darimu hanyalah imanmu. tidak lebih dan tidak kurang. Jalan yang kusiapkan untuk dirimu sudah siap dan akan mengantarmu pulang kepadaKu namun engkau tidak berjalan diatas jalan yang Kusiapkan untukmu. engkau memilih jalanmu sendiri dimana engkau menuntun kemunafikanmu sendiri. Engkau lebih mencintai dunia dan ilusi-ilusi yang kaubuat dalam pikiranmu dan membiarkan Iblis memperdayaimu, aku memberikanmu setiap hari perlindungan setiap saat engkau memintanya. namun aku tidak memaksamu untuk menggunakannya. aku memberikanmu kebebasan tapi  Aku bukan lagi Allahmu, namun Iblis yang kamu pilih untuk menjadi rajamu. Pergilah ke tempat dimana rajamu berada sekarang"&lt;br /&gt;Allah Bapa berkata seperti itu kepada diriku dan aku bisa melihat tangis air mata turun dari matanya saat menyuruh mailakat Gabriel mengikatku dan membawaku ke tempat Iblis berada. Bunda Maria berteriak keras mencoba meminta pemgampunan lagi kepada Allah Bapa atas diriku, Tuhan Yesus pun turut berdoa kepada Allah Bapa. Namun keputusan Allah Bapa adalah keputusan yang tidak bisa dirubah oleh siapapun. Roh Kudus yang disiapkan untukku menundukkan kepalanya karena malu tidak bisa menjalankan tugasnya kepada Allah Bapa. "engkau tidak perlu malu Roh Kudus temanku, engkau menjalankan tugasmu dengan sangat baik, namun aku yang memilih untuk tidak mendengarkanmu." aku mengucapkan itu kepadanya, namun dia bersedih kepadaku dan semakin menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;Hawa Panas menderaku, dan aku melihat lautan api dimataku, mencabik-cabik setiap senti kulitku. aku melihat Gabriel menyerahkanku kepada Iblis-Iblis yang menunggu jiwaku digerbang neraka itu. "Tolong jangan serahkan aku pada mereka, Gabriel" teriakku kencang, namun Iblis-Iblis itu mencium ketakutanku dan dengan kasar mengambilku dari Gabriel. Aku menengok ke belakang dan aku melihat Gabriel menangisi diriku dan mencoba untuk tetap kuat. aku terus berteriak memanggil namanya. namun pintu neraka ini sudah tertutup dan Iblis-Iblis ini mulai mengejekku dan berkata "inilah rumahmu, Sembah rajamu, sang Iblis wahai manusia bodoh" dan saat itulah mereka memakan jiwaku. yang ada hanyalah penyesalan dan pertanyaan "KENAPA?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa aku bodoh tidak mendengarkan Tuhan?&lt;br /&gt;Kenapa aku keras kepala?&lt;br /&gt;Kenapa aku tidak mempunyai sedikitpun iman?&lt;br /&gt;Kenapa aku ...&lt;br /&gt;Kenapa ...??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan jutaan pertanyaan "kenapa" lainnya... namun saat ini sudah terlambat.. selamat datang di neraka . itu adalah kalimat yang diteriakkan iblis-iblis ini saat menyiksaku untuk selamanya..selamanya dan selamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3920131220485620064?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3920131220485620064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3920131220485620064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3920131220485620064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3920131220485620064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/judgement.html' title='(201) Judgement'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4192105834390119978</id><published>2009-05-25T20:33:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:27:06.659-08:00</updated><title type='text'>(200) Got to  go …</title><content type='html'>Masih bisakah engkau melihatku masih disini? menatap dirimu dengan penuh harap. berlakukah hukum yang pernah diciptakan ini saat aku berharap padamu? arus waktu yang terus berjalan tetap tidak bisa membuatku melupakannya. berputar - berputar - dan terus berputar, namun aku tetap tidak bisa melihat jalan yang kaubuat untukku.. apalagi yang harus aku berikan? sisa kekuatanku hanya cukup untuk menyebut namamu.. dan saat kusebut letih namamu, kepercayaanmu padaku tidak juga bertambah. pecahkan satu sisa keping lagi hati yang aku punya, maka aku akan percaya engkau tidak mempercayaiku lagi. engkau menangisi aku diujung sana karena aku begitu bodoh untuk tidak bisa mengerti semuanya dan aku minta maaf akan hal itu. pemikiranmu jauh melebihi pemikiranku dan semua diagnosa ketololanku yang ada padamu tidak pernah bisa kulihat. tulangku mengelu meminta maaf dan pengampunan dari dirimu, namun tetap tidak ada tanda-tanda akan hal itu.&lt;br /&gt;Apakah engkau masih melihatku disini? lelah aku melihatmu dengan penuh harap dan aku tidak tahu apakah engkau masih melihatku, arus waktu ini akan berhenti suatu saat nanti, namun aku tidak tahu akankah aku masih disini seperti ini. lekatkan kedamaian yang pernah kautawarkan untuk diriku dan hanya untukku. jemari-jemari ini sudah tidak kuat lagi untuk memegang janjimu. diatas kedua kakiku aku menumpukan sesuatu yang tidak pernah usang, yaitu perasaanku. semua beribu satu perasaan ini menyatu kedalam hatiku, dan hatiku yang kaurusak. tidak ada lagi tempat untuk menyimpan perasaan ini. tidak akan ada lagi hari-hari cerah. apakah kau masih berniat untuk memecahkan sisa satu keping hatiku ini. iya atau tidak jawaban yang aku berikan padamu, apakah semuanya akan selesai? ketakutanku semakin menghantuiku. jangan berikan aku lebih lagi, karena aku tidak bisa menanggungnya lagi. (apapun itu yang akan kau beri).&lt;br /&gt;Engkau sudah tidak lagi menatapku. aku berharap aku melupakan semuanya. tidak ada sesuatu yang bisa kupercaya, yang tersisa dari diriku hanyalah memori-memori yang tidak akan bisa berkembang lagi. tidak ada lagi sisa keping hatiku yang bisa dihancurkan, semuanya pecah tak bersisa. namun tetap engkau tidak memberikan kebutuhanku yaitu pengharapan dan juga jawaban atas doaku. kupercaya akan kebohongan itu sekarang. tubuhku tidak lagi bergerak, kedua tulang kakiku yang patah terselubung didalam kulit kakiku, dan setiap adrenalin yang ada hilang entah kemana.. yang ada hanyalah emosi-emosi dan juga devosi yang tidak pernah jelas arahnya. dari moment ini, dimana aku menyadari semuanya selesai, yang tersisa hanyalah penyesalan kenapa semuanya terjadi dan kenapa harus terjadi padaku. diagnosa ketololanku bisa kulihat sekarang, disaat ajalku menjemput baru aku bisa melihat semua dan sayangnya tidak ada lagi detik-detik dibumi yang bisa memberikan kesempatan untukku untuk berkata "maafkan aku". dua kata yang tidak lebih dari 3 detik untuk diucapkan. meskipun engkau tidak lagi melihatku disana dan mulai berjalan menjauh, aku yang disini masih melihat punggungmu dengan penuh harap.. berharap engkau akan kembali dan memaafkan diriku namun sayangnya mataku semakin lelah dan rasa kantuk ini menderaku dan semuanya menjadi hitam pekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4192105834390119978?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4192105834390119978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4192105834390119978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4192105834390119978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4192105834390119978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/got-to-go.html' title='(200) Got to  go …'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-5157768018432180341</id><published>2009-05-25T20:33:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:57.657-08:00</updated><title type='text'>(199) Fiattarna Invida</title><content type='html'>Merasa diriku adalah seorang pahlawan .. begitu menggelikan rasanya. aku adalah seorang bajingan yang masih mencari alasan kenapa aku harus menyukai dunia ini. aku tidak menyukainya sama sekali. apa yang menarik dan harus kusukai dari dunia ini? dulu dunia ini indah, namun tidak lagi. pernah ada kehidupan disini, pernah ada harapan terpendam disini, pernah ada cinta tumbuh di tempat ini, pernah ada hubungan intim terjadi aku dengan dunia ini, pernah ada belaian daun terhadap diriku, pernah ada hembusan angin memasuki duniaku tetapi semua itu digantikan dengan eratnya dendamku dengan dunia, digantikan dengan rasa benci yang menyelimuti jiwaku terhadap dunia ini.&lt;br /&gt;Cincin ini masih melingkar di jari manisku, cincin dimana seharusnya dunia ini memberikan lebih kepadaku. cincin ini tidak berarti apa-apa saat ini. hanyalah memori-memori yang ingin sekali kuhapus dari ingatanku, namun semakin aku ingin menghapusnya, semakin memori-memori itu mengikat otakku dengan duri-durinya, menerkam setiap celah jiwaku yang terbuka untuk diserang. aku benci menggunakan cincin ini, namun apa bedanya aku memakainya atau tidak, kubuang atau tidak, dunia ini masih sama.&lt;br /&gt;Bekas luka di leherku masih tidak menghilang, entah sudah berapa tahun lewat saat aku mencoba untuk membunuh diriku dengan mengikat leherku, aku melompat dengan gembira dari jurang itu, aku masih merasakan sakit saat tali itu menjerat leherku dengan eratnya, kadang aku masih merasa susah menelan ludahku sendiri. namun aku tidak mati, aku disini, memandang ke arah pantulan air, melihat wajahku dan dunia yang sangat kubenci ini. warna coklat karena debu yang tebal ini menghiasi setiap sudut dunia. beberapa diantaranya menghitam karena tidak tahan lagi menahan korupnya dunia ini.&lt;br /&gt;Kutulis semua ini tanpa berpikir, aku hanyalah sebuah alat untuk melihat, merasakan dan menulis semuanya. tidak ada yang hidup lagi di sini, kecuali rasa benciku yang menelan jiwaku yang pernah suci. dimana keselamatan? dimana harapan? tidak ada dan tidak pernah mengunjungiku diriku lagi, terakhir mereka mengunjungiku saat dunia ini masih indah, namun mereka juga meninggalkanku saat dunia ini berubah menjadi liang kubur yang semakin dalam galiannya. dan apa yang kudapat? hanya rasa benci akan dunia ini. aku berharap dunia ini berhenti, aku berharap aku melepas cincin ini dan luka di leher ini menghilang, kuingin dunia baru, kuingin kehidupan baru, namun semuanya tidak pernah ada, tidak pernah datang, yang datang hanya rasa sepi dan pikiran-pikiran gila yang terus menekanku disini, memaksaku untuk menulis semua ini. setiap lembar tulisan yang kutulis kuakhiri dengan membakarnya, berharap abu yang terbang ke angkasa akan membawa setidaknya satu pecahan jiwaku yang letih ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-5157768018432180341?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/5157768018432180341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=5157768018432180341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5157768018432180341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5157768018432180341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/fiattarna-invida.html' title='(199) Fiattarna Invida'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-6144822031547480067</id><published>2009-05-25T20:32:00.005-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:46.678-08:00</updated><title type='text'>(198) Silent Blasphemy</title><content type='html'>Jika aku bisa melihat menembus angkasa, aku ingin melihat taburan bintang diatas sana, aku yakin indahnya akan seindah hidupku saat masih bersamanya. Jika aku bisa mencium bau bunga yang terwangi saat ini, aku yakin wanginya akan sewangi harum tubuhnya. namun kenyataannya adalah aku tidak bisa melihat taburan bintang diatas angkasa sana dan aku tidak bisa mencium wangi bunga itu … yang ada hanyalah rasa dingin yang dikeluarkan oleh air mataku, menyeret dengan berat, mengalir dengan cepat menuruni setiap senti kulit mukaku dari kelopak bawah mataku.&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan benar, aku terlambat dan tidak akan ada lagi kesempatan kedua. dan Iblis pun mempeparahnya dengan memberikan banyak sekali godaan yang tiada hentinya kepada diriku. Hilang hilang dan hilang, aku tidak bisa melihat apa yang kupunya sekarang, perlahan namun pasti semuanya menghilang .. harapan, iman, doa, kekuatan, usaha, persahabatan, kepercayaan, semuanya menghilang dan digantikan dengan kuatnya keputusasaan, pengorbanan yang sia-sia, nafsu, ketidakpuasan, pemberontakan. hatiku tetap berharap masih ada satu harapan lagi, namun semakin aku berdoa, semakin doa itu tidak terdengar lagi. yang terdengar hanyalah isakan tangis keputus-asaan yang keluar perlahan dari mulutku yang dipenuhi dengan air mata.&lt;br /&gt;Perlahan dan lirih aku melihat kebelakang, melihat semua yang terjadi dalam hidupku, mereka semua seakan mentertawakan hidupku dan mempermainkan hidupku. mereka tertawa setiap kali mereka melihatku merasa tidak ada lagi harapan, mereka tersenyum setiap kali aku menangis karena kepedihan, aku membenci mereka, aku benar-benar membenci mereka, namun aku tidak bisa menyalahkan mereka karena mereka benar. mereka selalu benar.. bagaimana mungkin mereka tidak benar, mereka adalah masa laluku yang membuatku seperti ini&lt;br /&gt;Aku tidak pernah melihatnya lagi, tidak pernah sekalipun sejak hari itu, samar-samar aku mendengar suaranya dan mengulang semua adegan setiap harinya, dan itu yang membuat jiwaku lumpuh, membuatkan pikiranku meracau, dan membuatku gila dan tidak punya arah. aku melihatnya hanya dalam mimpi, satu-satunya akses untuk bisa melihatnya tanpa harus aku sadari, dan semakin aku bermimpi tentangnya, semakin aku tidak ingin terbangun. melihat semua kenangan indah bersamanya, terasa begitu menenangkan jiwa, aku tahu jiwaku akan tersobek bersamaan dengan perihnya memori ketika aku bangun nanti, oleh karena itu aku tidak ingin terbangun. dan kuharap aku tidak pernah terbangun.&lt;br /&gt;Jadi, dimanakah harapan? dimanakah kesempatan? dimanakah Jalan? mereka semua menyembunyikan diri dariku. mereka berada di belakang semak-semak keputusasaan, kepedihan dan kemalangan. dengan liciknya mereka bersembunyi di belakang itu semua, mereka mengatakan mereka akan keluar apabila saatnya tepat, namun aku tahu mereka perlahan melarikan diri dariku karena mereka tahu aku mengejar dan membutuhkan mereka semua disini sekarang. dimanakah kebijaksanaan? tidak ada kebijaksanaan disini, yang ada hanyalah malapetaka yang kubuat sendiri, dan setiap benih malapetaka itu sedang kupetik hasilnya. sakit-sakit-sakit dan rasa sakit yang kudapat, mencambuk setiap inchi dari jiwaku tanpa ampun. mentertawakan diriku, mengatai diriku dan mengingatkanku terus akan hari itu, hari dimana aku memutuskan untuk pergi, untuk menyerah … argh, akankah hari itu tidak akan pergi dariku… walaupun aku berusaha untuk menjauh darinya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-6144822031547480067?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/6144822031547480067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=6144822031547480067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6144822031547480067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6144822031547480067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/silent-blasphemy.html' title='(198) Silent Blasphemy'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-5680890665799512195</id><published>2009-05-25T20:32:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:39.271-08:00</updated><title type='text'>(197) Question and Answer</title><content type='html'>Kalau kalian memang mempunyai pertanyaan, jangan tanyakan kepadaku karena aku tidak mengetahui apa-apa soal apa yang kalian tanyakan kepadaku. hidupku sudah cukup merana dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dunia kepadaku, begitu banyak pertanyaan dengan ketiadaan jawaban. seluruh hidupku hanya kuhabiskan untuk mencari jawaban, namun jawaban itu tidak pernah kutemukan. yang ditemukan hanyalah petunjuk dan tanda-tanda yang mengarah tidak kepada jawaban, namun kepada pertanyaan selanjutnya. begitu banyak tanda dan jalan sehingga aku tidak lagi tahu jalan mana yang harus aku ambil.&lt;br /&gt;Kalau kalian memang mempunyai informasi, jangan berikan kepadaku informasi yang kalian tahu. karena setiap informasi yang kalian berikan kepadaku, membahayakan setiap jengkal kehidupanku. setiap informasi berisi satu kecaman pisau yang siap mengoyak hidupku. seluruh hidupku kuhabiskan hanya untuk menyimpan informasi dan hanya menyimpan, namun tidak ada seorang pun yang datang mengambil informasi ini, hingga hampir pecah hidupku menampung semua informasi ini. kepada siapakah informasi ini akan kuberikan.&lt;br /&gt;Kalau kalian memang menginginkan jawaban, jangan cari jawaban itu disini, karena setiap langkah yang aku jalani membawa pertanyaan. tidak hanya pertanyaan mudah tetapi juga pertanyaan sulit. siapakah yang bisa menjawab pertanyaan ini ketika aku ingin mendengar sebuah jawaban? begitu banyak pertanyaan yang harus aku ajukan namun tidak ada seorang pun yang berani menjawab, aku bukanlah seorang penghukum, aku tidak akan menghukum siapapun yang akan menjawab pertanyaanku. hanya saja sangatlah sulit mencari seseorang yang mau menjawab pertanyaanku. pertanyaanku hanyalah tentang kehidupan, siapakah kita? apakah arti hidup kita? apakah kita akan tetap disini? dan masih beribu pertanyaan lainnya. tidak ada seorang pemberani yang mau menjawab, setiap insan manusia baik pria maupun perempuan yang kutemui hanyalah pengecut, sama seperti diriku yang tidak berani mencari jawabannya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-5680890665799512195?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/5680890665799512195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=5680890665799512195' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5680890665799512195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5680890665799512195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/question-and-answer.html' title='(197) Question and Answer'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-9029573172418427149</id><published>2009-05-25T20:32:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:29.562-08:00</updated><title type='text'>(196) Fight For Faith</title><content type='html'>Siapakah aku yang mempunyai kekuatan untuk tidak takut kepadamu, tuhan? seperti burung gagak yang memakan mayat-mayat yang berserakan dan kemudian terbang pergi. aku terus menerus memberikanmu makan dengan dosa-dosaku dan kemudian berangsur pergi tanpa memperdulikan dirimu. aku berharap burung-burung gagak itu memakan dosaku dan membuatku berpaling kepadamu lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah aku yang selalu merasa pantas untukmu? ketika aku berada diatas angin, dengan bangga aku selalu mendongakkan kepalaku tinggi, namun disaat aku jauh dan tertindas, aku menutupi mukaku dengan selubung agar aku tidak terlihat olehmu? aku berharap tidak tidak lagi posisi aku berada diatas angin agar aku selalu terlihat olehmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah aku merasa bangga bisa berjalan dalam jalanmu, ketika aku yang diberikan jalan darimu. tidak, bukan aku yang membuka jalan itu. aku hanya mencari, tetapi engkau yang membuka jalannya. jadi siapakah diriku bisa merasa bangga, siapakah aku boleh merasa bangga? sekali-kali tidak, karena engkau yang menginginkan aku seperti ini, aku tidak pernah meminta, namun engkau yang memberikan semua. aku berharap aku hanya terus mencari sehingga engkau terus membukakan jalan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama terombang-ambing dalam kehidupan ini tuhanku.. darah dan dosa sudah kuberikan olehmu, namun tetap saja burung-burung gagak itu memakan bangkai-bangkai dosaku dan kemudian pergi setiap harinya, masih saja aku merasa bangga dan merasakan diriku lebih superior dari orang lain. masih saja aku menekankan duri ke kepalamu dengan kesombonganku, dengan dosaku. engkau menjerit kesakitan setiap kali aku berbuat dosa.. namun engkau masih saja memaafkan dosaku. kenapa engkau seperti itu tuhan? kenapa engkau masih saja mengampuni diriku yang tidak berguna ini? tidakkah itu membuatmu sakit tuhanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak bisa menurunkanmu dari salib yang berat itu. bahkan ketika bundamu datang kepadaku untuk berdoa untukmu, aku tidak bisa melakukan itu kadang, karena aku dipenuhi oleh kesombongan, kemalasan, keengganan, dan juga keangkuhan. "aku tidak membutuhkan tuhan" "tuhan itu tidak ada" "tuhan itu hanya khayalan"  …. entah sudah berapa kali aku mengucapakan kalimat itu dari mulutku. dan aku merasa bangga mengucapkannya kadang, santo dan santa disurga sudah menepuk dahi mereka dengan tangan mereka karena sudah tidak kuat dengan tingkah laku dan perangaiku, mereka mengeluh setiap detiknya kepadamu, menyuruh dirimu untuk memberikan hukuman atau mematikan jiwamu, namun lihat apa yang kaulakukan? engkau tetap tersenyum kepadaku, tidak peduli berapa dalam duri yang terus menekan kepalamu, tidak peduli betapa berat salib yang kau pikul, engkau tetap melihat, mendengar dan menjawabku dengan senyum kasihmu. satu kata dariku untukmu, tuhanku, KAU GILA!! kau gila, karena engkau begitu mencintaiku, sehingga engkau tidak pernah mau melihat kejahatan-kejahatan dan dosa-dosaku, aku benci melihatmu tuhan, benci karena aku selalu tidak sanggup melawan kasihmu… benci mengingat betapa tidak pantasnya aku berada disini, dihadapanmu dan dikasihi olehmu.. benci karena pada akhirnya aku berjalan didalam jalanmu lagi dan berlutut menyembahmu.. kenapa engkau begitu mahakuasa tuhanku? kenapa engkau bisa begitu tahu hambamu ini begitu membutuhkanmu? kenapa engkau bisa sebegitu hafal tabiatku sebagai pendosa ini sehingga engkau tidak pernah bosan menunggu aku untuk kembali pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah aku bisa begitu kuat untuk bisa bertemu denganmu secara langsung tuhanku? apakah aku akan bertekuk lutut nantinya? akankah aku gemetar saat engkau menyambutku? akankah bundamu juga ada disana? dan saat aku melihat kebelakangmu, akankah aku melihat allah bapa duduk di singgasananya? apabila aku disana, akankah dosa-dosaku kau ampuni? kenyataannya adalah aku belum berada disana dan aku belum diperbolehkan untuk berada disana, karena saat ini aku bisa merasakan sakit di tanganku, yang aku pegang sekarang adalah mahkota durimu ya tuhanku.. aku menggenggam erat mahkota durimu, biarlah diriku menderita, karena aku tahu penderitaanku adalah untuk kebahagiaanmu dan juga kemuliaanmu. jadi biarkanlah aku membuatmu senang sekali ini saja…  dan biarkanlah imanku menuntunku pulang .. padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-9029573172418427149?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/9029573172418427149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=9029573172418427149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9029573172418427149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9029573172418427149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/fight-for-faith.html' title='(196) Fight For Faith'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7881029151239048128</id><published>2009-05-25T20:31:00.008-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:18.943-08:00</updated><title type='text'>(195) Bitterness from Delicate</title><content type='html'>Sudahkah ini selesai semua? sudahkah semua pertengkaran ini berakhir? sudahkah ada pihak yang memenangkan pertengkaran ini? karena kini aku duduk diatas ranjang ini dan masih menangis.. masih menutup kedua mataku dengan telapak tanganku. kepalaku berputar karena semua perasaan ini bercampur aduk.. sudah berapa lama berlalu sekarang? sudah cukup lama aku menunggu disini ... dan setiap kali aku menunggu, waktu rasanya semakin berjalan lambat ... aku berusaha untuk mengingat semua, namun disisi yang lain aku juga berusaha untuk melupakannya, apa kemauan dari pikiranku? tuhan, engkau selalu berkata surga berada tidak jauh dari hatiku? kenapa aku tidak bisa engkau langsung taruh di surga saja tuhanku? kenapa aku harus melewati semua ini? apakah aku harus terus menerus memberikan diriku sendiri alasan-alasan untuk terus menerus bertahan disini?&lt;br /&gt;Air mataku jatuh lagi ke lantai, ingatan-ingatan ini terasa menyiksaku, kadang aku tidak bisa menghadapi malam hari dan takut untuk tertidur... aku masih sering mendapati diriku menjulurkan tanganku untuk mencari sentuhan yang biasa aku temukan.. namun kini sentuhan itu tidak lagi ada. aku masih mengharapkan senyum dan tawa yang biasa aku dengar dan aku lihat itu kembali menyapaku. namun semua itu tidak ada lagi, yang ada hanyalah ingatan-ingatan pahit akan semuanya. keegoisanku merebut semuanya dariku. jadi dimanakah aku sekarang? sentuhan yang kudapatkan sekarang bukanlah sentuhan yang aku mau, tawa yang aku dengar bukanlah tawa yang aku mau. apakah ingatan ini akan hilang, temanku? apakah ingatan ini akan terus menghantuiku? akankah aku masih kuat berada dijalan ini ketika 20 atau 30 tahun ke depan aku masih mendapati ingatan ini masih ada didalam kepalaku, menghantuiku seperti aku menghantuimu dengan pertanyaan-pertanyaan bodohku ini?&lt;br /&gt;Apakah dia sedang tersenyum bahagia saat ini tuhanku? apakah saat ini dia sedang memikirkan diriku? apakah saat ini dia ....???  hmph ... tidak usah beritahu aku jawabannya, karena apapun jawabannya aku masih berada diatas ranjang ini dan masih tersedu memikirkan semuanya. kota ini masih sama, kamar ini masih sama, udara disini masih sama, semuanya masih sama, tidak ada yang berubah, kalaupun ada yang berubah hanyalah waktu yang terus menerus berjalan membawaku entah kemana. nafasku pun sudah tidak sebaik dulu saat aku meninggalkan dirinya, kesehatanku pun sudah tidak sebagus dulu saat aku masih egois. jadi, apa yang aku punya sekarang kecuali ingatan-inagtan pahit namun indah ini? di satu sisi aku ingin menghapus semua ingatan jahanam ini dari otakku untuk satu menit saja, namun disisi yang lain, aku ingin menyimpan semua ingatan ini untuk 1 jam. semuanya tarik menarik tanpa aku tahu siapa yang harus aku menangkan. aneh .. aneh .. aneh ..apakah cinta itu benar-benar ada? apakah harapan itu masih menggantungkan dirinya kepadaku? apakah takdir itu masih ada diatas sana dan masih menunggu untuk menjatuhkan dirinya keatas diriku? semuanya berlalu, dan begitu pahit sehingga aku bisa menangis seharian penuh saat aku mengingatnya... apakah impianku akan terus menerus bisa kupegang untuknya? apakah aku sudah menjadi lebih baik saat aku meninggalkan dirinya? apakah aku bertumbuh menjadi lebih dewasa dari sebelumnya? apa yang bisa aku katakan hanyalah semoga ...  dan apakah dia akan kembali ke sini, tuhanku? apakah dia akan kembali ke .....   mataku buram lagi karena air mataku turun lagi ke lantai, tuhanku. semuanya menjadi terlalu buram dan sendu, aku tidak tahu jalanku ... aku tidak tahu tujuanku ... semua ini pil pahit yang masih ada didalam mulutku dan belum bisa aku telan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7881029151239048128?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7881029151239048128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7881029151239048128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7881029151239048128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7881029151239048128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/bitterness-from-delicate.html' title='(195) Bitterness from Delicate'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-2909531543186515373</id><published>2009-05-25T20:31:00.007-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:10.234-08:00</updated><title type='text'>(194) Neo Cavitaste</title><content type='html'>mungkin ketidaktahuan kitalah yang membawa kita hingga saat ini.. ironis bukan? ketidaktahuan kita menjadikan kita berjalan hingga sejauh.. semakin kita tidak tahu semakin kita ingin menjadi lebih tahu. bayangkan kita tahu akan semua hal, mungkin rahasia akan hidup tidak lagi menjadi nyaman dan aman. banyak yang mengatakan kepintaran kitalah yang membawa kita hingga ke titik ini. benarkah? apakah benar kepintaran kita yang membawa kita hingga disini, bukannya ketidaktahuan kita? mungkin tuhan benar, kita semua disini karena ketidaktahuan kita, dan kita ada disini karena kita belajar sesuatu dariNya? berapa lama kira-kira kita akan di dunia, banyak orang bijak mengatakan kita semua yang ada disini hanya menumpang hidup di dunia yang diberikan kepada kita...&lt;br /&gt;mungkin surga yang kita cari adalah dunia dimana kita hidup sekarang, dunia yang seharusnya menjadi baik, indah dan istimewa namun sekarang berubah menjadi hancur karena ketidaktahuan kita. terkutukkah kita? aku tidak tahu karena setahuku tuhan tidak pernah mengutuk, hanya manusia yang mengutuk dan terkena kutuk. beban pikiran yang ada didalam otak kita terjadi karena kita tidak tahu dan belum tahu. kepintaran kita hanya sesaat, dan sesaat itulah yang tuhan berikan kepada kita untuk kita rasakan, kita cerna dan kita dalami. bagaimana mungkin seseorang menyebut dirinya jenius? bagaimana mungkin ejekan idiot melekat pada kita semua kalau kita tahu semuanya. tidak... kita tidak akan pernah mengetahui semuanya. karena memang itu yang tuhan tahu. pengetahuan adalah hal yang mengerikan dan juga mengasyikkan. tetapi tuhan pun suka bermain, dia tahu permainan ini akan lebih mengasyikkan ketika kita yang sedang diajar olehnya menemukan sendiri jawabannya pada waktunya, kenapa? hanya karena satu hal. dia ingin melihat senyum di mulut kita dan mendengar ucapan terimakasih dari kita setulus hati karena petunjuk yang dia berikan.&lt;br /&gt;dan kau tahu temanku, ketika aku menulis kalimat-kalimat ini diatas, aku baru sadar ... sudah lama aku tidak tersenyum kepadaNya dan sudah ribuan tahun aku tidak berterima kasih kepadaNya? kenapa? karena ketidaktahuanku inilah yang membutakanku.. aku tidak tahu Dia masih menunggu senyum dariku ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-2909531543186515373?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/2909531543186515373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=2909531543186515373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2909531543186515373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2909531543186515373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/neo-cavitaste.html' title='(194) Neo Cavitaste'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1379375103919596967</id><published>2009-05-25T20:31:00.005-07:00</published><updated>2009-12-31T05:26:01.946-08:00</updated><title type='text'>(193) hatiku yang di sebelah sana</title><content type='html'>Bayang-bayang hidupku menghantui jiwaku hingga detik ini  ...  hari ini tepat 365 hari telah lewat, dan masih ingatanku membuatku jatuh disini. memoriku membuatku letih akan semuanya..dimana aku tidak bisa bergerak maju maupun mundur, bahkan untuk mencoba bertahan pun setengah mati aku harus mengalahkan pikiranku terlebih dahulu. hatiku yang berada di sebelah sana masih mengingatku, dan itu membuatku panik ..panik karena aku membencinya dan sekaligus mencintainya ... tidak tahukah mereka betapa susah aku melupakan semuanya? hatiku yang disebelah sana menyapaku dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ... mengikuti kata hatiku-kah? atau bergerak berdasarkan logikaku? aku tidak tahu jawabannya, karena seperti yang aku bilang, untuk bertahan pun setengah mati rasanya ..dan logika dan kata hatiku tarik menarik dan tidak ada yang mau mengalah ..aku sedih melihatnya, aku sedih mendengarnya .. namun tidak ada yang bisa aku lakukan, kecuali mundur selangkah dan pergi entah kemana.&lt;br /&gt;Apakah aku pengecut temanku? karena aku merasa takut, sungguh takut. takut hatiku yang berada di sebelah sana akan merobek hatiku disini. apakah waktunya sudah genap? belum, aku belum siap untuk semuanya. aku bahkan selalu membalikkan pandanganku ketika aku mencoba menatapnya. jadi dimanakah keberanianku? dimanakah prinsipku? kenapa hatiku yang berada disebelah sana tidak pernah mengerti ... mengerti bahwa begitu susah untuk melepaskan semuanya ... hari demi hari aku melawannya dengan berusaha menipu diriku sendiri, dan apakah itu berhasil? aku tidak tahu. tidakkah dia tahu setiap gerakannya membuat duniaku runtuh dan tertekan? tidakkah hatiku yang berada disebelah sana mengetahui betapa bencinya aku kepadanya dan betapa rindunya aku kepadanya? sial. hanya satu kata itu yang kuucapkan, berusaha merangkum semuanya .. namun tidak pernah berhasil.. sampai kapan aku begini? dan sampai kapan hatiku akan kembali kepadaku secara utuh? akankah jalan terbuka? atau jalan sudah tertutup dan menghilang? tidakkah hatiku yang disebelah sana mengetahui aku semakin membenci penciptaku ketika aku disapa olehnya? ketika aku dibelai olehnya? menipu diriku sendiri.. yah, itu yang paling hebat dan yang paling bisa aku lakukan saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1379375103919596967?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1379375103919596967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1379375103919596967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1379375103919596967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1379375103919596967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/hatiku-yang-di-sebelah-sana.html' title='(193) hatiku yang di sebelah sana'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-6104490693485652214</id><published>2009-05-25T20:31:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:25:53.626-08:00</updated><title type='text'>(192) Celebration</title><content type='html'>Adakah aku disini untukmu, tuhanku? karena di dalam gereja ini, aku merasa lelah ... sungguh lelah yang amat sangat. ketika hamba-Mu ini sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, maukah engkau memberikan aku kekuatan untuk bisa lagi mengangkat kedua kakiku? karena aku tahu, walaupun engkau lelah, engkau akan tetap berusaha berdiri untuk hamba-Mu ini, tetapi kenapa kami umatmu susah sekali untuk berdiri, berlutut dan menjalani perayaan ekaristi ini? kenapa rasa kantuk mendera kami setiap kali utusan-Mu memberikan amanatMu? apakah air suci yang kami berikan ke kening kami sendiri sudahlah cukup untuk menghapus dosa-dosa kami? apakah tubuh dan darah-Mu yang kami terima sudah cukup menjadikan kami baru? dimanakah semangat juang dan kepercayaan kami, karena kami tahu engkau begitu percaya kepada kami.. namun kemananakah kami sekarang berjalan tuhanku? kearah kematiankah? kearah mautkah? apakah kami sedang membuka jalan kami sendiri ke neraka saat ini? karena duni ini sudah seperti neraka tuhanku, dimanakah engkau sekarang berada? katakan engkau berada disampingku tuhan, karena hanya karena kehadiran-Mu aku bisa berdiri utuh. tanganku gemetar karena takut tuhan apabila masuk kedalam gerejaMu, karena aku tahu ini adalah satu-satunya tempat damaiku, tetapi dosa-dosa yang aku buat seakan tidak ada habisnya dan aku hanya bisa mengingat dosa-dosaku sebagai alasan untuk tidak menjumpaiMu ... sakramen yang aku terima, yang aku masukkan kedalam mulutku, apakah sudah menyucikan lidahku, tuhanku? apakah berkat yang aku terima sudah berada dalam hidupku? karena aku tidak merasa ada perubahan dalam hidupku. sabdakan kepada kami tuhanku, karena kami (khususnya aku) mencari jalan keluar dari pertanyaan-pertanyaan ini. kami semua datang kepadaMu karena kami percaya kepadaMu, namun rasa percaya kami yang kadang-kadang membuat kami buta dan percaya diri akan semua perbuatan kami. jadi dimanakah kami sekarang tuhanku, apakah kami berada didalam jalanMu? atau kami sedang berusaha menggali jalan kami sendiri ke neraka? tolong beritahu kami ya tuhan, karena kami semua datang ke dalam perayaan ini untuk bertemu denganMu, dan berusaha sekuat tenaga kami untuk percaya kepadaMu. dan anehnya itulah hal tersusah yang harus kami lakukan untukmu walaupun kami ingin... ampuni kami hambaMu tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-6104490693485652214?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/6104490693485652214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=6104490693485652214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6104490693485652214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6104490693485652214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/celebration.html' title='(192) Celebration'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-5613300477227930618</id><published>2009-05-25T20:31:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:25:42.344-08:00</updated><title type='text'>(191) Oldy Oldy</title><content type='html'>pernahkah engkau berpikir, ketika engkau sudah beranjak tua, dimana tubuhmu renta, tulangmu sudah tidak kuat lagi menopang tubuhmu, rambutmu memutih … apa yang menjadi temanmu? kurasa jawabannya adalah rasa sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat-ingat lagi masa mudamu, dimana engkau mempunyai banyak sekali teman yang bisa engkau ajak pergi, namun kemanakah mereka sekarang? tidak ada yang mencarimu, tidak ada lagi orang yang mengajakmu pergi. kemana mereka? masihkah mereka hidup? wow...sudah berapa lama engkau tidak berbicara dengan mereka? sudah berapa lama engkau tidak melihat mereka? masih ingatkah mereka kepadamu? masih ingatkah kamu kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika dahulu telepon rumahmu senantiasa berdering .. mendengarkan suara seseorang yang mencari dirimu, siapapun itu. namun sekarang, kemanakah suara dering telepon itu? hanya suara orang yang salah sambung yang engkau dengar atau kalaupun telepon itu berdering, tubuhmu yang rapuh sudah tidak kuat lagi untuk menghampiri telepon itu dan akhirnya dering itu terputus tanpa engkau tahu dari siapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat betapa kerasnya engkau bekerja disaat mudamu? mengumpulkan harta benda untuk kepuasan batinmu, kemanakah harta benda itu sekarang? tidak ada membekas, karena engkau juga sudah tidak lagi membutuhkan harta benda itu. yang kau butuhkan hanyalah obat-obatan untuk berusaha memperpanjang hidupmu dan bahkan ingatanmu sudah tidak lagi kuat untuk mengingat apa merek baju kesukaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dahulu sabtu minggu engkau habiskan masa mudamu dengan bercanda, berkencan dengan kekasihmu, bercanda gurau dengan orangtuamu .. namun sekarang hari sabtu minggu tidak ada lagi bedanya dengan hari senin, yang kau lakukan hanyalah berpikir "Apa yang bisa aku lakukan hari ini? apa yang bisa aku lakukan dengan tubuhku yang renta ini?" dan menghabiskan sisa harimu dengan membaca koran yang matamu saja sudah tidak bisa lagi melihat jelas huruf-hurufnya, yang terlihat hanyalah deretan baris yang buram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana orang tuamu? mereka pasti sudah mendahuluimu, bukan? yang kau pegang sekarang adalah foto-foto keluarga, masa lalumu yang engkau pegang dengan erat, berharap masa-masa itu kembali datang, tetapi mengingat masa itu membuatmu sedih, karena engkau tidak bisa merubah masa lalu dan masa lalu tidak akan pernah kembali terulang.  "hidup hanya sekali" ucapmu pelan, dan engkau bertanya apakah hidupmu berarti ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemana anak-anakmu? mereka sudah menikah dan sibuk dengan pekerjaan dan juga pasangan hidup dan keluarga mereka masing-masing.  mereka tidak melupakanmu, hanya saja waktu yang mereka luangkan untukmu hanyalah sedikit. sesekali mereka datang menjengukmu dan memberikan engkau hadiah. tapi engkau tidak membutuhkan hadiah, yang kau perlukan adalah sentuhan, ciuman di kening dan juga perhatian. engkau tidak tahu apa yang anakmu dan keluarganya katakan kepadamu, karena telingamu tidak lagi bisa dengan jelas mendengar apa yang mereka katakan tidak peduli bagaimanapun dekatnya mereka berbicara, yang engkau lakukan hanyalah mengangguk-angguk kecil, berpura-pura mengerti. padahal dalam hati hanya ada satu teriakan kecil dari hatimu yaitu "tolong jangan pulang, jangan tinggalkan aku" dan ketika cucumu yang kecil melambaikan tangannya kepadamu, engkau berharap waktu berhenti dan engkau kembali muda. tapi itu tidak akan terjadi. dan beruntunglah engkau masih memiliki anak dan cucu .. bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki keluarga sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hei..mengerikan bukan betapa usia itu bisa seperti itu? namun yang lebih mengerikan adalah kesepian yang melanda dirimu. dimana di saat-saat seperti ini engkau merasa benar-benar ingin tuhan memanggilmu dan mencabut nyawamu .. namun apa yang terjadi? engkau hanya bisa menunggu, menunggu dan terus menunggu hingga akhirnya tuhan menurunkan malaikat mautnya untuk menjemputmu. mengerikan bukan? simpan ketakutanmu untuk nanti temanku, karena kita masih disini, masih muda dan aku masih bisa dengan luwes menggerakan jemariku untuk menulis ini kepadamu, dan engkau sendiri masih memiliki penglihatan yang baik untuk bisa membaca semua kata-kata ini ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-5613300477227930618?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/5613300477227930618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=5613300477227930618' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5613300477227930618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/5613300477227930618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/oldy-oldy.html' title='(191) Oldy Oldy'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4024848542389173570</id><published>2009-05-25T20:30:00.005-07:00</published><updated>2009-12-31T05:25:32.852-08:00</updated><title type='text'>(190) Faith of Deceiving Myself</title><content type='html'>Aku tidak mau berharap, tidak .. tidak mau. aku tidak ingin mendengar akan apa yang pikiranku bilang. takdir? persetan dengan kata itu. aku berdiri disini, menuliskan ini .. mentertawakan takdir. persetan denganmu takdirku. bagaimana bisa kita manusia mengatakan ini adalah takdir tuhan untuk kita? bagaimana bisa kita manusia mengatakan manusia itu adalah jodoh kita, bagaimana bisa kita mengatakan dia adalah orang yang dibuat khusus dari tuhan hanya untuk kita, kalau kita tidak pernah bertemu dengannya? kalau kita tidak pernah bisa melihatnya? kalau kita tidak bisa mendengar suaranya? bagaimana kita bisa mengatakan dia adalah orang yang dibuat oleh Tuhan untukku? jadi persetan dengan takdir.&lt;br /&gt;Takdir tidak ada … yang ada hanyalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan .. dan tinggal terserah kepada kita mau menggunakan kesempatan itu atau tidak. tapi bagaimana kalau kita tidak menyadari kita sedang menggunakan kesempatan itu dan kesempatan itu hilang tanpa kita sadari? dan ketika semuanya hilang ..kita baru menyadari kalau semuanya adalah pemberian Tuhan kepada kita? apakah itu namanya takdir? atau ini disebut nasib? bagaimana kalau kita berharap kepada tuhan akan satu  kesempatan lagi … tapi selama apapun engkau menunggu, kesempatan itu tidak akan datang lagi, percaya padaku, karena aku menunggu kesempatan itu untuk datang.. dan disinilah aku, menghabiskan seluruh hidupku dan umurku hanya untuk menunggu kesempatan dari tuhan yang tidak akan pernah datang untukku. bagaimana bisa aku mau percaya? bagaimana bisa aku berharap? tidak..tidak.. aku tidak mau percaya, dan aku tidak mau berharap, karena dengan percaya dan berharap aku akan disakiti lagi, jauh lebih disakiti daripada saat aku menyadari kesempatan itu sudah hilang.. lalu bagaimana ke depannya? biarkan saja berjalan … aku tidak mau mengatakan apa-apa dan tidak mau berharap apa-apa, kalau memang tuhan berbaik hati mau melepaskan kesempatan untukku lagi, biarkan tuhan yang melepaskannya. karena aku sudah capai disini, menunggu hanya untuk satu kesempatan yang tidak pernah datang.&lt;br /&gt;Jadi untuk apa aku disini? aku hanya menghabiskan hidupku dalam kehampaan dan membangun imanku akan kekosongan, aku percaya kepada kekosongan jiwaku .. bagaimana bisa aku tertawa, tersenyum ketika tidak ada kebahagiaan dalam diriku? aku hanya berdiri disini, menuliskan kata-kata ini keatas kertasku dengan menggunakan penaku, sambil sesekali melihat keatas, kearah awan, dan membayangkan aku melihat tuhan dan berkata "masih adakah kesempatan lagi?" ..  aku diam dan berharap mendengar atau melihat sesuatu dari atas sana, namun tidak ada.. tidak ada apa-apa .. yang ada hanyalah kepedihan, dan setiap kepedihan dan air mata yang aku keluarkan membuat aku semakin yakin akan imanku akan kekosongan jiwaku, dan semakin mempercayai takdir itu hanyalah omong kosong belaka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4024848542389173570?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4024848542389173570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4024848542389173570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4024848542389173570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4024848542389173570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/faith-of-deceiving-myself.html' title='(190) Faith of Deceiving Myself'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7211324713012339863</id><published>2009-05-25T20:30:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:25:19.047-08:00</updated><title type='text'>(189) regret</title><content type='html'>sudahkah aku sembuh dari luka yang aku buat sendiri? apakah aku sudah boleh berjalan lagi untuk menekuni hidupku? atau lukaku sedemikian parahnya sehingga aku tidak akan bisa berjalan lagi? rasa sepi ini membunuhku setiap kali aku melihat realita hidupku, bagaimana seperlima kehidupanku hancur dan hilang dalam waktu hanya kurang lebih seperseribu hidupku. betapa menakjubkannya kebodohanku, betapa menakjubkannya ketololan yang aku perbuat kepadanya dan kepada hidupku. kalau aku bisa melihat aura hidupku, kurasa hanya warna-warna gelap dan sedih yang akan kulihat, karena aku masih sangat sedih dan masih berada disini melihat luka yang telah aku buat lagi.&lt;br /&gt;ini baru luka yang aku buat kepada diriku, bagaimana dengan luka yang kubuat terhadap dirinya? bisakah itu sembuh? berapa lama waktu yang dibutuhkan dirinya untuk sembuh dari luka yang aku buat di hatinya? akankah aku boleh memeluk dia saat dia mengerang kesakitan karena luka yang aku buat itu? akankah dia membolehkanku menggenggam tangannya ketika dia merintih kesakitan karena sayatan luka di hatinya terbuka kembali? aku berharap dia memperbolehkanku, karena aku ingin menyembuhkan luka yang telah aku berikan kepadanya. aku menangis setiap kali aku mengingat hari dimana kebodohanku muncul, dan aku masih menyesalinya hingga sekarang, akankah hari-hari sebelum kebodohanku dimulai bisa kembali padaku? karena aku merindukan hari-hari itu, aku merindukan senyumnya, aku merindukan genggaman tangannya, aku merindukan sambutnya, aku merindukan semua dari dirinya. dan aku akan memberikan apa saja untuk bisa mendapat kesempatan lagi untuk bisa merasakan itu semua lagi. akankah kesempatan itu datang lagi?&lt;br /&gt;aku berdoa setiap saat, aku berharap kepada tuhan agar tuhan mau berkenan memberikan satu kesempatan lagi. dan sambil menunggu kesempatan itu datang, aku berusaha sekeras dan sekuat mungkin berusaha memperkuat pondasi hidupku, berusaha sekeras mungkin memperbaiki luka dan diriku, agar (ketika) kesempatan itu datang, aku akan menjadi seseorang yang jauh lebih baik untuk dirinya. aku mencintai dirinya, aku mencintainya jauh lebih besar daripada aku dulu pernah mencintainya, tapi apakah dia melihatku? apakah dia mau melihatku? apakah cintaku kepadanya membuatnya takut? apakah aku salah mencintainya? aku hanya ingin bersamanya kembali, apakah itu salah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7211324713012339863?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7211324713012339863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7211324713012339863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7211324713012339863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7211324713012339863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/regret.html' title='(189) regret'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-9130292037024729947</id><published>2009-05-25T20:30:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:25:09.734-08:00</updated><title type='text'>(188) 5 aplhabet</title><content type='html'>"kamu masih disana?" tanyaku kepada diriku sendiri. "kamu masih berada disana?" tanyaku lagi. dan aku bisa melihat diriku sendiri mengangguk berkali-kali tanda mengiyakan. diriku duduk bersimpuh darah diantara bayang-bayang diriku sendiri. dia menangis, dia meraung kesakitan, dia memegangi dadanya sendiri, seakan ingin merobek daging kulitnya untuk bisa menahan sesak yang ada dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menangis melihat dia begitu kesakitan, begitu berusaha keras untuk tidak mengacuhkan rasa sakit itu. tetapi aku melihat diriku sendiri, ketika dia semakin mencoba untuk mengacuhkan sakit itu, semakin sakit itu mencambuknya, menamparnya, membunuhnya. aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk dirinya, walaupun itu adalah diriku sendiri. aku berteriak namun aku tidak mendengar. sia-sia saja. aku bertatapan mata dengan diriku sendiri. tatapan mata itu begitu kosong, begitu hampa, begitu tidak ada arah, aku sedih melihatnya, aku sungguh sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. dia menunduk, dia berusaha berdiri, tapi untuk berdiri pun dia tidak bisa. dia kalah dengan rasa sakit di hatinya, dia kalah dalam peperangan ini. aku bisa melihat diriku tidak lagi mempunyai apa yang disebut semangat. tidak, aku tidak melihat sedikitpun itu dari dirinya. kemana diriku yang aku kenal? kemana orang yang begitu mudah tertawa? kemana dia? matikah dia? tidurkah dia? pergikah dia? tidak! dia ada didepan mataku, aku bisa melihatnya, namun dia hanya menundukkan kepalanya dan mengeluarkan butir-butir air mata yang seakan tidak akan habis. yang akan habis hanyalah jiwa dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-harinya dilalui dengan kepedihan, penyesalan dan juga kesukaran. dia sesekali melihatku, dari tatapannya aku tahu dia berteriak minta tolong, meminta dengan amat sangat kepadaku agar aku bisa menolongnya, tetapi aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk dirinya. untuk mencoba pun aku tidak bisa. aku melihat dia mengambil sebuah pisau kecil, dan terisak-isak memeluk pisau itu, dia melihat lengannya, dan tanpa ampun dia mengiris-iris lengannya sendiri, seakan-akan lengannya itu adalah daging hewan, darah mengucur dari lengannya, dan dia mendongak keatas menahan rasa sakit yang bukan datang dari pendarahan lengannya, tetapi datang dari dalam hatinya yang terus merobek pertahanan dirinya, binatangkah dia? manusiakah dia? aku tidak tahu, yang aku tahu setiap darah dan air mata yang dia keluarkan adalah benar apa adanya, sebuah kemurnian hati yang benar-benar jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat kekosongan di matanya, setelah 21 sayatan di lengannya yang memberikan cinderamata pada kulitnya, dia memeluk dirinya sendiri, dia jatuh ketanah ... tanpa kekuatan, tanpa kesadaran, tanpa cinta, tanpa perasaan. yang ada hanyalah kekosongan, kepedihan, dan suara isak tangis yang jujur. dia terus bergumam, menyebut sebuah nama yang terus menerus diucapkannya. sebuah nama yang terdiri dari 5 huruf yang berkaitan yang apabila diucapkan akan semakin membuat dirinya bertambah sakit... dan nama itu masih membekas dan tidak akan pernah pergi dari ingatan dan jiwa serta hatinya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-9130292037024729947?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/9130292037024729947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=9130292037024729947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9130292037024729947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9130292037024729947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/5-aplhabet.html' title='(188) 5 aplhabet'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1108583522734818311</id><published>2009-05-25T20:29:00.002-07:00</published><updated>2009-12-31T05:24:58.624-08:00</updated><title type='text'>(187) War? Still Far ...</title><content type='html'>Semua tampak damai? semua tampak tenang dan indah? percayalah padaku. jawabannya adalah tidak. kita banyak berbicara tentang kehidupan, kita banyak berbicara tentang pengkhianatan, kita banyak berbincang tentang cinta, dan kita banyak berdebat tentang manusia. namun perang belum selesai saudaraku ... perang tidak akan selesai, setidaknya sampai aku bisa menemukan jalanku untuk pulang. sudah 25 tahun perang ini berkecamuk, tidak terlihat? tentu saja karena perang ini ada didalam diriku, dan setiap manusia mempunyai perangnya sendiri. perang ini akan terus .. percayalah padaku. bagaimana caranya untuk memenangkan perang ini aku sendiri tidak tahu, tapi kalau engkau menanyakan kepadaku bagaimana caranya untuk kalah aku sangat mengatahui hal itu, namun jangan salah .. untuk kalah pun aku kadang aku takut, karena aku sendiri tidak mau kalah, dan sakit rasanya untuk kalah. jadi bagaimana dengan nasib perang ini? akankah terus berlanjut atau akan berhenti?&lt;br /&gt;Terus menerus aku meminta agar seseorang memenangkan perang ini dan menghentikannya, namun tidak ada seorang pun yang bisa melakukannya, kecuali diriku. kita banyak bertemu dalam setiap kesempatan temanku, khususnya pada saat engkau bercermin, engkau akan melihat diriku yang tidak lain adalah dirimu sendiri ... dan pada saat itulah engkau akan bertanya "sampai kapan? bagaimana caranya? apa tujuannya dan jutaan pertanyaan lainnya..." tenang saja, tanyakan saja padaku apa saja yang ingin engkau tanyakan, kita bukanlah orang asing, kita adalah saudara ... keluarkan suaramu untuk bertanya, jangan malu. hidupkan semangatmu. apa yang bisa membuatmu mendongakkan kepala dan terus berjalan maju, itulah seharusnya yang kaupegang, melangkah untuk maju bukanlah hal yang susah. yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan tekad. dimana dirimu yang bersembunyi di pojokan? aku sudah tidak menemukan dia lagi, yang ada didepanku adalah sosok pahlawan yang terus berjalan maju, meskipun memang masih sering melihat ke belakang, tapi tidak apa-apa, karena aku tahu dirimu akan terus berjalan ke depan. aku akan menemanimu untuk bisa sampai di sisi sebelah sana, aku akan mengantarmu menyusuri semua arus yang melawan arah hidupmu, aku akan membuatmu tersenyum dan tertawa sehingga engkau capai tertawa dan akhirnya tertidur. malam hari seperti ini, dimana bulan setengah tertidur adalah waktu yang sangat tepat untuk berpikir tentang semuanya lagi ..khususnya tentang perang ini. tidurlah temanku, biarkan aku yang berpikir tentang bagaimana strategi yang harus dilakukan esok hari untuk memenangkan perang ini ...atau setidaknya bertahan hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1108583522734818311?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1108583522734818311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1108583522734818311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1108583522734818311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1108583522734818311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/war-still-far.html' title='(187) War? Still Far ...'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-6115647557714114981</id><published>2009-05-25T20:29:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:24:49.452-08:00</updated><title type='text'>(186) Winner From The Begin ...</title><content type='html'>Hei , masih ingatkah engkau akan kata-kataku tentang dunia? tentang betapa kejamnya dunia? betapa anehnya dunia ini? betapa dunia ini bisa membuatmu gila kalau engkau berani menginjakkan kakimu didalamnya? hmm? masih ingat ... bagus, aku melihatmu menganggukkan kepalamu, berarti engkau ingat akan semua perkataanku ... namun, ada satu pertanyaan yang ingin aku ajukan kepadamu .. jujur, aku sangat penasaran akan jawaban pertanyaan ini ... kenapa engkau berada disana dan menangis? hmm ...? kalau engkau tahu dan masih ingat akan semua perkataanku tentang dunia ini, kenapa engkau menyesali engkau pernah melangkahkan kakimu ke dunia ini? dan kenapa engkau terus memeluk dirimu? tidak adakah yang ingin memeluk dirimu, selain dirimu sendiri? .. aku pernah mengatakan, jangan pernah menangis ketika engkau berada sendirian di dunia, tetapi lihat dirimu sekarang, engkau hanya menangis setiap hari, engkau mengeluh setiap hari .. tegarkan dirimu, kuatkan hatimu, dan dongakkan kepalamu dan jalani dunia ini. kalahkan dunia ini. jangan pernah menyerah. kalau engkau mengingat semua yang pernah kukatakan kepadamu, maka jangan menyerah. menangislah sepuasmu ... tetapi kembalilah berjalan, jangan hanya berdiri diam disana. kepalkan tanganmu, bencilah dunia ini dan gunakan kebencian itu untuk mengalahkan dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Aku melihatmu dari atas sini, melihatmu merusak dirimu sendiri ... engkau selalu saja membuat dirimu rusak, engkau masih saja memberikan luka-luka baru di tubuh dan hatimu, tidak pernah bosankah engkau merusak dirimu? tidak bisakah engkau sedikit meningkatkan kewaspadaan dan cintamu kepada dirimu sendiri? bukankah aku pernah mengatakan kepadamu, siapa yang akan mencintai dirimu sendiri kalau bukan dirimu sendiri? lalu dimanakah engkau yang pernah kukenal? engkau yang selalu tertawa riang tanpa perlu kusuruh? engkau yang selalu bergerak kesana kemari dengan penuh semangat? siapakah engkau saat ini? aku tidak mengenalmu ... jangan terus memeluk dirimu sendiri ... lepaskan pelukan itu, bukalah hatimu dan bukalah harimu, jadikan harimu adalah hatimu sendiri.&lt;br /&gt;Takdir? apa itu? takdir bukanlah sesuatu yang akan aku kuak kepada dirimu, setidaknya ... tidak sekarang. tidak, aku tidak akan membuka jawaban-jawabanku kepadamu. karena engkau belum siap untuk itu, dan engkau tidak perlu tahu karena engkau akan mengetahui jawaban pertanyaanmu, hanya saja satu keinginanku setiap kali aku melihatmu dari atas sini yaitu, jangan pernah menyerah. hidupmu aku yang mengawasi dari atas sini. kemanakah engkau mau pergi? karena setiap kali engkau pergi dan kemanapun engkau pergi, aku bisa melihatmu ... hanya saja engkau tidak melihatku. penderitaanmu aku lihat, keluhanmu aku dengar, kebahagiaanmu aku rasakan. namun seperti yang aku bilang kepadamu, aku pernah mengatakan kalau dunia ini dapat melukaimu dan engkau tetap turun ke dunia ini. maaf, sayap yang aku berikan padamu saat kau turun ke dunia ini tidak akan dapat kuberikan lagi kepadamu, sayap-sayap itu akan datang menjemputmu ketika engkau sudah selesai di dunia ini.&lt;br /&gt;lihat, engkau masih saja memberikan luka-luka baru. sudahlah, jangan terpaku kepada masa lalu, karena masa lalu adalah pembelajaran, masa sekarang adalah praktek, dan masa depan adalah harapan. ketiganya adalah satu bagian dan tidak terpisahkan. kenapa aku menciptakan semua itu? karena aku ingin proses ini berjalan seperti apa adanya. engkau merasakan sakit? maaf, aku tidak mengerti apa itu sakit. aku tidak mengerti apa itu cinta, aku tidak mengerti apa itu benci. namun aku mengerti engkau. aku ingin engkau melalui banyak hal agar engkau bisa menjadi lebih kuat dan mengenal dunia ini. engkau lelah? beristirahatlah, tenangkan dirimu, perkuat langkahmu, peganglah sesuatu yang lebih erat. engkau membutuhkanku? aku selalu disini setiap kali engkau membutuhkanku. dan maaf, aku tidak bisa turun ke bawah sana, karena engkau yang harus belajar untuk naik keatas sini. engkau masih saja menangis, engkau menolak uluran tanganku ... pengampunan? aku memberikan itu kepadamu setiap hari. Harapan? aku menghadiahi itu kepadamu setiap hari. Penderitaan? engkau yang membuat penderitaan itu ada dan datang kepadamu. kematian? aku akan memberikan kepadamu kematian ketika aku tahu engkau sudah pantas mendapatkan itu. masih banyak yang ingin kuberikan padamu, namun satu hal yang ingin engkau lakukan untukku. hapus air matamu dan kuatkan dirimu, karena engkau adalah harapanku, engkau harus berada disini pada akhirnya, karena setiap bagian dari dirimu adalah diriku. aku menunggumu disini ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-6115647557714114981?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/6115647557714114981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=6115647557714114981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6115647557714114981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/6115647557714114981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/winner-from-begin.html' title='(186) Winner From The Begin ...'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-8908671961556270849</id><published>2009-05-25T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:24:40.334-08:00</updated><title type='text'>(185) Epic Poems of Loliness …</title><content type='html'>Aku membuat sebuah patung indah, namun aku tidak bisa memperlihatkannya kepada siapapun, karena tidak ada seorang pun disini.&lt;br /&gt;Aku membuat ribuan sajak yang romantis dan satir, namun ribuan rangkaian kata ini mati karena tidak ada siapapun yang mendengarkannya.&lt;br /&gt;Aku membuat beribu pertanyaan, namun pertanyaan-pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab karena tidak ada orang disini.&lt;br /&gt;Apapun yang aku buat, apapun yang aku lakukan, tidak ada balasannya, karena hanya aku yang berada disini. begitu getirnya hatiku melihat kenyataan ini, kenyataan dimana hanya aku yang berada disini, aku melihat pahatku dan aku bisa melihat tetesan air mataku membasahi badan pahat itu. aku mengambil penaku dan aku juga melihat tetesan air mataku membasahi pena itu. aku memeluk diriku dan semakin menangis dan menggila. kenapa semuanya harus seperti ini?&lt;br /&gt;Seperti inikah rasa sepi? sebuah perasaan yang mematikan, sebuah perasaan yang membunuh pelan-pelan, seperti diikat oleh sebuah tanaman belukar yang tidak pernah bisa lepas, seperti dililit oleh tubuh ular yang sangat besar. yang paling parah adalah perasaan ini tidak bisa lepas, perasaan ini harus dijalani, karena apapun yang kita lakukan, perasaan ini akan tetap ada, apapun yang kita ucapkan, perasaan ini akan tetap hinggap. yang dibutuhkan adalah kehadiran seseorang yang kita ingini, seseorang yang memiliki andil besar dalam hidup kita, kadang kita ingin mengalami perasaan ini, kadang kita ingin kesepian menghampiri kita, namun ketika kesepian ini menghampiri kita, matilah kita. kita diselimuti oleh awan gelap diatas jiwa kita sehingga kadang kita tidak tahu lagi sudah berapa dalam kita berada didalam kegelapan kesepian ini, karena kadang jiwa kita juga ingin berubah menjadi gelap dan kadang jiwa kita ingin berubah menjadi jahat, namun kesepian ini mengurungkan niat kita, kesepian ini membuat kita menjadi malas, kesepian ini menjadikan kita sesuatu yang tidak kita inginkan. kenapa? dari manakah kesepian datang? dari pikiran kita? dari hati kita? dari lingkungan kita atau itu adalah hadiah dari tuhan yang harus kita terima apa adanya? aku tidak tahu, aku, sang penyair sendiri tidak tahu darimana datangnya kesepian. dan aku, si pemahat juga tidak tahu darimana datangnya kesepian, karena kami semua sedang mengalami hal yang sama, dan berapa lama kesendirian ini akan memenjarakan kami? kemana semua orang yang kami cintai? jangan berikan kami kenangan yang indah yang pernah terjadi dalam diri kami, karena apabila kenangan itu datang, kami akan semakin terjerat dalam akar kesepian ini dan itu menyakitkan kami. tetapi berikanlah kami harapan, setetes harapan untuk kami, agar kami bisa melihat semuanya dengan lebih jelas. biarlah kesepian ini mendera kami begitu hebat, silahkan tuhan memberikan kami kesendirian tetapi juga secercah harapan, agar kami tahu apa kegunaan dari kesepian ini, agar kami dapat mencernanya dengan lebih bijak … karena apabila tidak, kesepian ini akan terus menerus mencambuk punggung kami hingga kami tewas. dan apabila kami tewas, kami akan tewas dengan mengenaskan, karena hanya kami yang mengetahui kamilah yang tewas, kenapa? karena tidak ada orang lain disini. hanya diri kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-8908671961556270849?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/8908671961556270849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=8908671961556270849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8908671961556270849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/8908671961556270849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2009/05/epic-poems-of-loliness.html' title='(185) Epic Poems of Loliness …'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3671330118530657124</id><published>2007-05-22T04:17:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:23:58.152-08:00</updated><title type='text'>(184) All The Same, Nothing Change</title><content type='html'>Ada atau tidak aku sekarang … apakah ada bedanya? aku masih hidup atau mati sekarang … apakah ada bedanya? toh dunia akan terus berjalan dan berputar tanpa diriku didalamnya. aku hanyalah sebuah titik hitam yang becampur dengan titik lain yang berwarna sama. apakah ada bedanya kalau aku menghilang dari sini? kurasa sama.  apakah aku ada berharga? berapakah hargaku? tolong jawab, karena aku tidak bisa menjawabnya, aku tidak bisa membeli diriku sendiri. aku bahkan tidak mempunyai apa-apa untuk membeli diriku. sudah berapa lama aku tidak merasakan apa-apa seperti ini? sudah sebulan? setahun? seabad? aku tidak peduli. karena rasanya sama saja.&lt;br /&gt;Duniaku runtuh? salah besar. duniaku bukan runtuh, tetapi busuk. sama busuknya dengan dosaku. dimana aku saat aku dibutuhkan? dimana telingaku saat aku dibutuhkan menjadi pendengar? dimana tanganku ketika aku dibutuhkan untuk memeluk? dimana aku ketika aku dibutuhkan? dimana? betapapun aku menyesal, apakah ada gunanya? betapapun aku mencoba memaafkan diriku, apakah ada gunanya? betapapun aku memperbaiki kehidupanku, apakah ada gunanya? beruntunglah mereka yang mempunyai sesuatu yang bernama kehidupan. beda dengan diriku sekarang, aku hidup, namun aku tidak mempunyai kehidupan. kehidupanku meluap dan menghilang begitu saja karena ketololanku, keegoisanku. aku tidak menyisakan satu hal yang baik pun dalam kehidupanku. sebagai anak, aku tidak mengerti dan aku tidak mengenal orang tuaku. sebagai teman aku tidak bisa diandalkan dan aku tidak lagi se-menyenang-kan dulu, aku tahu teman-temanku perlahan meninggalkan aku satu persatu tanpa aku sadari. sebagai kekasih aku lebih tidak berguna lagi, yang kulakukan hanyalah menyakiti orang yang menyayangiku. jadi harus sebagai apa aku hidup? sebagai binatang? karena aku merasa sama seperti binatang, hanya nafsu dan insting saja yang kugunakan. yah, aku binatang sekarang, bukan lagi manusia, bukan lagi seseorang, bukan lagi pria, bukan lagi wanita, bukan lagi anak, bukan lagi teman, bukan lagi kekasih, aku hanyalah binatang yang mengejar nafsu dan berjalan dengan mengandalkan insting.&lt;br /&gt;Setengah-setengah, itu yang aku rasakan. hidupku seperti kue yang kubelah sendiri menjadi bagian-bagian kecil. tidak ada yang menyatu, semuanya terpisah-pisah dengan ukuran dan juga rasa yang berbeda, aku tidak memakan kue itu. aku hanya membelah dan melihatnya saja. bagaimana hidupku tidak terbelah? karena jiwaku sendiri terbelah. setengah hari pertama aku menjadi malaikat dan setengah harinya lagi aku berubah menjadi iblis … setiap harinya begitu, bagaimana aku bisa menjadi satu, karena bagaimana mungkin iblis dan malaikat bersatu? aku harus memilih.. aku harus. tapi aku memilih keduanya. karena aku membutuhkan keduanya. aku butuh malaikat dalam diriku, tetapi aku juga butuh iblis didalam diriku. aneh? seperti yang kubilang, apakah aku peduli? tidak. aku sama sekali tidak peduli. toh tidak ada lagi yang peduli kepadaku. terbakarlah mereka yang peduli padaku, karena mereka membuang waktu dan hari mereka untuk peduli kepadaku, untuk apa? aku tidak mau waktu mereka terbuang percuma.&lt;br /&gt;Setiap hari aku bertanya dan berusaha menjadi peka dalam mencari jawabannya, namun aku tidak mendapatkan jawabannya, entah karena jawaban itu tidak datang tepat waktu, entah jawaban itu memang belum datang, entah memang karena tidak ada jawaban, atau karena aku kurang peka dalam mencarinya. entah … apapun itu, aku sudah lelah mencari jawabannya. karena masih banyak pertanyaan yang akan kuajukan. kalau menjawab satu pertanyaanku saja dibutuhkan satu kali hidupku, bagaimana dengan beribu pertanyaanku yang lain? aku hanya hidup satu kali. itu kenyataaan yang menyedihkan. berarti aku hanya bisa bertanya satu kali … jadi, apa pertanyaanmu? tanya tuhan terhadapku. aku hanya menunduk diam … aku tidak mau bertanya, aku mengunci lidah dan mulutku rapat-rapat, karena aku tahu kalau aku bertanya, aku menghabiskan satu kali masa hidupku untuk mencari, mendengarkan jawabnya … itupun kalau memang pertanyaanku ada jawabannya. jadi aku hanya menunduk diam, aku tidak berani menatap wajahNya. yang aku lakukan hanyalah duduk diam sambil memeluk diriku sendiri, walaupun aku tahu air mataku terus menetes saat aku menundukkan kepalaku. apakah aku peduli? tidak.&lt;br /&gt;Biarlah aku menjadi sendiri seperti ini, selamanya? mungkin. aku tidak tahu, kalaupun harus seperti ini, maka ... jadikanlah. mungkin ini adalah jalan keluar terbaik. aku sudah capai dicari dan mencari, aku sudah muak mendengar dan didengar, aku sudah lelah menunggu dan ditunggu, aku sudah takut mencintai dan dicintai. jadi aku akan mengikuti apa yang disebut benda mati. aku diam. aku akan diam. aku harus diam. mungkin lebih mudah bagiku untuk diam dan tidak bersuara. hingga kapan? hingga waktuku habis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3671330118530657124?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3671330118530657124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3671330118530657124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3671330118530657124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3671330118530657124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/all-same-nothing-changes.html' title='(184) All The Same, Nothing Change'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-98557407904925562</id><published>2007-05-22T04:16:00.002-07:00</published><updated>2009-12-31T05:23:48.161-08:00</updated><title type='text'>(183) Take A Break …</title><content type='html'>Aku duduk diatas sofaku, sofa tua berwarna merah yang sudah menemaniku selama puluhan tahun aku hidup. aku menghempaskan diriku kedalam pelukan sofa itu dan memandang semua yang ada dihadapanku sekarang. semuanya terasa melambat ketika aku melihat apa yang ada dihadapanku. aku sudah puluhan juta kali melihat pemandangan yang sama, namun kali ini … sesuatu terasa beda. aku merasakan lebih tenang dan segalanya terasa sangat lambat. terasa seperti itu karena aku ingin merasakan jiwaku, aku ingin memutar balik hidupku untuk sesaat. aku ingin tahu apa saja yang sudah kucapai. aku memanyunkan bibirku. mencoba untuk memikirkan kira-kira sudah sampai dimana hidupku sekarang …&lt;br /&gt;Aku ingin memutar kembali saat-saat dimana kehidupanku dimulai. mencoba mengingat-ingat kemana arah jalan hidupku sekarang. aku ingat saat aku kecil, aku terlihat seperti jamur, begitu bulat, begitu putih dengan potongan rambut seperti orang tolol. aku ingat aku pernah mengikuti gaya-gaya idola favoritku. aku menindik hidung dan telingaku untuk menjadi seperti mereka. aku mencuri beberapa barang dari toko saat aku remaja, aku tertarik dengan beberapa wanita sekelasku saat aku remaja. aku melakukan kenakalan-kenakalan wajar saat aku menginjak bangku sekolah yang lebih tinggi. aku ingat bagaimana rasanya melakukan sex untuk pertama kali, aku ingat bagaimana rasanya meninju seseorang karena kesal. aku ingat bagaimana rasanya emosiku tidak bisa dikendalikan, dan kau tahu? itu menakutkan.&lt;br /&gt;aku ingat bagaimana rasanya sakitnya lenganku ketika aku menyiletnya dengan sepotong cutter. aku ingat bagaimana rasanya jatuh dari motorku saat aku balapan liar, aku ingat bagaimana kencangnya jantungku berdetak saat aku mencuri uang orang tuaku. aku ingat bagaimana bahagianya aku mendapat pekerjaan untuk pertama kali. aku ingat bagaimana bahagianya aku bertemu dengan orang yang aku cinta hingga sekarang. aku ingat bagaimana bebalnya aku terhadap kehidupanku. aku ingat saat aku menangis karena aku tidak kuat menghadapi ketakutanku. aku ingat wajah-wajah orang yang sudah sekian lama aku lupakan. aku ingat senyuman-senyuman teman-temanku yang sudah membantuku hingga sampai disini. mereka masih menemaniku hingga sekarang. dan masih banyak lagi suka duka hidup yang aku alami, aku rasakan dan aku simpan.&lt;br /&gt;apakah yang aku capai sekarang? hidupku sama seperti jutaan orang diluar sana, kadang aku menangis, kadang aku tertawa begitu keras, kadang aku berdiam diri, kadang aku menjadi begitu penakut, kadang aku menjadi sangat brengsek, kadang aku menjadi orang yang aku sendiri tidak kenal, kadang aku menjadi orang yang sangat jahat, kadang aku menjadi orang yang begitu sombong, kadang aku begitu sentimentil, kadang aku menjadi malaikat, kadang aku begitu perhatian, tapi kadang aku menjadi begitu tidak peduli dengan apapun. tapi hei … itulah aku. dan aku suka menjadi driku.&lt;br /&gt;gajiku tidak seberapa namun aku masih saja menjadi orang yang kekanak-kanakan. masih ingin ini dan ingin itu. kadang aku merasa aku pasti masuk neraka, karena aku sering mengatakan aku bukanlah orang ber-Tuhan, tetapi lihat sekarang, aku selalu berusaha mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupanku, jadi bagaimana aku tidak merasa malu saat mengatakan kebodohan itu? kadang aku merasakan kejanggalan saat aku duduk bersama keluargaku, walaupun begitu, dalam hatiku, aku menyayangi setiap orang dalam keluargaku, dan aku akan melakukan apa saja untuk bisa menjadi lebih dekat dan mengenal mereka satu sama lain.&lt;br /&gt;aku melipatkan kedua tanganku dan menutup mataku, mencoba mengingat-ingat semuanya. berapa umurku sekarang? seperempat abad. masih mudakah aku? atau aku sudah tergolong tua? aku tidak tahu. karena aku tahu akan masih banyak hal yang akan aku lewati. kadang-kadang orang-orang merasa mereka mengenalku begitu baik. tetapi mereka tidak tahu betapa berat dan susahnya perjuanganku hingga sampai di titik ini. persetan dengan mereka yang menganggap mereka berjasa, karena hanya segelintir dari mereka yang benar-benar berjasa dalam hidupku. tapi apapun itu, aku bersyukur mereka pernah berada didalam kehidupanku. aku tahu aku bukanlah orang yang sempurna, namun entah kenapa saat ini aku merasa begitu sempurna. perasaanku begitu damai.&lt;br /&gt;aku tahu aku harus melihat lagi apa yang sudah terjadi dibelakangku, apa saja yang telah kulalui untuk bisa mencapai disini. dan kau tahu apa pemandangan yang aku lihat ketika aku melihat ke belakang? benang kusut. ya, hidupku kacau seperti benang kusut. tetapi hei … disinilah aku berada sekarang.  dan aku senang berada disini sekarang. aku tahu aku semakin menua setiap harinya, aku tahu bebanku akan semakin bertambah setiap detiknya. tetapi menyesalkah aku untuk bisa berada disini? kurasa tidak. karena kalau aku menyesal, aku sudah meninggal saat usiaku 20 tahun. usia dimana aku pernah ingin menghabisi hidupku sendiri. tiga kali kucoba untuk bunuh diri, dan tiga pula aku dihentikan. jadi apa gunanya mati kalau kau bisa hidup? hidup adalah sesuatu yang harus dipelihara dan disyukuri seberat apapun jalannya. apa saja yang sudah kuraih sekarang? hmm … kekayaanku tidaklah seberapa, teman-temanku tidaklah banyak, namun aku tahu mereka adalah teman terbaikku, kekasihku kadang silih berganti … kadang mereka datang dan kadang mereka pergi. aku tidak mempunyai masalah dengan itu, karena aku berusaha menemukan cinta sejatiku sekarang. mungkin ada beberapa poin dalam hidupku yang belum kucapai, namun aku akan meraihnya suatu saat nanti. aku hanya berharap aku bertambah baik setiap tahunnya, bertambah bijak setiap tahunnya, dan menjadi semakin dewasa setiap tahunnya. karena akan ada saatnya aku duduk lagi di sofa merahku, dan memikirkan hal ini lagi. entah kapan, mungkin 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? aku tidak tahu … aku hanya berharap ketika aku kembali memeriksakan diriku seperti ini, aku menemukan diriku menjadi lebih baik dari sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-98557407904925562?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/98557407904925562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=98557407904925562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/98557407904925562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/98557407904925562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/take-break.html' title='(183) Take A Break …'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7496827309532116284</id><published>2007-05-22T04:16:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:23:35.980-08:00</updated><title type='text'>(182) Heighty Deity</title><content type='html'>"Semua akan baik-baik saja, Semua akan baik-baik saja …" ucap mereka kepadaku, sebuah panduan semangat yang saat ini harusnya kutiru dan kuambil, namun apa yang aku berikan kepada mereka? hanyalah tatapan tidak suka yang terpancar dari mataku. bagaimana mereka bisa mengatakan semua akan baik-baik saja? aku tahu aku yang melakukan kesalahan, aku tahu aku yang harusnya dihukum … dan sekarang aku sedang dihukum. semua macam pikiran terburukku datang dan menghampiri jiwaku, menerkam perlahan-lahan setiap sudut jiwaku, membuatku mati perlahan. aku merasa sungguh tidak berdaya sekarang, sungguh … aku tidak bisa berbuat apa-apa. kemarin aku masih baik-baik saja, tetapi lihatlah diriku sekarang. rapuh dan begitu mudah terpancing oleh serbuan suara yang menyuruhku memotong urat nadiku. jujur, ingin aku melukai tubuh dan juga memotong urat nadiku. namun aku pernah lolos dari kematian beberapa kali, dan aku merasa enggan untuk bermain dengan kematian, karena aku tahu aku tidak akan mendapatkan apa-apa. apa yang harus aku cari sekarang? sesuatu yang harusnya aku pertahankan sekarang sudah mulai perlahan goyah dan menghilang, namun mereka semua tetap berada di pojokan sana, berteriak sekuat mereka untuk menyemangatiku. namun jawaban yang aku berikan tetap sama, aku masih menatap mereka sinis. bagaimana bisa mereka mengerti akan keadaanku? mereka berada di kursi penonton, sedangkan aku … aku adalah pemain utamanya. tapi rasa sombongku itu benar-benar menjatuhkan diriku. aku melihat kebawah dan menemukan kalau diriku tidaklah ada artinya, hanya seperti seekor semut yang berada ditengah-tengah manusia yang berlalu-lalang, begitu mudah terinjak dan menghilang. dan mungkin itulah yang sedang aku lakukan sekarang, aku sedang terinjak dan berharap aku menghilang. namun kenyataannya? aku tetap disini, masih sama seperti sedia kala. Kini mereka menyuruhku untuk maju, aku tidak mau beranjak maju, aku ingin tetap disini, aku malas untuk bergerak maju. karena aku takut akan apa yang akan aku hadapi didepan sana nantinya. namun semakin aku menolak teriakan mereka, semakin kencang teriakan mereka terdengar di telingaku, "jangan takut … jangan takut. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah. Meskipun saat ini di hadapanmu adalah jalan yang menanjak dan penuh dengan duri. namun melangkahlah dengan gagah berani."&lt;br /&gt;aku melihat kedua kakiku dari tempatku berada, apa yang aku rasakan sekarang? tidak ada, benar-benar tidak ada, yang ada hanyalah rasa bosan dan malas akan segala sesuatunya. sesuatu yang tadinya bernilai tambah untukku sekarang tidak bernilai lagi. aku juga merasa semangatku semakin mengendur, entah berapa lama hingga ia akan menghilang. aku tidak bersuara sedikitpun sedari tadi, karena aku malas mengomentari sesuatu yang menurutku tidak akan lagi kulihat. apa yang harus aku lakukan disini? aku tidak tahu, kemanakah aku harus mencari jawabannya? aku tidak tahu. kemanakah aku harus bertanya untuk sebuah petunjuk? disini hanya ada aku seorang, tidak ada lagi yang lain. apakah aku yang diharuskan bertanya kepada diriku sendiri? aku enggan melakukannya, karena aku mengenal diriku sendiri… saat ini diriku tidak mau diajak berbicara tentang apapun juga. entah sampai kapan. suara-suara iblis itu masih merasuki kepalaku, masih menyuruhku untuk memutuskan urat nadiku. aku memejamkan kedua mataku untuk sejenak. anehnya, pikiranku mengajakku berkeliling untuk melihat semua yang telah aku alami, apa yang telah aku lakukan, dan anehnya semua terasa damai dan hidupku menjadi semakin berat. aku seperti terperangkap didalam sangkar impianku sendiri. apa yang harus aku lakukan? haruskah aku mencoba melangkah? haruskah aku mencoba bergerak walaupun hanya sedikit?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7496827309532116284?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7496827309532116284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7496827309532116284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7496827309532116284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7496827309532116284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/heighty-deity.html' title='(182) Heighty Deity'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4003464138242976835</id><published>2007-05-22T04:15:00.004-07:00</published><updated>2009-12-31T05:23:24.762-08:00</updated><title type='text'>(181) STANDS (Stop Talking And Now Do Something)</title><content type='html'>peduli setan dengan omonganmu, peduli setan dengan semua perlakuanmu kepadaku, aku berpikir..aku terus berpikir. dan hasilnya tetap sama, dari sudut manapun aku melihat masalah ini, peduli setan dengan pemikiranku. aku tidak akan berjalan kemana-mana kalau aku terus berpikir namun tidak melakukan sesuatu. masalah ini akan terus berada disini, mengancam kewarasanku. aku memutuskan untuk tidak menyerah, tidak akan pernah menyerah ... aku juga tidak akan mematikan impianku sendiri. aku akan terus berusaha. sekuat apapun engkau memberikan aku perlawanan atau penolakan, aku harus berpikir kalau penolakan itu menandakan kalau aku belum benar-benar berhasil. aku akan terus berusaha untuk tidak terjebak oleh semua pemikiranku yang pelan-pelan akan menenggelamkanku kedalam kebuntuan. aku harus perlahan merangkak dari kedalaman itu, tidak perlu cepat-cepat. cukup dengan merangkak. seperti bayi memang, namun itu kuharap cukup dan kuharap engkau mengerti akan usahaku yang perlahan ini. masalah yang tersisa adalah waktu. akankah cukup waktuku untuk merangkak dari kedalaman ini keluar sana? cukupkah waktuku untuk bisa bangkit dan berpikir positif akan masalah ini. aku tahu begitu banyak masalah yang aku timbulkan, aku juga tahu luka yang aku timbulkan tidak akan hilang, tetapi aku berharap luka itu setidaknya bisa disembuhkan perlahan-lahan. aku juga tahu aku harus melakukan sesuatu untuk bisa diampuni dan diberikan lagi kesempatan lagi. aku harus terus berusaha hingga tiba kesempatan itu datang lagi untukku. aku harus percaya kalau kesempatan itu akan datang meskipun aku tidak tahu kapan waktunya. sudah saatnya aku bangkit dari pojokan kamarku, berhenti berpikir dan berbicara, dan mulai melakukan sesuatu. dan sekarang adalah saatnya. hidupku bukanlah sampah. hidupku bukanlah tulisan yang dengan mudah bisa dihapus atau ditimpa dengan hal lainnya. hidupku adalah sesuatu yang harus aku jaga, apapun halangan yang ada didepan nanti, aku hanya akan berkata satu hal :peduli setan dengan halangan itu. kalau halangan itu menjadi lebih berat nantinya dan aku yakin pasti berat. aku harus lebih gigih lagi melewati halangan itu. aku pernah berjanji kepada diriku kalau aku harus lebih baik dari diriku yang dahulu, dan aku merasakan beberapa bagian diriku berubah menjadi lebih baik. aku yakin akan ada saat dan waktu di masa mendatang dimana aku akan menjadi lemah. jawabanku sama :peduli setan dengan masa mendatang. masa depan itu masih lama, aku bukan pecundang lagi, dan aku tidak ingin lagi menjadi pecundang. sudah cukup 25 tahun aku menjadi pecundang. sekarang saatnya melihat jauh kedalam hatiku, dan menentukan keputusanku sendiri. masa depanku masih jauh dan tidak bisa aku lihat. yang penting adalah masa sekarang, aku tidak ingin menyesal lagi di kemudian hari, sekarang aku akan melakukan apa yang aku bisa tanpa ragu, tanpa kebimbangan yang biasa menyesatkanku. seperti yang kubilang, sudah saatnya berhenti bermain. tidak akan ada lagi main-main ... ini saat yang kutunggu selama ini, tidak akan ada lagi jalan kembali, aku tidak ingin terkurung dalam masa laluku, peduli setan dengan masa laluku. didepanku sekarang ada banyak jalan yang bisa aku tempuh ... jujur saat ini, aku bingung dengan banyaknya jalan ini. mana yang harus aku tempuh? kalau beberapa tahun lalu, aku hanya duduk diam dan tidak melakukan apapun, setidaknya kini aku sudah menjadi lebih dewasa, karena kedua kakiku dengan yakin menempuh salah satu dari puluhan jalur itu. aku membuat keputusan, dan ini adalah keputusan yang aku pilih, aku tidak akan pernah menyesal lagi, karena penyesalan hanya akan membuatku kembali kediriku yang dahulu. apapun resikonya didepan nanti, aku menantangmu masa depanku, keluarkan semua halangan yang akan merintangi jalanku sekarang ... keluarkan semua! karena aku tidak akan takut, aku tidak akan bimbang, aku akan menghadapi semuanya dengan sekuat tenagaku, karena ini adalah sesuatu yang aku pilih. aku akan mendapatkanmu, masa depanku. karena engkau memegang kunci untuk keberhasilanku. engkau yang memegang kunci untuk kemenanganku. dan aku akan mengejarmu masa depanku, karena semua impianku ada didalam tanganmu, dan aku akan mengejarmu hingga impianku menjadi kenyataan. HUh! peduli setan dengan senyummu sekarang, karena aku yang akan tersenyum lebih lebar dan tertawa lebih keras darimu nantinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4003464138242976835?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4003464138242976835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4003464138242976835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4003464138242976835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4003464138242976835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/stands.html' title='(181) STANDS (Stop Talking And Now Do Something)'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4300202066249914155</id><published>2007-05-22T04:15:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:23:13.999-08:00</updated><title type='text'>(180) Last Chance</title><content type='html'>Ketika dirimu menemukan sesuatu yang berharga, benar-benar berharga didepan dirimu dan sesuatu yang berharga itu hilang darimu… hilang karena kesalahanmu sendiri, apa yang akan kaulakukan … kalau aku yang dahulu akan diam, duduk, tidak melakukan apa-apa, hanya menangis menyesali tindakanku. namun aku yang sekarang berubah, aku melakukan apa yang perlu aku lakukan untuk bisa mengejar sesuatu yang berharga itu, aku akan berlari mengejarnya, aku akan melompati rintangan yang ada dijalanku, aku akan menengadahkan kepalaku untuk melihat dan mencari dimana sesuatu yang berharga itu. memang kadang sesuatu itu tidak terlihat oleh mataku karena terhalang oleh sesuatu, entahlah …. mungkin perasaan bersalahku yang menghalangiku untuk bisa melihatnya, namun aku harus tetap melakukan sesuatu, karena aku tahu aku akan kehilangan sesuatu yang berharga itu lagi, namun aku juga harus berjuang untuk melawan ketakutanku juga… begitu banyak musuhku sekarang, aku mengerti itu dan aku tahu apa saja musuhku. tetapi tekadku sekarang sudah bulat, aku akan melakukan sesuatu untuk bisa mengejar sesuatu yang berharga itu. sekali lagi, ini adalah kesempatan terakhirku dan aku tidak akan mengacaukannya atau melepaskannya sebegitu mudah karena aku tidak pernah melakukan sesuatu di masa lalu ketika sesuatu yang berharga itu lepas dariku. tidak..tidak… kini aku tidak akan duduk di pojokan kamarku untuk tidak melakukan apa-apa. aku tahu aku bisa melakukan apapun yang aku mau kalau memang aku mau melakukannya, aku tidak ingin menjadi pihak yang kalah dan menyesal selamanya. biarlah kalau memang aku kalah, aku akan kalah … namun aku tidak mau kalah terlebih dahulu sebelum aku turun dan berusaha … aku yakin suatu saat aku akan terkurung dalam kerangkeng pikiran dan perasaanku, dan aku yakin aku akan semakin jauh dari sesuatu yang berharga itu, namun aku akan berusaha mendobrak dan membuka kunci kerangkengku sekuat tenaga untuk bisa mengejar sesuatu yang berharga itu, mungkin kalian bertanya apa yang begitu spesial dari sesuatu itu… jawabannya sangatlah mudah, sesuatu yang berharga itu adalah impianku… dan kini aku tidak akan melepaskan impianku sebegitu mudah. aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan kalau kalian berada didalam posisiku, namun aku juga berharap kalian berusaha sama baiknya dengan aku. ingat, kesempatan tidak selalu datang kepadamu, kadang-kadang engkau sendiri yang harus mengejar kesempatan itu dan menjadikan kesempatan itu menjadi impianmu. jadikan impianmu nyata. itu yang sekarang sedang aku lakukan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4300202066249914155?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4300202066249914155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4300202066249914155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4300202066249914155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4300202066249914155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/last-chance.html' title='(180) Last Chance'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-2604356975392213852</id><published>2007-05-22T04:15:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:22:33.479-08:00</updated><title type='text'>(179) Skill-less</title><content type='html'>Disaat aku ingin sendirian dan menangis, aku tidak bisa melakukannya, yang biasanya aku lakukan adalah selalu berjalan kearah kerumunan banyak orang dan berada ditengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;Disaat aku ingin meminta maaf, aku tidak bisa melakukannya, karena harga diriku menjadi lebih tinggi dari sebelumnya dan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutku. yang biasanya aku lakukan adalah aku memalingkan mukaku dan mencari cara untuk tidak mengeluarkan kata maaf itu dari bibirku.&lt;br /&gt;Disaat aku melakukan kesalahan, aku tidak bisa membetulkan kesalahan itu, karena aku tidak pernah mengerti kesalahan apa yang aku lakukan, dan biasanya yang aku lakukan adalah berjalan menjauh dari kesalahan itu dan berpura-pura kesalahan itu adalah wajar.&lt;br /&gt;Disaat aku mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mengubah hidupku menjadi lebih baik, aku tidak bisa melakukannya, karena aku merasa aku sudah muak untuk berusaha dan biasanya yang aku lakukan malah melihat kenangan-kenangan manis di masa lalu dan berdiam diri sambil tersenyum melihat kenangan-kenangan itu.&lt;br /&gt;Disaat aku menanyakan sebuah pertanyaan untuk diriku, aku tidak pernah bisa menanyakan pertanyaan itu, karena aku tidak ingin merasa terpojok, dan biasanya aku mengurung diriku didalam sangkarku dan berusaha membelah diriku menjadi dua, agar pertanyaan itu hilang.&lt;br /&gt;Tetapi kini aku hidup didalam kesalahan dan juga penyesalan yang tidak kunjung padam, kemana aku harus berjalan, apa yang harus aku perbuat aku tidak tahu.  yang aku lakukan hanyalah duduk diam didalam sangkarku sambil melihat kenangan-kenangan masa lalu sambil menangis. masa-masa keemasanku sudah lewat dan digantikan dengan masa-masa kegelapan. Indahnya pengalaman hidupku tidak berarti apa-apa ketika hidupku dibungkus dengan ketakutan dan kini sambil menangis, aku akhirnya menemukan pertanyaan untuk diriku. selama ini aku selalu mengatakan aku tidak bisa, pertanyaannya adalah, "apa yang aku bisa?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-2604356975392213852?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/2604356975392213852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=2604356975392213852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2604356975392213852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/2604356975392213852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/skill-less.html' title='(179) Skill-less'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7153630745361071054</id><published>2007-05-22T04:14:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:22:23.368-08:00</updated><title type='text'>(178) My Stopping Point</title><content type='html'>Ada sebuah tanda koma besar sekarang yang berada didalam hidupku, jadi maafkan aku hidupku. aku tidak bisa melanjutkan perjalananku lebih jauh lagi, aku akan berhenti sebentar disini sebentar, maafkan aku. beban kali ini terasa lebih berat. terlalu berat sehingga aku merasa hal lain tidak lebih penting dari tanda koma ini, apa yang harus kulakukan agar aku bisa mengangkat tanda koma ini dari hidupku? aku mendapatkan tanda koma yang sama 5 tahun lalu. dimana tanda koma itu mengurung hidupku selama beberapa lama, membuatku tidak bisa berbuat apa-apa. dan kini, tanda koma itu kembali dihadapanku, egoku mati, pikiranku kacau, batinku meraung lebih kencang, karena tanda koma ini tidak hanya berhenti didepanku dan menghadang hidupku, tetapi juga mengambil sesuatu yang penting dari hidupku, sesuatu yang tidak kujaga baik, tidak kujaga dengan sungguh-sungguh, dan kini, setelah sesuatu itu hilang, barulah aku menangis, barulah aku menyesal, dan tanda koma itu tetap berdiri didepanku dan menjadi lebih besar dan mentertawakanku. "dulu kau begitu memikirkan egomu, sekarang aku kembali kepadamu, karena engkau tidaklah berubah." itu adalah kata-katanya. yah, aku tidak berubah, aku pernah bilang aku akan berubah namun kenyataannya tidak, aku tidak berubah. kenapa aku tidak berubah? karena aku tidaklah mencoba dengan sungguh-sungguh. namun apakah sekarang masih ada kesempatan lagi kalau aku mau mencoba? aku tidak melihat adanya kesempatan lagi didepanku. maukah aku berubah kalau aku diberi kesempatan lagi? yah, aku mau. aku tahu rasanya sekarang berada dalam titik putus asa, tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus kemana, begitu banyak yang harus kukatakan, namun aku tidak tahu harus memulai dari mana. begitu banyak yang ingin kulakukan, namun aku takut memulainya, karena aku tidak mau menyakiti lagi. aku bingung, aku mau berjalan terus kedepan. aku harus menjalani hidupku, namun beban dari tanda koma ini menghantuiku.  apakah aku harus merasakan lagi kekosongan jiwa dan hati yang diakibatkan oleh tanda koma ini lagi? sebegitu terkutuknya-kah aku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7153630745361071054?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7153630745361071054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7153630745361071054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7153630745361071054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7153630745361071054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/my-stopping-point.html' title='(178) My Stopping Point'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7724065047182050085</id><published>2007-05-22T04:14:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:22:15.298-08:00</updated><title type='text'>(177) Clueless</title><content type='html'>Kalau aku mengetahui apa yang aku mau sekarang, aku tidak akan menuliskan deretan huruf ini untuk bisa terbaca disini. aku tidak tahu apa yang aku mau sekarang, dan aku tidak tahu bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui apa yang aku mau, betapa bodohnya aku ... sebagian dari diriku mentertawakan sendiri sebagian diriku yang lain. mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa aku tidak mengetahui apa yang menjadi kemauanku, ketika aku diberi kemampuan untuk berpikir dan berusaha. tetapi jujur, saat ini aku benar-benar tidak tahu apa yang aku mau dan kemana tujuanku. rasa cemas yang meliputiku sekarang terasa begitu jelas ketika aku mencoba untuk melihat masa depanku. akan cerahkah masa depanku? atau aku malah menutup sendiri sinar cerah di masa depanku? entahlah ... lima puluh persen jiwaku mengatakan kalau aku harus melakukan sesuatu dengan perasaan ini, namun lima puluh persen lagi jiwaku menolak untuk bergerak, menolak untuk membantuku menemukan jawaban dari pertanyaanku.&lt;br /&gt;aku terus memaksa otakku untuk berpikir, terus berusaha memaksa tubuhku untuk tidak terlelap dalam mimpi, berusaha untuk bangun dan melihat realita yang ada, namun ketika aku melihat realita, yang aku lihat adalah ... ketiadaan. benar, tidak ada realita yang ada didepan mataku. realita yang seharusnya ada didepan mataku tersamar oleh kebingungan yang buat sendiri. bagaikan kabut, kebingunganku menenggelamkan realita yang seharusnya aku jalani. pertanyaannya, bagaimana aku bisa menjalani hidupku yang diselimuti kabut tebal ini. seluruh kebingunganku menjadi bias dengan hidupku. sekali lagi aku mencoba untuk berpikir, namun semakin aku berpikir, sebuah kerumitan yang amat sangat seakan memblokade pikiranku, pikiranku seperti ikan kecil yang terperangkap dalam sebuah jala yang sangat besar dan rapat. aku hanya berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini, aku yakin suatu hari nanti aku akan menemukan apa yang aku mau, namun satu hal yang cemas, semoga masih ada hari esok dan juga semoga aku bisa lebih cepat mencari apa jawabannya, karena aku tahu waktuku terbatas dan aku tidak ingin menyesal di kemudian hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7724065047182050085?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7724065047182050085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7724065047182050085' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7724065047182050085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7724065047182050085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/clueless.html' title='(177) Clueless'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7387288168242811889</id><published>2007-05-22T04:13:00.004-07:00</published><updated>2009-12-31T05:22:07.313-08:00</updated><title type='text'>(176) Holiness</title><content type='html'>Bagaimana aku bisa mendapatkan kesucian hatiku kalau ditempat yang suci ini aku masih membiarkan pikiran-pikiran jahat merasukiku. bukankah aku sudah berkata kepada diriku sendiri aku akan berubah? aku tidak akan mau lagi bersekongkol dengan pikiran-pikiran ini? aku harus fokus dan berusaha lepas. aku tidak boleh kalah. mereka terus menerus menyerangku dari segala arah dalam pikiranku, mereka mengetahui apa kelemahan dan juga apa yang aku mau lewat kedua mataku. manakah yang jahat? penglihatanku ataukah pikiranku? kalau memang mataku yang membuat hidupku menjadi jahat, butakan saja mataku agar aku tidak bisa melihat dan agar aku tidak terpancing akan kebusukan mataku…betapa lemahnya diri dan hatiku… melawan diriku saja aku tidak bisa … memalukan … tetapi diriku adalah musuh terbesar dalam hidupku yang selalu bersamaku … tetapi bagaimana aku bisa mengalahkan dia kalau musuhku adalah teman hidupku yang tidak bisa terpisah dariku? bagaimana aku bisa merubah hidupku kalau aku tahu dia akan selalu berada didalam diriku? bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Aku memandang ke sekelilingku, menatap setiap benda yang ada didalam tempat suci ini, berharap aku akan menemukan apa jawabannya. kurasa aku hanya bisa menunggu dan berharap. tetapi aku harus yakin. harus yakin seyakin-yakinnya kalau aku akan bisa melewati semua ini. dan aku tahu dalam hatiku aku berharap tempat suci ini segera membasuh diriku dan juga pikiranku, agar aku tidak perlu membutakan mataku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7387288168242811889?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7387288168242811889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7387288168242811889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7387288168242811889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7387288168242811889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/holiness.html' title='(176) Holiness'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3825558768837102545</id><published>2007-05-22T04:13:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:58.287-08:00</updated><title type='text'>(175) Alter Ego vs Later Ego?</title><content type='html'>Antara kebingungan dan juga kemauan dari nafsuku, aku memaksa otakku untuk memilih. memilih salah satu dari dua pilihan, yang aku sendiri aku menginginkan keduanya...&lt;br /&gt;Antara dosa dan iming-iming surga, aku berpaling dari kenyataan bahwa aku adalah manusia, akal dan budiku untuk sementara mati dan yang ada hanyalah nafsu semata dalam hidupku, tubuhku haus akan belaian dan sentuhan. aku juga sangat haus akan pelukan dan kasih sayang, dan karena aku membiarkan nafsuku yang bekerja, semuanya itu terlihat dan terasa sangat nyata. aku mengingikan dosa sekarang, aku menginginkan kepuasan dunia masuk kedalam diriku.&lt;br /&gt;Sedangkan di seberang sana, norma-norma pikiranku marah dan memberontak karena tidak suka dikekang oleh nafsuku dan dia tidak rela membiarkan diriku dikendalikan oleh nafsuku. dia tidak akan pernah rela … namun norma-norma pikiran ini hanya bisa berada ditempatnya, karena untuk saat ini, aku yang menyebabkan dia berada diseberang sana, dan saat ini pikiranku berada didalam posisi kalah dan dia tidak bisa keluar karena adanya jurang yang tidak terlihat namun aku tahu norma-norma pikiranku mengetahui kalau jurang itu terasa begitu kuat.&lt;br /&gt;Dan aku kini berada didalam belenggu nafsuku, aku membiarkan diriku jatuh kedalam dosa, aku melakukan dosa-dosa itu dan menikmati setiap tindakan dosaku. dan semakin lama aku melakukan dosaku, norma-norma pikiranku semakin bersedih dan semakin bersemangat mengumpulkan tenaganya untuk memberontak, berusaha untuk menyelamatkan diriku dari kehancuran nafsuku. namun ada satu pertanyaan yang sering tidak bisa aku jawab, maukah aku melepaskan kenikmatan nafsuku ini? karena seperti yang kukatakan diawal, aku menginginkan kedua-duanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3825558768837102545?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3825558768837102545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3825558768837102545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3825558768837102545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3825558768837102545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/alter-ego-vs-later-ego.html' title='(175) Alter Ego vs Later Ego?'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3822089190582974951</id><published>2007-05-22T04:13:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:48.926-08:00</updated><title type='text'>(174) Bestioles</title><content type='html'>Sedikit demi sedikit aku menuruni dunia ini untuk melihat apa yang terjadi. aku bosan berada diatas sana, karena yang ada hanyalah kesenangan dan juga kegembiraan, aku ingin merasakan sakitnya puisi satire dan juga sedihnya suara tangisan karena aku merasa kesepian, sesuatu yang besar tercabut dari dalam jiwaku dan menyeruak keluar lewat teriakanku, namun aku tidak tahu apa yang telah tercabut dari dalam jiwaku. ironis memang, tapi itulah kenyataannya. aku meminta kepada kedua sayapku yang putih untuk terus menerbangkan aku kedalam dunia ini. dunia dimana aku sangat mengenal mereka-mereka yang masih berada dibawah sini. sayap-sayapku membawaku ke sebuah tempat sepi dimana tidak ada seorang manusia pun yang akan melihatku bersedih. dan disinilah aku berteriak sekuat tenagaku, aku adalah malaikat yang tercoret dari surga. hatiku pilu ketika aku melihat keawan, aku tidak bisa melihat surga dari sini, hanya kumpulan awan yang menghalangi surga itu. tapi aku tahu dan aku yakin surga itu tidaklah pergi kemana-mana, dia masih ada diatas sana, namun aku tidak bisa lagi kembali kesana, perlahan tapi pasti aku sendiri yang mencabuti helai-helai sayapku agar aku tidak bisa kembali terbang ke surga, setiap helai yang aku cabut memberikan rasa sakit pada kulitku, dan darah segar keluar dari kulitku, namun sakit yang aku terima didalam jiwaku terasa lebih hebat karena kesedihanku sehingga aku tidak bisa merasakan sakit fisikku. aku terus menerus mencabuti sayap-sayapku, entah sudah berapa helai sayap berwarna putih bersih dengan noda darah ditangkainya jatuh ketanah.&lt;br /&gt;Aku terengah-engah karena menahan sakit dipunggungku, aku melihat setiap helai sayap yang aku cabuti dan aku berteriak sekuat tenaga, mengutuk setiap keputusan yang aku ambil, berusaha untuk mengeluarkan semua kesedihanku, namun tetap … semua masih berada didalam jiwaku, aku seperti sebuah kandang besi yang tidak memperbolehkan apapun yang berada didalam untuk bisa keluar. bagaimana? bagaimana caranya untuk bisa mengeluarkan kesedihanku. aku menangis, aku terus menangis. dan aku kembali melihat keatas, kearah awan yang terus menerus bergerak tanpa memperdulikan aku yang berada dibawah sini. dan kini setelah aku menyadari bahwa sayapku sudah kehilangan seluruh sayapnya, aku ingin kembali ke surga, aku tidak ingin di dunia ini. tetapi sayapku sudah kehilangan semua helainya, tidak ada yang tersisa. aku tidak bisa kembali terbang ke surga, aku terjebak didalam dunia ini. bodohkah aku karena aku sendiri yang berteriak minta tolong kepada diriku? kenapa aku bisa sebodoh ini? aku ingin kembali terbang keatas sana, tolonglah aku, sayapku … terbangkanlah aku. namun sekeras apapun aku meminta dan memohon, helai-helai sayap itu masih berada diatas tanah coklat ini, dengan lunglai dan tidak tahu harus berbuat apa, aku memunguti satu persatu helai sayap itu, memeluknya dan mengeluarkan air mataku lagi …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3822089190582974951?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3822089190582974951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3822089190582974951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3822089190582974951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3822089190582974951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/bestioles.html' title='(174) Bestioles'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-774902888291892663</id><published>2007-05-22T04:12:00.003-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:40.816-08:00</updated><title type='text'>(173) Eve's</title><content type='html'>Tubuhku yang tua dan keriput ini harus berusaha melawan sinar matahari yang panas ini, aku dengan galau menatap kearah matahari, namun aku tidak sampai lima detik, aku sudah memalingkan pandanganku lepas. mataku juga ternyata sudah tidak sekuat dulu lagi. aku masih mengenakan pakaian yang sama selama berhari-hari, aku melihat kearah sekelilingku, kumpulan jiwa manusia yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing sedang berlalu lalang didepanku. mereka seperti robot yang dikejar-kejar oleh sesuatu dalam hidup mereka, namun walaupun begitu, aku ingin menjadi salah satu dari mereka. aku duduk diatas pembatas jalan yang biasanya aku duduki. aku menutup hidungku dengan kedua tanganku, pernapasanku yang sudah meredup berusaha melawan asap yang berebut masuk ke dalam paru-paruku. aku melihat puluhan, mungkin ratusan atau ribuan kendaraan yang melintasiku, namun sepertinya aku tidak ada diantara mereka, karena mereka tidak melihatku. hatiku remuk melihat kenyataan tidak ada saudara ataupun kenalanku di dalam dunia ini, umurku sudah 78 tahun. dan aku masih hidup sampai sekarang, hanya jalanan ini yang menjadi rumahku, sebentar lagi malam akan tiba, dan tahun akan memasuki tahun yang baru, aku membayangkan semarak nanti malam, puluhan ribu atau jutaan orang pasti akan memenuhi jalanan ini dengan kebahagiaan. namun apakah aku boleh mencicipi sedikit kebahagiaan itu bersama mereka? kurasa tidak, karena kebahagiaan itu sepertinya hanya milik mereka yang mempunyai 'hidup'. aku tidak mempunyai 'hidup' seperti mereka. dengan siapakah aku akan melewati malam pergantian tahun ini? aku menaikkan kain tudung pakaianku untuk menangkal sinar matahari yang menyengat rambutku, aku melihat seorang pria berbadan tegap sedang mengatur lalu lintas yang semakin padat. Aku melihat pria itu menghampiriku. "Aaah … sudah lama aku tidak berbicara dengan seseorang." pria itu menghampiriku dan berkata kalau aku harus pindah dari tempat dudukku. pria itu bahkan tidak tersenyum sedikit pun, dengan sedikit memaksa pria itu menyuruhku pindah. aku memaksa tubuhku yang renta ini untuk pindah, aku bisa merasakan tatapan orang-orang yang melihatku pindah, mereka hanya melihat, tetapi tidak melakukan sesuatu. aku hanya ingin berbicara dengan seseorang, kumohon, siapapun … ajak aku berbicara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-774902888291892663?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/774902888291892663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=774902888291892663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/774902888291892663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/774902888291892663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/eves.html' title='(173) Eve&apos;s'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4913125325736862769</id><published>2007-05-22T04:12:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:31.450-08:00</updated><title type='text'>(172) Stunless Dreams</title><content type='html'>Aku membuang lagi satu hari yang aku miliki dengan sia-sia. yah, benar. begitu sia-sia, aku tidak melakukan apapun dalam menjaga hari-hariku, tubuhku sendiri melawan pikiranku yang selalu terjaga dengan lelapnya. aku hanya terus menerus membuang setiap detik waktu yang aku miliki. Untuk apa? dan kenapa? aku tidak tahu. putus asakah aku? sebegitu tidak berdayakah aku? kemana waktu yang terasa begitu cepat berlalu? karena sekarang aku merasa waktu begitu lambat berjalan. Kemanakah aku akan membawa hidupku? apakah aku akan terus menerus membuang waktu yang aku miliki? akankah aku membuang hari esok sama seperti hari ini? aku terus membuang detik-detik, menit demi menit dalam hawa nafsuku. Sial! aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat, sepertinya semua berjalan diluar kendaliku. ha ha ha… kendaliku? begitu sombong ucapanku … sejak kapan aku bisa memegang kendali akan sesuatu? bagaimana aku bisa mengendalikan sesuatu kalau jiwaku sendiri berteriak, memberontak, meminta untuk diteduhkan. aku selalu berkata didalam kepalaku, "kau harus melakukan sesuatu." kata-kata itu terus menerus kuucapkan dalam pikiranku, berharap agar kata-kata itu dapat memaksa tubuhku melakukan apa yang ingin pikiranku katakan. tetapi percuma, aku tetap saja tidur dalam lamunan dan mimpiku, mimpi-mimpi itu terasa begitu indah sehingga membuatku enggan untuk bangun dari tidurku. yah, aku terus menerus terlelap dalam mimpi-mimpiku yang tidak berguna. Tuhan, apa yang harus aku lakukan dalam menjaga waktuku? apa yang harus aku lakukan? aku sudah sangat putus asa ya Tuhanku. Jiwaku berteriak meminta pertolongan, namun apa yang aku lakukan? aku terus menerus tidur dalam mimpiku sehingga aku tidak bisa mendengar suaraMu. Kemanakah waktu yang terus berjalan akan membawaku? apakah aku masih bisa menyelamatkan waktuku? apakah masih ada cara untuk terbangun dari mimpi dan hawa nafsuku? aku ingin agar hari-hari yang aku miliki tidak lagi terbuang dengan sia-sia. aku ingin melakukan sesuatu! Sial! Bangun! Bangun … Bangunkan aku dari mimpiku … Kumohon…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4913125325736862769?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4913125325736862769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4913125325736862769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4913125325736862769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4913125325736862769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/stunless-dreams.html' title='(172) Stunless Dreams'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1914705261780596837</id><published>2007-05-22T04:11:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:20.641-08:00</updated><title type='text'>(171) Inherit of The Sun</title><content type='html'>Engkau merasa semuanya sama? sama seperti beberapa waktu lalu, atau sama seperti hari kemarin? maka ada satu kata yang ingin aku katakan kepadamu! kata itu adalah "bodoh!". ya, bodoh adalah kata yang tepat untuk dirimu sekarang. kenapa engkau bisa mengatakan hari ini sama seperti hari-hari kemarin? biar aku beritahu sesuatu kepadamu, matahari selalu terbit ditimur dan terbenam dibarat, tetapi lihat. semua yang engkau lakukan tidaklah sama seperti yang engkau lakukan beberapa waktu lalu, atau seperti kemarin. walaupun engkau melakukan hal yang sama, semuanya tidaklah sama persis. engkau bangun pagi hari di waktu yang berbeda dengan kemarin, engkau mengenakan pakaian yang berbeda dengan kemarin, engkau memakan makanan yang berbeda dengan kemarin, engkau melangkahkan kakimu dengan jalan dan perasaan yang berbeda dengan kemarin, engkau bernapas dan berpikir dengan pikiran yang berbeda dengan kemarin, dan masih banyak laginya. kertas yang aku gunakan tidak akan cukup untuk mengatakan semuanya kepadamu, jadi, bagaimana engkau bisa mengatakan hidupmu sekaran sama seperti kemarin? betapa bodohnya engkau. ya, aku mengatai engkau. engkau yang sedang membaca kata-kataku. tidakkah kamu mengerti? kamu harus berjalan, terus berjalan. jangan menyerah! jangan ragu … teruslah berjalan, teruslah hidup. jangan menyesali apapun keputusan yang telah engkau ambil. aku tahu hidup ini adalah permainan pengambilan keputusan, dan setiap keputusan yang salah akan menjadi bantalan untuk dirimu agar bisa mengambil keputusan yang benar. jangan buang mukamu menghadap kearah lain kalau engkau salah, jangan tundukkan kepalamu kalau engkau berbuat salah, tetapi pandanglah semua itu dan tegakkan kepalamu, dan dengan beranilah engkau mengatakan engkau salah dan siap menanggung akibat kesalahanmu dengan harapan engkau tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. aku disini mendukungmu. aku ingin melihatmu hidup dalam kepastian, bukan dalam kebimbangan. ayo, susun lagi rencana-rencana hidupmu, jangan sia-siakan hidupmu, mungkin engkau bosan dengan hidupmu atau bosan dengan segala tindakan yang engkau selalu lakukan, tetapi belajarlah dari matahari, setiap hari dia selalu terbit di timur dan tenggelam di barat, dan dia tidak pernah mengeluh. mungkin dia ingin sesekali terbit di utara atau terbenam di tenggara, tetapi dia tahu resiko yang dia ambil, banyak kehidupan yang bergantung kepada dirinya. dia harus melakukan tugasnya, sama seperti dirimu, angkat kepalamu, lihat langit yang berada diatasmu, langit yang melindungimu dari debu-debu angkasa, memang langit tidak selalu indah, tetapi dalam ketidakindahan langitlah engkau bisa belajar banyak. janganlah lagi menundukkan kepalamu, aku bersamamu. aku ingin memberikan kedua tanganku untuk mendongakkan kepalamu saat engkau tertunduk. berjalanlah tegak dan lihatlah kearah masa depan. masa depan yang lebih baik, kita bersama, dan akan selalu bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1914705261780596837?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1914705261780596837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1914705261780596837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1914705261780596837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1914705261780596837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/inherit-of-sun_22.html' title='(171) Inherit of The Sun'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-3794136169500615069</id><published>2007-05-22T04:10:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:11.724-08:00</updated><title type='text'>(170) Loneliness</title><content type='html'>Benarkah aku masih hidup? benarkah aku masih bernapas? benarkah udara yang kuhirup masuk kedalam paru-paruku dan mengisi hidupku? karena sekarang paru-paruku terasa sesak, terasa sangat sempit. air mataku keluar bercucuran dengan lancar. kemana saja waktu yang telah kuhabiskan selama ini? apakah aku menghabiskan waktuku dengan benar? atau aku malah menghabiskan waktu yang aku punya dengan sia-sia… hatiku terasa sesak, sungguh sesak. untuk mendongakkan kepalaku saja terasa sangat berat, bahkan untuk melihat dan mencari sedikit sesuatu yang bisa menjadi semangatku saja aku tidak bisa. kemana waktu yang aku punya? aku merasa waktu yang kupunya semakin cepat berjalan, tidak … aku salah, mereka tidak berjalan, tetapi berlari. hatiku masih terasa sesak, dan aku merasa ruang hidupku semakin menyempit, kemana teman-teman dan juga musuh-musuhku? kemana semua orang? kenapa aku merasa begitu kesepian disini? mataku perih karena sadar waktu telah berjalan begitu cepat, tetapi tetap aku merasa kesepian disini. yang ada hanyalah kumpulan nomor-nomor yang sudah banyak namun tidak lagi bertambah, akankah hidupku seperti ini? dalam kesepian? dalam kegalauan dan ketidakpastian? apakah aku tidak akan bisa mendongakkan kepalaku keatas untuk melihat seberkas harapan? setiap pagi aku membuka mataku, yang ada hanyalah ketakutan akan rasa sepi yang mengurung jiwaku, betapa kejamnya sesuatu yang bernama kesepian. tubuhku lemas dan tidak tahu harus berbuat apa dalam kesepian, segala hal yang aku lakukan seakan tidak berguna dan semakin membuat waktu terasa semakin cepat berjalan dalam ketidakbergunaan. Apakah aku salah memperlakukan hidupku seperti ini? apakah aku salah berpikir seperti ini? apakah dengan menulis kata-kata ini, aku juga salah? atau dengan inilah aku benar? kemana orang-orang yang pernah bersamaku? kemana tawa yang pernah keluar bersama-sama denganku? kemana waktu yang terasa begitu menyenangkan? apakah semuanya sudah pergi meninggalkan aku? atau apakah aku yang meninggalkan mereka?&lt;br /&gt;Aku melihat kearah telapak tanganku, seharusnya jari-jari ku menggenggam tangan orang lain, tetapi tidak ada tangan orang lain yang bisa kugenggam. harusnya jiwaku bisa merengkuh hati orang lain, tetapi tidak ada hati lain yang bisa kurengkuh. seharusnya mulutku berbicara dengan orang lain yang mendengarkan, tetapi tidak ada orang lain yang mendengarkan, kemana orang-orang? kemana teman-temanku? kemana hidupku? kearah mana aku berjalan sekarang? kakiku tidak lagi mau melangkah ataupun bergerak mundur, mereka hanya diam. aku tidak memperintahkan mereka untuk tidak bergerak, aku memerintahkan diriku untuk mengambil keputusan untuk mundur, atau bergerak maju. namun mereka tetap diam. aku menutup mataku dan memikirkan semua, yang telah kulakukan dan yang aku lakukan. dan aku menangis, benar-benar menangis. aku berharap air mata yang aku keluarkan juga ikut mengeluarkan beban ini, beban ini terasa begitu berat. apakah aku akan kesepian seperti ini? aku belumlah berada didalam dunia ini separuh umurku, namun kesepian seakan sudah merajai diriku beratus-ratus tahun lamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-3794136169500615069?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/3794136169500615069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=3794136169500615069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3794136169500615069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/3794136169500615069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/inherit-of-sun.html' title='(170) Loneliness'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-4633813376175197722</id><published>2007-05-22T04:09:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:21:02.652-08:00</updated><title type='text'>(169) Sacred Fuse</title><content type='html'>Didalam kepalaku terdapat banyak sekali lubang-lubang yang tidak terlihat, mereka menggerogoti pikiranku, mencengkram setiap jalan yang berusaha aku gali, dan mereka semakin mencengkram setiap apapun yang aku pikirkan, semua yang seharusnya berjalan baik menjadi jahat karena lubang-lubang itu mempengaruhi pikiranku. lubang-lubang itu penuh dengan segala hawa nafsuku, aku tidak tahu harus berbuat apa, karena manusia tidak bisa menolongku, mereka tidak bisa melihat lubang-lubang itu, meskipun setiap manusia memilikinya, oleh karena itu aku meminta kepada Tuhan agar Dia mau memberikan kekuatan kepada diriku yang lemah ini untuk bisa mengalahkan lubang-lubang tersebut dan Tuhan memberikan aku sekrup-sekrup yang dapat menutup setiap lubang itu, sekrup-sekrup itu berbeda-berbeda bentuknya dan setiap sekrup didesain sama besarnya dengan setiap lubang yang ada didalam pikiranku, Tuhan menyuruhku untuk menutup lubang-lubang itu dengan setiap sekrup yang Dia berikan kepadaku, dan aku patuh kepadaNya, karena aku percaya kepadaNya. Aku menutup lubang-lubang itu dengan setiap sekrup yang aku punya. tetapi sangatlah susah untuk bisa menutup lubang-lubang itu, mereka seakan tahu kalau mereka akan ditutup. mereka memberontak, memasukkan satu senti sekrup itu kedalam lubang-lubang itu, bagaikan mengebor sesuatu yang sangat kuat dengan jarum. mereka terus melawan, dan pada akhirnya pada suatu saat (yang setelah aku sadari ternyata lama sekali.) sekrup-sekrup itu tertanam menutupi lubang itu, dan aku mulai bisa berpikir jernih, bisa berjalan tanpa ketimpangan. tetapi lubang-lubang itu masih ada, tidak hilang. mereka terus memaksa keluar, dan mereka terus memutar sekrup itu agar terlepas. Tuhan pernah berkata kalau aku harus terus menerus menjaga sekrup itu dan jangan biarkan lubang-lubang itu mempunyai kekuatan untuk bisa berbalik melawan. kini banyak sekali sekrup yang mulai sudah terlepas, karena aku tidak menjaga sekrup-sekrup itu, kesombonganku menjadikan aku lupa akan waktu dimana aku sungguh tidak berdaya, waktu dimana aku secara pribadi yang meminta pertolongan kepada Tuhan, namun seperti kebanyakan manusia, setelah Tuhan menolongku, aku sama sekali lupa kepadaNya. dan kini setelah banyak sekrup yang sudah terlepas, dan lubang-lubang itu semakin membesar, aku kembali lagi ke Tuhan untuk meminta pertolongannya, aku malu, yah, aku merasa sangat malu kepada Tuhan. dan aku sendiri tidak yakin apakah aku bisa menutup lubang-lubang itu secara total dalam pikiranku? karena aku sendiri sebenarnya menyukai lubang-lubang itu, aku menyukai hawa nafsuku. antara benci dan cinta aku harus memilih, ingin rasanya memiliki keduanya karena keegoisanku sebagai manusia. tetapi Tuhan memintaku untuk memilih, aku memilih menutup lubang-lubang itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-4633813376175197722?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/4633813376175197722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=4633813376175197722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4633813376175197722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/4633813376175197722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/sacred-fuse.html' title='(169) Sacred Fuse'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-9053272204226548087</id><published>2007-05-22T04:07:00.001-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:53.830-08:00</updated><title type='text'>(168) F.U.T.U.R.e</title><content type='html'>Setiap butir udara yang aku hirup sekarang mempunyai sebuah pesan, setiap bunyi yang telingaku dengar mempunyai sebuah makna, setiap suara yang dihasilkan oleh semua yang ada di dunia mempunyai arti, tidakkah begitu gila, dimana setiap kita hidup di dunia yang penuh sesak dengan informasi dan teknologi? dimana setiap darah yang mengalir di tubuh kita tidaklah lagi segar dan sehat, tetapi sudah rusak dengan berbagai zat yang mematikan untuk diri kita? tidakkah kita sadar? ataukah kita sadar namun tidak peduli? setiap serat optik dan serat kabel yang ada di dunia lebih dari cukup untuk merusakkan setiap sendi kehidupan kita, dimana mereka mengincar setiap segi kehidupan kita setiap saat, semua yang kita kerjakan, semua yang kita lakukan adalah makanan bagi mereka, para parasit teknologi … apa yang telah kita lakukan sehingga informasi itu terus menerus mengejar kita? apa yang telah kita lakukan hingga kita tidak bisa lagi tidur dengan lelap dan tenang? setiap mimpi yang dihasilkan oleh kita adalah satu-satunya hasil karya imajinatif yang secara murni dihasilkan oleh pikiran kita, selebihnya adalah sampah, seperti sebuah tumpukan berkas-berkas yang tidak terpakai dan siap untuk dibakar, kemanakah kita akan membawa kehidupan ini? ke masa depan yang cerah! yah,  itu adalah jawaban yang pasti diucapkan oleh setiap manusia yang kutanya, namun seperti apakah masa depan yang cerah itu? tidakkah kita tahu kalau kita mengorbankan banyak sekali hal untuk sebuah amsa depan yang katanya cerah itu? betapa banyak orang meninggal karena sakit setiap harinya? betapa banyak perang yang terjadi di belahan dunia ini demi hanya untuk mengejar satu kata yaitu damai, betapa banyak pohon yang dirusak setiap detiknya, betapa banyak manusia yang menjual dirinya demi uang, apakah semuanya masih belum cukup atau malahan belum sama sekali cukup dikorbankan untuk kata masa depan yang cerah itu? apakah masa depan yang cerah itu harus didapatkan dengan membuang masa lalu yang kelam? apakah setiap kita akan hidup di masa depan dimana kita semua saling tidak mengenal, kita hanya berkomunikasi lewat serat optik dan serat kabel? apakah pada saat kita tua, kita tidak akan mempunyai siapa-siapa di samping kita, yang kita punya hanyalah sebuah daftar panjang nomor-nomor orang yang tidak kita ketahui? betapa gilanya hidup di dunia teknologi itu … akan seperti itukah masa depan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-9053272204226548087?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/9053272204226548087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=9053272204226548087' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9053272204226548087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/9053272204226548087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/future.html' title='(168) F.U.T.U.R.e'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-7052037816133150972</id><published>2007-05-22T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:44.386-08:00</updated><title type='text'>(167) Inkle</title><content type='html'>Bersandar dalam bayangan hidup dirinya, aku selalu berjalan di balik gelapnya beyangan dirinya, entah bagaimana aku bisa terus menerus bisa bertahan dalam perjalananku ini, aku sendiri bingung, namun aku tahu kalau aku harus kuat, karena aku harus terus menerus berjuang untuk hidup, hidupku bukanlah sesuatu yang berharga namun aku tahu hidupku pasti ada artinya, tetapi kadang keyakinanku ini terbuyarkan oleh bayangan dirinya, entah kemana aku harus melangkah kadang, entah kepada siapa aku harus mengeluh kadang, karena kemanapun dirinya, aku akan terus mengikuti jejak hidupnya, berapa banyaknya aku mengeluh, itu tidak akan berguna, pertama kali aku berjalan didalamnya, aku merasakan sebuah kenyamanan didalamnya, namun setelah sekian lamanya aku bersamanya, hanya ketidaknyamanan dan juga bertubi-tubi rasa takut yang aku rasakan, kemanakah rasa nyaman yang pernah aku rasakan itu? apakah semuanya sudah mati dan menghilang tanpa jejak, meninggalkan diriku, sama seperti aku meninggalkan jasadku yang tertinggal disana? entahlah, kadang semua terasa seperti sebuah karma ketika aku berpikir, tetapi percuma saja aku memikirkannya karena sekeras apapun aku berpikir, aku akan terus berada didalam bayangannya.&lt;br /&gt;Gelak tawa hidupku bergelora menempuh perjalanan bayangan ini, tidak, aku tidak mempunyai tempat tinggal, semua yang kusentuh pastilah menghilang dan semua yang kupikirkan bagaikan jerat benang yang semakin mengikat keras diriku, aku tidak ingin berada disini, aku tidak ingin memikirkannya, tidak, aku ingin pulang, tetapi bagaimana caranya aku pulang, kalau aku sudah pulang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-7052037816133150972?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/7052037816133150972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=7052037816133150972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7052037816133150972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/7052037816133150972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/inkle.html' title='(167) Inkle'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-1522351344586043893</id><published>2007-05-22T04:05:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:34.128-08:00</updated><title type='text'>(166) Violis Cunae</title><content type='html'>Yang kulihat dalam kehidupanku hanyalah kebosanan, hanyalah sebuah hal yang diulang dan diputar berkali-kali, tidak bisa dan tidak ada kata maju atau mundur, semuanya sama, abu-abu, tidak hitam, tidak putih, dimanakah aku? apakah akal sehatku dikalahkan oleh halusinasiku? apakah otakku sudah berhenti bekerja dan digantikan oleh otak orang lain? apakah kemampuanku menghilang dan digantikan dengan kemampuan orang lain? siapakah aku? aku bahkan tidak mengenal lagi diriku. Bagaimanakah aku yang dulu? aku tidak tahu… semuanya sama, masih abu-abu, ruangan ini juga tidak berubah, masih sama, dengan segi dan garis di setiap tepinya, menambah kebosanan yang aku rasakan, ruangan ini masih terkunci karena aku malas untuk membukanya, tidak ada artinya hidupku ini, tidak ada sesuatu yang membuatku merasakan artinya hidup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gelap… gelap… dimanakah aku? kenapa terasa sangat dingin? kenapa tidak ada yang memberikan aku kehangatan? kenapa tidak ada yang memelukku? kenapa tidak ada yang membelaiku? siapakah aku? dimanakah aku? aku hanya merasakan dingin… dingin sekali, kenapa aku disini? ayah? ibu? dimana kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanganku sendiri sudah merasakan kebosanan yang amat sangat, mungkin akan lebih baik kalau aku memotong lenganku ini dan menyimpannya di almari sebagai kenang-kenangan dari tubuhku, mungkin akan lebih baik aku memotong kakiku dan memajangnya di dinding agar aku bisa melihatnya terus menerus dan menambah sedikit warna dalam kebosanan ini, Tuhan… Hmphh.. Tuhan itu tidak ada, tidak ada dalam sedetikpun kehidupanku, dia tidak pernah mendengarkan aku, dan aku juga tidak tahu apakah Dia ada… apa yang harus aku lakukan sekarang? ah.. aku tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;masih gelap disini, aku bisa merasakan tangan dan kakiku bergerak, namun aku tidak bisa melihat apa-apa, dimanakah aku? Tuhan, engkau adalah penciptaku, engkau adalah pembuatku, aku tidak tahu aku berada dimana, karena aku tidak bisa melihat, tubuhku pun tidak bisa terlalu banyak bergerak, apakah aku akan segera melihatmu lagi, Tuhan? apakah itu benar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilauan yang terpantul dari pisau itu menarik perhatianku, kenapa baru sekarang aku tersadar kalau pisau itu begitu menarik, yah, aku merasakan sensasi yang amat sangat, hmm.. apa yang bisa aku lakukan dengan pisau ini? apakah aku jadi memotong kakiku? apakah aku akan memotong tanganku? tidak..tidak… mungkin akan lebih seru dan menarik kalau aku menggorok leherku sendiri, karena aku BOSAAAAN dengan hidup keparatku ini, sial! kenapa aku bisa jadi seperti ini? kenapa aku harus melewati ini semua? SIAAALLL! kenapa aku? kenapa? aku butuh… butuh udara segar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya aku membuka pintu kamarku, entah sudah berapa lama aku tidak berada diluar, semua tetap sama, membosankan! mmm… apa itu? sebuah keranjang rotan, siapa yang menaruhnya disana? apa itu? ba… bayi? bayi siapa ini? anak siapa ini? kenapa ada disini? huup… hey, lihat dirimu, tergeletak disana sendirian, kenapa kamu disini, manis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mmm? untuk pertama kalinya aku merasakan sentuhan, untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan, untuk pertama kalinya aku mendengar suara, siapakah yang memelukku? siapakah yang membelai-belai rambutku sekarang? apakah kamu, ayah? atau apakah ini kamu, ibu?&lt;br /&gt;Oohh..betapa bahagianya aku, aku tetap tidak bisa melihatmu, ingin rasanya bisa membuka mataku, namun aku tidak tahu bagaimana caranya… tidak apa-apa, biarkan kebahagiaan ini menjadi milikku untuk sekarang… terima kasih Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keparat! siapa bajingan yang tega menelantarkan bayi malang ini…sstt…sstt..tenanglah, kau aman bersamaku, tenang … &lt;br /&gt;Tanganku menyentuh kulitnya yang halus, mukanya yang polos, jujur, bibirnya yang tersenyum, hei lihat, dia menguap, belum ada giginya, hahaha…lucu sekali, siapakah kamu, nak? siapakah kamu? lihat jendela itu… tidakkah pemandangan itu indah, nak? setiap lampu di kota ini begitu indah bukan? lihatlah itu… kamu tertidur, nak? sstt.. aku disini, tidurlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhan, aku tidak mengerti sepatah katapun apa yang ayah atau ibu katakan kepadaku, namun walaupun begitu, aku senang, aku senang karena aku bisa merasakan kehangatan dan juga ada rasa kasih sayang saat dia menyentuhku, tetapi aku mengantuk, Tuhan, apakah aku setidakberdaya itu? aku lelah, aku juga mengantuk… sungguh mengantuk, aku berharap saat aku bangun, ayah atau ibu akan terus berada didekatku, karena aku takut akan hilangnya kehangatan dan cinta ini,Tuhan. maukah Kamu mengabulkan ini untukku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oohh..tidak! apa yang telah aku lakukan? apa yang telah aku pikirkan selama ini? apa yang telah aku kerjakan selama ini? Bagaimana aku bisa seegois ini? bagaimana aku bisa dengan mudah menghabisi hidupku sendiri, sementara anak ini berjuang keras untuk bisa hidup? bagaimana bisa aku menghabisi hidupku sendiri hanya karena bosan? siapakah aku? siapakah aku untuk bisa menghakimi hidupku sendiri? Siaaaaaaaal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-1522351344586043893?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/1522351344586043893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=1522351344586043893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1522351344586043893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/1522351344586043893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2007/05/violis-cunae.html' title='(166) Violis Cunae'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115321242791425572</id><published>2006-07-18T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:24.560-08:00</updated><title type='text'>(165) Vinniota War</title><content type='html'>suka tidak suka, aku akan tetap berada disini, akan selalu berada disini, kalau aku sendiri tidak berusaha untuk keluar, yang kubutuhkan hanyalah meluangkan sedikit waktu yang aku punya untuk mencari jalan keluar atau mungkin meluangkan sedikit waktuku untuk membuat jalan baru, meskipun aku harus mencakar tembok-tembok itu untuk bisa keluar, namun apakah semuanya akan terbuka pada saatnya? karena aku sedang berusaha merubuhkan tembok itu dengan cakar-cakar hidupku, tetapi semakin aku berusaha, semakin aku merasa semuanya tetap berada ditempatnya..ilusi-ilusi itu selalu ada disana, menghantui, selalu berkata kalau aku tidak akan pernah bisa keluar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengarkan dengan seksama, maka bunyi-bunyi itu berasal dari genderang perang didalam pikiranmu, semakin engkau berusaha, mereka semakin keras memukul genderang itu, apakah menyemangatimu? ataukah malah membuatmu jatuh, aku tidak tahu, namun satu hal yang pasti, suara itu ada disana, mendengarkan dirimu, mendengarkan hatimu...tidak peduli engkau mau bermain bodoh atau pura-pura tidak tahu, telingamu mendengarkan suara itu dengan seksama juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidakkah semuanya terasa ringan seperti bulu yang dilepas ke angin? tidakkah hidup kita benar-benar seringan itu? apakah semuanya hanya ada didalam pikiran kita? apakah memang hidup ini yang ringan? atau kitalah yang membuat seolah-olah hidup ini terasa berat? tetapi tetap, suka tidak suka, kita akan berada disini, dan aku juga berada disini, mendengarkan suara tawa tembok-tembok itu, mereka mentertawakan aku, seakan-akan mengejekku, berkata kalau aku tidak akan pernah bisa keluar dari sini dan cakaran-cakaranku tidak bisa melukai mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;genderang-genderang perang itu semakin terdengar, senada dengan denyut jantungku, berdetak semakin keras, semakin cepat, dan dalam hitungan jantungku itulah aku mencakar tembok-tembok itu lebih keras, lebih cepat, lebih bersemangat, ketika nafasku habis, hanya rasa capai yang bisa kurasakan, tetapi tembok itu tetap disana, berdiri kokoh, tanpa terluka sedikitpun, hanya ada bekas-bekas cakaranku saja yang terlihat disana, tetapi tetap tidak bisa merobohkan tembok itu, rasa sakit jemariku kalah dengan sakit di lubuk hatiku, sakit karena aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, apalagi yang harus aku katakan... apakah aku harus mencoba lagi esok? ataukah aku tidak perlu lagi mencobanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115321242791425572?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115321242791425572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115321242791425572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115321242791425572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115321242791425572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/07/vinniota-war.html' title='(165) Vinniota War'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115224565366709314</id><published>2006-07-06T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:15.668-08:00</updated><title type='text'>(164) Blood and Tears!</title><content type='html'>setiap malam aku menangis, tanpa tahu apa yang aku tangisi, ketika setiap butir air mataku yang keluar dari sisi mataku kutampung dalam sebuah mangkuk yang bercampur dengan darahku, mereka bercampur dan berbicara seakan membersihkan dosa-dosaku selama ini, tapi terlalu banyak darah yang aku keluarkan daripada air mataku, aku tidak kuat untuk menangis lagi, karena aku tidak tahu lagi apa yang harus kutangisi, semuanya mengapung, lepas dan juga memberikan kepasrahan kepada kehidupanku, terasa begitu enteng pada saat aku menundukkan kepalaku dan mengeluarkan air mataku, tetapi terasa begitu berat untuk mengangkat kembali kepalaku, seakan-akan tengkorak leherku terjaga oleh pen besi yang bisa mematahkan setiap senti dari tengkorak kepalaku, dan terasa begitu letih untuk mencoba mengangkat kepalaku, karena aku tahu beban yang akan kutanggung akan lebih berat, lebih menyiksaku ketika aku bisa mengangkat kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tanganku pun bergeser dengan tidak sengaja dan menjatuhkan mangkuk yang ada dihadapanku, warna putih bening dan merah itu bercampur menjadi satu, meskipun warna merah itu lebih dominan, dan aku menundukkan kepalaku untuk menjliat tumpahan darah dan air mataku, itu adalah kehidupanku, hidungku melawan, memberontak, menahan bau amis dan juga asin yang dieluarkan oleh darah dan air mataku, namun lidahku tidak mau berhenti untuk terus menjilat tumpahan itu, dan tanpa aku sadari, aku menangis pada saat aku menjilat tumpahan itu, menangis karena aku merasa kehidupan ini begitu amis, bau, asin, tanpa rasa manis disekelilingnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua darah dan air mata dilantai itu sudah masuk kembali kedalam mulutku, dan turun kedalam tubuhku, namun goresan-goresan ditangan dan tubuhku terus mengeluarkan darah itu, aku berlutut diatas tanah yang lantai yang lembab dan dingin ini, meregangkan kedua tanganku, dan memeluk diriku sendiri, menekan keras tubuhku, sehingga darah-darahku itu terus menerus keluar, dan aku masih tetap menunduk kebawah dan terus menangis, masih tanpa mengerti kenapa aku harus terus menangis, rasa sedih ini terus menyelimuti lembut tubuhku, membuat aku merasa malas untuk melepaskan pelukan diriku ini..tetap tidak ada suara dan cahaya dari atas sana, didalam hati kecilku, aku ingin bisa melihat keatas sana, menatap kosong keatas, tetapi tidak ada alasan untuk diriku untuk menatap keatas, untuk apa aku mematahkan tulang leherku untuk bisa menghadap keatas? aku sendiri tidak yakin kalau ada apa-apa diatas sana..bagaimana aku salah mengambil keputusan? bagaimana kalau aku memutuskan untuk menatap keatas namun ternyata tidak ada apa-apa diatas sana? karena apabila aku sudah berani menatap keatas, maka tulang leherku akan patah dan aku akan terus menatap keatas, tidak bisa melihat kebawah lagi, jari-jari tanganku menggeram, menggerutu, menyuruhku untuk menahan rasa sakit yang diakibatkan oleh goresan-goresan ditangan dan tubuhku, memberontak, meminta untuk lepas dari tubuhku...atas atau bawah? apa yang harus aku pilih..&lt;br /&gt;aku bertanya-tanya, apakah akan ada jawaban yang kucari kalau aku berani menatap keatas? atau hanyalah ilusiku saja yang berkata kalau diatas ada sebuah jawaban?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115224565366709314?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115224565366709314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115224565366709314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115224565366709314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115224565366709314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/07/blood-and-tears.html' title='(164) Blood and Tears!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115156744203738452</id><published>2006-06-29T00:36:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:20:07.117-08:00</updated><title type='text'>(163) Flight to Fight</title><content type='html'>dari semua tindakanku selama ini, adakah tindakanku yang benar? dari semua perkataanku selama ini, adakah perkataanku yang benar? dari semua apa yang telah aku lakukan, adakah tindakanku yang benar? apakah aku sudah melakukan hal-hal yang benar selama ini? aku tidak tahu, penilaian dan nilai yang aku dapat adalah sebuah hasil yang hanya bisa aku rasakan, tidak bisa kusebut secara gamblang, tetapi pemikiranku memberikan sinkronisasi pikiran...aku butuh waktu sebentar untuk berhenti berjalan, aku butuh waktu untuk melihat sebentar ke belakang tentang apa yang telah aku lakukan, aku harus mengecek semuanya..tetapi apabila aku melihat ke belakang, aku merasakan kesedihan dan kepahitan, mungkin karena hati nuraniku meraung dan bersedih akan semua tindakanku... satu dua kata yang kudengar telah menyebabkan pikiran dan jiwaku terhentak begitu kuat sehingga aku tidak kuat untuk berjalan...dan ada sesuatu yang menyebabkan aku ingin terdiam, termenung, ingin melihat semuanya ke belakang sebelum aku memulai langkahku yang baru, tetapi jiwaku terisak-isak akan semua yang telah aku lakukan, penganiayaan, kebohongan, pencurian, kemunafikan, ketidaktahuan, keegoisan, kelicikan, ingin rasanya aku menghapus semua itu dan menggantikannya dengan yang baik-baik saja..tetapi itu semua adalah bagian dari diriku dan bagian dari diriku, bagaimana bisa aku menggantikan diriku sendiri? sudah cukup aku menatap ke belakang, karena aku tahu hanyalah kegelapan yang ada dibelakangku dan dia masih mengejarku, kini aku harus melihat ke depan, tetapi terlalu banyak jalan dan juga cabang yang ada didepanku, bagaimana aku tahu ini adalah jalan yang benar, dan ini adalah jalan yang harus aku tempuh? bagaimana aku tahu kalau jalan yang kuambil tidak akan memotong jalan orang lain, dan aku takut kalau aku mengambil salah satu dari jalan itu, aku akan kembali ke kegelapan...bagaimana caranya untuk tidak bisa kembali kesana? karena aku tidak ingin membiarkan jiwaku menangis lagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115156744203738452?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115156744203738452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115156744203738452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115156744203738452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115156744203738452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/flight-to-fight.html' title='(163) Flight to Fight'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115131016410883487</id><published>2006-06-26T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:19:57.737-08:00</updated><title type='text'>(162) Incronualistic</title><content type='html'>tembusan dan tebusan itu sama saja untukku, mereka sama seperti jalur dan lajur yang saling bertabrakan dari utara dan selatan, sama selarasnya seperti kiri dan kanan, sama pentingnya seperti atas dan bawah, namun perbedaannya hanya pada di titik tengah, yah, ketika rasa bosan yang mengikuti dirimu selama ini tergantikan dengan rasa kusam yang kurang lebih sama seperti pasir yang masuk kedalam gelas itu, dan mereka akan menyebut pasir-pasir itu sebagai "waktu", setiap pasir adalah bagian dari waktu itu, dan waktu itu adalah bagian dari hidupku, dan hidupku adalah bagian dari cerita, dan cerita ini adalah kumpulan dari riwayat, daftar yang sedang disusun.&lt;br /&gt;Kadar dan kabar keadaan yang kuterima tidak lebih baik dari pembantaian hewan ditempat pembantaian, suara dan jiwa yang kudengar tidak lebih dari pembersihan suku dan ras di daerah sana, perlakuan dan kelakukan mereka juga sama jahanamnya seperti rasa pesimistis yang ada didalam batinku. setiap keterlambatan kata yang keluar dari mulutmu, sama seperti percepatan waktu yang seakan ditabung untuk beberapa saat, dan ketika tanganku dan tangan mereka bertemu, maka yang terjadi adalah kesatuan, dimana yang menyatu tidak hanya sentuhan-sentuhan secara fisik, namun juga kesatuan dosa-dosa yang abadi dan kekal... kata-kata ini aku yakin sangatlah susah dimengerti oleh dirimu, karena aku sendiri tidak menyanggupi dan tidak memberikan janjiku untuk bisa menulis kata-kata ini, terlalu banyak kata yang terbuang percuma, karena didalam pikiranku sendiri, hanya ada beberapa kata aktif dan ribuan kata pasif, dimana ular yang selalu melingkar dibahuku? dia yang selalu membimbingku dikala aku kehabisan kata-kata, dan setiap kata bimbingan itu akan membuatku kaya kembali, kaya dalam arti budi dan akal...&lt;br /&gt;gelap dan terang adalah permainan diriku sehari-hari, aku adalah pemegang saklar senter yang bisa dengan seenaknya menekan gelap atau terang, semua cahaya itu keluar begitu cepat, sesuai dengan kehendakku dimana aku menginginkan semuanya serba cepat, dan siapa lagi yang tercepat kalau bukan suara-suara itu, suara-suara yang keluar dari dalam lubuk hatiku yang menangis, dengarlah, dia sedang menangis, meratapi, merenungi, membuang kepedihan yang ada didalam diri dan didalam jiwanya, menggantikan satu sisi yang terbuang dari dalam sana, menggantikannya dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa dan bagaimana menyebutnya, karena aku sendiri tidak pernah mengetahui kalau perasaan itu ada, dan tetap menemaniku hingga sekarang, dan setiap kalimat yang terdengar adalah cobaan untuk diriku menolaknya, dan setiap kalimat yang keluar adalah godaan untuk birahiku, dan aku menjadi semakin mendekat dengannya, tidak lebih indah daripada pemandangan surgawi dan tidak lebih buruk dari peperangan yang terjadi beberapa tahun lalu, namun aku ingin mendengarnya lagi, namun jauh didalam sana, aku tidak ingin mendengarnya lagi, karena aku percaya, kata-kata dan perasaan itu adalah penipu, jadi aku ingin sekali bisa menipu perasaan penipu itu, namun siapa dan bagaimana caranya? bagaimana aku bisa mendekat kedalam suara itu, kalau suara itu ada didalam perasaanku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115131016410883487?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115131016410883487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115131016410883487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115131016410883487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115131016410883487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/incronualistic.html' title='(162) Incronualistic'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115096422767339353</id><published>2006-06-22T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:19:48.078-08:00</updated><title type='text'>(161) Coz Nosh Aboite</title><content type='html'>bagaimana aku bisa menghilang darimu, ketika dirimu adalah udara yang kuhirup, engkau adalah air yang kuminum, makanan yang kulahap, engkau adalah siang yang tidak bisa kutolak, engkau adalah malam tempatku berteduh, beritahu bagaimana aku bisa tidak terlihat olehmu, karena aku terlalu malu untuk bertemu denganmu, aku adalah debu kotor yang mudah terombang-ambing oleh kencangnya angin, aku adalah busur panah dimana bulu panahku sudah tersobek oleh kerasnya batu, dan arah yang kutuju tidaklah menentu dan tidak jelas, siapakah aku untuk bisa bertemu denganmu? siapakah aku hingga aku pantas untukmu? tetapi engkau mengangkatku dari angin yang kencang itu, engkau membersihkan aku dari debu, engkau membasuh lukaku dengan air yang segar itu, dan engkau memelukku seakan aku adalah saudaramu, bagaimana aku bisa pergi darimu kalau engkau memang sebaik itu kepada diriku?&lt;br /&gt;apa yang telah aku lakukan selama ini? hanya prosesi pengecewaan dirimu, dan mataku juga terbutakan oleh harga diriku yang harganya tidak lebih dari 2 keping perunggu yang sudah rusak, aku adalah air mata kebodohan, dimana aku sendiri menangis untuk diriku sendiri....bagaimana aku bisa membunuh diriku sendiri kalau engkau setiap saat mengawasiku dan menjaga tubuhku? bagaimana aku bisa pergi darimu? beritahu aku caranya untuk pergi darimu, karena ini adalah ucapan seorang munafik yang merasa sangat ingin diperhatikan namun ia merasa malu untuk diperhatikan, jadi bagaimana caranya, Tuhanku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115096422767339353?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115096422767339353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115096422767339353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115096422767339353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115096422767339353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/coz-nosh-aboite.html' title='(161) Coz Nosh Aboite'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115095230029145309</id><published>2006-06-21T21:53:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:19:39.159-08:00</updated><title type='text'>(160) Play Filth</title><content type='html'>masa laluku terkekang dalam sebuah kecaman, sebuah hadiah ketakutan untuk diriku, dan aku terlelap dalam kegelapan, sayapku sendiri mulai berubah menjadi layu dan juga tidak mau mengembang, karena setiap helai bulu yang ada disayapku merasakan ketakutan itu, dan juga masa laluku juga mengekang mataku untuk tidak bisa melihat, sehingga hanya warna hitam yang bisa kulihat, jari-jariku mengeras dan rapuh, udara yang kuhirup adalah udara yang berbau belerang, dan juga apabila aku menarik tanganku kebelakang tubuhku, aku bisa merasakan bekas-bekas luka cambuk yang dihadiahi kepada tubuhku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap helai rambutku juga mati, tidak indah, tidak terasa, setiap tanduk yang ada didalam tubuhku mulai keluar, mengeluarkan darah mati yang sudah mengendap didalam tubuhku, dan aku juga tahu kalau lapangan bermainku hanyalah berbentuk lingkaran dimana banyak tiang-tiang yang mengelilingi diriku, apa yang mereka sebut? sangkar? kandang? tidak, tidak, aku menyebutnya sebagai pelindung diriku, karena tubuhku begitu rapuh, begitu juga sayapku, dan juga aku tidak bisa bergerak terlalu banyak dan terlalu jauh, karena kedua tangan dan kakiku dihadiahi sebuah kalung yang terbuat dari rantai, aku tidak boleh pergi dari sini, aku tahu itu, namun aku ingin sekali keluar, aku ingin sekali merasakan lagi segarnya air, aku ingin mendengar lagu lagi, karena yang bisa kudengar sekarang hanyalah teriakan-teriakan memelas dan meminta tolong, meminta agar mereka diampuni... entah diampuni untuk apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak pernah berbicara lagi, sejak sayapku menjadi kotor, aku menahan setiap kata yang ingin keluar dari mulutku, karena apabila aku membuka mulutku, maka lintah-lintah itu akan keluar dari dalam mulutku, dan aku tidak ingin lapangan bermainku dihujani oleh lintah-lintah itu, tapi aku sangat merasa kesepian, aku ingin ada seseorang, sesuatu yang bisa menemani diriku pada saat aku disini, aku ingin memegang seseorang, sesuatu, tidak hanya rantai ini dan tubuhku, aku juga ingin dipeluk, oleh seseorang, sesuatu, karena aku ingin merasakan lagi kehangatan itu, namun itu semua hanyalah fantasi belaka yang tidak akan pernah datang menghampiriku, karena hanya ada satu caranya untuk keluar dari sini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendongakkan kepalaku tegak lurus keatas, sebuah lubang untuk keluar, sebuah lubang berwarna putih diantara semua yang berwarna hitam, tetapi warna putih itu sangatlah kecil, dan sangat terasa sangat-sangat jauh, aku butuh sayapku untuk bisa terbang kesana, tetapi bagaimana aku bisa mengembangkan lagi sayapku, karena sayapku ketakutan, gemetaran dan kehilangan satu helai bulunya setiap hari, dan aku juga merasa ketakutan, karena didepan sangkar ini, terdapat berjuta-juta sangkar lain yang menuju kedalam api itu, aku tidak ingin masuk kedalam api itu, bagaimana caranya? ayo, sayapku, kembangkan sayapmu, dan bawa aku pergi dari sini...sebelum kita sama-sama terbakar selamanya di api itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115095230029145309?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115095230029145309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115095230029145309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115095230029145309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115095230029145309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/inrva-nervia.html' title='(160) Play Filth'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-115086225023791994</id><published>2006-06-20T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:19:16.364-08:00</updated><title type='text'>(159) Nork Approaches</title><content type='html'>huff...&lt;br /&gt;ok, ayo kita mulai, apa yang ingin kau lakukan?&lt;br /&gt;berbicaralah dengan lantang kepada diriku, maka aku akan segera menaikkan tanganku ketelingaku  dan aku akan menekan telingaku dalam-dalam agar aku tidak bisa mendengar apa yang engkau katakan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah aku dengan tatapan egomu yang tidak ramah itu, terserah berapa lama engkau mau menatapku, karena aku akan memejamkan mataku serapat mungkin dan aku tidak akan melihatmu menatap diriku, terserah dirimu,&lt;br /&gt;semua yang kaulakukan selama ini adalah kemuakan abadi yang telah aku pendam, bertahun-tahun lamanya, dan aku berpikir secara positif, aku harus mengakhiri semua ini, dengan berbagai macam cara, harus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku harus menenangkan diriku sebelum aku memulai semuanya ini, aku mengambil nafas panjang dan aku menutup kelopak mataku,pada saat aku memejamkan mataku, aku mengumpulkan kekuatanku untuk memberikan pelajaran kepada dirimu, dan pada saat aku membuka mataku, aku akan berjalan menghampiri dirimu, mengambil pisau yang kuselipkan dibalik bajuku, menusukkannya keperutmu berkali-kali, dan pada saat engkau mengerang kesakitan, aku akan meninju mukamu, berkali-kali, hingga kacamata yang engkau pecah, dan aku akan memaksa memasukkan setiap pecahan kaca itu kedalam matamu, agar engkau tahu apa rasanya rasa sakit itu, dan kemudian aku akan membuka mulutmu, mencari lidahmu, menariknya keluar dengan tanganku, dan kemudian memotongnya, agar engkau tahu apa rasanya putus asa, dan yang terakhir, aku akan memotong telingamu dengan pisau yang sama, memotong kedua telingamu, agar engkau tahu apa arti dari kesepian, dan setelah semuanya selesai, aku akan berdiri, dengan lumuran darahmu, menutup lagi kedua mataku, menenangkan jiwa dan tubuhku yang rapuh dan gemetar ini, menghirup nafas lagi, kemudian aku akan berjalan meninggalkan dirimu lagi, tanpa pernah melihat ke belakang, meninggalkan dirimu yang meregang nyawa dan menahan sakit....sekarang tugasku hanya tinggal satu, mencari korbanku yang satu lagi, yang terakhir.... si pelacur keparat itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-115086225023791994?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/115086225023791994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=115086225023791994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115086225023791994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/115086225023791994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/nork-approaches.html' title='(159) Nork Approaches'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114975342327901534</id><published>2006-06-08T00:46:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:19:05.059-08:00</updated><title type='text'>(158) No One As Beautiful As…</title><content type='html'>aku menatap dirimu lebih lembut dari sebelumnya dan engkau membalas juga tatapanku dengan lembut, bola matamu yang bundar dan terlihat cantik itu menyiratkan isi hatimu yang terpendam untuk diriku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah dirimu, begitu sempurna, tanpa cacat sedikitpun, setiap senti dari kulitmu adalah pijakan surga bagi jemariku untuk berjalan diatasnya, lihatlah, bahkan luka pun tidak tega untuk melukai kulit dan dirimu, betapa sempurnanya dirimu. kulitmu begitu halus dan juga memancarkan keharuman yang aku tidak tahu bagaimana bisa aku menceritakan keharumannya, namun hingga kini setiap senti kulitmu itu adalah godaan bagi diriku, karena aku tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengembangkan senyumku dan engkau juga membalas senyumanku, betapa senangnya jiwaku ini, jiwa yang tadinya rapuh, namun jiwa ini  kembali menemukan kembali ketidakrapuhannya dengan melihat dirimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap helai rambutmu begitu mempesona diriku, kumpulan helai rambut yang membentuk model terbaik untuk dirimu, kilauan rambutmu membuat manja mataku dan aku yakin aku tidak akan bosan melihat helai-helai itu terurai, terurai hanya untuk diriku, aku mengangkat tanganku dan sama seperti seperti gerakanku, engkau juga mengangkat tanganmu untuk menyambut tanganku dan membiarkan dirimu menyatu dengan diriku, betapa aku mencintai dirimu, betapa kata sayang tidaklah cukup untuk membuktikan aku sungguh menginginkanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap kata yang aku ucapkan sekarang, engkau juga mengucapkannya kembali, sama persis setiap huruf dan setiap nadanya, aku tahu engkau begitu sayang juga kepadaku, dan aku juga mengetahui kalau hati kita telah menyatu, namun tubuh kita belum bersatu, bagaimana aku bisa menyatukan tubuhku ini dengan tubuhmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berjalan, mengangkat satu langkahku, dan engkau juga melakukan hal yang sama, setiap langkah yang kuambil adalah setiap langkah yang kau ambil juga, dan setiap langkah itu mendekatkan engkau dengan aku, cintaku, aku sayang kepadamu, namun aku merasa sedih, merasa berat, karena aku hanya bisa melihatmu, namun aku tidak bisa menyentuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangku..tidak ada orang yang sesempurna dirimu, dan bagaimana aku bingung bagaimana aku bisa menyentuhmu? karena kamu adalah bayangan diriku yang hanya bisa kulihat saja dibalik cermin itu... dan aku sungguh mencintai dirimu, lebih dari apapun di dunia ini, kuharap engkau juga mencintai diriku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114975342327901534?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114975342327901534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114975342327901534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114975342327901534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114975342327901534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/no-one-as-beautiful-as.html' title='(158) No One As Beautiful As…'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114923975903994156</id><published>2006-06-02T01:57:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:18:55.811-08:00</updated><title type='text'>(157) Pleasant Serenade</title><content type='html'>lihat tanganku, kemudian telitilah setiap garis tangan yang aku punya, karena setiap garisnya adalah bagian dari diriku dan aku percaya setiap garis ini menandakan dengan cermat setiap ketidakmampuan dan kelebihanku, telitilah dengan baik-baik dan kemudian palingkan wajahmu kepada hadapanku dan tersenyumlah kepadaku, karena aku ingin meletakkan telapak tanganmu disamping pipimu itu, dan merasakan kehangatan yang selalu engkau keluarkan itu... biarlah pada saat aku meletakkan tanganku pada pipimu, aku bisa merengkah jiwamu, dan engkau tahu kalau aku juga memancarkan kelembutan pada saat aku bersamamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikan aku sebuah kursi, maka aku akan duduk diatas kursi itu, mendengarkan dirimu, melihat dirimu dari sudut pandangku, arahkan aku ke sebuah pintu, maka aku akan berjalan kearah pintu itu, kemudian menutup pintu dan menunggu dirimu dari balik pintu, percayalah aku akan melakukan itu, karena aku tahu setiap perkataan yang aku katakan memang lemah, tetapi didalam setiap kata yang lemah itu ada kekuatan perasaan yang benar-benar kuat dan aku yakin engkau merasakannya juga, apa ada yang salah dengan perkataanku, lihatlah aku sayangku, jangan tersipu malu seperti itu, karena malu adalah sebuah kesalahan besar yang engkau lakukan padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan biarkan dirimu dan diriku terhanyut dan dirantai oleh nafsu dan juga birahi yang menyerang secara bersamaan, biarkan kita tidak meliht satu sama lain, tidak menyentuh satu sama lain, tetapi mampu merasakan teriakan hati masing-masing, agar aku bisa menangkap setiap perkataan yang ingin engkau katakan kepadaku, hanya dengan melihat kedalam matamu, biarkan aku merasakan dirimu hanya dengan melihat senyummu, karena aku percaya setiap senyum yang engkau berikan adalah utuh dan benar hanya untukku, lihatlah kulitmu, jauh lebih halus daripada bulu yang melintas dihadapanku, lihatlah matamu, benar-benar jernih, jauh lebih jernih daripada sinar matahari yang menembus mataku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini adalah malam terakhir aku berada disini, esok aku akan pergi, aku akan berjalan meninggalkan dirimu pada saat dirimu terlelap, aku akan mencari diriku yang hilang pada saat aku terbunuh, dan aku akan kembali kepadamu dengan membawa sebagian diriku yang terbunuh dan aku akan mempersembahkan diriku untuk dirimu sepenuhnya...simpan perasaanmu pada saat ini, agar pada saat aku kembali, aku mendapati dirimu sama seperti sekarang, tetap seperti ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114923975903994156?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114923975903994156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114923975903994156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114923975903994156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114923975903994156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/06/pleasant-serenade.html' title='(157) Pleasant Serenade'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114742915941702260</id><published>2006-05-12T02:06:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:18:41.903-08:00</updated><title type='text'>(156) S.O.U.L (See Our Unfotunate Life)</title><content type='html'>"Pak, apakah Anda ma....." "Bu, apakah Anda ma...." tanpa bisa menyelesaikan kalimatku, orang-orang itu menggelengkan kepalanya, menghadap kearah lain dan mengangkat tangannya untuk berkata "tidak", sudah beribu-ribu kali aku mencoba untuk menyelesaikan kalimatku, namun tidak ada satu orangpun yang mendengarkan kalimatku ini, dari jutaan orang didunia ini, tidak ada satupun yang tertarik.. aku hanya menawarkan daganganku, huff..jam berapa sekarang? kenapa matahari terasa semakin terik? mm..perutku sudah memberontak untuk meminta diisi, namun dengan apa aku mengisi, aku belum menjual satupun barang daganganku, patung-patung kuda ini cukup berat untuk ditenteng kemanapun aku berjalan, tetapi hanya inilah yang barang yang aku jual...huff, minumku juga sudah mau habis..apakah ada dari mereka yang mau membeli patung-patung ini, aku berpikir kadang-kadang, tidak, tidak..aku tidak boleh berpikir seperti itu, aku HARUS tetap menjual patung-patung ini, karena aku membutuhkan uang untuk bisa membeli makan... aku berjalan ke tepi badan jalan, menawarkan patung-patung ini kepada deretan panjang mobil yang seakan tidak ada habisnya, "Pak, apakah Anda mau membeli patung ini pak? saya butuh uang untuk membeli makanan pak"...tetapi kalimat itu seakan aku ucapkan untuk diriku sendiri, karena pengemudi itu sama sekali tidak membuka jendela mobilnya, dia terlihat sedang menunggu lampu hijau menyala sembari menikmati dinginnya penyejuk yang ada didalam mobilnya, dan seperti ribuan orang lainnya, dia mengangkat tangannya untuk mengusir diriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terus berjalan untuk menyusuri deretan mobil itu, deretan mobil yang berwarna-warni dan berbeda model, ingin kadang-kadang aku berharap aku bisa istirahat sebentar didalam mobil itu, namun aku tahu itu mustahil, telapak kakiku juga sudah mulai terbakar karena sinar matahari yang terik ini sudah membakar aspal tempat aku menapakkan kakiku... siapakah yang rela mengeluarkan uangnya untuk membeli barang daganganku? perutku benar-benar lapar sekarang, tenggorokanku haus, tanganku sudah tidak kuat lagi mengangkat patung-patung ini..tapi aku tidak boleh berhenti menjaul patung ini, karena masih panjang deretan mobil yang mengantri, dan siapa tahu aku beruntung dan ada orang yang berbaik hati mau membeli patung ini...aku berharap demikian, mobil demi mobil aku lalui, aku tanyakan apakah mereka mau membeli, dan seperti sudah disepakati, mereka tidak mau membuka kaca jendelanya dan mengangkat tangannya untuk mengusir diriku, mungkin sudah seratusan mobil yang aku lalui, dan kini aku berada di baris terakhir mobil-mobil, dan tiba-tiba klakson-klakson mobil itu meraung-raung, dari kejauhan aku melihat ternyata lampu sudah menjadi hijau, saatnya untuk mobil-mobil ini pergi dan digantikan dengan deretan mobil lainnya...dan aku harus berjalan lagi kedepan dari awal, cukup jauh, namun aku harus kesana, betapa melelahkannya...aku sudah tidak kuat lagi, huff...aku terduduk, aku meletakkan barang daganganku dengan sangat hati-hati, memberikan alas pada batu-batu trotoar yang tidak rata itu dengan handukku yang sudah kumal, berhati-hati dalam meletakkannya, karena apabila barang daganganku rusak, akan semakin susah aku menjualnya dan akan semakin murah harganya, aku tidak ingin itu terjadi.. aku meluruskan kakiku, rasa panas segera datang dan merambat kepada kedua kakiku, aku hanya bisa mengernyitkan senyumku, berusaha meluruskan kakiku dan berusaha agar panas itu tidak merambat kepada kedua kakiku, namun cukup susah melakukannya, perutku sudah lapar, benar-benar lapar, tapi aku tidak punya uang untuk membeli makanan, jangankan makanan, untuk membeli air saja aku tidak ada, mana botolku, hanya tinggal sisa 1 strip lagi airku, dari sisa 20 strip, dan hari masih panjang, apakah cukup? tidak..aku tidak boleh minum sekarang, aku harus menahan hausku, nanti saja aku meminumnya, pada saat hari sudah senja baru aku minum..mungkin masih sekitar 6 jam lagi atau 8 jam lagi, aku tidak tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;deretan mobil-mobil baru itu sudah datang, sudah saatnya aku untuk bekerja, aku harus berjalan lagi keawal lampu itu, aku mengemas barang-barang daganganku dengan sangat hati-hati, patung-patung kuda ini adalah hidupku, huff...tanganku yang kecil ini mengangkat kembali patung kuda itu, jariku menggenggam kakinya dan mengangkatnya, dan setelah kuda-kuda itu terangkat, aku mengambil handukku, meletakkannya kepada kepalaku, agar kepalaku tidak terlalu panas terkena sinar matahari ini, dengan susah payah aku berjalan keawal lampu itu, pada saat perjalanan itu, aku melihat kesampingku, aku melihat temanku yang hanya mempunyai satu kaki, berjalan dengan tongkat, menjulurkan tangannya untuk meminta belas kasihan, dan pengemudi mobil itu memberikan uang recehannya kepadanya, dan dia menghampiri setiap mobil yang ada untuk meminta recehan-recehan itu, dan semakin aku berjalan, aku melihat temanku juga yang dengan sengaja memotong tangannya agar bisa mengemis, aku selalu ingat akan jeritannya pada saat dia menyuruh orang lain memotong tangannya, darah mengalir dari tangannya yang terpotong, dia tidak ingin kehilangan tangannya, aku tahu itu, namun dia tidak punya pilihan lain selain memotong tangannya untuk mengemis, dia mempunyai 3 orang anak, yang membutuhkan makanan...dan aku melihat dia mendapatkan beberapa keping recehan dari pengemudi itu, beruntunglah mereka...kadang-kadang aku berpikir, apakah aku harus seperti mereka, memotong bagian tubuhku seperti kakiku, tanganku agar aku bisa lebih mudah untuk mengemis? karena mereka yang sudah memotong dan melukai tubuhnya terlihat lebih mudah mengambil hati para pengemudi-pengemudi itu, apakah aku harus begitu juga? tidak..tidak..aku harusnya bersyukur aku mempunyai tubuh yang lengkap, bahkan temanku masih menyimpan potongan tubuhnya, dia berkata apabila ia sudah mempunyai uang lebih, ia ingin menyambungnya, yah, kuharap potongan tubuhnya itu belum membusuk...aku juga tidak ingin menjadi pencuri, karena penjara akan sangat menakutkan bagiku, tidak..tidak, aku ingin berusaha dengan jujur, memang susah, tapi setidaknya tidak ada resikonya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku sudah mulai berada diawal lampu itu lagi, seperti biasa, aku menawarkan daganganku, tenggorokkanku semakin sakit pada saat aku berbicara, karena aku tahu tenggorokkan itu sudah sangatlah kering, dibutuhkan air, namun apabila aku meminum air itu, aku tidak yakin akan cukup hingga senja, akhirnya aku memilih untuk tidak berbicara, namun hanya mengangkat patung-patung kuda ini, menunjukkan kepada pengemudi-pengemudi itu kalau aku menjual patung ini, dan sama seperti ribuan orang lainnya, tidak ada yang mau membeli patung-patung ini..hmmpphh...nafas panjang kuhela dari jantungku, kuharap dengan nafas yang kuhela ini, aku mati dan berada di akhirat, karena aku lelah, aku capai.. kurasa aku akan berjalan ke tepi pohon itu untuk berteduh sebentar... aku melewati beberapa mobil untuk bisa ke seberang sana, yang pertama adalah sepasang pria dan wanita yang berpakaian sangat rapih yang sedang bercanda, menghilangkan rasa bosan mereka pada saat menunggu lampu itu, sangat cantik dan sangat cakap, beruntunglah mereka, mobil yang kedua adalah mobil truk pengangkut, dimana sang pengemudi sedang mengipas-ngipaskan koran untuk menghilangkan rasa panas itu, dia sedang meminum sebotol air juga, ingin rasanya aku meminta sebagian air yang ia punya, namun aku tidak mempunyai keberanian untuk bertanya, jadi aku tidak ingin berlama-lama melihat air itu, mobil yang ketiga adalah mobil yang bagus, mengkilap, bersih, warna hitam, kurasa yang ada didepannya adalah sang supir dan sang ibu dengan anak-anaknya sedang berada dibelakang, sang ibu sedang menyuapi anak-anaknya...aku hanya bisa menggigit bibirku dan hanya bisa lesu melihatnya, beruntunglah anak-anak itu, Ibu..dimanakah engkau sekarang? apakah engkau berada disurga? lihatlah aku anakmu Ibu, engkau sudah meninggal pada saat aku berumur 5 tahun, apakah engkau mendengarkan aku Ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sampai di bawah pohon itu untuk berteduh, aku lelah, aku mengantuk, aku mengambil handuk yang ada diatas kepalaku dan meletakkan patung-patung kuda itu diatas handukku, mataku perih, karena begitu banyak debu dan asap yang masuk kedalam mataku, aku melihat semuanya, aku merasakan semuanya, namun apakah mereka semua melihatku, dan apakah mereka menganggapku? apa yang mereka lihat? apa yang mereka anggap? apakah mereka melihat pengemis? apakah penjual? apakah manusia? apakah sampah? apa yang mereka lihat dari orang-orang seperti diriku? aku sangat mengantuk, namun aku tidak boleh tidur, karena aku harus menjaga patung-patung ini, aku tidak ingin pada saat aku tidur, ada seseorang yang mencuri patung-patung ini, atau pada saat aku tidur ada seseorang yang tidak sengaja menyenggol patung-patung ini dan kemudian patung-patung ini pecah..aku tidak ingin itu, namun rasa kantuk ini sudah tidak tertahankan lagi, bagaimana ini? akhirnya setelah aku berpikir cukup lama, aku memutuskan untuk tidur sambil mendekap patung-patung ini, namun aku tidak bisa tidur dibawah pohon ini, aku harus mencari tempat lain..akhirnya aku memilih untuk disana, di depan bangunan yang kosong, tetapi tempatnya beraspal rata meskipun dekat dengan tong sampah, kurasa aku bisa tidur disana, aku menidurkan badanku,mendekap patung-patung ini setelah melapisi mereka dengan handukku, badanku bisa merasakan panasnya aspal ini, namun hanya ini tempat yang aku punya, kepalaku berputar-putar, perutku sudah sangat sangat lapar, aku haus, namun aku harap setelah aku bangun dari tidurku yang sejenak ini, semua rasa haus dan lapar itu akan hilang....&lt;br /&gt;aku mencoba untuk memejamkan mataku, namun sinar matahari begitu terang, sehingga aku harus memaksa merasakan tidur sembari merasakan panas itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                              ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hoahm...sudah berapa lama aku tidur? mataku terasa begitu sembab, pandanganku sedikit buram, dimana aku...oh yah, aku tertidur sejenak, UPS! aku langsung ingat kalau aku tidur sambil memeluk patung-patung ini, aku langsung mengecek patung-patung ini, untunglah tidak apa-apa, patung patung ini tidak rusak, kurasa sudah senja sekarang, matahari sudah ingin terbenam dan suasana sudah menjadi agak gelap, sudah tidak terlalu banyak warna oranye yang berpendar...aku mengangkat badanku dengan hati-hati, agar patung-patung ini tidak terjatuh, aku mengusap-ngusapkan mataku dengan tanganku, aku merasakan banyak sekali kotoran mata yang menggantung di ujung kelopak mataku, mungkin karena debu dan asap itu...hoahm....sebelum terlalu malam, aku ingin mencoba keberuntunganku yang terakhir ini untuk mejual patung-patung ini..tapi sebelumnya aku ingin minum dulu,..yah, sudah saatnya aku boleh minum, aku mengambil botol airku, melihat kalau airnya masih ada disana, 1 strip, tidak banyak namun lumayan untuk menghilangkan sedikit rasa hausku.. aku membuka tutupnya dan langsung menuangkan setiap tetesnya kedalam mulutku...hmm...aku masih merasa haus, masih sangat haus kurasa, tapi hanya itu yang kupunya, tidak ada lagi yang lain, botol itu sudah tidak ada apa-apa...aku menyimpan botol itu untuk esok dan mengangkat patung-patung itu dan kembali mencoba menyusuri jalan itu, mencoba menjualnya, kuharap ada yang mau membelinya..:" Pak, Bapak mau beli patung ini pak? murah kok!" kataku kepada bapak pengemudi itu yang kebetulan kaca mobilnya terbuka, dia mengangkat tangannya, berkata tidak sembari tersenyum...aku mengucapkan terimakasih dan berlalu darinya, dan terus menjajakan patung-patung ini kepada pengendara lain, namun tidak ada yang mau membeli patung-patung ini..beberapa kali aku bolak-balik dari depan ke deretan akhir mobil itu, namun sia-sia, tidak ada yang membeli...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurasa waktuku habis, karena teman-temanku sudah memanggilku dibawah jembatan itu, yah, itulah rumahku, kami bergantian mencari benda-benda yang bisa dibakar untuk menghangatkan badan, mengumpulkan uang kami yang tidak seberapa untuk dibelikan makanan dan minuman, tidak lama aku berkumpul dengan mereka, teman-temanku yang sama sepertiku, yang cacat, yang lumpuh, yang buta, yang telanjang, yang bisu, semuanya temanku, mereka bertanya apakah aku berhasil menjual patung-patung itu, aku hanya menggelengkan kepalaku dengan sedih, dan mereka hanya bisa diam, merasakan apa yang aku rasakan dan mengatakan, jangan putus asa, siapa tahu besok akan lebih baik dari hari ini...yah, kuharap demikian...&lt;br /&gt;mereka mengumpulkan uang hasil mengemis itu, tidak semua, namun hanya beberapa persennya, asalkan bisa untuk membeli makanan untuk kami berdelapan, selebihnya mereka menyimpan uang itu untuk keperluan mereka masing-masing, meskipun tidak seberapa... mereka mengumpulkan uang-uang itu, total yang bisa dibelikan makanan hanyalah 12.000, maka kami membelanjakan uang itu untuk makanan sore ini, dibagi 8 orang...aku kasihan dengan mereka yang mempunyai anak-anak, karena mereka harus menghidupi anak-anak mereka juga, dan kadang-kadang aku juga sering diomeli oleh mereka karena aku belum juga berhasil menjual patung-patung itu sehingga aku kadang-kadang merasa tidak enak karena aku bisa makan dan minum dari hasil patungan mereka, namun mereka tidak bermaksud jahat, mereka menyemangati aku dengan berkata agar aku lebih giat... kurasa mulai besok aku akan mencoba untuk lebih giat menjual patung-patung ini, kadang-kadang aku merasa patung-patung ini adalah temanku, hingga kadang aku merasa tidak tega untuk menjual mereka, mereka temanku pada saat aku sepi...tapi kalau aku tidak menjual patung-patung ini, aku tidak bisa melanjutkan hidupku, maafkan aku yah.. semoga kalau kamu terjual, kita akan bertemu lagi...kurasa aku akan beristirahat sekarang dekat api itu, menghangatkan badanku dari dinginnya malam, dan berharap kalau esok akan lebih baik lagi dari hari ini.... semoga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114742915941702260?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114742915941702260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114742915941702260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114742915941702260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114742915941702260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/soul-side-of-urban-life.html' title='(156) S.O.U.L (See Our Unfotunate Life)'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114742433006609462</id><published>2006-05-12T01:44:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:18:31.757-08:00</updated><title type='text'>(155) The Rain Drain My Brain</title><content type='html'>percikan air yang terhempas dari jalanan itu memastikan diriku berada disini, dibawah air hujan yang membasahi tubuhku, namun tidak apa-apa, aku menyukainya, aku ingin meluangkan waktuku bersama hujan, aku membutuhkan butiran-butiran air ini, sama seperti air itu juga, mereka meluangkan waktu mereka untuk membasahi kehidupan di bumi ini...lampu-lampu yang berada di sekelilingku menjadi tidak terlalu terang, karena air-air hujan ini membasahi kelopak mataku, memburamkan sedikit pandanganku, namun tidak apa-apa, karena pada saat ini aku tidak ingin melihat kehidupanku ini, sekarang hanya diriku dan hujan ini yang berperan...saling mengisi, sayang sekali aku tidak bisa mengenggam air ini, puluhan kali kucoba pun, aku tahu kalau air-air itu tidak akan bisa kugenggam, namun aku bisa merasakannya, aku bisa merasakan aliran air itu, dingin, sejuk, menyegarkan, membuatku hidup, membuatku sadar, membuatku terjaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berapa lamakah engkau akan membasahi kehidupanku ini, hujanku? berapa banyakkah butiran air yang akan engkau tumpahkan ke kehidupan ini? darimanakah asalmu, hujanku? dimanakah rumahmu? luangkanlah lebih banyak waktumu untuk mengunjungi kehidupanku, karena saat ini aku ingin bersamamu, aku ingin engkau menyegarkan kehidupanku yang kering, yang tandus, masih lamakah engkau disini? janganlah engkau pergi dulu dariku, karena aku masih ingin berada disini, berada dibawah rintik-rintik ratapan airmu, karena pada saat ini aku ingin menutup mataku sebentar, aku ingin mengingat semuanya, aku ingin merasakan semuanya...aku ingin menghormati kehidupanku sendiri yang sepi ini, aku ingin mengubur kenangan-kenangan yang telah mati dalam diriku, aku ingin mentertawakan kehidupan orang lain yang lebih beruntung daripadaku, dan aku ingin diam untuk sejenak, agar aku bisa berpikir, aku ingin memejamkan mataku dan mengingat semua yang telah terjadi, dan semua itu butuh waktu dan aku butuh teman oleh karena itu temani aku untuk saat ini, hujanku, agar aku bisa menangis bersama dengan jutaan rintikmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini saja.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114742433006609462?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114742433006609462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114742433006609462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114742433006609462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114742433006609462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/rain-drain-my-brain.html' title='(155) The Rain Drain My Brain'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114733776373930844</id><published>2006-05-11T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:17:54.270-08:00</updated><title type='text'>(154) DEODEOLLY-POP</title><content type='html'>apakah benar aku sebaik yang mereka bilang? apakah benar aku sepintar yang anak kecil itu katakan kepada teman-temannya? dan apakah benar, aku sebjiak yang kau katakan barusan? apakah aku begitu? apakah aku memberikan rasa aman dan nyaman kepada dirimu dan kepada mereka? karena aku tidak merasa seperti itu, aku merasa kotor, bodoh, jahat dan terbelakang... dari sisi manakah mereka melihat kebaikan, kepintaran dan kebijakan diriku? apakah dari senyumku? apakah dari cara bicaraku? apakah dari gerak tubuhku? apakah mereka tidak bisa melihat apa yang bisa kulihat pada diriku sendiri? lihatlah.. aku berkata tidak jujur, aku menuduh orang lain, aku suka memaksa, aku terikat oleh dosaku.. dosaku berada diatas kedua pundakku, tertawa begitu kencang... lihatlah tanganku, tangan yang sudah sering menyakiti tubuh orang lain, lihat mulut dan lidahku, yang sudah sering mengatai orang lain dan berdusta, lihat tubuhku, yang sudah tidak terhitung berapa juta kali aku menodainya, dimanakah letak kesucianku? lihat mataku, mata yang sering melihat kearah lain pada saat orang lain berbicara, mata yang sering membuat diriku mengingini hal yang semestinya tidak diperbolehkan...dimanakah kesucianku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kenapa dirimu dan mereka masih bersamaku? aku yang tidak berarti ini... aku bukan malaikat yang melindungi dunia ini dengan senjatanya, aku bukan iblis yang membohongi dunia ini dengan janjinya dan aku juga bukan tuhan yang memberkati dunia ini dengan kasihnya. aku hanya manusia yang tidak pernah sanggup untuk memiliki dunia ini..aku hanya bisa tersenyum kecut pada saat aku mengetahui fakta ini, fakta dimana memang kesanggupan manusiaku tidak bisa lebih dari itu, betapa bodoh dan naifnya diriku, menganggap diriku lebih baik, lebih hebat, lebih berkuasa, bagaimana aku bisa menguasai dunia ini, kalau jiwaku sendiri dikuasai oleh dosaku, tetapi kenapa? kenapa engkau tidak bisa melihat itu? apa yang kamu lihat pada diriku? apakah aku sebegitu nyamannya untuk diajak berbicara? apakah aku sebegitu pintarnya menghibur dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau aku begitu sucinya, kenapa pada saat malam tiba, aku sering terbelenggu dengan rasa takut akan dosa  yang menghantuiku di pojok kamarku...kalau aku begitu kuatnya, kenapa aku tidak bisa menahan air mata yang keluar dari mataku pada saat aku melihat mereka yang harus mengangkat tangan mereka untuk meminta belas kasihan? kalau aku begitu pintarnya, kenapa aku tidak bisa merubah dunia ini menjadi lebih baik, lebih setara, tidak ada perang dan damai? dimanakah fungsi diriku yang berjalan? dan kenapa engkau tersenyum melihatku? apakah ada yang lucu dengan perkataanku? yah, mungkin aku sudah patut untuk ditertawakan, lagipula dunia ini tidak akan tersenyum juga dengan keadaannya sekarang, karena setiap jiwa yang berusaha untuk lepas dari dunia ini akan semakin tertindas dan semakin dimusuhi, dan setiap tangan yang berusaha membantu orang lain akan ditinggalkan dari lingkungannya...bukankah semuanya semakin mengerikan, semakin membingungkan, dan semakin memusingkan.. sampai-sampai aku tidak tahu kenapa aku harus menceritakan semua ini kepada dirimu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114733776373930844?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114733776373930844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114733776373930844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114733776373930844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114733776373930844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/deodeolly-pop.html' title='(154) DEODEOLLY-POP'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114725099457675537</id><published>2006-05-10T01:29:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:17:44.857-08:00</updated><title type='text'>(153) sicknature</title><content type='html'>sudah entah berapa lama dunia ini mengeluh, dan entah sudah berapa kali pintu surga dibuka untuk memberikan berkat kepada dunia ini, namun kurasa kematian dunia ini sudah sangat dekat, dan kurasa pintu surga tidak akan bisa memberikan berkat lagi kepada dunia... karena..lihatlah disekeliling kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebelah barat, luapan air banjir yang besar sudah terjadi dan menuju kearah kita&lt;br /&gt;disebelah timur, kemarau yang panjang sudah terjadi puluhan tahun lalu, mengeringkan daratan dari air, meretakkan tanah dengan panasnya dan retakan itu sedang menuju kemari.&lt;br /&gt;disebelah tenggara, puluhan gunung sudah melontarkan awan panas dan muntahan laharnya dan gumpalan lava itu sedang bergerak menuju tempat kita berada.&lt;br /&gt;disebelah barat daya, berbagai macam penyakit mulai membunuh ribuan orang, dan mereka tidak pernah menyadarinya.&lt;br /&gt;lihatlah keatas kita, lihatlah jutaan bintang dan meteor yang siap memasuki atmosfer kita, siap untuk membunuh kita semuanya.&lt;br /&gt;lihatlah ke sekeliling kita, semuanya saling bunuh, saling berkelahi, tidak ada yang mau mengalah, kurasa meskipun kiamat datang, mereka akan tetap berkelahi dan saling bunuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kapan mereka akan terus berkelahi, tidakkah mereka tahu kalau pintu surga sudah akan tertutup rapat dan tidak akan lagi yang bisa membukanya apabila pintu itu sudah tertutup? apakah mereka begitu bodohnya hingga tidak bisa menyadarinya? Tuhan akan menandatangani tertutupnya pintu itu dan akan akan membiarkan semua banjir, gunung, penyakit mewabah dan membiarkan neraka datang kedalam dunia, karena Tuhan sendiri sudah muak dengan perilaku manusia sekarang yang tidak ada bedanya dengan iblis! dan pintu surga akan tertutup untuk melindungi mereka yang bernaung dibelakang pintu itu, karena setelah pintu itu tertutup, neraka akan datang ke dunia dan akan mentertawakan manusia-manusia bodoh yang selalu bertengkar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat..disebelah tenggara, lihatlah lontaran-lontaran lava itu, tidakkah engkau merasakan getaran itu?&lt;br /&gt;masih...masih ada waktu untuk meraih pegangan pintu itu, pintu itu belum tertutup rapat, kita masih bisa kesana, aku juga sedang menuju kesana, maukah engkau bersamaku bersama-sama masuk kedalam pintu itu? ketahuilah, jalan kita akan sangat berat dan susah, namun ketahuilah, semakin susah jalan itu, maka akan semakin terbuka lebar pintu itu, karena pintu itu sedang menunggu kita sampai disana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114725099457675537?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114725099457675537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114725099457675537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114725099457675537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114725099457675537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/sicknature.html' title='(153) sicknature'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114724970585666737</id><published>2006-05-10T01:18:00.000-07:00</published><updated>2006-05-10T01:28:30.200-07:00</updated><title type='text'>look at me for you too!</title><content type='html'>lihat...lihat itu, jemari-jemari tanganku, bergerak dengan sangat lincah diatas tuts-tuts itu...bergerak sama cepatnya dengan kecepatan otakku menghasilkan pikiran-pikiran ini, bergerak dengan sangat indah, menari diatas tuts-tuts yang hanya dilapisi plastik bergambarkan huruf-huruf kecil itu, menuliskan semua apa yang kamu baca sekarang, betapa indahnya memikirkan semuanya ini, jemariku, pikiranku, semuanya...memikirkan betapa baiknya otak dan hatiku bekerja, bisa merasakan semuanya, merasakan bagaimana dunia berjalan, bagaimana dunia bergerak, bagaimana orang-orang dan lingkunganku berjalan, dan aku bisa merasakan setiap kehidupan yang tidak pernah aku alami sebelumnya, menjadi orang lain, menjadi matahari, menjadi pengemis, menjadi pelacur, menjadi bulan, menjadi apapun yang otak dan pikiranku inginkan, betapa hebat dan agungnya pemberi kehidupan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia tidak berarti apa-apa dihadapan penciptanya, karena manusia hanya bisa meniru, tetapi tidak bisa membuat, yah, manusia hanya bisa membuat apa yang bisa manusia buat, tetapi manusia tidak bisa membuat apa yang tuhan bisa buat, manusia tidak bisa menciptakan gunung, manusia tidak bisa menciptakan semesta, rasakan...rasakan itu, jantungku dan jantungmu bergerak dengan baik, tanpa kita suruh jantung kita untuk bergerak, lihat darah kita, mengalir keseluruh tubuh kita tanpa perlu kita suruh..jemari-jemariku akan terus menulis jutaan huruf ini untuk menciptakan sesuatu yang bisa kamu mengerti, agar aku dan kamu bisa bersyukur, bukan mengeluh... bergabunglah, rasakanlah, dan yakinlah kalau semuanya akan berjalan seperti apa adanya, berjalan lancar...sama lancarnya dengan jemari-jemariku menuliskan ini kepada dirimu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114724970585666737?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114724970585666737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114724970585666737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724970585666737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724970585666737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/look-at-me-for-you-too.html' title='look at me for you too!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114724907111011791</id><published>2006-05-10T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:17:25.878-08:00</updated><title type='text'>(151) Give Me ~…..</title><content type='html'>Berikan aku emosi          agar aku bisa merasakan hidup ini&lt;br /&gt;Berikan aku luka             agar aku tahu kalau tubuhku masih berada disini&lt;br /&gt;Berikan aku jiwa             agar pada saat aku mati, jiwaku masih mengingat tubuhku&lt;br /&gt;Berikan aku ******          agar aku bisa merasakan ***** ********** *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku darah          agar aku bisa ingat akan darahku sendiri&lt;br /&gt;Berikan aku air               agar aku bisa menghapus rasa haus ini&lt;br /&gt;Berikan aku fotomu        agar aku bisa mengingat seseorang pada saat aku kesepian&lt;br /&gt;Berikan aku ****             agar ***** tetap berada ditempat yang seharusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku tawamu       agar aku bisa tersenyum pada saat aku sedih&lt;br /&gt;Berikan aku jemarimu    agar aku bisa ikut mengikatkan jemariku disana&lt;br /&gt;Berikan aku tubuhmu     agar aku bisa merasakan hangatnya tubuhmu&lt;br /&gt;Berikan aku **** *****    agar aku percaya kalau dirimu adalah ********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku instrumen    agar telingaku bisa ikut memberikan ingatan kepadaku&lt;br /&gt;Berikan aku cinta            agar aku ingat akan rasa sayang orangtuaku dahulu kala&lt;br /&gt;Berikan aku waktu          agar aku bisa beristirahat sejenak...&lt;br /&gt;Berikan aku orgasme      agar tubuhku bisa bergetar menikmati orgasme itu&lt;br /&gt;Berikan aku pilihan         agar aku bisa berpikir kearah mana hidupku ini akan berlanjut&lt;br /&gt;Berikan aku surga           agar neraka tidak terlalu ramai..&lt;br /&gt;Berikan aku ********       agar mereka percaya kalau aku akan kesana.... sekarang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114724907111011791?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114724907111011791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114724907111011791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724907111011791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724907111011791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/give-me.html' title='(151) Give Me ~…..'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114724814183519033</id><published>2006-05-10T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:17:14.901-08:00</updated><title type='text'>(150) Silent Emotion</title><content type='html'>apa yang akan terjadi sekarang? aku melihat diriku begitu kosong, begitu nyenyak dalam tidurku, apa jadinya apabila didalam diriku tidak ada kreatifitas, tidak ada pembaharuan, tidak ada sesuatu yang bisa membuatku terjaga dari tidurku, aku masih terus berkelana didalam gelap dan meskipun memang aku bertemu dengan cahaya yang terang beberapa kali dalam hidupku, aku masih mengacuhkannya, dan tidak terlalu memberikan perhatian khusus kepadanya...&lt;br /&gt;dan kini beban yang menumpang dalam genggaman tanganku sudah semakin banyak dan tidak terbayarkan lagi, dalam tidurku, aku merasa begitu ringan, apakah ringan karena aku tidak bisa melihat apa-apa karena gelap, ataukah ringan karena pada saat aku terjaga dari tidurku, aku selalu lupa dengan apa yang aku impikan pada saat aku tidur? aku tidak tahu jawabannya, karena seperti yang aku bilang, kalau diriku sekarang sangatlah kosong, aku hampir tidak bisa merasakan apa-apa, tidak sedih, tidak bahagia, tidak terfokus, tidak sepi...apakah aku masih apa yang disebut manusia? karena manusia mempunyai hati, pikiran dan akal, namun kurasa aku bukanlah itu, aku hanyalah kumpulan daging dan tulang yang selalu diliputi dosaku dan selalu diliputi oleh nafsu yang selalu menghinggapi pundak dan pikiranku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana setiap celah yang ada pada tubuhku sudah kututup, rasa nafsu itu selalu bisa membuka celah itu sedikit demi sedikit lewat pikiranku, menguasai tubuhku, memberikan rasa nikmat yang sesaat kepada tubuhku, dimana aku selalu merindukan rasa nikmat itu...dan setiap harinya aku diperbudak oleh rasa nikmat itu, tidak hanya sekali dalam sehari, namun berpuluh-puluh kali dalam sehari, dan aku selalu haus akan rasa nikmat itu...apakah aku manusia? karena aku merasakan bahagia pada saat rasa nikmat itu datang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap perkataan yang keluar dari mulutku, selalu kuucapkan dengan nada datar, tanpa emosi, kenapa? karena tidak diperlukan emosi pada saat aku berbicara, aku tidak merasakan senang atau sedih, bahagia atau marah, semua yang keluar dari mulutku hanyalah sebuah keharusan, aku juga tidak perlu berpikir tentang apa yang harus aku bicarakan, karena tidak ada yang mendengar, aku hanya berdengung, bergumam, tidak jelas, seperti seekor lalat yang berbicara dalam bahasanya sendiri pada saat mereka mengerubungi sampah...apakah aku sama seperti mereka? apakah aku masih apa yang mereka sebut manusia? kemana akalku? kemana jiwaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah jiwaku tidak lagi berada didalam tubuhku? apakah hanya rasa nafsu itu yang menguasai tubuhku? yang menguasai setiap inchi dari tubuhku? ataukah jiwaku masih berada didalam tubuhku namun tidak bisa bergerak karena terbelenggu oleh rantai-rantai dosa yang telah aku perbuat? apakah jiwaku masih ada didalam tubuhku? aku tidak tahu, karena aku tahu akan sangat percuma apabila aku membuka tubuhku pun, jiwa itu tidak akan terlihat oleh mata ini... seperti apakah jiwa itu? siapakah jiwa itu? apakah aku masih bisa disebut manusia? karena aku ragu apakah aku mempunyai sebuah jiwa yang utuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disaat-saat inilah aku yakin, aku akan berkelana dengan sangat lama, berkelana tidak tahu arah, hanya berjalan, namun yang bisa kulihat hanyalah gelap, gelap dan gelap.. apakah aku harus berjalan? ataukah aku boleh berhenti sekarang? hanya duduk dan diam? begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam kepalaku, namun apakah pertanyaan-pertanyaan itu bisa dan boleh dijawab? karena aku merasa seperti orang bodoh, dan seperti anak kecil yang selalu bertanya setiap saat namun jawaban itu tidak pernah ada, dan tidak pernah datang...kemanakah jawaban itu? seperti apakah bentuk dari yang mereka sebut jawaban? masih berapa lama lagikah keadaan ini harus berlanjut? dan berapa lama lagikah aku harus peduli dengan semuanya ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114724814183519033?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114724814183519033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114724814183519033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724814183519033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114724814183519033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/05/silent-emotion.html' title='(150) Silent Emotion'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114412176210526441</id><published>2006-04-03T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-12-31T05:17:03.996-08:00</updated><title type='text'>(149) A-nother Step</title><content type='html'>aku tidak mau melangkah lagi, aku tidak mau berjalan lagi, tidaak, terlalu berat untuk meneruskan perjalanan ini, beban yang kuambil sudah begitu berat dan resiko yang kuterima sudah membuat jiwaku hilang demi sedikit... aku akui, akan lebih mudah untukku untuk berdiam disini, dalam kedinginan ini, dalam kesendirian ini, sungguh, akan lebih mudah untuk semuanya juga. dibutuhkan lebih dari keberanian dalam diriku untuk melangkah lagi, lihat semuanya, putih, putih dan putih, dan mungkin akan lebih mudah untukku berjalan balik, mundur mengikuti jejak-jejak langkahku yang sudah kubuat sebelumnya, apabila aku memutar kepalaku kebelakang, aku akan melihat jejak-jejak itu dengan jelas, tetapi apabila aku melihat kedepan, hanya putih yang bisa kulihat, belum ada jejak kaki ataupun jejak apapun juga, dan jujur aku bingung, apakah aku harus membuat jejak baru, melangkah lagi, atau apakah aku akan berdiam disini, atau mungkin berjalan mundur, aku tidak tahu kemana aku harus melangkah, kemana aku harus berjalan, arah mana yang aku tempuh, semuanya terlihat, namun didalam hati dan pikiranku, semuanya hanyalah gelap dan warna hitam, karena aku merasakan putus asa, takut, benci, lelah, capai, muak akan semuanya...ingin aku menghilang dari sini, mengikuti leluhurku yang sudah diatas sana dan juga pergi dari sini secepatnya, namun semakin aku ingin, semakin lama waktu berjalan disini, tempat yang dingin ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku akan berdiam disini untuk sejenak, didalam kedinginan ini, dengan tubuh bergetar, aku aku harus memanaskan otakku yang sudah beku oleh dingin ini, sial, bagaimana cara memanaskannya? aku tahu, aku akan berpikir, TENTANG APA?...apa saja! apa saja yang bisa kupikirkan, makanan, kehidupanku, teman-temanku, keluargaku, peliharaanku, agamaku, imanku, lagu-lagu yang membuat aku menangis dan tertawa, semua barang kepunyaanku, hartaku.....sial, kenapa semua membuat aku tersenyum-senyum sendiri? sial, dimana kekelaman yang tadi aku alami...ayo berpikir lebih keras...lebih keras lagi.....SIAL!! aku tidak bisa berpikir dengan dingin ini, aku hanya bisa berpikir tentang hal-hal yang indah dalam hidup ini, dan sekarang aku hanya menginginkan secangkir susu coklat yang hangat, yang bisa meredam semuanya, tetapi lihat semuanya, semuanya menjadi lebih manis dan lebih hidup, hanya karena aku berpikir beberapa detik saja tentang semuanya, dan kini aku tahu apa tugasku selanjutnya, aku akan melangkah lagi, yah! aku akan berjalan lagi....kemana arahnya, aku tidak tahu dan aku tidak peduli, biarkan Tuhan yang mengaturnya nanti, karena aku harus keluar dari kegilaan dingin ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114412176210526441?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114412176210526441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114412176210526441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114412176210526441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114412176210526441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/04/nother-step.html' title='(149) A-nother Step'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114344841896231896</id><published>2006-03-27T00:26:00.000-08:00</published><updated>2006-03-27T00:33:39.063-08:00</updated><title type='text'>Letter From Wars</title><content type='html'>wanita itu berjalan kearah kotak pos yang tertancap di depan rumahnya, kotak pos usang berwarna merah yang terbuat dari kayu,hari itu siang yang sangat cerah dan pada saat dia membuka tutup kota pos itu, dia tersenyum karena itu adalah surat yang sangat ditunggu olehnya selama ini, surat itu adalah surat dari anaknya yang sedang berperang disuatu tempat yang jauh dari yang namanya "rumah"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam suratnya anaknya bercerita begitu banyak tentang cuaca di tempat itu,berapa suhunya, bagaimana makanan disana, dan betapa banyak latihan yang sudah dia dapatkan selama ini, dan sudah berapa banyak teman yang dia dapatkan, dan semua temannya menyukainya juga, dan dia jadi sering berpikir banyak tentang kehidupan ayahnya yang sudah meninggal dan berpikir akan betapa bangganya ayahnya kepadanya, dan tentang semua kehidupannya sebelum dia pergi berperang.. dan apapun yang sudah terjadi, dia tahu dia harus pergi berperang, dan pada akhir surat itu dia berkata, "ibu, engkaulah satu-satunya alasan aku pergi berperang dan melakukan semua ini! aku menyayangimu" dan itu adalah surat pertama dari perang yang datang dari anaknya itu....sang ibu memeluk lembaran surat itu..seakan-akan anaknyalah yang ia peluk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada bulan desember, pada hari yang tidak akan pernah dia lupakan,&lt;br /&gt;semua airmatanya membasahi surat yang ada ditangannya, membasahi seluruh huruf-huruf pena yang ada diatas kertas surat itu..dan tidak ada yang bisa membuatnya tangisnya berhenti, matanya tidak lagi bisa membaca dengan jelas apa yang tertulis disurat itu, namun ia tahu hatinya tersayat menjadi beribu-ribu pecahan, dan pecahan itu menghilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surat itu berkata :&lt;br /&gt;"aku berada diatas sebuh bukit, aku sendirian, ketakutan, tanpa teman, senjataku rusak.. dan yang bisa kudengar adalah suara tembakan dimana-mana, dan puluhan bom meledak yang memekakkan telingaku, dan aku tidak bisa melihat apa-apa, dan pada saat itulah aku melihatnya, dia datang kembali untuk diriku, berusaha menyelamatkanku, membimbingku kembali ketempat kami datang, dan dia melawan bertempur begitu berani, begitu hebat, walaupun pada akhirnya dia tertangkap, seorang pria menyelamatkan aku, dan pria itu adalah anakmu, dia berpesan kepadaku sebelum tertangkap,"tulislah surat untuk ibuku dirumah, berjanjilah kepadaku!" aku berkata kepadanya, aku akan menulis kepada ibunya, aku bersumpah!..karena dialah aku bisa selamat, tiba di tempat kami datang dengan selamat, dan sesuai janjiku kepadanya, aku menulis surat ini kepada anda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan itu adalah surat berikutnya yang datang kepada wanita itu diakhir musim dingin ini...dan perang masih akan berlanjut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dia berdoa kepada tuhan, berdoa sekuat tenaga dan sekuat hatinya, berdoa agar anaknya yang ditahan, tetap hidup dan selamat, dan setiap hari dia terus bergumul, memaksa dirinya untuk mempercayai anaknya pasti tetap hidup dan menulis surat balasan kepada alamat skuadron anaknya setiap harinya, menulis hal yang sama dalam setiap surat:"anakku, kamu berani dan kamu sangat baik, kamu akan menjadi ayah dan suami yang sangat baik untuk anak-anakmu, pulanglah dengan selamat dan pulanglah segera, ibu menunggumu"&lt;br /&gt;dan dia terus menulis surat itu setiap hari, tanpa lelah, berharap setiap harinya kalau akan ada balasan yang datang, namun hanya kesepian yang menjadi temannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian delapan tahun berikutnya, daun-daunmusim gugur seakan berjanjian untuk menutupi halaman depan rumah wanita itu, dan kini sebuah mobil berjalan pelan, wanita itu mendengar suara mobil itu, dan dia keluar dari rumahnya, melihat mobil itu, dan wanita itu menangis, terisak, tanpa bisa berkata-kata pada saat dia melihat mobil itu, mobil hitam mengkilat, dan mobil itu berhenti ditaman dimana anaknya biasa bermain disana, dan dari mobil itu keluar seorang kapten, dia tidak akan lupa wajah itu, itu adalah wajah anaknya, yang sangat disayanginya, yang ditunggunya selama bertahun-tahun, yang ditunggunya tanpa kabar, namun semua kecemasannya sekarang sirna karena satu senyuman dari anaknya membuat dunia ini berhenti berputar dan semua ketakutan itu hilang dari pelupuk hatinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak itu menurunkan semua tasnya, dan memegang seluruh surat yang didapat dari ibunya selama dia berperang, dia berlari  mendekati ibunya, berkata dengan tegas didepan mata ibunya: "Ibu, aku mengikuti perintahmu dari semua suratmu, dan kini aku pulang dengan selamat"... kemudian dia memeluk ibunya, dan pelukan itulah yang sangat-sangat ditunggu oleh sang ibu, dan dia percaya kalau doanya didengar oleh tuhan, dan matanya yang berkeriput karena tangisan itu seakan mencerminkan setiap garis usahanya, dan berkata :"terimakasih, engkau sudah membawa kembali anakku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"adaptated from Mark Schultz, Letters From Wars"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114344841896231896?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114344841896231896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114344841896231896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114344841896231896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114344841896231896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/letter-from-wars.html' title='Letter From Wars'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114344777999803155</id><published>2006-03-27T00:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:15:50.819-08:00</updated><title type='text'>(148) empty fields to crop</title><content type='html'>hari ini ada sedikit beban dalam diriku, karena setiap kali aku melihat dunia ini, dunia ini semakin sepi setiap detiknya, dan aku tahu alasannya, semua adalah karena kesendirian yang aku jalani, benar-benar sebuah kesendirian yang memang aku sendiri yang menciptakan, sebuah lubang dan kekosongan yang aku bentuk secara natural, sebuah benteng yang aku bangun perbatunya, dan setiap kubiknya, dan memang aku harus mengalami kekosongan itu, sebab aku harus segera pergi, aku harus segera berjalan, berjalan maju, dan aku yakin kekosongan ini akan memberikan aku waktu untuk berpikir, waktu untuk memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus aku ambil, aku bisa mengatasi kekosongan ini, namun kesepian inilah yang kadang-kadang menyulitkan diriku, karena air mataku selalu menetes dari pelupuk mataku dan hatiku teriris setiap kali aku melihat kenanan dan kekiriku, melihat dan menyadari kalau tidak ada siapapun selain diriku disini, dan air mataku juga sudah berulang kali menguap, mejadi satu dengan udara dan pergi keatas sana, seakan pergi kesurga, seakan memberitahukan kepada tuhan kalau aku butuh seseorang disini, untuk menemani diriku...beban dalam hatiku ini juga terasa sangat berat disaat aku memutuskan untuk melangkah....dan aku merasa setiap langkah yang aku ambil membuatku bingung, hari ini dunia terlihat sangat gelap, namun batinku merasa sangatlah gelap, dan aku bimbang, ragu kemana aku harus melangkah, apakah langkah yang aku ambil ini sudah menjadi langkah yang tepat..dan aku berpikir kalau aku memang harus berhenti dalam langkah yang satu ini, maka aku akan berhenti...namun waktu terus mengejarku, membimbingku kedalam keraguan yang sesaat dan semu, namun semakin waktu mengelabuiku, semakin aku merasa tenang, aku ingin keluar dari perasaan ini, namun seperti yang aku bilang, perasaan ini adalah perasaan yang memang kubentuk secara natural, dan secara natural juga aku merasakan kalau aku memang harus menyesuaikan diri dengan semua ini...entah sampai kapan aku akan berada didalam kebingungan ini, karena beban ini semakin lama semakin berat dan hari ini menjadi semakin gelap setiap kali aku melihat keatas, tuhan..aku percaya engkau sudah mendengarkan keluhan-keluhanku dan aku yakin engkau akan terus mendengarkan setiap keluhanku, dan aku yakin engkau akan memberikan jawabannya kepadaku, namun apakah aku akan bisa bertahan sebelum jawaban itu datang? tuhan, berikanlah aku bukan jawabannya, namun sedikit petunjuk agar aku bisa tetap bertahan disini..hingga jawaban darimu datang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114344777999803155?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114344777999803155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114344777999803155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114344777999803155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114344777999803155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/empty-fields-to-crop.html' title='(148) empty fields to crop'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114319224747250536</id><published>2006-03-24T01:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:15:41.288-08:00</updated><title type='text'>(147) Blinded!</title><content type='html'>jangan buat otakku bekerja terlalu keras, karena aku sudah memaksimalkan kinerja perasaanku untuk beberapa waktu lamanya dan aku yakin kalau aku menambah beban kerja otakku, aku tidak akan sanggup menjalani semua akibatnya, dan perasaanku akan kulepaskan dari sarangnya agar aku bisa merasa tidak terkotak oleh seluruh nafsu yang dunia tawarkan kepadaku, karena sungguh memalukan, memalukan rasanya kalah dari perasaan nafsuku, betapa tidak? ketika setiap perasaan yang aku curahkan, aku tahan, akhirnya harus keluar karena tergoda oleh godaan nafsu yang berlangsung selama beberapa waktu, waktu yang benar-benar samar dan juga tidak berarti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ketika otakku bekerja, semua akan diproses begitu cepat, begitu rasional, dan otakku tidak akan mau menerima hal-hal yang tidak logis, tidak bermaksud apa-apa, betapa hebat kinerja otakku ini, karena otakku bisa merekam semuanya, baik hal-hal yang sadar, tidak sadar, setengah sadar, betapa otak bisa menangkap sesuatu di dalam diriku yang bernama mimpi, dan betapa yang namanya mimpi ini adalah sesuatu yang bagaikan candu, candu yang tidak bisa dimengerti oleh otak kita..dan betapa hebatnya pencipta otak ini, karena otakku adalah mesin dan juga pusat dari semua, dan betapa bodohnya kita apabila dibandingkan dengan pembuat otak ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama bodohnya ketika aku memberikan perintah kepada otakku untuk menyuruh jantung berhenti sepersekian detik, karena sekuat apapun aku berteriak kepada otakku, jantungku tidak akan berhenti, sama bodohnya ketika aku menyuruh darahku berhenti pada satu titik, karena walaupun aku berhenti bergerak, darahku akan terus berjalan, dan semua kinerja tubuhku ini ditopang dengan perasaanku, perasaan yang walaupun tidak berupa secara nampak, namun semuanya bisa merasakan, dan juga memang begitu fungsinya, dan memang fungsi ini yang aku akan pergunakan secara maksimal, karena aku ingin merasakan semuanya, semua yang ada didalam dunia ini, apapun yang ditawarkan oleh dunia ini, namun aku tidak boleh terbuta, karena terbuta adalah sebuah kesalahan konyol yang seharusnya tidak terjadi, dan aku percaya otakku akan bekerjasama dengan baik dengan perasaanku..meskipun memang kadang-kadang perasaanku membutakan otakku untuk sesaat, atau sebaliknya, namun itu apa yang mereka katakan dengan apa yang namany proses, karena proses membutuhkan teman yang namanya waktu dan waktu juga akan memberikan apa yang disebut sebagai hasil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kini kurasa aku akan menyuruh otakku untuk beristirahat sebentar, agar aku benar-benar bisa menggunakan perasaanku dengan maksimal...semuanya, benci, marah, rindu, bahagia, iri, cemburu, sedih, takut, waspada, semuanya...agar aku bisa mengerti, dan aku bisa mengatakan kepadamu, betapa bodohnya kita ketika kita terbuta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114319224747250536?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114319224747250536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114319224747250536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114319224747250536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114319224747250536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/blinded.html' title='(147) Blinded!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114308817955813849</id><published>2006-03-22T20:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:15:30.532-08:00</updated><title type='text'>(146) bottle that battle</title><content type='html'>aku dilebur, aku dibuat, aku dibekukan, dan aku dilihat, setelah semuanya itu, aku tetaplah kosong, bening, mengkilat, tembus pandang, karena tidak mempunyai isi.... aku adalah sebuah botol, botol berwarna hijau bening dari kaca...aku dibuat dan dilihat oleh semuanya yang ada disekelilingku, kadang aku berharap kalau aku bisa menggapai mereka dan menutup mata mereka, namun sekuat apapun aku mencoba, aku tidak bisa menggapai mereka..karena aku hanyalah sebuah botol yang masih kosong, tidak berarti... aku butuh sebuah isi, apakah itu air, minyak, oli, bensin, apapun..karena dengan adanya isi, aku akan menjadi berguna dan bisa bergerak...sepi sendiri rasanya disini... hmpph...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurasa bukan hanya aku yang merasa seperti itu, manusia-manusia yang ada disekelilingku, yang mana aku harus mendongak tinggi sekali untuk melihat mereka, yang setiap saat mondar-mandir melewatiku dan mengacuhkan diriku, mereka juga merasakan seperti itu, mereka mempunyai tubuh, namun apakah mereka mempunyai jiwa? aku tidak tahu, karena jiwa mereka aku tidak bisa mengerti, terkadang menakutkan, terkadang menyenangkan, terkadang menderita, aku tidak tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah aku sama dengan mereka, kalau mereka hidup untuk sebuah tujuan, maka aku juga hidup dengan tujuan,tujuanku adalah untuk menampung isi yang ada didalam tubuhku agar tidak  bocor, dan aku harus menjaga tubuhku agar tidak pecah, tetap bening, bukankah manusia juga sama? mereka juga menjaga tubuh mereka? dimandikan, dibersihkan, namun kadang-kadang jiwa mereka yang mengotori tubuh mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku butuh sebuah isi untuk diriku sekarang, apapun itu, agar aku bisa bejuang menemukan tujuan dalam hidupku ini, hidupku juga terkadang berat dan susah, aku harus menjaga diriku dari keisengan manusia-manusia yang terkadang membuat aku tubuhku pecah karena terkena lemparan batu, tembakan peluru, atau mereka sengaja memecahkan aku untuk berkelahi, tapi percayalah, aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena manusia tidak bisa mengerti suaraku dan aku tidak bisa berbicara dalam bahasa manusia dan lagipula, kekuatanku tidak apa-apanya dibanding dengan mereka...tetapi aku berterima kasih kepada mereka, manusia-manusia baik yang selalu menemukan pecahan tubuhku dan membentuk kembali tubuhku...sudah berulang kali mereka melakukannya kepadaku, dan kuharap mereka tidak menjadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai sekarang aku juga harus menjaga tubuhku lebih baik lagi, agar mereka-mereka yang mau menggunakan aku, merasa terbantu dan puas dengan hasilnya pada saat mereka menggunakan aku, namun kini aku merasakan sedih yang amat sangat, karena pada saat tubuhku tidak ada isinya, aku merasakan hampa, kosong, tidak berarti, kemana aku harus mencari isi tubuhku ini? dan apakah kira-kira isi tubuhku yang tepat...apakah air? bensin? oli? minyak? dimana aku mencari semuanya itu? apakah aku harus menceburkan diriku ke selokan, atau apakah aku harus menunggu hujan datang, agar tubuhku penuh dan luber dengan air yang turun dari awan-awan itu? hmmphh...coba kalau aku mempunyai kaki dan tangan seperti manusia-manusia itu, aku akan berjalan sendiri, tanpa perlu menunggu isi tubuhku untuk datang...yang bisa kulakukan kalau aku ingin jalan-jalan adalah menggulingkan tubuhku, dan terus menggulingkan tubuhku, sampai-sampai kepalaku berputar terlalu kencang dan terasa sangat pusing...hehe..memang hanya itu caraku berjalan... baiklah, kurasa aku akan berdiam saja disini, menunggu apapun yang terjadi kepadaku... sama seperti manusia-manusia itu, yang sering diam, tidak berbuat apa-apa...seakan-akan mereka mematikan sendiri tubuh dan jiwa mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114308817955813849?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114308817955813849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114308817955813849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114308817955813849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114308817955813849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/bottle-that-battle.html' title='(146) bottle that battle'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114249454904364966</id><published>2006-03-15T23:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:15:20.281-08:00</updated><title type='text'>(145) Overdose illusion of Imej</title><content type='html'>hanya warna biru di langit yang menaungi hidupku sekarang, begitu biru dan putih, tidak ada abu-abu dan hitam diantaranya...&lt;br /&gt;hanya warna hijau di lautan padang rumput ini, dengan bunga-bunga yang bermekaran dibeberapa titik pandanganku..&lt;br /&gt;sebuah pemandangan yang akan terus memanjakan mataku, dan juga matamu,&lt;br /&gt;tidak ada lagi rasa cemas, khawatir dan juga ketakutan didalam jiwaku...semua tergantikan dan hilang..&lt;br /&gt;kalau engkau tidak pernah bertemu denganku, aku akan berjalan terus tanpa dirimu, sayang...&lt;br /&gt;aku tidak akan pernah merasakan yang namanya kesepian, dan kemudian engkau datang kedalam hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sekarang....apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;aku berusaha dan terus berusaha untuk bersamamu, karena engkau sudah menjadi candu dalam hidupku, dan aku ingin terus menghisap candu itu...&lt;br /&gt;tubuhku yang selalu meraung kesakitan, kini terbiasa dengan sakit dan perlahan menghilang karena engkau ada disini,&lt;br /&gt;persediaan obatku tidak akan pernah habis, kalau engkau berada disini bersamaku...&lt;br /&gt;aku melihat jari-jari tanganmu, aku menangkap jemarimu dengan jariku, menahan mereka untuk tetap berada dalam genggamanku, aku ingin jemari-jemari ini tetap bersama...&lt;br /&gt;melihat dirimu hari ini dengan balutan perban di punggung tanganmu, membuatku berpikir apa yang terjadi dengan dirimu..&lt;br /&gt;kuharap punggung tangan itu tidak terlalu terasa sakit, karena aku tidak ingin engkau merasakan sakit,&lt;br /&gt;melihat pengetahuan dan kepintaran dirimu, aku belajar banyak, dengan waktu yang begitu sedikit...&lt;br /&gt;tetaplah disini bersama diriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan pada saat aku bermimpi, candu itu memasuki otakku, dan membentuk imej akan dirimu, tersenyum kepadaku,&lt;br /&gt;dan meskipun hanya mimpi, aku merasakan dirimu semakin dekat, mendekati lubuk jiwaku dan memeluk jiwaku..&lt;br /&gt;dengan senang hati engkau memberikan aku semua yang kaupunya dan terus menerus memberikannya kepada diriku,&lt;br /&gt;engkau mengukir satu kata dalam jiwaku :"kebahagiaan"&lt;br /&gt;ketika engkau membuat diriku merasakan senang, aku melihat dirimu tersenyum,dan aku suka melihat senyum itu,&lt;br /&gt;tapi kini aku melihat kecemasan dalam dirimu, ada apa sayangku?&lt;br /&gt;sayang, cinta tidak pernah bermaksud diciptakan untuk dijadikan ajang selingkuh kita, tidak!&lt;br /&gt;lagipula..siapa yang mempunyai begitu banyak waktu hanya untuk menangis?&lt;br /&gt;aku tidak mempunyai waktu untuk menangis, aku hanya mempunyai waktu untuk bersamamu dengan bahagia..&lt;br /&gt;dan aku tidak pernah menyangka aku akan duduk disini, menunggu, menunggu dirimu memberikan cintamu kepadaku....&lt;br /&gt;hingga sekarang... biarkan aku memelukmu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114249454904364966?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114249454904364966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114249454904364966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114249454904364966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114249454904364966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/overdose-illusion-of-imej.html' title='(145) Overdose illusion of Imej'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114242023958915597</id><published>2006-03-15T02:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:15:09.840-08:00</updated><title type='text'>(144) letter maker</title><content type='html'>aku bisa menulis ratusan, ribuan, jutaan kata, yang mana kumpulan kata ini akan menjadi kalimat, dan kalimat ini akan menjadi kumpulan arti, dan aku bisa menuliskannya kepadamu selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setahun, begitu banyak kata dan kalimat yang harus ditulis, direncanakan dan dimengerti, dan aku berharap kalau engkau bisa mengerti akan apa yang aku tulis sekarang, sebenernya aku tidak peduli apakah engkau mengerti atau tidak, karena otakku meledek dan meledak kalau aku tidak mengeluarkan jutaan kubik kata-kata ini dari tempatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tertantang karena aku mempunyai begitu banyak bakat, kemampuan, dan waktu, dan aku yakin setiap kata ini mempunyai arti yang sangat vital bagi kehidupanku ini, pilih kata-kata yang engkau suka, dan aku akan menjadikannya kalimat....pilih kalimat yang kau suka, dan aku akan menjadikan kalimat itu bermakna untuk dirimu, bukan karena terpaksa dan bukan karena itu pekerjaanku, tetapi karena itu adalah kemampuan dan bakatku, aku bisa melihat engkau menggaruk-garuk kepalamu sekarang, karena aku percaya setiap kata yang aku tulis di halaman ini, mungkin tidak ada artinya bagimu, tidak ada pentingnya bagimu, dan aku tidak menyalahkan dirimu akan hal itu, karena aku tidak akan memaksamu berpikir lebih jauh lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalahnya adalah apakah aku bisa mewujudkan setiap kata, kalimat dan tulisan ini kedalam tindakan nyatanya...aku bisa menulis dengan begitu banyak, aku berteriak lewat setiap kata yang aku tulis sekarang, aku menangis sekencang-kencangnya melalui kalimat-kalimat yang aku buat, aku berkaca-kaca lewat setiap puisi yang aku karang, namun apakah semuanya itu bisa dijadikan nyata? kurasa iya, karena setiap huruf mempunyai tugasnya masing-masing, tugasnya adalah menggandeng temannya, huruf-huruf lain, menjadi sebuah kalimat dan memberikan sebuah arti kepada kalimat itu, huruf-huruf kecil itu berubah menjadi sesuatu yang besar, yang bisa dimengerti, yang bisa dibaca, yang bisa dilihat, dan senang melihat ekspresi mereka yang membaca kumpulan huruf-huruf yang selama ini aku buat, ada yang tertarik membacanya hingga akhir, ada yang marah dan melempar kumpulan huruf ini, ada yang merasa tersentuh, ada yang merubah hidupnya, begitu banyak ekspresi yang ditimbulkan oleh huru-huruf kecil ini! tidakkah menakjubkan betapa kata-kata yang pendek bisa mengubah kehidupan kita yang panjang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114242023958915597?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114242023958915597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114242023958915597' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114242023958915597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114242023958915597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/letter-maker.html' title='(144) letter maker'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114241577673831163</id><published>2006-03-15T01:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:14:52.635-08:00</updated><title type='text'>(143) Within Me:Personalities</title><content type='html'>aku yang pertama, Yuith&lt;br /&gt;yang seperti bayangan di ujung ruangan, yang memutar putaran karusel dengan cepat itu, aku yang tertawa begitu lepas, seperti tidak ada beban dalam hidupku, dan tawaku mengelilingi dirimu, dan aku menyentuh bibirmu dengan jemariku dan tanpa engkau sadari, aku mencuri sesuatu yang sangat berharga pada saat aku menciummu....kejarlah aku kalau engkau bisa, karena aku akan hilang dalam kegelapan, satu detik sebelum engkau menyadarinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yang kedua, Chirley&lt;br /&gt;yang selalu sendiri pada saat saya berada dikerumunan orang-orang itu, yang pada saat perasaan manusia tertangkap dalam jeritan batinku, maka jiwanya terperangkap dalam mimpi-mimpi monokhrom itu, saya yang selalu menjerit untuk bisa bangun dari mimpi buruk ini, tetapi suaraku selalu tidak terdengar karena dia yang pertama selalu tertawa begitu keras, begitu keras sehingga kadang-kadang saya harus menutup telingaku, dan saya rasa hanya mereka yang sudah meninggalkan dunia ini saja yang bisa mendengar suara saya....tolong, seseorang, temukan saya dan dengarkan suara saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku yang ketiga, Rieth&lt;br /&gt;aku adalah pemilik semuanya, seorang sentinel yang tidak pernah tidur, yang selalu mengawasi, selalu berjaga-jaga, aku yang memegang obor kebenaran , Dia yang pertama itu selalu takut akan diriku, mataku selalu bisa melihat dan menangkap bayangannya, dan dia yang kelima mengatakan yang pertama sering tertawa, namun aku tidak pernah mendengarnya, karena aku tidak mempunyai pendengaran, dan setiap kali aku melihat dia yang kedua dengan air mata, aku merasa kasihan dan ikut menangis..hingga kadang-kadang air mataku membasahi oborku... Dua...Dua...kemarilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriku yang keempat, Kireya&lt;br /&gt;diriku yang selalu merasa riang, karena diriku berada dalam pusat keriangan, selalu tersenyum dan membangkitkan rasa bahagia kepada mereka, tapi kurasa yang paling menyukai diriku adalah Yuith, si pertama, yang suka mendengarkan leluconku, dan diriku suka melihatnya tertawa, karena pada saat dia tertawa, diriku merasa bangkit, dan aku suka melihat karusel yang dibawa oleh Yuith, meskipun kadang-kadang aku suka pusing melihat putaran karuselnya... Ups!! si Enam datang! dadah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oithilivia si Lima&lt;br /&gt;namaku Oithilivia, aku jarang keluar dari kamarku, karena tugasku adalah menahan semua perasaan sakit yang dialami tubuh ini, aku yang sering memutar lagu-lagu sedih itu, oh ya, dimana Chirley? apakah Rieth sedang memeluknya? karena aku kadang-kadang capai menggendong Chirley..anak itu bawel...aku juga yang sering membuang sakit ke dalam keranjang sakitku, kaulihat badanku? penuh dengan goresan, memar dan darah yang terus menerus keluar dari tubuhku..hmpph..aku berharap kalau si Kireya segera datang dan menghiburku...karena aku sedang membutuhkan dirinya...dimana dia? Oh yah, kalau engkau bertemu dengan Kireya, suruh dia datang kekamarku..terimakasih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku 6rieph,&lt;br /&gt;aku yang keenam kurasa, aku yang menjaga dan memberitakukan semuanya tugas-tugas mereka, aku yang mengatur hidup mereka, dan aku yang menulis dan memberikan pedoman kepada mereka, hanya kadang-kadang Rieth tidak pernah datang kepadaku, karena dia selalu berjaga-jaga di pusat, tapi tidak apa-apa, dia tahu tugasnya, ya, aku memberikan mereka rasa aman, dan perlindungan, aku juga yang memberikan peraturan kepada mereka...aku rasa aku harus pergi lagi ke surga untuk mengambil sayapku yang baru, karena sayapku inilah yang menopangku, aku sering pergi ke surga, membawa petunjuk tuhan untuk "dia yang tidak boleh disebut".... selama ini "dia yang tidak boleh disebut" bekerja sama denganku, dan dia sangat baik asalkan engkau tahu apa yang dia mau... kurasa aku akan pergi kesurga....apa? siapa itu"dia yang tidak boleh disebut?"...hmmhh..aneh, untuk apa engkau bertanya itu? ok, aku akan memberitahukannya kepadamu, tapi jangan bilang siapa-siapa, "dia adalah....yang sedang membaca kepribadian-kepribadian ini"..sekarang, permisi, aku harus mengambil sayapku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114241577673831163?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114241577673831163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114241577673831163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114241577673831163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114241577673831163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/within-mepersonalities.html' title='(143) Within Me:Personalities'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114241449471284385</id><published>2006-03-15T00:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:14:38.756-08:00</updated><title type='text'>(142) SIGH! (Sleeping Inner Growing Hatred)</title><content type='html'>hmmphh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu tertidur dihadapanku, sekarang, diam, tidak ada suara yang keluar dari mulutmu, bahkan tidak satu desisan pun terdengar dari mulutmu...&lt;br /&gt;air matamu tidak pernah berarti bagiku, berapa derasnya, mereka tidak pernah berarti untukku...&lt;br /&gt;angin menembus tirai jendela, membangkitkan amarah dengan ramah, namun engkau tetap tidak bergeming sedikitpun, tidak berkedip sedikit pun, tidak merasakan apapun...&lt;br /&gt;semua perasaan sayang, kasih dan cinta, tidak pernah kauberikan kepadaku, hanya kebencian, amarah, dendam, benci, iri yang kauberikan kepadaku,&lt;br /&gt;sedangkan aku memberikan seluruh perasaanku untuk dirimu, meskipun aku terpaksa memberikannya dan aku tahu kalau dirimu tidak pantas untuk menerimanya,&lt;br /&gt;tapi kini dirimu terbaring dihadapanku, didepan mataku,tertidur, tidak merasakan apa-apa, dan tidak ada lagi yang bisa kaulakukan...&lt;br /&gt;tidurlah...tidurlah yang nyenyak, semoga engkau tertidur nyenyak dan memimpikan diriku..... ibuku tersayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah aku perlu menyanyikan lagu nina bobo untuk dirimu yang tertidur sekarang?&lt;br /&gt;asalkan kau tahu, dirimulah yang selalu aku benci dan aku hindari selama ini,&lt;br /&gt;dan maaf, aku tidak merasa dekat denganmu untuk bisa menitikkan air mataku untuk dirimu,&lt;br /&gt;jadi kurasa dengan berdirinya aku disini pada saat engkau tertidur bisa membuatmu tahu kalau aku masih mempunyai perasaan untuk dirimu, ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlalu berbeda, rasa yang pernah aku rasa sekarang dengan rasa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu..&lt;br /&gt;apakah kamu sekarang sedang tertidur dan jiwamu melayang entah kemana?&lt;br /&gt;mungkin jiwamu berada di bawah sungai, atau mungkin menuju keatas, menuju ke langit yang biru ini?&lt;br /&gt;yah..mungkin engkau merasa bahagia tanpa diriku, karena aku juga bahagia tanpa dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu banyak benih yang ditanam di ladang ini,&lt;br /&gt;dan siapa yang bisa memanen benih-benih itu kalau aku meninggal nantinya?&lt;br /&gt;tapi mungkin siapapun yang mendapatkannya, aku tidak peduli, aku tidak akan merasa sedih..&lt;br /&gt;karena benih-benih itu adalah benih yang buruk,&lt;br /&gt;engkau tidak akan pernah mendengar aku mengucapkan satu kata mutiara itu, yaitu "maaf"&lt;br /&gt;karena kata-kata itu bukan ditujukan untuk dirimu dan engkau tidak pantas menerimanya..&lt;br /&gt;apakah engkau sudah menemukan cahaya itu? cahaya terang yang menuntunmu itu?&lt;br /&gt;ataukah cahaya itu juga menghindari dirimu? aku berharap cahaya itu sedang menerangi jiwa yang lain, bukan jiwamu...&lt;br /&gt;karena kegelapan dan kengerianlah yang patut engkau dapatkan...&lt;br /&gt;jadi kurasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini,&lt;br /&gt;"selamat tinggal.....ibu"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114241449471284385?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114241449471284385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114241449471284385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114241449471284385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114241449471284385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/sigh-sleeping-inner-growing-hatred.html' title='(142) SIGH! (Sleeping Inner Growing Hatred)'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114172544087670444</id><published>2006-03-07T01:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:14:25.856-08:00</updated><title type='text'>(141) FR!G!D</title><content type='html'>"nona, bolehkah aku mengenalmu lebih jauh?" dia berkata begitu kepada diriku, aku hanya menatapnya dan berkata,"untuk apa engkau mengenalku lebih jauh?" apakah ada gunanya, aku melihat matanya, dan membaca maksud dari tatapan matanya, hmmphh...aku tahu apa maksud dibalik kata-kata yang diucapkannya itu, aku mengulurkan tanganku, menarik tangannya, dan menuntun tangannya kebuah dadaku, dan tanpa komando berikutnya, dia meremas-remas buah dadaku.... mulai dari remasan lembut, remasan keras, liar, hmmphh...aku tidak merasakan apa-apa...aku melihat dirinya, melihat kearah kedua buah dadaku, tersenyum gembira dan senang, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat matanya dan dari tatapan matanya aku tahu apa maksudnya, aku membuka seluruh kancing kemejaku, dan membiarkan buah dadaku yang menggantung terekspose secara jelas, buah dadaku yang besar,dengan kedua puting berwarna merah kecoklatan, yang sedang menegang dengan keras, aku membusungkan dadaku, seakan menantangnya untuk menjilat buah dadaku, spontan dia menjilat semuanya, meremas semuanya, aku merasakan putingku berada didalam mulutnya, menjilat, menyedot, mencium putingku, tangannya meremas kedua buah dadaku, tapi aku tidak merasakan apa-apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak jijik, tidak terangsang, tidak marah, tidak benci, biasa saja, aku melihat keatas, dan berharap pria ini cepat-cepat selesai bermain dengan buah dadaku, aku tahu kalau ini akan lama, karena para pria biasanya suka dengan bagian tubuhku yang ini... air liurnya sudah membasahi seluruh bagian buah dadaku, dan dia masih merasa kurang, dia masih meremas-remas dan terus menjilatnya, seakan tidak ada hari esok, aku yakin sekarang dia merasakan nafsu meliputi dirinya, dan aku yakin dia ingin melihat vaginaku, aku menyadari kebutuhannya, maka aku membuka rokku, menarik salah satu kakiku keatas agar celana dalam yang kupakai bisa kulepaskan, pria ini masih bermain dengan buah dadaku yang kiri, masih menjilat, menghisap, menyedot putingku...hmpphhh.... dan aku menuntun tangannya menuju kearah vaginaku, dia menyentuh bulu kemaluanku, dan dia tahu apa yang dia sentuh, dan hal itu membuat dia menjadi semakin cepat menjilat tubuhku, dari buah dadaku, dia turun keperutku sambil terus menjilatnya, dan sampai kebagian vaginaku, dia melihat bulu kemaluanku, dan kedua jarinya membuka dinding vaginaku, dan dia melihat daging berwarna kemerahan dengan lubangnya, dan dia berkata: "aku suka melihatnya"....aku hanya menganggukkan kepala, dan membelai kepalanya, mendekatkan kepalanya kepada vaginaku dan dia segera memainkan lidahnya lagi, begitu cepat..kekanan, kekiri, keatas, kebawah, menjilat-jilat klitorisku, lubang vaginaku, menghisap lubang itu dengan mulutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tetap tidak bisa merasakan apapun, tidak ada, tidak terangsang, tidak jijik, tidak benci, tidak marah...sama seperti tadi, aku hanya menunggu waktu dimana pria ini selesai bermain dengan tubuhku, terasa lama menunggu seperti ini, aku meraih tasku, membukanya, dan mengambil pemutar musik dari tasku, aku menancapkan kedua earphone itu kedalam kupingku dan menyetel lagu kesukaanku, menunggu waktu berjalan, sembari pria ini menjilat vagina dan meremas buah dadaku, aku bisa mendengar suara-suara becek dan basah yang keluar dari jilatan lidah pria ini, aku juga tahu ludahnya sudah bercampur dengan cairan vaginaku...aku tidak peduli toh, aku bisa membilasnya di pancuran nanti...&lt;br /&gt;selesai bermain dengan buah dada dan vaginaku, dia membuka celananya dan mengeluarkan penisnya dan berencana memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku..dia berkata: "maaf, bolehkah aku memasukkan ini kedalam dirimu?"....aku hanya berkata :"lakukan apa saja yang kau mau, asalkan aku tidak hamil"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar kalimat itu, senyum terpancar jelas dari mukanya, dan dia menyodorkan penisnya depan mulutku, penisnya tidak kecil tidak besar, aku sudah melihat puluhan penis dan penis yang ini sama saja dengan yang lainnya, aku tahu maksudnya menyodorkan penisnya ke mulutku, aku menjilat-jilat kecil, dan dia merasa semakin senang, aku menjilatnya terus menerus, seperti anjing yang sedang menjilat susu minumannya, dan aku memasukkan penis itu kedalam mulutku, dan menyedotnya, memainkannya, memaju-mundurkan kepalaku dibatang penisnya, dan dia hanya bisa menahan rasa enak, aku tidak peduli apa yang dia lakukan, aku tidak merasakan apa-apa...lagu-lagu yang ada ditelingaku terus mengalun, aku menyukai lagu ini kataku, dan kemudian setelah dia merasa aku cukup membuat penisnya enak dan lebih keras, dia memasukkan penis itu kedalam vaginaku, huff...aku merasakan sedikit sakit, seperti digigit semut pada saat dia memasukkan penisnya, karena otot-otot vaginaku memerlukan waktu sebentar untuk membiasakan diri dengan penis yang baru masuk itu, dia menusuk-nusukkan penisnya kedalam vaginaku, dan dia memegang kakiku, dan menggerakkan pantatnya maju mundur....aku hanya merasakan ada penis yang bergerak maju mundur didalam vaginaku, namun aku tidak merasakan apa-apa, tidak ada rasa puas, tidak ada rasa jijik...tidak ada rasa apa-apa....&lt;br /&gt;beberapa menit kemudian, dia mencabut penisnya dan memuncratkan seluruh tabungan spermanya ketubuhku...cairan berwarna putih kental itu sudah sering kulihat, dari ayahku, dari adikku, dari pamanku, dari pria-pria yang sama dengan pria ini...semuanya sama, melenguh puas saat mengeluarkan cairan itu...&lt;br /&gt;tetap saja aku tidak merasakan apa-apa, aku hanya mengambil beberapa tissue dari tasku, mengelap semua cairan itu, dan berkata :"sudah?"....pria itu mengangguk puas, dengan keringat yang membasahi tubuhnya, aku tahu dia tidak bisa berbicara, karena tenaganya sudah habis...&lt;br /&gt;aku membetulkan pakaianku, memakai celana dalamku, dan aku memasukkan pemutar musik yang ada didalam telingaku kedalam tasku, dan menerima uang dari pria itu, dan berjalan menjauhi dirinya yang sedang mengambil nafas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak merasakan apa-apa...tidak ada satupun perasaan yang aku rasakan, hanya rasa bosan menunggu waktu, waktu dimana pria itu selesai menuntaskan waktunya memainkan tubuhku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114172544087670444?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114172544087670444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114172544087670444' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114172544087670444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114172544087670444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/frgd.html' title='(141) FR!G!D'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114164086618713656</id><published>2006-03-06T01:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:13:49.661-08:00</updated><title type='text'>(140) kudapan kehidupan</title><content type='html'>aku termenung disini, di bangku sebuah kafe, duduk, menunggu dirimu, dirimu yang aku tahu tidak akan pernah datang lagi kedalam kehidupanku, meskipun aku menginginkan dirimu ada disini, disampingku, menghiburku, dan memeluk erat diriku, tapi kini aku ada disini, duduk diatas bangku bulat yang empuk, menatap meja yang dibalut dengan taplak merah kota-kotak dan garis-garis, dengan sebuah hiasan menu diatas meja itu, aku meraih menu itu dan melihatnya, mencari menu apa yang enak, hatiku merasa kacau dan aku merasa tidak ingin memesan apa-apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang pelayan datang menghampiriku dan bertanya kepadaku, menu apa yang akan kupesan, aku melihatnya tersenyum, tersentuh akan kecantikannya, melihat menu itu sekali lagi, dan aku berkata kepadanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... ...&lt;br /&gt;aku pesan secangkir cinta, karena jiwaku merintih akan harapan cinta dari dirinya,&lt;br /&gt;aku pesan sepiring benci, karena aku ingin dimarahi oleh dirinya, agar teriakan dan suara dirinya datang dan aku bisa mendengarnya,&lt;br /&gt;aku pesan segelas nafsu, agar pada saat dia dan aku meminumnya, aku bisa mencium bibir dan merasakan lidahnya berpaut dengan lidahku,&lt;br /&gt;aku pesan semangkuk sup rasa takut, agar aku bisa merasakan ketakutan yang menghantui diriku pada saat dia meninggalkan diriku,&lt;br /&gt;tidak lupa aku memesan seteguk cemburu, agar aku bisa menjaga dirinya dari jangkauan orang lain, aku hanya ingin menjaga dirinya untukku seorang,&lt;br /&gt;apa lagi yah? aku juga sebenernya ingin memesan sepotong rindu, agar aku bisa mengingat dirinya pada saat aku sendiri, termenung, dan tidak mempunyai siapa-siapa, setidaknya mengingat dirinya, membuat diriku sedikit hidup..&lt;br /&gt;aku pesan sepotong logika, agar aku bisa keluar dari kurungan ilusi rasa sakit ini, yang tidak terlihat, namun terasa disini, tepat dijantungku,&lt;br /&gt;dan sebagai penutup, aku minta satu gigit keajaiban, keajaiban untuk membangkitkan dirinya dari kematian itu, kematian yang seharusnya tidak terjadi...&lt;br /&gt;... ... ... ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang pelayan mencatat semua pesananku, membawanya ke kasir, lalu dia menghilang ke dalam....&lt;br /&gt;dan aku tetap duduk disini, tetap termenung, masih sendiri, melipatkan kakiku, menjulurkan kedua tanganku menjadi satu, merapatkan kesepuluh jariku menjadi satu bagian,dan menunggu pesananku datang,&lt;br /&gt;air mata keluar dari kelopak mataku....dan aku tidak akan menghapus air mata ini, aku ingin dunia melihatnya, aku ingin dunia mengetahui betapa sedih dan betapa kacaunya aku sekarang...aku ingin dilihat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahuku ditepuk oleh jari-jari manis pelayan itu, aku melihatnya dengan pandangan yang berair, dan dia membawa sebuah nampan berwarna coklat, dan dia meletakkan nampan itu kedepanku, dan hanya ada sebuah gelas, satu sendok, dan sebuah kartu ucapan yang ada didepanku, entah apa isinya...&lt;br /&gt;begitu kulihat bon itu, aku mulai membaca isinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nona, maafkan kami, kami tidak bisa menyediakan pesanan anda,&lt;br /&gt;secangkir cinta tidak bisa dihidangkan karena cinta ada dimana-mana, dan cinta macam apa yang anda mau?&lt;br /&gt;sepiring benci tidak bisa dihidangkan, karena benci hanya datang sekali dua kali, dan koki kami belum mendapatkannya,&lt;br /&gt;segelas nafsu tidak bisa dihidangkan karena nafsu dilarang untuk dihidangkan,&lt;br /&gt;semangkuk sup rasa takut tidak bisa dihidangkan karena tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental anda,&lt;br /&gt;seteguk cemburu tidak bisa dihidangkan kami tidk melayani satu tegukan, minimal 5 teguk, maaf!&lt;br /&gt;sepotong rindu tidak bisa dihidangkan karena rindu akan membuat anda semakin menderita,&lt;br /&gt;sepotong logika tidak bisa dihidangkan karena anda mempunyai logika, jadi tidak usah kami hidangkan lagi kepada Anda.&lt;br /&gt;satu gigit keajaiban tidak bisa dihidangkan karena kami hanyalah koki, bukan Tuhan dan malaikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi maaf Nona, sebagai gantinya, kami akan menyediakan ini, segelas harapan dan sesendok kehidupan,&lt;br /&gt;yang kami yakin pada saat anda memakan dan meminumnya, anda akan merasa hidup karena harapan akan membuat anda terus berjalan, dan menu spesial kami hari ini sesendok kehidupan akan membuat anda tahu kalau kehidupan ini hanyalah sekali..&lt;br /&gt;dan kami benar-benar hanya mempunyai satu sendok kecil kehidupan itu, yang tidak akan lagi untuk kedua kalinya, karena satu sendok itu berasal dari jiwa-jiwa pasangan anda yang sudah berada di surga, dan dia sudah capai-capai mengambilnya untuk anda..&lt;br /&gt;selamat menikmati makanan anda"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114164086618713656?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114164086618713656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114164086618713656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114164086618713656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114164086618713656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/kudapan-kehidupan.html' title='(140) kudapan kehidupan'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114163196934743972</id><published>2006-03-05T23:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:13:39.401-08:00</updated><title type='text'>(139) Subject Of Lesson Licherature</title><content type='html'>bagian mana dari pelajaran ini yang tidak kau mengerti? bukankah semua ini mudah untuk dipelajari? kepintaran adalah bagian dari dirimu, dirimu yang selalu ingin tahu semuanya secara mendetail, namun sekarang kemalasan sedang menguasai dirimu dan kamu memberikan dirimu kepada kemalasan, sehingga apapun yang kamu dengar, apapun yang kamu lihat, tidak tercerna kedalam dirimu, dirimu sekarang hanyalah sebuh tubuh yang tidak berisi apa-apa, namun aku percaya kamu akan segera sadar, karena aku tahu dirimu, dirimu yang tidak pernah meninggalkan pelajaranku, kita akan menunda pelajaran ini, namun ketahuilah, apabila kamu tidak mau mempelajari pelajaran ini, maka pelajaran inilah yang akan mempelajari dirimu, engkau akan diamati, dilihat oleh mereka yang tidak terlihat oleh matamu, namun hatimu mengetahui dan merasakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelajaran ini akan terus berjalan hingga engkau sudah mengerti dan hafal seluruhnya, begitu banyak yang masih harus engkau pelajari, dari awal, tengah, hingga akhir, dan akan ada banyak tingkatan dalam pelajaran ini, pelajaran ini tidak akan selalu enak dan santai, tetapi kadang harus keras dan sakit, karena kamu tidak akan pernah berjalan lebih baik kalau tidak dengan cara ini dan aku yakin kamu akan mengerti pada waktunya nanti, haha..lihat bola matamu sekarang, terlihat bingung dengan kata-kataku, tetapi tatapan itu juga menyiratkan kepadaku, kalau kamu juga penasaran dan ingin mengetahui jawaban itu...ayolah sayangku, kembalilah kepadaku, jangan biarkan kemalasan itu menguasai dirimu, peganglah kembali kontrol akan dirimu, jangan menyerah kepada mereka, sebagai guru, aku tidak bisa memberikan bantuan kepadamu, karena aku tidak memegang jiwa dan hati serta kemauanmu, yang bisa kuberikan hanyalah dukungan..itu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuncir rambutmu seperti biasa dan kedipkanlah matamu yang manis itu, dan tersenyumlah kembali kepadaku seperti biasa...aku yakin kamu bisa, peganglah tanganku, rangkullah pundakku, dan berjalanlah bersamaku, dan jangan lupa ambil buku catatan dan pensilmu, dan aku akan memulai pelajaran kita yang sudah tertinggal...&lt;br /&gt;karena pelajaran itu sudah minta untuk dipelajari kembali..setelah mereka sudah selesai mempelajari dirimu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114163196934743972?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114163196934743972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114163196934743972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114163196934743972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114163196934743972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/subject-of-lesson-licherature.html' title='(139) Subject Of Lesson Licherature'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114163095145775117</id><published>2006-03-05T23:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:13:27.259-08:00</updated><title type='text'>(138) Foreordained Awakening</title><content type='html'>pada awalnya manusia tidak mempunyai apa-apa,&lt;br /&gt;hanya seorang pria dan seorang wanita...tidak ada yang lain, hanya tubuh mereka yang mereka punya,&lt;br /&gt;tubuh yang rapuh, tidak bisa berbicara, hanya rintihan dan gumaman&lt;br /&gt;tubuh mereka merasakan sakit dan hati mereka tidak merasakan apa-apa kecuali rasa hampa,&lt;br /&gt;mereka berjalan, berjalan kemana-mana, namun tidak menemukan apa-apa,&lt;br /&gt;dan nafsu menghantui sang pria terus menerus, serta kemarahan menghantui sang wanita,&lt;br /&gt;mereka berjuang sepanjang hidup mereka, namun yang namanya kematian tidak pernah datang.&lt;br /&gt;mereka putus asa, dan mereka hidup dalam kekelaman abadi,&lt;br /&gt;sang pria menawarkan dirinya kepada matahari, berdoa dan meminta yang namanya keselamatan.&lt;br /&gt;sang wanita menawarkan persembahan kepada matahari dan meminta kebahagiaan,&lt;br /&gt;merasa tersentuh akan penderitaan dan kesedihan yang terus menerus menerpa manusia,&lt;br /&gt;matahari akhirnya berbicara kepada Tuhan dengan ratapannya,&lt;br /&gt;dan meminta Tuhan mengadopsi manusia itu sebagai anakNya,&lt;br /&gt;Tuhan akhirnya turun dan memberikan bantuan kepada kedua manusia itu, sang pria dan sang wanita.&lt;br /&gt;Tuhan mengadopsi dan memberikan banyak bantuan kepada mereka,&lt;br /&gt;mulai dari membuat waktu dan memisahkan menjadi dua bagian, disebut siang dan malam,&lt;br /&gt;memberikan cara dan jalan kearah keselamatan dan memberikan kebahagiaan kepada manusia,&lt;br /&gt;dan Tuhan memberikan apa yang namanya "Lupa"kepada manusia,&lt;br /&gt;agar manusia tidak khawatir lagi akan waktu, dan bisa menikmati hidup mereka&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan tumbuhan dan binatang dan menuntun mereka untuk hidup bersama manusia.&lt;br /&gt;sang pria bernama Buchlibari&lt;br /&gt;dan sang wanita bernama Lobsil Vith&lt;br /&gt;sang pria akhirnya tidak kuat menahan nafsu dan memberikan nafsunya kepada wanita,&lt;br /&gt;sang wanita menerima benih dari sang pria, dan akhirnya mempunyai seorang anak, bernama Vitra Lith&lt;br /&gt;dan karena manusia merasa bahagia, Tuhan pun ikut bahagia,&lt;br /&gt;dan Tuhan dengan kekuatannya memberikan tempat untuk manusia,&lt;br /&gt;diciptakannya dengan kekuatanNya sendiri, apa yang dinamakan surga&lt;br /&gt;dimana manusia hanya akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan aman apabila berada disana&lt;br /&gt;manusia tinggal dengan Tuhan dan banyak malaikat,&lt;br /&gt;tetapi malaikat Tuhan yang bernama Iblis, cemburu, dan memikirkan cara untuk mengasingkan manusia...&lt;br /&gt;Iblis akhirnya menggoda Lobsil Vith, sang wanita,&lt;br /&gt;dengan ketampanannya, bola matanya yang hijau, rambutnya yang dari emas, sayapnya yang bersilau.&lt;br /&gt;sang wanita akhirnya tergoda dan akhirnya bersetubuh dengan Iblis, dan sang pria melihat semuanya itu,&lt;br /&gt;dia sedih dan tidak mau mendekati sang wanita..hingga suatu saat Tuhan menyadari semuanya&lt;br /&gt;dan Tuhan mengutuk sang wanita, mengutuk Iblis dan juga mengutuk sang pria juga,&lt;br /&gt;karena sang pria tidak menjaga sang wanita dari godaan Iblis...&lt;br /&gt;namun Tuhan masih berbaik hati, lalu Tuhan menyuruh malaikat kesayangannya, Gabriel&lt;br /&gt;untuk menciptakan sebuah tempat untuk manusia yang disebut Bumi,&lt;br /&gt;dan lahar-lahar panas, bernama neraka untuk Iblis,&lt;br /&gt;sayap Iblis dipatahkan, tubuhnya dibuat menjadi jelek, dan berbulu..&lt;br /&gt;di Bumi inilah, sang pria, sang wanita dan sang iblis akan tinggal bersama,&lt;br /&gt;dan Tuhan akan memperhatikan mereka dari jauh,&lt;br /&gt;tetapi Iblis tidak puas dan dendam dengan Tuhan, ia ingin mengambil kerajaan surga&lt;br /&gt;menjadi pemilik surga,&lt;br /&gt;Tuhan berkata kepada manusia:&lt;br /&gt;"Inilah tempat untukmu, dimana tempat ini semakin lama akan semakin penuh, dan akan ada banyak celah untuk Iblis untuk bisa masuk ketempatmu, berhati-hatilah terhadapnya, dan tempat ini akan hilang suatu saat nanti, dan aku ingin kalian selamat pada akhirnya nanti"&lt;br /&gt;dan Iblis mengumpulkan pasukannya dari malaikat Tuhan yang tidak terlalu setia kepadaNya,&lt;br /&gt;dan akhirnya Iblis menyerang surga dengan kekuatan pasukannya, dan menggempur surga 666 hari, 666 malam,&lt;br /&gt;dan akhirnya kekuatan Tuhan akhirnya melemah dan Dia terjatuh,&lt;br /&gt;dan mailakat-malaikat Tuhan yang tadinya berdiam disurga, menurut kepada Iblis dan mengikuti dirinya.&lt;br /&gt;begitu banyak malaikat yang terjatuh, dan Tuhan pun mengalami kekalahan besar,&lt;br /&gt;dan tiba saatnya Tuhan diikat dan ditusuk dan dibunuh oleh Iblis,&lt;br /&gt;dan dunia yang didiami oleh manusia akhirnya rusak dan hancur karena kejadian malang ini,&lt;br /&gt;lalu Tuhan menghembuskan nafas terakhirnya,&lt;br /&gt;Dia meninggal dan menjadi abu, namun dia menjanjikan dia akan datang kembali.&lt;br /&gt;manusia tidak mengetahui hal ini, karena yang tersisa sekarang hanyalah malaikat-malaikatnya saja,&lt;br /&gt;yang selalu menjaga manusia dari kekangan Iblis, dan dia berkata kepada manusia melalui jiwa dan hati manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan belum kalah, dan Tuhan tidak mati, Dia akan kembali untuk menjemput kita semua,&lt;br /&gt;dan kalian, manusia yang akan membantu Tuhan untuk melawan Iblis,&lt;br /&gt;kita harus memberikan Dia persembahan dan tidak melupakan pengharapan kita,&lt;br /&gt;kita harus menunggu dan bersabar untuk hari yang akan disiapkan Tuhan...&lt;br /&gt;hari dimana pintu dan jalan ke surga akan kembali terbuka...&lt;br /&gt;akan tiba dimana Tuhan akan berkuasa lagi...&lt;br /&gt;dan kalian yang setia akan berada lagi di surga, bersama kami, malaikat dan tentu saja, Tuhan kita"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114163095145775117?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114163095145775117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114163095145775117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114163095145775117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114163095145775117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/foreordained-awakening.html' title='(138) Foreordained Awakening'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114162962276540984</id><published>2006-03-05T23:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:13:06.792-08:00</updated><title type='text'>(137) precious</title><content type='html'>Apa? aku tidak bisa mendengarmu...berbicaralah lebih keras sedikit agar telingaku bisa mendengarkanmu...nah, aku sudah bisa mendengarmu sekarang... apa yang bisa kubantu untuk dirimu, anakku? katakan apa keinginanmu, hayoo, jangan malu-malu...apakah aku harus lebih mendekatkan telingaku lagi kepada bibirmu? apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ohh..kamu ingin harta, kekayaan dan kekuasaan didunia ini? berapa banyak yang kauinginkan? dan kenapa semua orang yang datang kepadaku, selalu menginginkan 3 hal ini? anakku, kenapa engkau menginginkan hal ini? kenapa?&lt;br /&gt;apakah karena harta bisa membeli semuanya yang kamu mau?&lt;br /&gt;apakah karena kekayaan bisa memberikan semua kenyamanan yang kamu mau?&lt;br /&gt;apakah karena kekuasaan bisa memberikan dirimu pengaruh yang benar-benar mutlak untuk dirimu?&lt;br /&gt;kenapa kamu mau semua ini anakku? aku bisa memberikan semuanya kepadaku, semua yang kauperlukan, sudah kuatur, namun memang 3 hal itu belum kuberikan sepenuhnya kepada dirimu, kenapa? karena kamu tidak membutuhkannya anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayolah, jangan cemberut dan mengkerutkan keningmu seperti itu, karena aku lebih senang melihat dirimu tersenyum dan menari bersamaku, kenapa engkau menatap kepadaku dengan ratapan seperti itu? apa? kamu masih mau memiliki 3 hal itu? mmm..sayangku, kamu tidak akan memerlukannya, karena aku tahu apabila aku memberikan 3 hal itu, maka engkau akan menjauhkan dirimu dari padaku...jangan menggelengkan kepalamu dan berkata engkau tidak akan meninggalkan diriku, karena aku sudah merasakan jutaan manusia datang kepadaku, meminta hal yang sama denganmu, dan setelah kuberikan, mereka sudah berjalan sendiri dan tidak pernah kembali, hanya beberapa yang kembali, dan itu membuatku diriku sedih, oleh karena itu sayangku, aku tidak ingin engkau menjadi seperti mereka...janganlah seperti mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huff..kamu masih bersikeras untuk menerima hal itu yah?...hmmphh..baiklah, akan kuberikan kepadamu semuanya, harta, kekuasaan dan kekayaan, namun aku ingin menerima satu hal, hanya satu yang akan kuminta darimu pada saat aku telah memberikannya kepadamu, engkau boleh berpikir-pikir dahulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah aku memberikannya kepadamu, aku ingin meminta nyawa dan jiwamu, aku akan menyuruh malaikat maut untuk menjemput jiwamu, yah, tubuhmu akan berada di dunia ini, menikmati harta, kekayaan dan kekuasaan, namun jiwamu berada disini, disisiku, aku akan menarik jiwamu dari tubuhmu...&lt;br /&gt;kenapa? engkau berkata kalau aku egois? aku hanya meminta satu hal darimu, sedangkan engkau meminta 3 hal dariku, belum termasuk dengan apa yang telah kusediakan secara cuma-cuma kepada dirimu....&lt;br /&gt;bagaimana? apa jawabannya? apakah kamu lebih menyayangi harta, kekuasaan dan kekayaan? atau kamu lebih meyayangi jiwamu sendiri? hayoo...kutunggu jawabannya, karena kamu hanya bisa memilih salah satu dari hal itu...&lt;br /&gt;apa jawabanmu, anakku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114162962276540984?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114162962276540984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114162962276540984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114162962276540984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114162962276540984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/precious.html' title='(137) precious'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114135589043736553</id><published>2006-03-02T19:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:12:56.210-08:00</updated><title type='text'>(136) kept on going, shall we?</title><content type='html'>Aku terduduk disini, disebuah bangku, bangku yang entah sudah berapa lama berada disini, tapi sering kulihat orang duduk disini pada saat aku melewati daerah ini…kutaruh pantatku diatas kursi ini…keras sekali… aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk bisa duduk diatas kursi ini, aku melihat keatas, melihat ranting-rantin pohon yang kurus, tidak beraturan, dan mungkin sudah tandus, oh..aku juga melihat ada sarang burung diantara kepitan dahan-dahan itu, dan aku juga menyadari dalam sarang itu ada suara kicauan anak-anak burung itu, mungkin kicauan anak-anak burung itu yang membuat siapapun yang duduk disini merasakan kalau ada sedikit kehidupan yang berjalan didalam dunia ini…&lt;br /&gt;Aku menundukkan kepalaku, membuka sarung tanganku, huff..kenapa cuaca begitu dingin hari ini? Lihat uap yang keluar dari mulutku…begitu banyak dan tebal…..fuuh…aku menggosok-gosokkan kedua tanganku dan membiarkan hangat yang keluar dari tanganku berjalan kedalam tubuhku, aku melihat tanganku, mengawasi semuanya, dan aku menatap kepada sidik jariku, lingkaran yang berputar-putar, yang menandakan aku ada, ini aku, sidik jari ini hanya kepunyaanku, tidak ada yang lain yang mempunyai sidik jari yang sama… pusat sidik jariku berputar, sama seperti kehidupan semua orang didunia ini, berputar terus menerus, kurasa aku tidak mau berputar terus menerus disini, aku ingin berhenti pada suatu titik dan berhenti saja, entah apa yang terjadi, aku tidak tahu, kurasa semua akan terus berjalan disaat aku memutuskan untuk berhenti…huff..dingin ini semakin menusuk diriku, aku masih menundukkan kepalaku, beberapa helai rambutku mengenai ujung mataku, seakan menyuruhku untuk terus berjalan, melawan dingin dan mengingatkan aku kalau aku  harus sampai ke tempat tujuanku…dipojok sana ada beberapa orang yang mengelilingi tong sampah, mencoba menghangatkan diri mereka, mereka bercanda, mengobrol, berpelukan untuk saling menghangatkan, hmpphh…kurasa aku harus terus berjalan, karena aku tahu, kehidupan ini tidak akan berhenti walaupun aku memutuskan untuk berhenti, dan kalau aku berpikir lagi, untuk apa aku memutuskan untuk berhenti untuk sesuatu yang tidak akan pernah berhenti?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114135589043736553?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114135589043736553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114135589043736553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114135589043736553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114135589043736553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/03/kept-on-going-shall-we.html' title='(136) kept on going, shall we?'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114102705836541687</id><published>2006-02-26T23:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:12:42.387-08:00</updated><title type='text'>(135) sign the sign</title><content type='html'>entah berapa lama aku berada disini, aku tidak bisa menjawabnya, setiap kali aku bangun, mataku selalu buram dan susah sekali untuk melihat, hanyalah bayangan-bayangan buram yang bisa kulihat, namun aku tahu badanku menjadi begitu lemah, sudah berapa lama aku disini, aku bertanya kepada diriku sendiri? dan siapa orang-orang itu? apakah mereka pengunjungku? apakah mereka dokterku? aku tidak tahu, yang aku tahu, selang-selang ditubuhku ini semakin banyak setelah kedatangan mereka. selang berwarna biru, kuning, hijau, putih, dan gelembung-gelembung air yang kadang tidak pernah berhenti...apa yang mereka lakukan disini? aku tidak tahu, aku terlalu lelah untuk berpikir...aku harus menelan pil setiap harinya, entah berapa puluh pil dalam sehari, mereka mengatakan ini untuk kebaikan dan untuk kesehatanku, peduli apa mereka? siapa mereka? dan kadang-kadang aku menolak untuk menelan pil dan kapsul yang mereka berikan kepadaku, pernah suatu kali, aku menolak menelan kapsul itu kedalam mulutku, dan memuntahkannya, dan kapsul itu terlempar ke dadaku, dan aku bisa melihat, didalam kapsul itu, tubuh cicak yang sudah terpotong-potong kecil menjadi beberapa bagian...dan tetap saja mereka mengatakan aku harus memakan kapsul itu untuk kebaikan dan kesehatanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sial, dimana kekuatanku? dimana aku? siapakah aku sekarang? selang-selang ini terus membungkus diriku, dihidungku, di lenganku, didadaku, di leherku, kakiku...apakah aku ini? robotkah? manusiakah? hewankah? aku tidak tahu, karena aku tidak bisa melihat jelas sekarang, seakan-akan aku hidup dalam gumpalan kabut....dan pada saat aku tertidur, aku bisa mendengar suara ibuku, memanggil dan menyanyikan lagu tidur untukku, terasa begitu lembut dan indah, dan aku yakin kalau suara itu adalah benar suara ibuku, dimana ibu sekarang? aku tidak tahu, karena aku tahu dia meninggalkan aku pergi bersama adik-adikku yang lain untuk menghindar dari perang itu...&lt;br /&gt;aku selalu merasa mengantuk kalau aku berpikir, dan sekarang salah satu dari orang-orang yang tidak bisa kulihat dengan jelas itu, mencabut seluruh selang yang ada didalam tubuhku, membuka pakaian dan celanaku, membasuh kulitku dengan handuk yang telah bermandikan air hangat, aneh, aku tidak bisa menggerakkan tanganku? tangan kekarku...kemana mereka?&lt;br /&gt;dan siapa yang memandikan aku ini? kemana keluargaku? orang yang memandikanku berkata :"kapankah engkau akan bangun? ingin rasanya aku mendengarmu berbicara lagi kepadaku..aku ingin melihat senyummu, aku ingin mendengar ceritamu...tapi lihatlah kamu sekarang, matamu terbuka, namun kosong tatapannya....dan aku harus memandikan dirimu setiap harinya, berharap kalau basuhan air ini akan menyuruh saraf-saraf kulitmu kembali hidup"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa? ta..tapi aku disini, aku melihatmu, aku berbicara kepadamu... masakan engkau tidak bisa mendengar aku? apakah kamu gila? atau aku yang gila? aku jelas-jelas bisa mendapatkan dirimu sedang membasuh diriku....aku bahkan bisa mendengar suaramu dengan jelas....ayolah, jangan bilang engkau tidak bisa mendengarku...ada apa dengan telingamu?&lt;br /&gt;tidak...tidak..mereka datang lagi..orang-orang itu, siapakah mereka? siapa? mereka membuatku takut setiap kali mereka datang ketempat ini? dan mau apa mereka?&lt;br /&gt;aku mencoba mendengar apa pembicaraan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nyonya, saya mengerti perasaan anda, namun percayalah kepada kami, kami adalah ahlinya, tetapi keputusannya tetap berada ditangan anda, suami anda tidak akan pulih lagi, kedua kaki dan tangan kanannya putus karena terkena ledakan, dan kami sendiri tidak tahu berapa lama lagi suami anda akan bertahan, sungguh sebuah keajaiban ia bisa bertahan dari ledakan itu, lihatlah dia nyonya, lebih baik anda menandatangani surat kematiannya sekarang, daripada anda harus melihat kondisinya seperti itu setiap hari...setiap hari anda datang, memandikan dirinya, tetapi kami juga tahu, anda seringkali menangis, sehingga kami tidak bisa membedakan yang mana air basuhan, dan yang mana air mata anda....nyonya, terimalah saran kami ini...tolong"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa? tidak!! TIDAK!! aku masih hidup, jangan...jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup...lihat..lihat..aku tersenyum sekarang, aku tersenyum kepada kalian, ayolah, jangan bunuh aku,...aku bernyanyi sekarang..la..la.allla.alallaaa......*hik*, aaayolah, jangan..jangan bunuh aku...tidak...jangan, jangan tandatangani itu...jangan....aku masih ingin hidup....&lt;br /&gt;apa yang terjadi dengan diriku? aku tidak bisa mengingatnya....ada apa? apa yang terjadi sebelumnya? mereka bilang ledakan...ledakan apa? siapa yang menyebabkan ledakan itu.....sedang apa aku...&lt;br /&gt;aku berusaha keras untuk mengingat, keras sekali, sehingga kepalaku berputar seakan melawan hidup ini, hanya untuk mengingat sepersekian adegannya....dan pada saat aku mengingatnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanyalah gelap yang bisa aku lihat, nafasku terhenti, jantungku menyerah...dan ada suara yang berkata "keputusan nyonya adalah yang terbaik..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114102705836541687?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114102705836541687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114102705836541687' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114102705836541687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114102705836541687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/sign-sign.html' title='(135) sign the sign'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114101071333157302</id><published>2006-02-26T19:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:12:31.758-08:00</updated><title type='text'>(134) Why, The Doors?</title><content type='html'>bagaimana aku bisa melihat dengan jelas dirimu, kalau air mataku sendiri memburamkan mataku?&lt;br /&gt;bagaimana aku bisa berkata-kata dengan jelas, kalau suaraku hilang karena kegembiraan ini menyelimutiku?&lt;br /&gt;bagaimana aku bisa mendengar dengan jelas kata-katamu, kalau telingaku dipenuhi oleh nyanyian indah ini?&lt;br /&gt;bagaimana aku bisa meraung kepadamu, ketika sebelum aku meraung, engkau sudah memenuhi semua kebutuhanku?&lt;br /&gt;bagaimana aku bisa menjauh darimu, kalau setiap saat engkau selalu dekat dan merangkulku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau memenuhi diriku dengan semua yang kuperlukan, semua yang manusia tidak pernah bisa berikan kepadaku...&lt;br /&gt;engkau memberikan aku yang terbaik dari tempatmu berada, yang terbaik yang manusia tidak pernah berikan....&lt;br /&gt;engkau mengetahui apa isi hatiku tanpa aku meminta kepadamu, tidak seperti manusia-manusia disini...&lt;br /&gt;engkau mengambil semua yang buruk dariku, dan memberikan yang baik untukku...&lt;br /&gt;engkau memanggilku kembali pada saat aku hilang dan menungguku untuk kembali... aku ingin pulang kepadamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi kenapa manusia selalu melihat dirimu jauh? karena mereka tidak berusaha untuk dekat kepadamu.&lt;br /&gt;tetapi kenapa manusia selalu menganggapmu jahat? karena mereka merasa lebih baik?&lt;br /&gt;tetapi kenapa manusia tidak pernah mau menerimamu? karena mereka hanya mau menerima baik yang sementara.&lt;br /&gt;tetapi kenapa manusia baru mau sadar pada saat mereka mati? karena manusia-manusia itu takut akan mati.&lt;br /&gt;tetapi kenapa manusia begitu bodoh? mereka tidak bodoh, hanya saja bersandar kepada pengertian mereka sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbaliklah, berbaliklah, datanglah, datanglah, kembalilah, kembalilah, aku merentangkan tanganku dan membuka pintu rumahku untuk dirimu, aku menunggumu untuk datang kembali kepadaku, namun percayalah kepadaku, pada saat pintu ini sudah tertutup, tidak akan ada yang bisa membukanya kembali....datanglah kepadaku segera, sebelum pintu ini menutup dirinya sendiri....anak-anakku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114101071333157302?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114101071333157302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114101071333157302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114101071333157302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114101071333157302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/why-doors_26.html' title='(134) Why, The Doors?'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114077329301312719</id><published>2006-02-24T00:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:12:22.326-08:00</updated><title type='text'>(133) Till the moon becomes the sun....</title><content type='html'>hari ini bulan terlihat begitu tenang.... apakah bulan tertidur saat ini? apakah dia memakai pakaian tidurnya yang berwarna putih kesilauan pada saat tidur? terlihat begitu senyap, sunyi, namun aku menyukai suasana ini, suasana dimana aku bisa membiarkan diriku berpikir sejenak, beristirahat sejenak, dan aku merasa setiap inci bebanku terangkat, hilang dan lepas karena suasana ini....seperti malam yang segera berlalu, dan seperti lagu yang telah dimulai dan segera berakhir, aku tahu aku masih ingin berada disini...dan walaupun aku tahu bulan akan segera menghilang dan digantikan dengan terbitnya matahari, aku masih ingin terbangun, aku ingin terjag dari tidurku, bukan karena aku kesepian atau aku tidak mengantuk, namun ini semua karena aku masih ingin melihat wajahmu pada saat engkau tidur disisiku saat ini.&lt;br /&gt;aku bisa merasakan nafasmu yang lembut, dimana setiap engkau menghembuskan nafasmu, pipimu menjadi lebih menggemaskan, entah apa yang kauimpikan saat ini, namun aku masih ingat apa yang kita lakukan sebelum engkau terjatuh tidur, engkau memberikan aku sebuah ciuman, tidak apa-apa kalau ciuman itu hanya sebentar, terlalu sebentar malah... namun waktu yang kita bagi berdua benar-benar membuatku lebih dekat denganmu..aku bisa menyentuh hatimu, kesinilah, aku ingin memberikan kedekatanku denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bernyanyi untuk memasuki alam mimpimu, aku ingin tahu apa yang kauimpikan sekarang, aku akan bernyanyi dalam hati dengan seluruh jiwaku, agar tidak ada orang lain yang mengetahui nyanyianku untukmu, ingin rasanya aku meminta kepadamu, aku ingin engkau berbisik kepada jiwaku, kalau-kalau didalam mimpimu, engkau mengalami mimpi buruk dan engkau menangis dan ketakutan, aku ingin datang kepadamu, menenangkan dirimu, menghapus air matamu dan memberikan dirimu kehangatan dan sebuah ciuman kepadamu lagi, dan aku tidak peduli, seberat dan seburuk apapun mimpimu, biarkan aku datang menghampirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pertama kali aku melihat dan mendengar suaramu, aku cinta kepadamu, sampai sekarang pun masih.&lt;br /&gt;keduanya memadukan kekuatan dalam hati dan jiwaku, hingga aku sadar untuk apa aku hidup disini, wajahmu memberikan semangat kepadaku, suaramu memberikan aku kekuatan disaat aku membutuhkannya, dan apapun yang kubenci dari dirimu, dan apa yang kusuka darimu, aku mencintai dirimu semuanya, baik tubuh dan jiwamu. jangan berkata dan memanggil namaku dengan keras, karena bola matamu terlihat begitu bersalah, datanglah kedalam pelukanku, dan rangkullah tanganku agar engkau mengetahui betapa aku ingin bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berharap engkau bisa perlahan-lahan melupakan perasaan-perasaan yang terlihat begitu terang dan membutakan mata hatimu seperti matahari, dari pertama kali aku melihatmu, aku tahu kalau dari titik itulah (tanpa paksaan), aku ingin memberikan seluruh diriku kepadamu, dan mungkin mulai dari sekarang, engkau bisa percaya kepada para malaikat yang tidak bisa engkau lihat, karena menurutku, engkau adalah malaikatku, tetapi jangan terlalu skeptis, karena para malaikat juga bisa merasakan malu. dan kalau engkau bermimpi tentang masa depanmu, dimana (mungkin) kita berdua terikat secara bersama, yang mana aku ingin mimpimu menjadi kenyataan, percayalah, aku ingin aku berada disana, dimasa depan, denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan walaupun matahari akan terbit, karena aku tahu engkau berada didekatku,  biarlah engkau tidur dalam pelukanku, karena aku akan menjagamu, hingga matahari berikutnya terbit kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114077329301312719?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114077329301312719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114077329301312719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114077329301312719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114077329301312719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/till-moon-becomes-sun.html' title='(133) Till the moon becomes the sun....'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114076551849381896</id><published>2006-02-23T23:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:12:11.352-08:00</updated><title type='text'>(132) life..life my ship</title><content type='html'>aku akan berdiri disini, dengan tetap memegang perintahmu, aku adalah prajurit dan juga laskarmu, apapun yang kauperintahkan adalah apa yang harus kukerjakan, semuanya akan dilaksanakan dan dijalankan berdasar waktu yang kumiliki, bukan waktu yang kumiliki, dimana setiap orang akan datang kepadamu dan bertanggung jawab kepadamu, dan setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga akan semakin susah bertemu denganmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena disaat aku berdiri tinggi, engkau yang menopangku dengan kekuatanmu, dan disaat aku dibawah, dengan rendah, aku merendahkan diriku dengan sukarela agar engkau menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, dan hanya aku juga berkata kepada semua orang yang mendengarkanmu, baiklah mereka menjadi satu dengan kita semua, yang ada disini, berada didalam semua kehidupan ini, agar benar terjadi semua yang telah diceritakan kepada kita semua, dan benar semua yang sudah diramalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kapal ini akan berlayar, kapal ini tidak akan kembali lagi untuk datang dan menjemput kalian semua yang tertinggal, karena kapal ini hanya mempunyai 1 tiket saja, tiket pergi saja, tidak ada tiket pulang, dan semuanya yang terangkut dalam kapal ini akan pergi ke tempat seharusnya mereka berada, dan mereka yang tertinggal, tidak naik kedalam kapal ini akan mengalami marabahaya besar dan akan mendapatkan bahaya yang lebih besar lagi dari sebelumnya, dan juga mereka akan mendapatkan kematian dalam hidupnya, dan percayalah kalau kematian itu akan menjadi lebih susah didapat karena kematian juga akan pergi dari tempat ini untuk kembali ketempatnya semula..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bodohlah semua orang yang sudah tahu, yang sudah diberikan jalan dengan begitu jelas, namun dengan terang-terangan pula menolak jalan itu, aku tahu mereka diberikan pilihan, oleh karena itu aku mengatakan bodoh kepada mereka yang menolaknya, apakah pilihan yang kauambil itu sudah pasti akan lebih baik, aku bisa mengatakan jalan yang ini lebih baik karena aku mengambil jalan ini dan aku yakin aku akan selamat sampai ditujuan, dan aku bersedih untuk mereka yang tertinggal, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka, kalau saja aku diberi sedikit waktu dan kekuatan untuk membantu dan mengajak mereka kedalam kapal ini, aku mau....tapi suara-suara didalam kepalaku terus begetar dan terus menangis, berkata kalau :"jangan bersedih untuk mereka, mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka perbuat selama ini".....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapal ini sudah melepas sauh, sudah siap berlayar, dan semuanya bertotal 144.000 orang, aku bersedih, jutaan orang akan tertinggal, aku harus melepaskan kalian, kalian yang sudah mengambil jalan kalian masing-masing...aku harus pergi sekarang bersama awak kapal ini, dan kita tidak akan bertemu lagi, aku tidak boleh bersedih, karena beban air mata ini akan menambah berat beban kapal ini, tidak, semua orang yang berada didalam kapal ini juga menangis, menangis sedih, kapal ini mulai bergerak, menuju tempat kediamaan baru, selamat tinggal semua....semua sudah dilakukan, dan semua sudah direncanakan...selamat tinggal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114076551849381896?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114076551849381896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114076551849381896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114076551849381896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114076551849381896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/lifelife-my-ship.html' title='(132) life..life my ship'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114075519494401736</id><published>2006-02-23T19:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:11:50.254-08:00</updated><title type='text'>(131) jam kehidupanku…</title><content type='html'>masuklah (lebih) dalam lagi kedalam kehidupanku, maka engkau akan mendapati semuanya berjalan teratur tetapi berantakan, dimana setiap nafas yang dihembuskan menjadi nafas yang kau terima balik, setiap ucapan yang dikeluarkan menjadi makanan bagi telingamu sendiri...teruslah berjalan kedalam kehidupanku, maka engkau akan menemukan sebuah panggung, panggung kebanggaanku, panggung berwarna abu-abu yang disorot oleh lampu terang yang bulat itu, ikutlah berjalan ketengah sorot lampu itu dengan santai, karena akan ada pelajaran yang akan diberikan kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku berdiri di tengah sorot lampu itu, pada sat aku menunduk kebawah, ada sebuah 3 buah garis tebal yang kurasa terbuat dari baja berwarna kekuningan, dan pada saat aku melihat semuanya, ternyata ini adalah lingkaran waktu, sebuah jam, yang ternyata setiap garis ini adalah garis jam, garis menit dan garis detik... dan inilah yang kulihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 1 kehidupanku&lt;br /&gt;aku melihat seorang anak kecil, tertidur pulas, dengan wajah yang kotor, dengan tubuh yang kurus, memakai baju usang berwarna merah, tertidur begitu pulas, seakan melupakan betapa kejamnya dunia ini terhadapnya, dimana dunia seharusnya memberikan kesenangan dan waktu bermain untuknya, tetapi dia harus bekerja meminta uang kepada setiap pengendara yang melalui dirinya, dia tertidur diantara hembusan debu yang aku yakin akan merusak kulit dan juga jantungnya...namun dia tertidur begitu lelap, dan bantalannya adalah batu trotoar, batu yang sudah diinjak oleh jutaan orang yang melewatinya, batu yang sudah terkubur oleh kumpulan debu dan asap. namun batu itu bagaikan bantal penyangga untuk kepalanya, dan dia tertidur pulas dan aku melihatnya tersenyum dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 2 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat seorang bapak, ayah, pemimpin keluarga, yang sedang duduk didinding, berteduh dari teriknya sinar matahari, mengipas-ngipaskan lengan bajunya, berharap kalau cuaca menjadi mendung tetapi tidak sampai hujan, namun kurasa harapannya itu tidaklah datang, dengan wajah capai dan badan yang letih,  dia termenung, memikirkan berapa banyak lagi sampah yang harus ia sapu disepanjang jalan ini? dan berapa penghasilan yang akan dia dapat? dan apakah penghasilan itu akan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya? hanya rokok di mulutnya yang seakan bergumam untuknya. dengan baju oranyenya, dia melihat sapu miliknya, berharap kalau sapu itu bisa melakukan tugasnya sendiri, namun dia tahu kalau dia adalah seorang pemimpin, seorang kepala rumah tangga, dia tahu sebesar apapun impian itu, meyapu jalanan ini adalah tugasnya, dia harus mencari nafkah, pulang kerumah dengan uang yang tidak seberapa, dan memberikan uang itu kepada istrinya untuk kebutuhan sehari-harinya. dan dia sudah mengirim surat kepada pemerintah, surat ucapan terimakasih atas penolakan kenaikan upahnya, yang dengan frustasinya dia kirimkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 3 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat seorang wanita, belum terlalu tua, namun pandangan matanya kosong, tidak hidup, dia duduk diantara vas bunga yang terjejer rapi di batu pemisah jalan, memegang uang recehan yang terdiri dari uang logam, dan beberapa uang kertas dengan nominal 1000 rupiah, dan dihadapannya terdapat banyak orang, duduk, berpasangan, bercanda, tertawa dan menyantap setiap makanan yang mereka pesan. dan wanita itu bertahan, bertahan duduk disana, melawan rasa laparnya sendiri, dan apabila dia tidak kuat menahan laparnya, dia menghitung uang yang terus dipegangnya itu, dia sudah tahu berapa banyak jumlah uangnya, namun semuanya itu dilakukannya untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa laparnya, dan aku juga tahu, kepulan asap yang berasal dari daging hewan yang dibakar itu menggugah rasa laparnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tahu makanan itu mahal sekali baginya, butuh waktu 3-4 hari bekerja seperti ini hanya untuk menyantap sepiring makanan itu, dia hanya bisa melihat dengan rasa lapar yang aku yakin akan membunuhnya sebentar lagi, dan dia berharap kalau orang-orang itu segera pergi dari situ, pergi dengan kendaraan mewahnya, karena dia hanya bisa mengambil sedikit sedekah dari mereka yang sudah memarkirkan kendaraannya di setapak jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 4 kehidupanku&lt;br /&gt;seorang gadis berparas cantik, dengan tubuh terbalut pakaian yang ketat, menonjolkan setiap sisi dan area kemolekan tubuhnya, berjalan terburu-buru, melihat jamnya, seakan dia sedang dikejar oleh perasaan bersalah, dan dia sampai ke sebiah tempat, bertemu dengan seorang pria yang sudah paruh baya yang kelihatan sudah sangat mapan, dan pria itu tersenyum kepadanya, dan kemudian mereka pergi kesebuah tempat yang mereka sebut dengan hotel, disana gadis tadi, membuka seluruh pakaiannya, membiarkan dirinya dicumbu, disentuh, dicium dan membiarkan pria paruh baya itu memainkan tubuhnya sepuasnya, dan dengan daya tarik gadis itu, pria paruh baya itu merasakan orgasme berulang-ulang, dan tidak lama kemudian pria itu memberikan sejumlah uang yang cukup besar kepada gadis itu, dan menciumnya sekali lagi kemudian pergi, sedangkan gadis itu masih menghitung uang itu dengan tubuh telanjangnya, dan setelah menghitungnya, dia mandi dan memakai bajunya lagi, bersolek lagi, lalu pergi ke pria lain yang sudah menunggunya juga, dia tidak rela dan tidak mau sebenarnya menjadi seorang pelacur, namun dia merasa tidak mempunyai keahlian dan kemampuan apa-apa lagi, dan dia membutuhkan uang untuk membayar kuliahnya dan gaya hidupnya yang mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 5 kehidupanku.&lt;br /&gt;seoarang wanita ditemani suaminya, menahan rasa sakit, rasa sakit yang luar biasa itu dia tahan sedemikian rupa, sehingga dia harus menyelipkan sebuah handuk diantara mulutnya untuk menahan rasa sakit, dan suaminya berusaha menghiburnya, berkata terus menerus kalau semua akan baik-baik saja, dan anak yang mereka tunggu itu akan segera lahir, dan dokter yang mengerjakan persalinan itu berusaha sedemikian keras, berusaha menutupi kegugupannya, karena ini adalah persalinan pertamanya, dan dengan usaha yang keras, dia berhasil membantu wanita itu untuk melahirkan bayinya, namun semua rasa bahagia itu berubah menjadi kesedihan yang amat sangat, karena sang bayi ternyata cacat, tidak mempunyai kaki, hanyalah tangan, dan mempunyai tumor dikepalanya yang besar...dan pada saat sang ibu itu melihat anaknya, dia hanya bisa menangis histeris, berteriak tidak karuan, mengatakan TIDAAAK sekencang-kencangnya, dan dengan rasa sedih yang amat mendalam, dia melihat bayi yang ada didepannya menangis, seakan berkata :"ibu, akulah anakmu....aku sayang kepadamu"...namun karena rasa sedih ibu itu sudah sampai pada titik puncaknya, ibu itu menyuruh dokter itu untuk membunuh bayi itu dengan obat toksin, dan sang suami yang sama sedihnya ikut mendukung keputusan istrinya itu, dan sang dokter pun merasa lega dan senang, karena dia tahu bayi itu menjadi seperti itu karena kesalahannya, dia pernah salah menyuntikkan obat yang salah kepada ibu itu, dan sekarang dengan kematian bayi itu, dia akan terbebas dari hukuman penjara, dan bayi itu masih menangis, seakan berkata :"ibu, engkau pernah berkata kepadaku sebelum aku lahir, kalau engkau akan menjagaku, mengasihiku, tetapi kenapa sekarang engkau membuangku? tidakkah kau lihat aku menyayangimu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 6 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat seseorang sedang dipukuli puluhan orang, mereka memukuli orang  itu hanya karena dia sedang berdiri, menunggu bus yang akan mengantarkannya ketempat tujuannya, dan orang-orang ramai itu kalah berjudi dan mengatakan kalau semua kesialannya itu dikarenakan ada orang yang berbeda etnis dan ras berdiri didekat mereka, dan dengan liarnya mereka memukuli orang m itu, mengencinginya, dan melempari orang itu dengan segala macam benda yang bisa mereka lempar, batu, buah-buahan busuk, pecahan kaca, kayu...semuanya&lt;br /&gt;orang itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tahu kalau dia adalah suku minoritas, dimana dia tidak mempunyai kekuatan, dia hidup dimana rasialis sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan dia tahu kalau suatu hari kejadian ini akan menimpanya, namun dia tidak menyangka kalau kejadian itu akan secepat itu datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 7 kehidupanku&lt;br /&gt;seorang wanita memasuki pelataran parkir sebuah gedung, dan dari penampilannya aku tahu kalau dia orang kaya, dari gerak-geriknya, bisa terbaca kalau dia adalah seorang wanita yang tidak pernah puas, dia masuk kedalam gedung itu dan naik kelantai 4, bertemu dengan dokter pribadinya, dia menganggap dokter ini adalah tuhannya, karena dokter ini sudah berkali-kali mengoperasi bagian tubuh wanita itu menjadi lebih menarik, lebih sempurna, dan seperti sifatnya, wanita ini tidak pernah merasa puas... mulai dari dahi, hidung, bibir, lidah, leher, payudara, perut, lemak, vagina, kaki, paha, semua dioperasinya, sehingga tidak ada orang yang tahu bagaimana sebenenya rupa aslinya....dan tidak peduli berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya operasi itu, dia rela membayarnya, asalkan tubuhnya menjadi lebih sempurna dan terus sempurna.... dan dari apa yang kudengar, dia ingin mengoperasi seluruh kulit yang ada ditubuhnya, karena dia merasa kalau kulit tubuhnya sudah mulai terlihaat tua, dan dia ingin menggantinya dengan yang lebih muda, dan untuk informasi aja, dia baru berumur 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 8 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat seorang pria yang pulang kerumahnya, disambut oleh anak dan istrinya, sang suami mencium anaknya dengan penuh rasa sayang, dan kemudian mencium kening istrinya, sang istri begitu cinta kepada suaminya, hingga ia rela kehilangan kakinya pada saat dia medorong suaminya agar terhindar dari bus yang tidak sengaja hampir menabrak suaminya, dan kini sang istri hanya bisa duduk diatas kursi roda, walau begitu, dia masih mencintai suaminya, dan mensyukuri kehidupannya, beberapa saat kemudian, sang istri dengan susah payah menyiapkan makanan untuk suaminya, tetapi suaminya pergi kekamar tidur, dan memilih untuk tidur saja, tanpa penjelasan apa-apa, sang istri masuk kekamar, dan berusaha menanyakan keadaan suaminya, tetapi tamparan keras dipipi yang didapat oleh istrinya, sang suami marah karena istrinya bertanya terlalu banyak...sang suami pergi tidur, namun dia tida tidur, dia masih terbayang-bayang oleh tubuh lucy, selingkuhannya di kantor, yang masih muda, cantik, dan bertubuh indah, dengan lucy, dia merasa benar-benar mejadi pria seutuhnya, karena lucy bisa membuatnya orgasme berkali-kali, berbeda dengan istrinya yang tidak lagi bisa melayani kebutuhan nafsunya, hanya oral sex dan oral sex saja yang bisa diberikan istrinya...sang istri sudah diperlakukan begitu sejak bertahun-tahun lalu, dan dia tahu sang suami sering berselingkuh, namun hanya tangisan dimalam hari yang bisa membuat sang istri merasa lega, dan dia tidak mau menceraikan suaminya, karena dia cinta kepada suaminya, dan perceraian bukanlah jawaban untuk masalah ini...dan dia berdoa setiap hari, memohon agar suaminya dapat kembali menjadi seperti pria yang melamarnya, dimana cinta suaminya penuh untuk dirinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 9 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat sebuah asap dan api yang keluar dari sebuah apartemen, api begitu dashyat, mengundang kepanikan dan rasa takut bagi penghuni lain apartemen itu, dilantai 30, terjadi kebakaran, terjadi karena seorang pemuda begitu mabuknya, dia tidak sadar kalau dia menyalakan gas untuk memasak, dan diruangan itu ada anaknya yang masih kecil, 4-5 tahun, bermain boneka beruang,anak yang ditinggalkan oleh bekas istrinya untuk dia jaga, dan pada saat itu dia mabuk, ingin merasakan apa rasanya hidup, ingin sekali minum, ingin sekali merokok, dan api pada percikan ketiga yang keluar dari korek kebanggaannya itu ternyata adalah akhir dari hidupnya dan anaknya. gas itu bersatu dengan api, menyebabkan ledakan yang hebat, membangunkan orang-orang lain yang berada dalam apartemen itu, membuat pemadam kebakaran, polisi dan paramedis harus bekerja keras untuk mengeluarkan orang-orang itu yang berada didalam gedung itu, namun tangga penolong yang dikeluarkan oleh pemadam kebakaran itu tidak sampai kepada lantai itu, hanya sampai kepada lantai 24, dan mereka bingung karena gedung itu terdiri dari 60 lantai. dan air begitu susah didapat, karena pada saat itu terjadi kekeringan didaerah itu, dan mereka berharap kalau hujan tiba, namun jangan harap. karena musim pada saat itu adalah kemarau.&lt;br /&gt;dan akhirnya korban jiwa terdiri dari 120 orang, disebabkan hanyalah oleh kelalaian satu orang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 10 kehidupanku.&lt;br /&gt;aku melihat kumpulan tentara, sekitar 5-10 orang, memegang senjata mereka dengan gagahnya, mengendap-ngendap kedalam rumah-rumah, berjaga-jaga kalau-kalau ada orang yang mengetahui keberadaan mereka, dan dengan begitu cepat, mereka mendobrak sebuah rumah, bergerak begitu cepat, mencari sang pria, sang kepala keluarga, lalu menodongkan senjata mereka ke kepala pria itu, dan menyuruh anggota keluarganya untuk masuk kedalam satu ruangan yang kemudian dikunci. dan sang pria itu dibawa dengan paksa....dan dari apa yang kudengar, esok harinya pria itu ditemukan telanjang, dengan muka hancur, 3 peluru dikerangka kepalanya, 15 peluru di badannya, 2 di kaki kanannya, dan 4 peluru di tangannya, dia dibunuh karena dia orang jujur yang terus menerus memperjuangkan hak-hak manusia di bumi ini...  aku tahu kematian selalu menjemput orang baik yang tidak bersalah, namun aku harap kematiannya tidaklah sia-sia, karena 4 orang anak sng pria itu bertekad akan menjadi seperti ayahnya, jujur dan memperjuangkan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 11 kehidupanku&lt;br /&gt;aku melihat banyak sekali kerusuhan, dan penjarahan yang terjadi, mereka membakar, merusak, mengambil barang-barang orang lain, menganiaya semua orang yang tidak setuju dengan mereka, dengan kekuatannya, mereka berusaha untuk merubah semua pakem dan aturan yang sudah mereka jalani sebelumnya, mereka merasa tidak puas, bodoh, padahal peraturan itu sudah sangat adil...namun mereka membuat isu-isu yang tidak benar, memojokkan orang benar, menjegal orang-orang lemah, memeras orang-orang miskin dengan ribuan peraturan, padahal mereka tinggal didalam lingkungan dan tempat yang sama, mereka tidak peduli, yang mereka pedulikan hanyalah kepuasan dan kepentingan kelompok mereka, apapun caranya.... baik itu korupsi, kolusi dan lainnya, peras sebanyak mungkin orang yang bisa diperas, dan berikan mereka aturan dan kesusahan yang sangat banyak, hingga mereka tidak bisa menuntut balik semua kerugian yang mereka alami. bukankah begitu cara dunia bermain saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diarah jam 12 kehidupanku&lt;br /&gt;aku melihat sebuah pintu, pintu besar yang megah, dengan namaku ditulis dengan ukiran yang indah itu didaun pintu itu, pintu itu begitu jauh, begitu mempesona, garis menit berhenti diarah pukul 12.00, segaris dengan arah pintu itu, aku yakin pintu itu hanyalah untukku, karena disamping kanan dan kiri pintu itu, malaikat penjagaku memanggilku..&lt;br /&gt;aku yakin ada sesuatu yang menungguku dibalik pintu itu, aku yakin, dengan segenap hati dan akalku, aku harus berjalan kepintu itu dan membukanya... kini saatnya aku berjalan kearah pintu itu, dan aku tidak bisa menceritakan apa yang ada dibalik pintu itu, karena aku rasa aku tidak bisa kembali ke ruangan ini lagi..&lt;br /&gt;namun sebelum aku pergi, kuharap kamu bisa melihat 11 jam dalam kehidupanku, dimana semuanya memang tidak adil, kejam, dan juga keras, namun jangan hanya itu yang kamu lihat, percayalah masih ada banyak sekali kebaikan, keindahan yang ada didalam dunia ini, karena pada arah jam 1.20 kehidupanku, aku melihat seseorang membantu membuatkan kursi roda untuk mereka yang tidak mempunyai kaki, dan pada arah jam 5.12 pada kehidupanku, aku melihat banyak sekali orang berkumpul pada suatu tempat, menanam pohon-pohon yang sudah rusak, membuat dunia ini hijau kembali....&lt;br /&gt;ups, aku rasa aku harus pergi sekarang, sampai jumpa temanku... pintu itu sudah terbuka sedikit untukku sekarang,dan malaikat penjagaku sudah memanggilku lagi untuk menghampirinya kurasa aku harus berjalan sekarang, semoga kamu dapat mendapatkan pintumu juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114075519494401736?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114075519494401736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114075519494401736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114075519494401736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114075519494401736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/jam-kehidupanku.html' title='(131) jam kehidupanku…'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-114014705343238699</id><published>2006-02-16T19:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:11:38.272-08:00</updated><title type='text'>(130) 1:65 M</title><content type='html'>kenapa kamu harus berubah? aku tahu saat ini dunia sedang berubah, namun berubahlah sesuai dengan apa yang engkau mau, bukan apa yang orang lain mau...terlalu konyol melihatmu menuruti keinginan mereka saat ini, lepaskan topi konyol itu, dan buang warna merah merona yang ada di pipimu ini, astaga, kau ini manusia, bukan badut atau boneka...apa yang membuatmu buta? apa yang membuatmu berpikir kalau mereka membuatmu lebih baik?&lt;br /&gt;yang kaulakukan hanyalah menyenangkan mereka, bukan menyenangkan dirimu..&lt;br /&gt;jangan buang dirimu untuk sesuatu yang tidak jelas, jangan buka dirimu kepada mereka yang ingin melihat dirimu, dan jangan matikan dirimu sendiri...jangan berubah untuk orang lain, namun berubahlah untuk dirimu sendiri...&lt;br /&gt;aku tahu dunia ini sedang berubah, berubah menjadi lebih buruk rupa, dan kurasa aku juga tidak akan berubah, aku masih memakai celana jeans yang sama, backpack merah yang sama, kaos kesukaanku yang sama, dan kurasa ini adalah aku, aku yang benar-benar aku....ayolah, dunia ini mempunyai 65 juta orang didalamnya, dan tidakkah menarik kalau kita menjadi diri kita sendiri dan bukan menjadi orang lain....rubah pikiranmu, jangan biarkan dirimu dirubah menjadi orang lain, tetapi jadikanlah orang lain yang menjadi dirimu...tidakkah itu lebih asik dan lebih menarik?&lt;br /&gt;tidak perlu engkau membandingkan dirimu dengan orang lain, karena perbandingan itu tidaklah logis dan masuk akal, karena semirip apapun engkau mencoba membandingkan, dia tetaplah dia, dan engkau tetaplah engkau, tidak ada gunanya engkau berpikir begitu keras untuk sesuatu yang begitu jelas...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-114014705343238699?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/114014705343238699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=114014705343238699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114014705343238699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/114014705343238699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/1-65-m.html' title='(130) 1:65 M'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113988931511784758</id><published>2006-02-13T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:11:26.982-08:00</updated><title type='text'>(129) Bleeding Building</title><content type='html'>kuperhatikan tiang penyanggaku saat ini, berbeda sekali dengan pada saat aku pertama kali dibangun, dimana setiap senti dan inchinya diukur secara tepat dan cermat..dimana setiap cat yang menempel di dindingku tidak boleh pudar dan tidak boleh terlihat kotor, dan aku diberi sebuah atap yang bagiku adalah sebuah topi yang indah, dan bayangkan betapa bahagianya aku pada saat itu, namun sekarang jaman sudah berubah, dimana manusia yang ada sekarang sudah tidak peduli lagi kepadaku, entah sudah berapa banyak manusia yang menempati badanku ini, tetapi semakin berganti manusianya, semakin tidak peduli mereka terhadapku..&lt;br /&gt;kini lihat tiang penyanggaku, sudah mulai rusak dan berkarat oleh binatang pengerat, lihat dindingku, kulitku yang sudah mulai mengelupas dan mengeriput, lihat lantai kakiku, sudah mulai rusak, dan pecah, dan lihat jendelaku, mataku, sudah mulai layu dan tidak bersemangat, dan atapku, topiku sudah mulai hilang sedikit demi sedikit, sehingga aku bisa merasakan sinar matahari menembus melalui topiku menuju kakiku, dan yang paling parah adalah pada saat hujan, karena aku menjadi susah saat membersihkan diriku sendiri, dikarenakan terlalu banyak air kotor yang menempel di kulit dan kakiku...&lt;br /&gt;ingin aku menjadi seperti dahulu, disaat aku masih bersinar, setiap orang memandangku dengan kagum, ramah, dan merasa membutuhkan aku, dan setiap manusia yang berdiam didalam diriku merasakan bahagia, dan aku juga merasa bahagia, karena aku bisa melihat mereka pada saat tertidur, dan mereka tertidur begitu lelap dan bahagia, dan anak-anak mereka, juga begitu menyayangiku, meskipun kadang-kadang mereka mencoret-coret kulitku, namun aku tidak marah, karena aku tahu mereka sedang bermain dengan diriku, aku merindukan mereka semua, mereka yang pernah merubah warna kulitku menjadi lebih muda dan kelam, mereka yang pernah merubah susunan dalam tubuhku, dan kadang-kadang aku merasa kalau peletakan mereka kadang tidak terlalu enak untukku, mereka yang dengan senang hati membersihkan setiap sudut badanku, mereka yang menjagaku, dan memberikan aku teman disaat aku kesepian...kemanakah mereka semua sekarang?&lt;br /&gt;kini aku melihat semuanya sudah berubah, disekelilingku berdiri..mmm..entah harus kusebut teman ataukah musuh? gedung-gedung tinggi yang menjulang entah berapa tingginya, yang kadang apabila saat sedang menuju senja, aku tidak lagi bisa melihat matahari terbenam, karena mereka menutupi pandanganku kearah terbenamnya matahari,  dan gedung-gedung itu terlihat begitu mewah dan berkilap pada saat malam, karena diterangi dengan lampu-lampu indah yang bercahaya, sedangkan diriku saat ini...menyedihkan, aku hanya diterangi dengan sinar bulan yang terkadang masuk kedalam badanku melalui atapku..&lt;br /&gt;dan pada saat malam, sedih sekali aku melihat teman-temanku di samping, depan dan belakangku, yang dipenuhi dengan suara-suara bahagia.... sampai kapan aku harus menahan sedihku.... berbeda dengan teman-temanku yang sudah beberapa kali dirubah, aku belum pernah sekalipun mengalami renovasi sejak aku pertama kali dibangun....aku hanyalah sebuah rumah tua, yang sedang sekarat dan juga renta, aku berharap akan ada seseorang yang mau membantuku untuk merasakan hidup, sekali lagi saja, sebelum aku dihancurkan, karena aku tahu hanyalah tinggal menunggu waktu sebelum mesin-mesin raksasa itu datang dan memukulkan godam hitam yang besar itu untuk menghancurkan diriku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113988931511784758?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113988931511784758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113988931511784758' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113988931511784758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113988931511784758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/bleeding-building.html' title='(129) Bleeding Building'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113947730658844806</id><published>2006-02-09T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:11:14.967-08:00</updated><title type='text'>(128) Fear the FEAR!</title><content type='html'>kerlap..kerlip...bintang diatas sana, bintang yang menyinari gumpalan awan...seakan memberikan kesan tersendiri bukan kalau kita melihat keatas dan memberikan semua impian dan perasaan kita kedalam awan itu? dan bintang itu seakan menjawab seluruh harapan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun hari ini tidaklah demikian, semua hal yang kulihat tidaklah sama dengan apa yang kuharapkan...ketika aku melihat ke langit, hanyalah warna hitam gelap, pekat, sepekat hitamnya bola mataku, terasa menarik seluruh kekuatan dan juga ketakutanku kedalamnya.. pernahkah engkau merasa begitu takut? begitu putus asa, dan benar-benar tidak ada yang bisa dijadikan jalan keluarnya? yang kulihat adalah kilatan-kilatan petir yang seakan tidak ada hentinya dan juga peluru hujan yang seakan marah tanpa ampun, meneriakkan bunyi kencang seakan memarahi tanah, dan juga seakan tidak mau kalah, suhu juga berubah menjadi sangat dingin..sangat dingin hingga membuat tubuhku bergetar terus menerus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jujur saja, aku tidak berani menatap keatas, tidak berani mendengar, tidak berani untuk berbuat apa-apa selain diam ditempatku berada, menerima peluru-peluru yang membasahi tubuhku dan membiarkan langit dipenuhi dengan kilatan-kilatan putih...karena aku takut apabila aku melihat keatas, salah satu dari kilatan petir itu akan melihatku mendongak dan menyambar diriku...apa yang aku rasa? tidak ada perasaan lain, selain rasa takut yang seakan diriku hanyalah seonggok daging yang dipenuhi rasa takut.. takut akan cuaca, takut akan diriku sendiri, karena aku tahu diriku bukanlah diriku yang sebelumnya, rasa takut ini membuatku tidak bisa berpikir dengan jelas, hanya gumaman-gumaman kata-kata yang tidak jelas yang bisa kuucapkan, tetapi jiwa dan hatiku terus menerus mengulang kata-kata yang sama... meskipun aku tidak tahu apa artinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kuinginkan adalah aku bisa keluar dari semua ini, tolong aku, seseorang, tarik aku dari sini, keluarkan jiwaku dari sini, dan berikan aku sedikit harapan, berikan aku bintang, berikan aku tanda kalau semua akan berjalan baik dan aku bisa keluar dari sini, tolong..jwaku berteriak lebih kencang....aku rasa tangisan yang kukeluarkan juga tidak akan sampai pada apa-apa..hanya keputusasaan, karena aku tahu tidak ada orang lain yang berada disini selain diriku sendiri, dan aku juga tahu tidak akan ada yang bisa mendengar suaraku, karena suara-suaraku kalah dengan nyanyian hujan ini...&lt;br /&gt;rasa takutku, rasa putus-asaku, rasa ketidakberdayaanku semakin mempesona didepanku, seakan berjalan bersama dan mengejekku, pikiranku pun menambah nilai plus dari semuanya, yaitu dengan semakin memojokkan akal sehatku, dan mengatakan kalau ... " ini adalah waktumu! ini adalah saatnya engkau pergi!"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam..diam..DIAAAAAM!!! kata-kata itu kutulis dengan begitu lantang, namun jujur saja, tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu...tidak ada...bahkan aku sendiri tidak mencoba untuk membuka mulutku...karena aku telah menyerah kepada rasa takutku, rasa ketidak berdayaanku...&lt;br /&gt;tolong, seseorang, berikan aku satu titik bintang di awan, sehingga aku bisa berani mengangkat kepalaku, mendongakkan kepalaku, dan melihat...kalau ada secercah harapan diatas sana....meskipun aku tahu, meskipun bintang itu memang benar ada diatas sana, aku tidak akan bisa melihatnya, karena air hujan ini akan berubah menjadi duri-duri kecil yang akan merusaka dan memburamkan mataku, dan juga jiwaku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113947730658844806?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113947730658844806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113947730658844806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113947730658844806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113947730658844806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/02/fear-fear.html' title='(128) Fear the FEAR!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113800552228058682</id><published>2006-01-23T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:11:06.056-08:00</updated><title type='text'>(127) *G*</title><content type='html'>pernahkah kamu merasa begitu bahagia dan terpenuhi? sehingga apapun yang kau lihat didepanmu, semuanya tidak lagi berarti? semua harta, semua kekayaan, semua nafsumu, semua keinginanmu tidak lagi membuatmu tertarik? pernahkah engkau merasa begitu bahagia dan terpenuhi sehingga engkau berharap pada saat itu engkau ingin mati dalam kebahagiaan itu? pernahkah engkau merasa begitu bahagia karena engkau sudah menemukan jawaban yang kaucari selama ini, dan puas akan jawabannya? hahaha...itulah perasaan yang aku alami sekarang... aku merasa begitu bahagia, dan aku sadar, kalau semuanya berjalan dengan begitu baik, begitu sempurna dan yang aku ucapkan hanyalah terimakasih dan terimakasih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih karena aku sudah diberi cukup waktu untuk mendapatkan kebahagiaan itu, terimakasih karena aku sudah diingatkan untuk kembali ke asal mulaku, terimakasih karena jawaban yang aku cari ternyata tidak jauh dari pemikiran diriku sendiri, kurasa aku sudah memenuhi panggilan diriku untuk kembali, kembali menjadi seorang anak, menjadi anak dari pemilik surga... dan aku semakin yakin sekarang namaku akan dicantumkan dalam buku yang telah berada diatas sana...&lt;br /&gt;terimakasihku atas suara-suara, petunjuk, berkat, dan juga cobaan yang kauberikan kepadaku, terimakasih malaikat penjagaku, engkau telah bertugas dengan begitu baik, dan maafkan aku juga kalau aku kadang-kadang tidak mendengarkan suara-suaramu...tetapi ketahuilah betapa aku rindu kepadaMu...yang ingin kulakukan sekarang adalah untuk menyenangkanMu...karena itu adalah tujuan hidupku...kirimkanlah malaikatmu lebih banyak lagi agar aku bisa menjaga tubuhku lebih suci lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang mengejar-ngejar harta dan materi hanya untuk dilihat oleh manusia lain? karena engkau mengetahui kalau semua materi itu akan hilang suatu hari... pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang menjatuhkan orang lain, karena pada harinya justru mereka yang menjatuhkan yang akan lebih dijatuhkan....pernahkah engkau merasa dalam hidupmu, jiwamu berteriak karena ada sesuatu yang kurang? tetapi engkau malah berpura-pura tidak mendengarnya?...bangun dan dengarkanlah teriakan jiwamu sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini waktu semakin jahat, dan waktu berjalan semakin cepat, mungkin waktu sedang berlari ke garis finish, karena kita semua merasa diperdaya oleh waktu, dan aku yakin saat ini Engkau sedang memilah-milah siapakah yang akan masuk kedalam sisimu, dan siapa yang tidak akan masuk kedalam sisimu, untuk mereka yang tidak terpanggil, aku meminta persiapan batinmu untuk menjalani semuanya...karena semua sudah direncanakan, semua sudah dibangun dengan begitu rupa...terimakasih atas penggenapan yang akan segera kaulakukan kepada dunia ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113800552228058682?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113800552228058682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113800552228058682' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113800552228058682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113800552228058682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/g.html' title='(127) *G*'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113799360287984242</id><published>2006-01-22T21:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:10:56.840-08:00</updated><title type='text'>(126) Pleases out-side inside!</title><content type='html'>akhir-akhir ini ketakutan menjadi teman dekatku....ketakutan karena awan terlalu gelap dan meneriakkan sambaran-sambaran petir yang seakan menarik tubuhku kedalam kegelapan itu, pada saat aku berjalan, dan pada saat kulihat keatas, hanya warna putih buram, abu-abu dan hitam yang kulihat, dan dengan senyuman dari awan itu yang membuatku takut, dan apabila kulihat kearah kejauhan, yang kulihat hanyalah gedung-gedung tinggi, dengan background berwarna hitam dan abu-abu dengan sambaran-sambaran petir yang menampilkan silhouette gedung tinggi itu, dan seakan mereka siap menghancurkan gedung itu....dan pada saat awan itu meneriakkan nyanyiannya, yang terdengar seperti gumaman tidak jelas, Aku selalu menutup kedua kupingku, atau setidaknya mengeryitkan dahiku, dan berharap nyanyiannya tidak akan terdengar jelas oleh kupingku...menyebalkan rasanya mengalami semua itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketakutan karena aku tahu waktu akhir-akhir ini berjalan begitu cepat dan juga semakin jahat, dan juga semuanya berjalan tidak beraturan dan aku tahu aku berada didalam semua ini, aku yakin aku berjalan semakin cepat, tanpa arah dan aku juga yakin kalau rasa takutku itulah yang mendorong aku untuk terus berjalan, tidak, tidak, aku tidak boleh menjadi seperti ini, tidak boleh menjadi pesimis, meskipun susah sekali menjalani dunia ini dengan rasa optimis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku selalu menangis dipojok kamarku, berusaha melupakan semua yang telah dunia lakukan terhadap diriku, dan aku mencoba mengingat apa saja yang telah aku lakukan kepada dunia....dan aku hanyalah disini, berada didalam kegelapan kamarku, mencoba menggugat semuanya, menyangkal semuanya, dan juga terus menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku berada diluar, tetap berjalan, menengadah ke atas, dan butiran-butiran rintik hujan membasahi rambut dan juga kulitku, hmphh... butiran-butiran ini cukup membuatku terbangun dari semuanya, dari kesedihanku, dari ketakutanku, dari keputus-asaanku, butiran-butiran ini juga menghapus tangisanku, aku menutup mataku, mencoba menyelami semuanya lebih dalam lagi, dan aku yakin kalau semuanya akan berjalan lebih baik lagi.....namun begitu kubuka mataku, dan tetap menengadah ketas, yang kulihat adalah awan-awan itu lagi, melihatku dari atas sana, memulai lagi semuanya, meneriakkan semuanya, mendengar nyanyian dan gumaman-nya, melihat semuanya, dan kini mataku mencoba melawan butiran-butiran air yang terus dicoba dihalang oleh mataku, menantang awan itu... dan pada akhirnya aku menurunkan kepalaku, mengusap mataku, dan berdiam diri sejenak, ditemani oleh butiran air ini, dan kembali berjalan untuk meneruskan hidupku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113799360287984242?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113799360287984242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113799360287984242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113799360287984242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113799360287984242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/pleases-out-side-inside.html' title='(126) Pleases out-side inside!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113799247761128151</id><published>2006-01-22T20:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:10:44.100-08:00</updated><title type='text'>(125) Petroid Dicipline</title><content type='html'>pernahkah kamu berpikir akan kematianmu? pernahkah kamu berpikir bahwa setiap hari yang kita jalani ini adalah perjalanan menuju kematian kita? dan kira-kira akan seperti apakah kematian kita? apakah kita akan tewas terbubuh pada saat kita membela orang lain? apakah kita akan tewas karena kecelakaan lalu lintas? apakah kita akan membunuh diri kita sendiri karena tidak kuat lagi hidup didalam dunia ini? apakah kita akan tewas karena penyakit HIV yang belum ada obatnya? atau apakah kita akan meninggal dengan tenang karena termakan usia?..aku tidak tahu...kenapa kita tidak pernah sadar dan kalaupun sadar hanyalah sesekali atau dua kali menyadarinya? karena kita mempunyai kekuatan dan juga kemampuan untuk melupakan...yup! kita sering dibuat lupa kalau hidup ini berjalan ke arah kematian kita, dan aku juga yakin tidak semua orang menyadarinya, dan anehnya aku selalu menyadarinya, mungkin ini berkatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari terus berlalu tanpa belas kasihan dan juga hidup terus berjalan tanpa pernah menapakkan kakinya ke tempat peristirahatan, tetapi fisik kita yang lemah ini selalu meraung capai dan lelah, dan tanpa belas kasihan juga waktu menempa setiap kehidupan kita dari berbagai arah, kenapa? kenapa selalu seperti itu? mungkin jawabannya adalah proses, proses yang harus kita lalui untuk lebih menghargai hidup ini, proses untuk mengenal diri kita sendiri, proses untuk dewasa, agar kita mengerti apa tujuannya kita berada disini, kita pasti disini untuk sebuah tujuan, tujuan yang harus kita cari sendiri (betapa berat dan kerasnya!)..dan proses agar kita mengerti apa jawaban yang sebenarnya kita cari sebelum kita pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendengar setiap harinya kalau kematian menjemput orang lain dan kelahiran selalu memberikan warna kepada dunia ini, jadi dimana titik jenuhnya? apakah pada saat menjemput semua orang? atau disaat kelahiran memenuhi dunia dan memberikan secara terus menerus warna kepada dunia ini? tidak..tidak bisa dijawab karena dunia ini begitu luas untuk bisa dipikirkan dalam satu kalimat, dan satu kalimat tidak cukup untuk merangkum seluruh jawabannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113799247761128151?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113799247761128151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113799247761128151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113799247761128151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113799247761128151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/pretoid-dicipline.html' title='(125) Petroid Dicipline'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113749018197190580</id><published>2006-01-17T01:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:10:30.955-08:00</updated><title type='text'>(124) Bitch!!!</title><content type='html'>Sayang, diamlah disana sebentar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku akan membuka bajuku sekarang, baju tembus pandangku yang berwarna ungu, dengan bordiran bunga yang dihiasi dengan  rajutan-rajutannya, aku akan membukanya perlahan agar engkau bisa dengan pelan-pelan menaikkan libidomu, aku akan menurunkan bajuku agar engkau bisa dengan jelas melihat puting payudaraku, dan aku akan memancingmu dengan meremas-remas payudaraku yang putih, meremas dan merintih, aku akan pelan-pelan menaikkan libidomu, aku akan merangsang puting payudaraku agar lidahmu berteriak dan meminta untuk segera menjilat kedua putingku, dan aku yakin tanganmu juga sudah tidak sabar ingin meremas-remas kedua buntalan daging besar dan halus yang bergantung didadaku...benar begitu kan sayang? tetapi itu belum semua, sebelum engkau memulainya, biarkan aku membuka bajuku terlebih dahulu, dan biarkan aku terkulai di kursi, agar engkau bisa dengan jelas memandang semua keindahan tubuhku, tubuhku yang tinggi, semampai, dan putih, dan aku ingin agar engkau bisa dengan jelas memandang puting payudaraku yang sudah menegang ini...ohh..sayang, aku tahu betapa sudah tidak sabarnya engkau.....lihat baik-baik payudaraku yang besar dan kencang ini, yang dihiasi oleh putingnya yang berwarna merah kecoklatan, lihat betapa tegak kedua puting ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku akan membuka celana dalamku sekarang, celana dalam hitam dan bermotif bunga kesukaanku, aku akan menurunkan celanaku, dengan pelan-pelan sekali, aku akan mebiarkan hasrat dan juga fantasimu yang liar keluar semuanya, aku akan dengan pelan-pelan menurunkan celanaku agar rambut-rambut disekitar vaginaku bisa terlihat perlahan...upss..apa kamu melihat itu? lihat rambut itu? rambut yang berwarna hitam dan ikal itu? yeah, aku bisa tahu dari matamu yang mengikuti gerakan tanganku kalau engkau melihat rambut kemaluanku...aku tahu engkau sudah tidak tahan ingin melihat belahan vaginaku, sabar sayang, akan ada waktunya...semakin banyak rambut kemaluanku yang terlihat olehmu sayang? apakah kamu suka? aku tahu kamu suka...dan kini aku sudah menurunkan semuanya, aku akan melebarkan kakiku agar kamu bisa melihat dengan jelas semuanya, rambut di sekeliling vaginaku, belahan vaginaku, payudaraku, puting payudaraku, aku tahu, libidomu sudah mencapai puncaknya...kamu senang sayang? aku menyentuh klitorisku, AAhhh..enaknya..aku memainkannya, memencet klitorisku dengan jari-jariku..aaahh..sayang, enaknya...ahhh...dengan jari telunjuk dan jari manisku, aku membuka belahan vaginaku, dan memasukkan jari tengahku kedalam lubang yang ada ditengah vaginaku...AKkhhh...sayang, rasanya sangat enak...aku mengeluar-masukan jari tengahku kedalam vaginaku, dan keluarlah cairan bening dan kental itu, cairan yang aku tahu pria menunggunya....hmmm...aku tahu kamu merasa senang sayang karena aku bisa melihatmu berkali-kali menelan ludahmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesini sayang...aku ingin merasakan lidahmu diseluruh badanku...yaa..yaa..begitu sayang, jilat dan gigit putingku dengan libidomu yang sudah tidak bisa engkau tahan lagi...aahh...remas payudaraku dengan tanganmu, rasakan besar dan halusnya payudaraku...aaahhh..gigitanmu pada puting payudaraku membuatku melenguh..aaakhh..enak..sayang, engkau sangat pandai...terus sayang..turunkan kepalamu dan teruslah menjilat tubuhku, turunlah dan jilat vaginaku sayang, yaaa..sayang, gunakan lidahmu untuk menjilat manis klitorisku, jilat terus sayang, jilat sisi kanan dan kiri klitoris ini, klitoris yang berada tepat diatas lubang vaginaku, sedot dan hisap sayang..yaa..disitu, turunkan lidahmu terus dan jilat belahan dan lubang vaginaku, AAKKKHHHH... yang sayang, sedot semua cairan yang keluar dari vaginaku, karena aku tahu semua cairan itu untukmu, untuk lidahmu...Akkhh...aku merasakan lidahmu bergerak-gerak, menyedot dan menghisap diantara jepitan vaginaku, sayang, jangan biarkan tanganmu menganggur, remas payudaraku dan mainkan tanganmu kepada kedua payudara dan putingku..aku ingin merasakannya...ya sayang, benar begitu...remas dan remas terus, rasakan besar dan kencangnya payudaraku, selagi engkau menyedot dan menjilat vaginaku, jambak rambut kemaluanku, buka besar-besar vaginaku agar engkau bisa lebih mudah menjilat dan menyedot liangnya..hahaha...aku milikmu sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana penismu? aakkhh...ini dia, penismu juga sudah mengeras, lebih keras dari sebelumnya...mmmhh...alangkah enaknya kalau penis ini berada dalam mulutku...mmmm...sayang, kini giliranku sayang...berhentilah sejenak dan biarkan aku melakukan pekerjaanku...mmmhh..lihat batang penismu sayang, besar, begitu keras, berurat, dan tegang, dan berdenyut, seakan mereka memanggilku.... mmmhh...kujulurkan lidahku ke kepala penismu, biarkan penismu menyambut lidahku sayang...mmm...biarkan bekas air liur yang keluar dari lidahku membekas kepada kepala penismu dan membuatnya sedikit bersilau..mmm...enak sayang? aku akan menjilat kepala penismu ribuan kali...dan menjilat batang penismu jutaan kali...aku bisa melihat engkau menyukainya sayang...mmmhh...aku terus menjilat batang dan kepala penismu, engkau hanya bisa melenguh.....lihat aku sayang, lihat bagaimana caranya aku menghisap batang penismu dalam-dalam dan menyedotnya...lihat bagaimana aku memaju-mundurkan kepalaku agar batang penismu bisa merasakan sensasi berada didalam mulutku....engkau merasakannya sayang? lihat bagaimana aku memasukkan batang penismu dan menghisapnya? hahaha..aku suka sekali memuaskan dirimu...lihat.. apa yang kita punya disini? dua buah bola ternikmat yang pernah pria punya...mmm...aku akan memasukkan kedua bola itu secara bergantian kedalam mulutku, aku akan menjilat kedua bola itu didalam mulutku....mmm..enak sayang? merasakan sensasinya? aku akan menggunakan tanganku untuk bermain dengan batang penismu juga pada saat aku bermain dengan bola-bola itu..mmm..aku akan menggigit, menjilat, memegang, meremas, aku adalah milikmu sayang, dan jangan hanya diam saja disana, gunakan tanganmu untuk memainkan vagina dan payudaraku, jangan diam saja, mereka dibuat bukan untuk hanya didiamkan sayang...masukkan jari tanganmu kedalam vaginaku selagi aku bermain dengan penismu sayang, aku akan memanjakan penismu...mmm....sayang, batang penismu begitu menggoda lidahku, aku tidak bisa berhenti mengulum dan menjilatnya...mmm...mmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang, aku merasa bosan bermain dengan penismu di mulutku, aku menginginkan penismu didalam vaginaku...masukkan sayang, masukkan pelan-pelan, rasakan kebasahan dan lubang vaginaku sayang, yaa..begitu, masukkan pelan-pelan, dan kerjakan bagianmu...tusuk aku, pompa aku dengan penismu...akkhh..sayang..begitu, yaa...aku bisa merasakan penismu masuk kedalam kedalaman vaginaku sayang...aku yakin kamu bisa memuaskanku...terus pompa aku sayang, peluk aku, rasakan kehalusan kulitku, aku ingin merasakan penismu masuk hingga kedalam pangkalnya, dan aku ingin merasakan pangkal penismu menusuk kuat didalam vaginaku...terus sayang..yaaa..lebih cepat sayang...yaa...nafasku sudah tidak bisa ditahan sayang...yaa..terus pompa aku sayang,...yaa..remas payudara dan pantatku, yaa benar, cium aku, cium bibir dan leherku...terus pompa aku sayang...sayang, cairan vaginaku keluar terus menerus...tidak apa-apa kan sayang? aku memperlancar keluar masuknya penismu kedalam vaginaku kan? hahaha...terus pompa aku sayang..yeah..yeahh..akkhh..AKhh...sayang, mana spermamu sayang, muncratkan spermamu kepadaku sayang, spermamu yang sudah kautabung hanya untukku....keluarkan spermamu dari lubang dikepala penismu sayang, aku menginginkannya...yaa..sayang..semakin cepat pompa aku, agar semakin cepat engkau orgasme...ya sayang..yaa..yaa...AKhhhh...( ******* ******).... muncratkan spermamu keseluruh badan dan mukaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmm...enak sayang...yah..yah...begitu...cairan putih dan kental dan dengan aroma khas itulah yang kutunggu sayang..haha...spermamu banyak sekali sayang...yah..keluarkan terus...yah terus.....biarkan aku mengoles seluruh tubuhku dengan spermamu...yaa...aku suka aromanya...sayang..lihat cairan vaginaku, tidak kalah banyaknya dengan spermamu...lihat itu sayang...mmm...engkau mau menjilat dan membersihkannya sayang? terimakasih, engkau baik sekali tapi sebelum itu, bagaimana kalau aku dulu yang membersihkan penismu dari sperma yang tertinggal disana dengan lidah dan mulutku? mmm...mmm..sekarang jilat semua bagian vaginaku sayang, bersihkan semua.... mmm ...mmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih sayang...&lt;br /&gt;engkau capai sayang?&lt;br /&gt;sekarang ambillah uang yang telah kusiapkan didalam tasku, semuanya 10 juta, pakailah pakaianmu, kemudian ambil dan pergilah sayang, sebelum suamiku datang dan memergoki kita berdua..&lt;br /&gt;aku akan meneleponmu lagi kalau aku membutuhkanmu...mmm..aku yakin aku akan merindukanmu dan penismu...&lt;br /&gt;sampai jumpa sayang...muaah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113749018197190580?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113749018197190580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113749018197190580' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113749018197190580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113749018197190580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/bitch.html' title='(124) Bitch!!!'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113645587522323946</id><published>2006-01-05T01:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:10:18.973-08:00</updated><title type='text'>(123) Express depress</title><content type='html'>jam di dindingku berhenti sekarang, berhenti tepat pada saat aku memandang anak panah yang menempel di tungkainya...panah yang begitu tegas dan juga ramah, yang selalu memenuhi ruangan ini dengan nyanyain detiknya yang merdu, kini aku tidak akan bisa mendengarkan lagi suara merdu itu, semakin sepi suasana ruangan ini, hanya baju-baju lusuh dan juga meja makan yang sudah lapuk yang mungkin kalau mereka bisa berbicara, mereka akan minta untuk dibuang, karena kaki-kaki mereka sudah hilang dan mereka juga tidak mempunyai tenaga lagi untuk bertahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan badan-badanku juga disokong oleh tulang-tulang yang sudah keropos dan karatan, kulit-kulitku juga sudah mulai mengeriput dan juga mulai terasa kasar..aku merindukan dirimu sekarang, kenapa engkau meninggalkan diriku begitu cepat?  Kurasa mungkin aku akan menyusulmu sebentar lagi, karena umurku sudah 83 tahun sekarang, dan mungkin ini adalah tahun terakhir aku berada disini, dan apabila memang aku akan menyusulmu, aku ingin membawa semua kenanganku bersama dirimu keatas sana agar engkau mengetahui kalau aku masih ingat akan dirimu, dan aku akan membagi kenangan itu bersamamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengilhatanku juga sudah mulai buram dan rabun ditambah juga dengan semua lampu buram ini yang nyawanya juga sama sekaratnya dengan diriku sekarang, tapi setidaknya lampu ini masih mencoba memberikan nyawa terakhirnya untuk menerangi ruangan yang berwarna hijau ini, entah hijau atau abu-abu, karena sudah banyak sekali warna hijau yang sudah terkelupas dari dinding yang dulunya bersih, dan itu semakin membuat aku merasakan diriku terbuang jauh dari dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemana semua orang yang kukenal? terasa sangat sepi sendiri disini... julietku, engkau meninggalkan diriku pada saat engkau mengandung anak pertama kita, sayangku, seharusnya keluarga kita menjadi keluarga paling bahagia, dan aku akan menjadi ayah yang paling sempurna, tapi kenyataannya terbalik, engkau berteriak kesakitan, dan mengeluarkan darah yang terlalu banyak pada saat engkau melahirkan, aku tidak menyalahkan dirimu sayang, namun hanya saja merasa kesal akan permainan takdir ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini radio yang berumur lebih tua daripadaku menghadap ke arahku, jariku saja terasa sakit pada saat aku menekan tombol yang menghiasi badan radio itu, kemana kaset itu? kaset lagu dansa yang dimainkan pada saat pernikahan kita? dimana aku dengan gagah dan yakin memegang pinggangmu, dan mencium bibirmu dengan perasaan cinta yang membara-bara....mataku masih bisa dengan jelas melihat dirimu yang indah, berpadu dengan gaun pernikahan putih yang sangat pas mencerminkan kecantikan dirimu, namun kini bayangan dirimu sering datang dan hilang dalam ingatanku, dan aku harus memukul kepalaku sendiri untuk bisa mengingat bagaimana rupa wajahmu, dan aku harus memukul tanganku untuk bisa mengingat bagaimana halusnya kulitmu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku takut aku tidak akan bisa menjadi sebaik dirimu, dirimu yang mempunyai hati yang sangat teduh, aku berpikir kadang-kadang. apakah aku pantas menjadi pendampingmu? masih ingat ketika kita makan malam di pinggir jalan, Karena aku tidak mempunyai uang dan engkau lapar, dan aku hanya bisa membeli sebuah roti lapis dan dua buah teh hangat yang kita beli di supermarket? dan aku ingat kalau engkau tidak mengeluh sama sekali, melainkan bersyukur engkau masih diberikan kesempatan untuk menikmati waktu bersamaku, terima kasih sayangku! saat-saat itu adalah saat yang meyakinkan cintamu akan diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kini, aku berada disini, berdiri disamping sofaku yang sudah mulai sobek di setiap sisi sudutnya, berusaha berdiri, meski setiap kali aku berdiri, tulang-tulang karatan sialan ini membuat badanku sakit, tapi aku berusaha, dan terus berusaha, aku ingin berdiri, aku ingin menutup mataku, aku ingin merasakan kehadiranmu, menjulurkan tanganku kedepan, membayangkan kalau dirimu ada didepanku saat ini, memeluk diriku juga, meskipun aku tahu kamu tidak akan pernah lagi berada didepanku, sekuat apapun keinginanku dan sekuat apapun aku memohon! aku ingin menghadirkan suasana indah yang pernah kualami, meskipun aku harus memaksa otakku bekerja 10.000 kali lebih keras dari biasanya, dan aku mulai menyetel lagu dansa lainnya, karena lagu dansa kita sudah hilang entah kemana, maafkan aku sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menutup mataku, masih ditemani dengan suara lagu dansa, menutup mataku yang sudah dikelilingi keriput di setiap pinggiran kelopak mataku, mencoba mendengar alunan lagu dansa itu, oh yah, aku juga sudah lupa akan suaramu, seperti apa suaramu? aku melangkahkan kakiku kekiri, namun rasa sakit di tulang kakiku menyerangku, dan aku terus memaksa kakiku untuk bergerak... andaikan badanku masih kuat seperti dahulu....Ah..aku tidak boleh menjadi lemah seperti ini...aku memutar badanku, berkhayal kalau aku memutar badanmu, dan urat-urat tulang punggungku berteriak dan menjerit, memberikan aku sejuta rasa sakit, nafasku terengah, tidak sampai 5 menit aku mencoba bergerak, Tuhan, badanku bagaikan bongkahan batu yang dipaksa bergerak seperti karet....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terengah-engah, nafasku sesak, kepalaku berputar, mulutku bergumam, tanganku bergetar, kakiku limbung, betapa usia itu begitu kejam.... aku dipeluk oleh kedua tumpuan sofaku lagi, seakan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan aku rasa nyaman.... tanpa aku sadar, bagian dadaku sakit, dan badanku bergetar, bukan karena rasa sakit dari fisik, melainkan dari hatiku, bertanya, kemana hilangnya waktu yang seharusnya kita miliki, kenapa engkau tidak disini? dan kenapa aku tidak bisa berdiri, bahkan hanya untuk berdansa sebentar untuk menampilkan dirimu walau hanya semenit saja...&lt;br /&gt;untuk apa gunanya aku di sini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113645587522323946?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113645587522323946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113645587522323946' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113645587522323946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113645587522323946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/express-depress.html' title='(123) Express depress'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113637714842944791</id><published>2006-01-04T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:10:03.509-08:00</updated><title type='text'>(122) T.R.E (The Ressisterable Empathy)</title><content type='html'>Lets Plug and Play :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Verse 1]&lt;br /&gt;kalian semua pasti kenal dengan tre, tapi mungkin banyak yang tidak tahu kalau nama aslinya caesar&lt;br /&gt;dia tidak suka dipanggil itu karena dia menjadi sedikit gusar dan nama itu tidak terlalu enak didengar&lt;br /&gt;oleh karena itu dia mengganti dengan nama Tre, dan ditambahkan belakangnya dengan haushinka&lt;br /&gt;mungkin kalian bingung apa artinya, tapi maaf, waktuku terbatas, jadi kalian tidak perlu tahu jawabannya&lt;br /&gt;tetapi selain itu dia anak yang baik, dan jarang sekali bermasalah&lt;br /&gt;kalaupun ada, dia pasti akan segera menyadarinya, karena dia paling tidak suka merasa bersalah&lt;br /&gt;lahir dari empat bersaudara, dua adik laki-laki dan satu kakak perempuan&lt;br /&gt;meskipun tidak terlalu dekat, dia menjaga semua anggotanya karena sebagai pria, dia harus bisa diandalkan&lt;br /&gt;dengan badannya yang kecil, dia ingin sekali bertambah tinggi, walaupun hanya 2-3 centi&lt;br /&gt;sampai-sampai dia pernah meminum setiap hari obat cina penambah tinggi, bernama Tienchi&lt;br /&gt;dia juga mempunyai jadwal makan yang kacau dan tidak beraturan&lt;br /&gt;karena dia tahu dia makan hanya pada saat lapar dan dia tidak peduli apa menu yang akan di meja makan&lt;br /&gt;dan yang paling aku tahu kalau anak ini suka sekali dengan angka tiga&lt;br /&gt;dan semua hal yang pernah dirasakannya dan dialaminya akan selalu dijaga&lt;br /&gt;perlu diketahui dia juga pernah dua kali ke dokter mata untuk tes buta warna&lt;br /&gt;dan hasilnya ternyata positif, dan hal itu cukup membuatnya kecewa&lt;br /&gt;tapi tetap saja dia masuk kuliah desain, karena dia yakin kalau hidupnya ada disana&lt;br /&gt;dan terbukti sekarang, kalau semuanya berjalan lancar, dan sekarang dia sudah sarjana&lt;br /&gt;punya banyak sekali teman entah itu dari kampus mana ataupun kenalan dari friendster&lt;br /&gt;tapi yang pasti anak ini narsis abis dan pernah hampir membeli papan skateboard baru untuk dibilang skater&lt;br /&gt;dan juga warna favoritnya adalah merah&lt;br /&gt;dan banyak sekali anak forum yang mengatakan kalau tre ini ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa&lt;br /&gt;karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya&lt;br /&gt;memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian&lt;br /&gt;karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Verse 2]&lt;br /&gt;Dia pernah punya pacar bernama lydia&lt;br /&gt;namun dia seharusnya tahu kalau dari awal lydia itu tidak bisa dipercaya&lt;br /&gt;dan sekarang lydia punya pacar baru yang sama-sama tinggal di jerman&lt;br /&gt;tapi jangan sampai tre bertemu dengan lydia, karena lydia pasti mati dimutilasi , dan beritanya pasti ada di koran&lt;br /&gt;kini Tre mempunyai pacar bernama Yumie&lt;br /&gt;sudah 4 tahun berjalan dan aku tahu dia masih pacaran dengannya hingga kini&lt;br /&gt;dan juga dia mempunyai sahabat bernama marcell&lt;br /&gt;anak aneh ini juga cuek dan sering mengejek hidupnya dengan berkata :"Oh, Hell"&lt;br /&gt;selain itu dia suka sekali dengan wanita yang berpayudara besar, bermata sipit dan kulit kuning langsat&lt;br /&gt;dia bilang Cup A itu Apa adanya, B itu Bagus, C itu Cukup dan D itu dashyat&lt;br /&gt;dia juga suka melihat cewek sporty dengan tank top yang menampilkan pusar&lt;br /&gt;dan berharap kalau cewek yang dilihatnya itu bisa dibawa ke "kamar"&lt;br /&gt;oh yah, dia juga benci sekali dengan asap rokok yang bisa membuatnya harus menahan nafas&lt;br /&gt;dan ingin rasanya ia mecekik setiap orang yang merokok agar ruang nafasnya menjadi lebih bebas&lt;br /&gt;bekerja siang malam, dengan penuh semangat, namun di akhir bulan, dia tidak tahu kemana gajinya pergi&lt;br /&gt;tetapi setelah dia pikir-pikir, ternyata gajinya habis untuk membeli Gundam yang dipajang di toko Anime Machi&lt;br /&gt;kurang begitu suka makan masakan western dan lebih banyak makan seafood di anton 88&lt;br /&gt;karena harga disana begitu murah, dan begitu banyak masakan baru yang bisa dimakan&lt;br /&gt;sedikit perhitungan tentang uang, bukannya pelit, hanya saja selalu berpikir berulang-ulang kalau sedang ingin membeli barang&lt;br /&gt;dan biasanya setelah dia membeli barang, ada saja hal yang tidak terduga yang datang, dan kejadian itu sudah sering terulang&lt;br /&gt;diluar hal itu, semuanya berjalan dengan baik, dan tidak terasa usianya sudah 24 tahun Maret ini&lt;br /&gt;semakin tua usia, semakin hilang satu persatu orang yang dikenalnya, dan dia merenung :"kemana semua temanku kini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa&lt;br /&gt;karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya&lt;br /&gt;memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian&lt;br /&gt;karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Verse 3]&lt;br /&gt;dulu dia sering membleach rambutnya dari merah, orange, hingga kuning berkali-kali&lt;br /&gt;sampai teman-temannya pun hanya bisa geleng-geleng kepala kekanan dan kekiri&lt;br /&gt;sekarang dia bekerja di majalah sebagai graphic designer&lt;br /&gt;mempunyai atasan yang dipanggil ucok, padahal nama aslinya rainer&lt;br /&gt;sekantor dengan cewek yang namanya marina purnamasari&lt;br /&gt;dan mungkin banyak orang yang tidak mengira kalau dia sekretaris redaksi&lt;br /&gt;ada reporter juga, namanya zaldy muryadi dengan nama panggilannya jamur&lt;br /&gt;sering sok pede dan dekat dengan cewek hingga badannya subur, namun percayalah kalau selera humornya hancur!&lt;br /&gt;berada setiap detik dan setiap harinya didalam ruangan artistik&lt;br /&gt;dan saking cepatnya dia mengetik, dia terlihat seperti tikus kalau sedang mengetik&lt;br /&gt;tapi jangan salah kalau dia sedang melihat dengan serius monitor yang ada di depan matanya&lt;br /&gt;karena dia bukan sedang bekerja, namun sedang mencari bintang porno favoritnya madoka ozawa&lt;br /&gt;mempunyai koleksi cd dan dvd porno yang entah sudah berapa ratus banyaknya&lt;br /&gt;sampai kadang-kadang dia lupa siapa saja yang sedang meminjamnya&lt;br /&gt;sebut saja siapa bintang porno jepang yang engkau suka...&lt;br /&gt;karena aku yakin anak ini pasti punya&lt;br /&gt;Hikari, Azumi, Minori, Sayaka, ruu Hoshino, Ohura, dan masih banyak lagi&lt;br /&gt;tapi dia masih bingung dengan selera orang yang bilang yang paling cantik miyabi&lt;br /&gt;pernah sekali dua kali membeli sex toys dan saat ini dia sedang ingin membeli dildo&lt;br /&gt;jangan tanya untuk apa, karena kalau diberitahu engkau pasti hanya bisa berkata "oo.."&lt;br /&gt;meskipun berkesan pervert, jangan salah, diluar semua itu, dia anak yang bisa menerima perbedaan&lt;br /&gt;karena dia tahu semua perbedaan itu justru akan membuat hidupnya berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa&lt;br /&gt;karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya&lt;br /&gt;memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian&lt;br /&gt;karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[verse 4]&lt;br /&gt;dengan gaya jalan yang unik, aku selalu melihat dia memakai earphone dan mendengar lagu dari Ipod&lt;br /&gt;dan sekarang dia bingung mau membeli handphone Panasonic atau DoPod&lt;br /&gt;suka sekali melihat baju celana dan sepatu dari merek adidas&lt;br /&gt;dan entah kenapa dia suka sekali makanan yang pedas&lt;br /&gt;walaupun terlihat normal, tetapi cara pikirnya aneh, dan mungkin tidak bisa diterima sebagian orang&lt;br /&gt;karena dia suka berpikir akan hal-hal yang seram, sadis dan juga hal-hal yang seharusnya dilarang&lt;br /&gt;meskipun begitu, dia tidak pernah melakukan hal itu dalam kenyataan, semuanya hanya ditulis&lt;br /&gt;karena dia tahu semakin banyak yang ia tulis, maka pikirannya pasti akan habis&lt;br /&gt;dia tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan banyak yang memanggilnya PYSCHO!!!&lt;br /&gt;tetapi dia tidak peduli, hanya tersenyum, karena dia tahu dia mempunyai kelainan mental yang biasa disebut SCHIZO!&lt;br /&gt;dia sekarang sedang mencoba menulis sebuah buku tentang kisah psikologi&lt;br /&gt;dia belum menulis banyak, namun dia tahu kalau cerita ini harus menjadi sebuah ironi&lt;br /&gt;dia juga diajak membantu menulis buku oleh Irene karena irene bilang gaya tulisannya unik&lt;br /&gt;namun dia belum menjawab iya, karena dia takut akan membuat buku yang ditulis irene menjadi tidak menarik&lt;br /&gt;namun dia percaya kalau gaya tulisannya bisa membuat orang-orang berpikir&lt;br /&gt;dan berharap semua orang yang membaca tulisannya tidak mengganggap hidup itu mudah seperti membanting stir&lt;br /&gt;setiap orang punya masalah, begitu juga dengan dia, kita semua sama&lt;br /&gt;tapi jangan merasa tidak berguna, karena aku yakin semua orang bisa keluar apabila dia berusaha&lt;br /&gt;dia tidak mempunyai agama, dan tidak mengerti akan artinya hidup&lt;br /&gt;tapi sekarang dia mulai berdoa, dan memperbaiki hidupnya agar menjadi lebih baik dan tidak meredup&lt;br /&gt;dan berharap saja pada saatnya kita mati, kita semua akan masuk ke dalam surga&lt;br /&gt;karena aku yakin surga adalah tujuan akhir setiap manusia yang diharapkan di dunia, meskipun banyak juga yang ke neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa&lt;br /&gt;karena lirik sudah susah dibuat oleh tre semuanya&lt;br /&gt;memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat dibaca oleh kalian&lt;br /&gt;karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Outro]&lt;br /&gt;kalian sekarang pasti kenal dengan Tre, karena sudah begitu banyak yang kuceritakan tentang dia&lt;br /&gt;anak kecil aneh yang selalu merasa pede, tetapi dia sering dianggap anak kecil, karena wajahnya yang ceria&lt;br /&gt;dia suka sekali dengan hal-hal yang berbau jepang&lt;br /&gt;dan film jepang pertama yang dia tonton adalah google V yang bisa membuat dia senang&lt;br /&gt;pernah ke kampus memakai sandal tidur berboneka singa&lt;br /&gt;dan teman-temannya tertawa dan menamakan singa itu dengan ocan, aneh-aneh saja&lt;br /&gt;suka sekali dengan musik jepang, mulai dari luna sea, larc en ciel, hingga chihiro onitsuka&lt;br /&gt;mungkin karena lagu indonesia jelek, dan tidak ada satupun lagu indonesia yang dia suka&lt;br /&gt;sudah bosan berada di jakarta, dan ingin sekali tinggal di luar negeri&lt;br /&gt;namun jangan suka berkhayal, karena dunia saat ini sedang rasis, dan itu membuat dia ngeri&lt;br /&gt;anak gila ini juga suka sekali minum soda&lt;br /&gt;jadi jangan heran kalau kamu membuka kulkas dirumahnya, pasti ada 4 botol besar coca cola&lt;br /&gt;Dia juga sering merasa takut, karena dia sering mendengar suara-suara yang ada didalam dirinya berbisik&lt;br /&gt;namun suara itu membuatnya tenang, dan dia bisa tidur meskipun hanya beberapa detik&lt;br /&gt;suara itu mengenalkan dirinya sebagai raphael dan Nophorus&lt;br /&gt;nama yang tidak dia kenal hingga saat ini,namun dia tahu suara itu terdengar asli dan sangatlah tulus&lt;br /&gt;kini dia sedang berada di depanku, dan menulis blog favoritnya, tikituka&lt;br /&gt;menulis dengan cepat, seakan-akan otaknya terbakar oleh kata-kata&lt;br /&gt;berusaha memecahkan semua persoalan yang ada didalam otak&lt;br /&gt;dan berusaha keluar dari pikiran anehnya meskipun harus merangkak&lt;br /&gt;kini, dia sudah menulis selesai semuanya, dan sedang meregangkan badan dan kepala&lt;br /&gt;senang melihatnya tersenyum lebar seperti biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[epilogue]&lt;br /&gt;saat ini aku yakin dia sudah keluar dari pikirannya yang ruwet seperti semak belukar&lt;br /&gt;dan aku sangat suka melihatnya pada saat dia tersenyum lebar&lt;br /&gt;dia menarik nafas sebentar dan kemudian dia melihat diriku yang berada disebelah kiri&lt;br /&gt;Ups! gawat! selamat tinggal semua, dia menyadari kehadiranku, dan sekarang saatnya aku pergi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113637714842944791?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113637714842944791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113637714842944791' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113637714842944791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113637714842944791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2006/01/tre-registerable-empathy.html' title='(122) T.R.E (The Ressisterable Empathy)'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10307466.post-113524916305537815</id><published>2005-12-22T02:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T05:09:39.640-08:00</updated><title type='text'>(121) Places To Visit</title><content type='html'>jasadku pindah dan bergeser 5 centimeter kearah kematian, terakhir kutinggal dia masih tetap berada ditengah dan tertidur pulas, aku sengaja tidak menjaganya agar aku bisa bebas berkeliaran, dan melihat dunia dari suatu sudut pandang yang lain, karena kadang-kadang terasa membosankan melihat hidup hanya dari satu sudut pandang saja, meskipun aku tahu kalau dunia ini tidak berubah, jasadku terasa begitu meyenangkan untuk dilihat, aku melihat jasadku tertawa, tersenyum, menangis, berdarah, murung, dan lainnya, namun aku merasa damai didalamnya, karena jasad itu adalah aku, bagaimanapun aku bahagia berada didalamnya, karena dia menjagaku dari semuanya..memang kadang-kadang terasa susah mempunyai seonggok daging yang bisa terluka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku khawatir kalau aku tidak bisa menjaga jasadku dengan baik, karena aku adalah roh yang nakal..roh yang suka berkeliaran kemana-mana, aku bisa bebas mengelilingi dunia, surga, dan neraka, aku bisa melihat para setan memakan jiwa-jiwa yang sesat di neraka, aku bisa melihat malaikat-malaikat yang bercanda, dan memasukkan busur ke panah mereka, aku juga bisa melihat manusia membunuh manusia lain di dunia, ketiga tempat ini adalah tempat jalan-jalanku, karena memang hanya ini tempat yang bisa kutuju, dan aku akan merasa senang sekali bisa berada di tempat selain tiga tempat ini, meskipun aku belum menjelajah semua bagian dari tempat-tempat yang menakjubkan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uppss...jasadku sudah menyuruhku kembali kedalam tubuhku, aku harus segera kembali dan membangunkan diriku sendiri, karena apabila aku tidak membangunkan diriku, aku tidak akan pernah bisa bangun lagi dari semuanya....dan aku juga tidak mau kehilangan saat-saat dimana aku hanya bisa merasakan satu sisi tempat kesukaanku saja, karena dunia termasuk dalam salah satu tempat kunjungan yang aku suka, meskipun kadang-kadang mengecewakan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10307466-113524916305537815?l=tikituka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tikituka.blogspot.com/feeds/113524916305537815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10307466&amp;postID=113524916305537815' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113524916305537815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10307466/posts/default/113524916305537815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tikituka.blogspot.com/2005/12/places-to-visit.html' title='(121) Places To Visit'/><author><name>Tre Haushinka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8cOTLB5bubk/SzyzdL7ZAdI/AAAAAAAAAJc/7vagGLM_zns/S220/1_477340439l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
