Friday, February 24, 2006

(133) Till the moon becomes the sun....

hari ini bulan terlihat begitu tenang.... apakah bulan tertidur saat ini? apakah dia memakai pakaian tidurnya yang berwarna putih kesilauan pada saat tidur? terlihat begitu senyap, sunyi, namun aku menyukai suasana ini, suasana dimana aku bisa membiarkan diriku berpikir sejenak, beristirahat sejenak, dan aku merasa setiap inci bebanku terangkat, hilang dan lepas karena suasana ini....seperti malam yang segera berlalu, dan seperti lagu yang telah dimulai dan segera berakhir, aku tahu aku masih ingin berada disini...dan walaupun aku tahu bulan akan segera menghilang dan digantikan dengan terbitnya matahari, aku masih ingin terbangun, aku ingin terjag dari tidurku, bukan karena aku kesepian atau aku tidak mengantuk, namun ini semua karena aku masih ingin melihat wajahmu pada saat engkau tidur disisiku saat ini.
aku bisa merasakan nafasmu yang lembut, dimana setiap engkau menghembuskan nafasmu, pipimu menjadi lebih menggemaskan, entah apa yang kauimpikan saat ini, namun aku masih ingat apa yang kita lakukan sebelum engkau terjatuh tidur, engkau memberikan aku sebuah ciuman, tidak apa-apa kalau ciuman itu hanya sebentar, terlalu sebentar malah... namun waktu yang kita bagi berdua benar-benar membuatku lebih dekat denganmu..aku bisa menyentuh hatimu, kesinilah, aku ingin memberikan kedekatanku denganmu.

aku bernyanyi untuk memasuki alam mimpimu, aku ingin tahu apa yang kauimpikan sekarang, aku akan bernyanyi dalam hati dengan seluruh jiwaku, agar tidak ada orang lain yang mengetahui nyanyianku untukmu, ingin rasanya aku meminta kepadamu, aku ingin engkau berbisik kepada jiwaku, kalau-kalau didalam mimpimu, engkau mengalami mimpi buruk dan engkau menangis dan ketakutan, aku ingin datang kepadamu, menenangkan dirimu, menghapus air matamu dan memberikan dirimu kehangatan dan sebuah ciuman kepadamu lagi, dan aku tidak peduli, seberat dan seburuk apapun mimpimu, biarkan aku datang menghampirimu...

dari pertama kali aku melihat dan mendengar suaramu, aku cinta kepadamu, sampai sekarang pun masih.
keduanya memadukan kekuatan dalam hati dan jiwaku, hingga aku sadar untuk apa aku hidup disini, wajahmu memberikan semangat kepadaku, suaramu memberikan aku kekuatan disaat aku membutuhkannya, dan apapun yang kubenci dari dirimu, dan apa yang kusuka darimu, aku mencintai dirimu semuanya, baik tubuh dan jiwamu. jangan berkata dan memanggil namaku dengan keras, karena bola matamu terlihat begitu bersalah, datanglah kedalam pelukanku, dan rangkullah tanganku agar engkau mengetahui betapa aku ingin bersamamu.

aku berharap engkau bisa perlahan-lahan melupakan perasaan-perasaan yang terlihat begitu terang dan membutakan mata hatimu seperti matahari, dari pertama kali aku melihatmu, aku tahu kalau dari titik itulah (tanpa paksaan), aku ingin memberikan seluruh diriku kepadamu, dan mungkin mulai dari sekarang, engkau bisa percaya kepada para malaikat yang tidak bisa engkau lihat, karena menurutku, engkau adalah malaikatku, tetapi jangan terlalu skeptis, karena para malaikat juga bisa merasakan malu. dan kalau engkau bermimpi tentang masa depanmu, dimana (mungkin) kita berdua terikat secara bersama, yang mana aku ingin mimpimu menjadi kenyataan, percayalah, aku ingin aku berada disana, dimasa depan, denganmu.

dan walaupun matahari akan terbit, karena aku tahu engkau berada didekatku, biarlah engkau tidur dalam pelukanku, karena aku akan menjagamu, hingga matahari berikutnya terbit kembali.

Thursday, February 23, 2006

(132) life..life my ship

aku akan berdiri disini, dengan tetap memegang perintahmu, aku adalah prajurit dan juga laskarmu, apapun yang kauperintahkan adalah apa yang harus kukerjakan, semuanya akan dilaksanakan dan dijalankan berdasar waktu yang kumiliki, bukan waktu yang kumiliki, dimana setiap orang akan datang kepadamu dan bertanggung jawab kepadamu, dan setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga akan semakin susah bertemu denganmu...

karena disaat aku berdiri tinggi, engkau yang menopangku dengan kekuatanmu, dan disaat aku dibawah, dengan rendah, aku merendahkan diriku dengan sukarela agar engkau menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, dan hanya aku juga berkata kepada semua orang yang mendengarkanmu, baiklah mereka menjadi satu dengan kita semua, yang ada disini, berada didalam semua kehidupan ini, agar benar terjadi semua yang telah diceritakan kepada kita semua, dan benar semua yang sudah diramalkan.

ketika kapal ini akan berlayar, kapal ini tidak akan kembali lagi untuk datang dan menjemput kalian semua yang tertinggal, karena kapal ini hanya mempunyai 1 tiket saja, tiket pergi saja, tidak ada tiket pulang, dan semuanya yang terangkut dalam kapal ini akan pergi ke tempat seharusnya mereka berada, dan mereka yang tertinggal, tidak naik kedalam kapal ini akan mengalami marabahaya besar dan akan mendapatkan bahaya yang lebih besar lagi dari sebelumnya, dan juga mereka akan mendapatkan kematian dalam hidupnya, dan percayalah kalau kematian itu akan menjadi lebih susah didapat karena kematian juga akan pergi dari tempat ini untuk kembali ketempatnya semula..

bodohlah semua orang yang sudah tahu, yang sudah diberikan jalan dengan begitu jelas, namun dengan terang-terangan pula menolak jalan itu, aku tahu mereka diberikan pilihan, oleh karena itu aku mengatakan bodoh kepada mereka yang menolaknya, apakah pilihan yang kauambil itu sudah pasti akan lebih baik, aku bisa mengatakan jalan yang ini lebih baik karena aku mengambil jalan ini dan aku yakin aku akan selamat sampai ditujuan, dan aku bersedih untuk mereka yang tertinggal, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka, kalau saja aku diberi sedikit waktu dan kekuatan untuk membantu dan mengajak mereka kedalam kapal ini, aku mau....tapi suara-suara didalam kepalaku terus begetar dan terus menangis, berkata kalau :"jangan bersedih untuk mereka, mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka perbuat selama ini".....

kapal ini sudah melepas sauh, sudah siap berlayar, dan semuanya bertotal 144.000 orang, aku bersedih, jutaan orang akan tertinggal, aku harus melepaskan kalian, kalian yang sudah mengambil jalan kalian masing-masing...aku harus pergi sekarang bersama awak kapal ini, dan kita tidak akan bertemu lagi, aku tidak boleh bersedih, karena beban air mata ini akan menambah berat beban kapal ini, tidak, semua orang yang berada didalam kapal ini juga menangis, menangis sedih, kapal ini mulai bergerak, menuju tempat kediamaan baru, selamat tinggal semua....semua sudah dilakukan, dan semua sudah direncanakan...selamat tinggal...

(131) jam kehidupanku…

masuklah (lebih) dalam lagi kedalam kehidupanku, maka engkau akan mendapati semuanya berjalan teratur tetapi berantakan, dimana setiap nafas yang dihembuskan menjadi nafas yang kau terima balik, setiap ucapan yang dikeluarkan menjadi makanan bagi telingamu sendiri...teruslah berjalan kedalam kehidupanku, maka engkau akan menemukan sebuah panggung, panggung kebanggaanku, panggung berwarna abu-abu yang disorot oleh lampu terang yang bulat itu, ikutlah berjalan ketengah sorot lampu itu dengan santai, karena akan ada pelajaran yang akan diberikan kepadamu

kini aku berdiri di tengah sorot lampu itu, pada sat aku menunduk kebawah, ada sebuah 3 buah garis tebal yang kurasa terbuat dari baja berwarna kekuningan, dan pada saat aku melihat semuanya, ternyata ini adalah lingkaran waktu, sebuah jam, yang ternyata setiap garis ini adalah garis jam, garis menit dan garis detik... dan inilah yang kulihat

diarah jam 1 kehidupanku
aku melihat seorang anak kecil, tertidur pulas, dengan wajah yang kotor, dengan tubuh yang kurus, memakai baju usang berwarna merah, tertidur begitu pulas, seakan melupakan betapa kejamnya dunia ini terhadapnya, dimana dunia seharusnya memberikan kesenangan dan waktu bermain untuknya, tetapi dia harus bekerja meminta uang kepada setiap pengendara yang melalui dirinya, dia tertidur diantara hembusan debu yang aku yakin akan merusak kulit dan juga jantungnya...namun dia tertidur begitu lelap, dan bantalannya adalah batu trotoar, batu yang sudah diinjak oleh jutaan orang yang melewatinya, batu yang sudah terkubur oleh kumpulan debu dan asap. namun batu itu bagaikan bantal penyangga untuk kepalanya, dan dia tertidur pulas dan aku melihatnya tersenyum dalam hidupnya.

diarah jam 2 kehidupanku.
aku melihat seorang bapak, ayah, pemimpin keluarga, yang sedang duduk didinding, berteduh dari teriknya sinar matahari, mengipas-ngipaskan lengan bajunya, berharap kalau cuaca menjadi mendung tetapi tidak sampai hujan, namun kurasa harapannya itu tidaklah datang, dengan wajah capai dan badan yang letih, dia termenung, memikirkan berapa banyak lagi sampah yang harus ia sapu disepanjang jalan ini? dan berapa penghasilan yang akan dia dapat? dan apakah penghasilan itu akan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya? hanya rokok di mulutnya yang seakan bergumam untuknya. dengan baju oranyenya, dia melihat sapu miliknya, berharap kalau sapu itu bisa melakukan tugasnya sendiri, namun dia tahu kalau dia adalah seorang pemimpin, seorang kepala rumah tangga, dia tahu sebesar apapun impian itu, meyapu jalanan ini adalah tugasnya, dia harus mencari nafkah, pulang kerumah dengan uang yang tidak seberapa, dan memberikan uang itu kepada istrinya untuk kebutuhan sehari-harinya. dan dia sudah mengirim surat kepada pemerintah, surat ucapan terimakasih atas penolakan kenaikan upahnya, yang dengan frustasinya dia kirimkan sendiri.

diarah jam 3 kehidupanku.
aku melihat seorang wanita, belum terlalu tua, namun pandangan matanya kosong, tidak hidup, dia duduk diantara vas bunga yang terjejer rapi di batu pemisah jalan, memegang uang recehan yang terdiri dari uang logam, dan beberapa uang kertas dengan nominal 1000 rupiah, dan dihadapannya terdapat banyak orang, duduk, berpasangan, bercanda, tertawa dan menyantap setiap makanan yang mereka pesan. dan wanita itu bertahan, bertahan duduk disana, melawan rasa laparnya sendiri, dan apabila dia tidak kuat menahan laparnya, dia menghitung uang yang terus dipegangnya itu, dia sudah tahu berapa banyak jumlah uangnya, namun semuanya itu dilakukannya untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa laparnya, dan aku juga tahu, kepulan asap yang berasal dari daging hewan yang dibakar itu menggugah rasa laparnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tahu makanan itu mahal sekali baginya, butuh waktu 3-4 hari bekerja seperti ini hanya untuk menyantap sepiring makanan itu, dia hanya bisa melihat dengan rasa lapar yang aku yakin akan membunuhnya sebentar lagi, dan dia berharap kalau orang-orang itu segera pergi dari situ, pergi dengan kendaraan mewahnya, karena dia hanya bisa mengambil sedikit sedekah dari mereka yang sudah memarkirkan kendaraannya di setapak jalan itu.

diarah jam 4 kehidupanku
seorang gadis berparas cantik, dengan tubuh terbalut pakaian yang ketat, menonjolkan setiap sisi dan area kemolekan tubuhnya, berjalan terburu-buru, melihat jamnya, seakan dia sedang dikejar oleh perasaan bersalah, dan dia sampai ke sebiah tempat, bertemu dengan seorang pria yang sudah paruh baya yang kelihatan sudah sangat mapan, dan pria itu tersenyum kepadanya, dan kemudian mereka pergi kesebuah tempat yang mereka sebut dengan hotel, disana gadis tadi, membuka seluruh pakaiannya, membiarkan dirinya dicumbu, disentuh, dicium dan membiarkan pria paruh baya itu memainkan tubuhnya sepuasnya, dan dengan daya tarik gadis itu, pria paruh baya itu merasakan orgasme berulang-ulang, dan tidak lama kemudian pria itu memberikan sejumlah uang yang cukup besar kepada gadis itu, dan menciumnya sekali lagi kemudian pergi, sedangkan gadis itu masih menghitung uang itu dengan tubuh telanjangnya, dan setelah menghitungnya, dia mandi dan memakai bajunya lagi, bersolek lagi, lalu pergi ke pria lain yang sudah menunggunya juga, dia tidak rela dan tidak mau sebenarnya menjadi seorang pelacur, namun dia merasa tidak mempunyai keahlian dan kemampuan apa-apa lagi, dan dia membutuhkan uang untuk membayar kuliahnya dan gaya hidupnya yang mewah.

diarah jam 5 kehidupanku.
seoarang wanita ditemani suaminya, menahan rasa sakit, rasa sakit yang luar biasa itu dia tahan sedemikian rupa, sehingga dia harus menyelipkan sebuah handuk diantara mulutnya untuk menahan rasa sakit, dan suaminya berusaha menghiburnya, berkata terus menerus kalau semua akan baik-baik saja, dan anak yang mereka tunggu itu akan segera lahir, dan dokter yang mengerjakan persalinan itu berusaha sedemikian keras, berusaha menutupi kegugupannya, karena ini adalah persalinan pertamanya, dan dengan usaha yang keras, dia berhasil membantu wanita itu untuk melahirkan bayinya, namun semua rasa bahagia itu berubah menjadi kesedihan yang amat sangat, karena sang bayi ternyata cacat, tidak mempunyai kaki, hanyalah tangan, dan mempunyai tumor dikepalanya yang besar...dan pada saat sang ibu itu melihat anaknya, dia hanya bisa menangis histeris, berteriak tidak karuan, mengatakan TIDAAAK sekencang-kencangnya, dan dengan rasa sedih yang amat mendalam, dia melihat bayi yang ada didepannya menangis, seakan berkata :"ibu, akulah anakmu....aku sayang kepadamu"...namun karena rasa sedih ibu itu sudah sampai pada titik puncaknya, ibu itu menyuruh dokter itu untuk membunuh bayi itu dengan obat toksin, dan sang suami yang sama sedihnya ikut mendukung keputusan istrinya itu, dan sang dokter pun merasa lega dan senang, karena dia tahu bayi itu menjadi seperti itu karena kesalahannya, dia pernah salah menyuntikkan obat yang salah kepada ibu itu, dan sekarang dengan kematian bayi itu, dia akan terbebas dari hukuman penjara, dan bayi itu masih menangis, seakan berkata :"ibu, engkau pernah berkata kepadaku sebelum aku lahir, kalau engkau akan menjagaku, mengasihiku, tetapi kenapa sekarang engkau membuangku? tidakkah kau lihat aku menyayangimu?"

diarah jam 6 kehidupanku.
aku melihat seseorang sedang dipukuli puluhan orang, mereka memukuli orang itu hanya karena dia sedang berdiri, menunggu bus yang akan mengantarkannya ketempat tujuannya, dan orang-orang ramai itu kalah berjudi dan mengatakan kalau semua kesialannya itu dikarenakan ada orang yang berbeda etnis dan ras berdiri didekat mereka, dan dengan liarnya mereka memukuli orang m itu, mengencinginya, dan melempari orang itu dengan segala macam benda yang bisa mereka lempar, batu, buah-buahan busuk, pecahan kaca, kayu...semuanya
orang itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tahu kalau dia adalah suku minoritas, dimana dia tidak mempunyai kekuatan, dia hidup dimana rasialis sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan dia tahu kalau suatu hari kejadian ini akan menimpanya, namun dia tidak menyangka kalau kejadian itu akan secepat itu datangnya.

diarah jam 7 kehidupanku
seorang wanita memasuki pelataran parkir sebuah gedung, dan dari penampilannya aku tahu kalau dia orang kaya, dari gerak-geriknya, bisa terbaca kalau dia adalah seorang wanita yang tidak pernah puas, dia masuk kedalam gedung itu dan naik kelantai 4, bertemu dengan dokter pribadinya, dia menganggap dokter ini adalah tuhannya, karena dokter ini sudah berkali-kali mengoperasi bagian tubuh wanita itu menjadi lebih menarik, lebih sempurna, dan seperti sifatnya, wanita ini tidak pernah merasa puas... mulai dari dahi, hidung, bibir, lidah, leher, payudara, perut, lemak, vagina, kaki, paha, semua dioperasinya, sehingga tidak ada orang yang tahu bagaimana sebenenya rupa aslinya....dan tidak peduli berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya operasi itu, dia rela membayarnya, asalkan tubuhnya menjadi lebih sempurna dan terus sempurna.... dan dari apa yang kudengar, dia ingin mengoperasi seluruh kulit yang ada ditubuhnya, karena dia merasa kalau kulit tubuhnya sudah mulai terlihaat tua, dan dia ingin menggantinya dengan yang lebih muda, dan untuk informasi aja, dia baru berumur 26 tahun.

diarah jam 8 kehidupanku.
aku melihat seorang pria yang pulang kerumahnya, disambut oleh anak dan istrinya, sang suami mencium anaknya dengan penuh rasa sayang, dan kemudian mencium kening istrinya, sang istri begitu cinta kepada suaminya, hingga ia rela kehilangan kakinya pada saat dia medorong suaminya agar terhindar dari bus yang tidak sengaja hampir menabrak suaminya, dan kini sang istri hanya bisa duduk diatas kursi roda, walau begitu, dia masih mencintai suaminya, dan mensyukuri kehidupannya, beberapa saat kemudian, sang istri dengan susah payah menyiapkan makanan untuk suaminya, tetapi suaminya pergi kekamar tidur, dan memilih untuk tidur saja, tanpa penjelasan apa-apa, sang istri masuk kekamar, dan berusaha menanyakan keadaan suaminya, tetapi tamparan keras dipipi yang didapat oleh istrinya, sang suami marah karena istrinya bertanya terlalu banyak...sang suami pergi tidur, namun dia tida tidur, dia masih terbayang-bayang oleh tubuh lucy, selingkuhannya di kantor, yang masih muda, cantik, dan bertubuh indah, dengan lucy, dia merasa benar-benar mejadi pria seutuhnya, karena lucy bisa membuatnya orgasme berkali-kali, berbeda dengan istrinya yang tidak lagi bisa melayani kebutuhan nafsunya, hanya oral sex dan oral sex saja yang bisa diberikan istrinya...sang istri sudah diperlakukan begitu sejak bertahun-tahun lalu, dan dia tahu sang suami sering berselingkuh, namun hanya tangisan dimalam hari yang bisa membuat sang istri merasa lega, dan dia tidak mau menceraikan suaminya, karena dia cinta kepada suaminya, dan perceraian bukanlah jawaban untuk masalah ini...dan dia berdoa setiap hari, memohon agar suaminya dapat kembali menjadi seperti pria yang melamarnya, dimana cinta suaminya penuh untuk dirinya...

diarah jam 9 kehidupanku.
aku melihat sebuah asap dan api yang keluar dari sebuah apartemen, api begitu dashyat, mengundang kepanikan dan rasa takut bagi penghuni lain apartemen itu, dilantai 30, terjadi kebakaran, terjadi karena seorang pemuda begitu mabuknya, dia tidak sadar kalau dia menyalakan gas untuk memasak, dan diruangan itu ada anaknya yang masih kecil, 4-5 tahun, bermain boneka beruang,anak yang ditinggalkan oleh bekas istrinya untuk dia jaga, dan pada saat itu dia mabuk, ingin merasakan apa rasanya hidup, ingin sekali minum, ingin sekali merokok, dan api pada percikan ketiga yang keluar dari korek kebanggaannya itu ternyata adalah akhir dari hidupnya dan anaknya. gas itu bersatu dengan api, menyebabkan ledakan yang hebat, membangunkan orang-orang lain yang berada dalam apartemen itu, membuat pemadam kebakaran, polisi dan paramedis harus bekerja keras untuk mengeluarkan orang-orang itu yang berada didalam gedung itu, namun tangga penolong yang dikeluarkan oleh pemadam kebakaran itu tidak sampai kepada lantai itu, hanya sampai kepada lantai 24, dan mereka bingung karena gedung itu terdiri dari 60 lantai. dan air begitu susah didapat, karena pada saat itu terjadi kekeringan didaerah itu, dan mereka berharap kalau hujan tiba, namun jangan harap. karena musim pada saat itu adalah kemarau.
dan akhirnya korban jiwa terdiri dari 120 orang, disebabkan hanyalah oleh kelalaian satu orang....

diarah jam 10 kehidupanku.
aku melihat kumpulan tentara, sekitar 5-10 orang, memegang senjata mereka dengan gagahnya, mengendap-ngendap kedalam rumah-rumah, berjaga-jaga kalau-kalau ada orang yang mengetahui keberadaan mereka, dan dengan begitu cepat, mereka mendobrak sebuah rumah, bergerak begitu cepat, mencari sang pria, sang kepala keluarga, lalu menodongkan senjata mereka ke kepala pria itu, dan menyuruh anggota keluarganya untuk masuk kedalam satu ruangan yang kemudian dikunci. dan sang pria itu dibawa dengan paksa....dan dari apa yang kudengar, esok harinya pria itu ditemukan telanjang, dengan muka hancur, 3 peluru dikerangka kepalanya, 15 peluru di badannya, 2 di kaki kanannya, dan 4 peluru di tangannya, dia dibunuh karena dia orang jujur yang terus menerus memperjuangkan hak-hak manusia di bumi ini... aku tahu kematian selalu menjemput orang baik yang tidak bersalah, namun aku harap kematiannya tidaklah sia-sia, karena 4 orang anak sng pria itu bertekad akan menjadi seperti ayahnya, jujur dan memperjuangkan kemanusiaan.

diarah jam 11 kehidupanku
aku melihat banyak sekali kerusuhan, dan penjarahan yang terjadi, mereka membakar, merusak, mengambil barang-barang orang lain, menganiaya semua orang yang tidak setuju dengan mereka, dengan kekuatannya, mereka berusaha untuk merubah semua pakem dan aturan yang sudah mereka jalani sebelumnya, mereka merasa tidak puas, bodoh, padahal peraturan itu sudah sangat adil...namun mereka membuat isu-isu yang tidak benar, memojokkan orang benar, menjegal orang-orang lemah, memeras orang-orang miskin dengan ribuan peraturan, padahal mereka tinggal didalam lingkungan dan tempat yang sama, mereka tidak peduli, yang mereka pedulikan hanyalah kepuasan dan kepentingan kelompok mereka, apapun caranya.... baik itu korupsi, kolusi dan lainnya, peras sebanyak mungkin orang yang bisa diperas, dan berikan mereka aturan dan kesusahan yang sangat banyak, hingga mereka tidak bisa menuntut balik semua kerugian yang mereka alami. bukankah begitu cara dunia bermain saat ini?

diarah jam 12 kehidupanku
aku melihat sebuah pintu, pintu besar yang megah, dengan namaku ditulis dengan ukiran yang indah itu didaun pintu itu, pintu itu begitu jauh, begitu mempesona, garis menit berhenti diarah pukul 12.00, segaris dengan arah pintu itu, aku yakin pintu itu hanyalah untukku, karena disamping kanan dan kiri pintu itu, malaikat penjagaku memanggilku..
aku yakin ada sesuatu yang menungguku dibalik pintu itu, aku yakin, dengan segenap hati dan akalku, aku harus berjalan kepintu itu dan membukanya... kini saatnya aku berjalan kearah pintu itu, dan aku tidak bisa menceritakan apa yang ada dibalik pintu itu, karena aku rasa aku tidak bisa kembali ke ruangan ini lagi..
namun sebelum aku pergi, kuharap kamu bisa melihat 11 jam dalam kehidupanku, dimana semuanya memang tidak adil, kejam, dan juga keras, namun jangan hanya itu yang kamu lihat, percayalah masih ada banyak sekali kebaikan, keindahan yang ada didalam dunia ini, karena pada arah jam 1.20 kehidupanku, aku melihat seseorang membantu membuatkan kursi roda untuk mereka yang tidak mempunyai kaki, dan pada arah jam 5.12 pada kehidupanku, aku melihat banyak sekali orang berkumpul pada suatu tempat, menanam pohon-pohon yang sudah rusak, membuat dunia ini hijau kembali....
ups, aku rasa aku harus pergi sekarang, sampai jumpa temanku... pintu itu sudah terbuka sedikit untukku sekarang,dan malaikat penjagaku sudah memanggilku lagi untuk menghampirinya kurasa aku harus berjalan sekarang, semoga kamu dapat mendapatkan pintumu juga.

Thursday, February 16, 2006

(130) 1:65 M

kenapa kamu harus berubah? aku tahu saat ini dunia sedang berubah, namun berubahlah sesuai dengan apa yang engkau mau, bukan apa yang orang lain mau...terlalu konyol melihatmu menuruti keinginan mereka saat ini, lepaskan topi konyol itu, dan buang warna merah merona yang ada di pipimu ini, astaga, kau ini manusia, bukan badut atau boneka...apa yang membuatmu buta? apa yang membuatmu berpikir kalau mereka membuatmu lebih baik?
yang kaulakukan hanyalah menyenangkan mereka, bukan menyenangkan dirimu..
jangan buang dirimu untuk sesuatu yang tidak jelas, jangan buka dirimu kepada mereka yang ingin melihat dirimu, dan jangan matikan dirimu sendiri...jangan berubah untuk orang lain, namun berubahlah untuk dirimu sendiri...
aku tahu dunia ini sedang berubah, berubah menjadi lebih buruk rupa, dan kurasa aku juga tidak akan berubah, aku masih memakai celana jeans yang sama, backpack merah yang sama, kaos kesukaanku yang sama, dan kurasa ini adalah aku, aku yang benar-benar aku....ayolah, dunia ini mempunyai 65 juta orang didalamnya, dan tidakkah menarik kalau kita menjadi diri kita sendiri dan bukan menjadi orang lain....rubah pikiranmu, jangan biarkan dirimu dirubah menjadi orang lain, tetapi jadikanlah orang lain yang menjadi dirimu...tidakkah itu lebih asik dan lebih menarik?
tidak perlu engkau membandingkan dirimu dengan orang lain, karena perbandingan itu tidaklah logis dan masuk akal, karena semirip apapun engkau mencoba membandingkan, dia tetaplah dia, dan engkau tetaplah engkau, tidak ada gunanya engkau berpikir begitu keras untuk sesuatu yang begitu jelas...

Monday, February 13, 2006

(129) Bleeding Building

kuperhatikan tiang penyanggaku saat ini, berbeda sekali dengan pada saat aku pertama kali dibangun, dimana setiap senti dan inchinya diukur secara tepat dan cermat..dimana setiap cat yang menempel di dindingku tidak boleh pudar dan tidak boleh terlihat kotor, dan aku diberi sebuah atap yang bagiku adalah sebuah topi yang indah, dan bayangkan betapa bahagianya aku pada saat itu, namun sekarang jaman sudah berubah, dimana manusia yang ada sekarang sudah tidak peduli lagi kepadaku, entah sudah berapa banyak manusia yang menempati badanku ini, tetapi semakin berganti manusianya, semakin tidak peduli mereka terhadapku..
kini lihat tiang penyanggaku, sudah mulai rusak dan berkarat oleh binatang pengerat, lihat dindingku, kulitku yang sudah mulai mengelupas dan mengeriput, lihat lantai kakiku, sudah mulai rusak, dan pecah, dan lihat jendelaku, mataku, sudah mulai layu dan tidak bersemangat, dan atapku, topiku sudah mulai hilang sedikit demi sedikit, sehingga aku bisa merasakan sinar matahari menembus melalui topiku menuju kakiku, dan yang paling parah adalah pada saat hujan, karena aku menjadi susah saat membersihkan diriku sendiri, dikarenakan terlalu banyak air kotor yang menempel di kulit dan kakiku...
ingin aku menjadi seperti dahulu, disaat aku masih bersinar, setiap orang memandangku dengan kagum, ramah, dan merasa membutuhkan aku, dan setiap manusia yang berdiam didalam diriku merasakan bahagia, dan aku juga merasa bahagia, karena aku bisa melihat mereka pada saat tertidur, dan mereka tertidur begitu lelap dan bahagia, dan anak-anak mereka, juga begitu menyayangiku, meskipun kadang-kadang mereka mencoret-coret kulitku, namun aku tidak marah, karena aku tahu mereka sedang bermain dengan diriku, aku merindukan mereka semua, mereka yang pernah merubah warna kulitku menjadi lebih muda dan kelam, mereka yang pernah merubah susunan dalam tubuhku, dan kadang-kadang aku merasa kalau peletakan mereka kadang tidak terlalu enak untukku, mereka yang dengan senang hati membersihkan setiap sudut badanku, mereka yang menjagaku, dan memberikan aku teman disaat aku kesepian...kemanakah mereka semua sekarang?
kini aku melihat semuanya sudah berubah, disekelilingku berdiri..mmm..entah harus kusebut teman ataukah musuh? gedung-gedung tinggi yang menjulang entah berapa tingginya, yang kadang apabila saat sedang menuju senja, aku tidak lagi bisa melihat matahari terbenam, karena mereka menutupi pandanganku kearah terbenamnya matahari, dan gedung-gedung itu terlihat begitu mewah dan berkilap pada saat malam, karena diterangi dengan lampu-lampu indah yang bercahaya, sedangkan diriku saat ini...menyedihkan, aku hanya diterangi dengan sinar bulan yang terkadang masuk kedalam badanku melalui atapku..
dan pada saat malam, sedih sekali aku melihat teman-temanku di samping, depan dan belakangku, yang dipenuhi dengan suara-suara bahagia.... sampai kapan aku harus menahan sedihku.... berbeda dengan teman-temanku yang sudah beberapa kali dirubah, aku belum pernah sekalipun mengalami renovasi sejak aku pertama kali dibangun....aku hanyalah sebuah rumah tua, yang sedang sekarat dan juga renta, aku berharap akan ada seseorang yang mau membantuku untuk merasakan hidup, sekali lagi saja, sebelum aku dihancurkan, karena aku tahu hanyalah tinggal menunggu waktu sebelum mesin-mesin raksasa itu datang dan memukulkan godam hitam yang besar itu untuk menghancurkan diriku...

Thursday, February 09, 2006

(128) Fear the FEAR!

kerlap..kerlip...bintang diatas sana, bintang yang menyinari gumpalan awan...seakan memberikan kesan tersendiri bukan kalau kita melihat keatas dan memberikan semua impian dan perasaan kita kedalam awan itu? dan bintang itu seakan menjawab seluruh harapan kita...

namun hari ini tidaklah demikian, semua hal yang kulihat tidaklah sama dengan apa yang kuharapkan...ketika aku melihat ke langit, hanyalah warna hitam gelap, pekat, sepekat hitamnya bola mataku, terasa menarik seluruh kekuatan dan juga ketakutanku kedalamnya.. pernahkah engkau merasa begitu takut? begitu putus asa, dan benar-benar tidak ada yang bisa dijadikan jalan keluarnya? yang kulihat adalah kilatan-kilatan petir yang seakan tidak ada hentinya dan juga peluru hujan yang seakan marah tanpa ampun, meneriakkan bunyi kencang seakan memarahi tanah, dan juga seakan tidak mau kalah, suhu juga berubah menjadi sangat dingin..sangat dingin hingga membuat tubuhku bergetar terus menerus..

dan jujur saja, aku tidak berani menatap keatas, tidak berani mendengar, tidak berani untuk berbuat apa-apa selain diam ditempatku berada, menerima peluru-peluru yang membasahi tubuhku dan membiarkan langit dipenuhi dengan kilatan-kilatan putih...karena aku takut apabila aku melihat keatas, salah satu dari kilatan petir itu akan melihatku mendongak dan menyambar diriku...apa yang aku rasa? tidak ada perasaan lain, selain rasa takut yang seakan diriku hanyalah seonggok daging yang dipenuhi rasa takut.. takut akan cuaca, takut akan diriku sendiri, karena aku tahu diriku bukanlah diriku yang sebelumnya, rasa takut ini membuatku tidak bisa berpikir dengan jelas, hanya gumaman-gumaman kata-kata yang tidak jelas yang bisa kuucapkan, tetapi jiwa dan hatiku terus menerus mengulang kata-kata yang sama... meskipun aku tidak tahu apa artinya..

yang kuinginkan adalah aku bisa keluar dari semua ini, tolong aku, seseorang, tarik aku dari sini, keluarkan jiwaku dari sini, dan berikan aku sedikit harapan, berikan aku bintang, berikan aku tanda kalau semua akan berjalan baik dan aku bisa keluar dari sini, tolong..jwaku berteriak lebih kencang....aku rasa tangisan yang kukeluarkan juga tidak akan sampai pada apa-apa..hanya keputusasaan, karena aku tahu tidak ada orang lain yang berada disini selain diriku sendiri, dan aku juga tahu tidak akan ada yang bisa mendengar suaraku, karena suara-suaraku kalah dengan nyanyian hujan ini...
rasa takutku, rasa putus-asaku, rasa ketidakberdayaanku semakin mempesona didepanku, seakan berjalan bersama dan mengejekku, pikiranku pun menambah nilai plus dari semuanya, yaitu dengan semakin memojokkan akal sehatku, dan mengatakan kalau ... " ini adalah waktumu! ini adalah saatnya engkau pergi!"....

Diam..diam..DIAAAAAM!!! kata-kata itu kutulis dengan begitu lantang, namun jujur saja, tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu...tidak ada...bahkan aku sendiri tidak mencoba untuk membuka mulutku...karena aku telah menyerah kepada rasa takutku, rasa ketidak berdayaanku...
tolong, seseorang, berikan aku satu titik bintang di awan, sehingga aku bisa berani mengangkat kepalaku, mendongakkan kepalaku, dan melihat...kalau ada secercah harapan diatas sana....meskipun aku tahu, meskipun bintang itu memang benar ada diatas sana, aku tidak akan bisa melihatnya, karena air hujan ini akan berubah menjadi duri-duri kecil yang akan merusaka dan memburamkan mataku, dan juga jiwaku...

Monday, January 23, 2006

(127) *G*

pernahkah kamu merasa begitu bahagia dan terpenuhi? sehingga apapun yang kau lihat didepanmu, semuanya tidak lagi berarti? semua harta, semua kekayaan, semua nafsumu, semua keinginanmu tidak lagi membuatmu tertarik? pernahkah engkau merasa begitu bahagia dan terpenuhi sehingga engkau berharap pada saat itu engkau ingin mati dalam kebahagiaan itu? pernahkah engkau merasa begitu bahagia karena engkau sudah menemukan jawaban yang kaucari selama ini, dan puas akan jawabannya? hahaha...itulah perasaan yang aku alami sekarang... aku merasa begitu bahagia, dan aku sadar, kalau semuanya berjalan dengan begitu baik, begitu sempurna dan yang aku ucapkan hanyalah terimakasih dan terimakasih....

terimakasih karena aku sudah diberi cukup waktu untuk mendapatkan kebahagiaan itu, terimakasih karena aku sudah diingatkan untuk kembali ke asal mulaku, terimakasih karena jawaban yang aku cari ternyata tidak jauh dari pemikiran diriku sendiri, kurasa aku sudah memenuhi panggilan diriku untuk kembali, kembali menjadi seorang anak, menjadi anak dari pemilik surga... dan aku semakin yakin sekarang namaku akan dicantumkan dalam buku yang telah berada diatas sana...
terimakasihku atas suara-suara, petunjuk, berkat, dan juga cobaan yang kauberikan kepadaku, terimakasih malaikat penjagaku, engkau telah bertugas dengan begitu baik, dan maafkan aku juga kalau aku kadang-kadang tidak mendengarkan suara-suaramu...tetapi ketahuilah betapa aku rindu kepadaMu...yang ingin kulakukan sekarang adalah untuk menyenangkanMu...karena itu adalah tujuan hidupku...kirimkanlah malaikatmu lebih banyak lagi agar aku bisa menjaga tubuhku lebih suci lagi....

dan pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang mengejar-ngejar harta dan materi hanya untuk dilihat oleh manusia lain? karena engkau mengetahui kalau semua materi itu akan hilang suatu hari... pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang menjatuhkan orang lain, karena pada harinya justru mereka yang menjatuhkan yang akan lebih dijatuhkan....pernahkah engkau merasa dalam hidupmu, jiwamu berteriak karena ada sesuatu yang kurang? tetapi engkau malah berpura-pura tidak mendengarnya?...bangun dan dengarkanlah teriakan jiwamu sendiri...

kini waktu semakin jahat, dan waktu berjalan semakin cepat, mungkin waktu sedang berlari ke garis finish, karena kita semua merasa diperdaya oleh waktu, dan aku yakin saat ini Engkau sedang memilah-milah siapakah yang akan masuk kedalam sisimu, dan siapa yang tidak akan masuk kedalam sisimu, untuk mereka yang tidak terpanggil, aku meminta persiapan batinmu untuk menjalani semuanya...karena semua sudah direncanakan, semua sudah dibangun dengan begitu rupa...terimakasih atas penggenapan yang akan segera kaulakukan kepada dunia ini....

Sunday, January 22, 2006

(126) Pleases out-side inside!

akhir-akhir ini ketakutan menjadi teman dekatku....ketakutan karena awan terlalu gelap dan meneriakkan sambaran-sambaran petir yang seakan menarik tubuhku kedalam kegelapan itu, pada saat aku berjalan, dan pada saat kulihat keatas, hanya warna putih buram, abu-abu dan hitam yang kulihat, dan dengan senyuman dari awan itu yang membuatku takut, dan apabila kulihat kearah kejauhan, yang kulihat hanyalah gedung-gedung tinggi, dengan background berwarna hitam dan abu-abu dengan sambaran-sambaran petir yang menampilkan silhouette gedung tinggi itu, dan seakan mereka siap menghancurkan gedung itu....dan pada saat awan itu meneriakkan nyanyiannya, yang terdengar seperti gumaman tidak jelas, Aku selalu menutup kedua kupingku, atau setidaknya mengeryitkan dahiku, dan berharap nyanyiannya tidak akan terdengar jelas oleh kupingku...menyebalkan rasanya mengalami semua itu...

ketakutan karena aku tahu waktu akhir-akhir ini berjalan begitu cepat dan juga semakin jahat, dan juga semuanya berjalan tidak beraturan dan aku tahu aku berada didalam semua ini, aku yakin aku berjalan semakin cepat, tanpa arah dan aku juga yakin kalau rasa takutku itulah yang mendorong aku untuk terus berjalan, tidak, tidak, aku tidak boleh menjadi seperti ini, tidak boleh menjadi pesimis, meskipun susah sekali menjalani dunia ini dengan rasa optimis...

aku selalu menangis dipojok kamarku, berusaha melupakan semua yang telah dunia lakukan terhadap diriku, dan aku mencoba mengingat apa saja yang telah aku lakukan kepada dunia....dan aku hanyalah disini, berada didalam kegelapan kamarku, mencoba menggugat semuanya, menyangkal semuanya, dan juga terus menangis...

kini aku berada diluar, tetap berjalan, menengadah ke atas, dan butiran-butiran rintik hujan membasahi rambut dan juga kulitku, hmphh... butiran-butiran ini cukup membuatku terbangun dari semuanya, dari kesedihanku, dari ketakutanku, dari keputus-asaanku, butiran-butiran ini juga menghapus tangisanku, aku menutup mataku, mencoba menyelami semuanya lebih dalam lagi, dan aku yakin kalau semuanya akan berjalan lebih baik lagi.....namun begitu kubuka mataku, dan tetap menengadah ketas, yang kulihat adalah awan-awan itu lagi, melihatku dari atas sana, memulai lagi semuanya, meneriakkan semuanya, mendengar nyanyian dan gumaman-nya, melihat semuanya, dan kini mataku mencoba melawan butiran-butiran air yang terus dicoba dihalang oleh mataku, menantang awan itu... dan pada akhirnya aku menurunkan kepalaku, mengusap mataku, dan berdiam diri sejenak, ditemani oleh butiran air ini, dan kembali berjalan untuk meneruskan hidupku....

(125) Petroid Dicipline

pernahkah kamu berpikir akan kematianmu? pernahkah kamu berpikir bahwa setiap hari yang kita jalani ini adalah perjalanan menuju kematian kita? dan kira-kira akan seperti apakah kematian kita? apakah kita akan tewas terbubuh pada saat kita membela orang lain? apakah kita akan tewas karena kecelakaan lalu lintas? apakah kita akan membunuh diri kita sendiri karena tidak kuat lagi hidup didalam dunia ini? apakah kita akan tewas karena penyakit HIV yang belum ada obatnya? atau apakah kita akan meninggal dengan tenang karena termakan usia?..aku tidak tahu...kenapa kita tidak pernah sadar dan kalaupun sadar hanyalah sesekali atau dua kali menyadarinya? karena kita mempunyai kekuatan dan juga kemampuan untuk melupakan...yup! kita sering dibuat lupa kalau hidup ini berjalan ke arah kematian kita, dan aku juga yakin tidak semua orang menyadarinya, dan anehnya aku selalu menyadarinya, mungkin ini berkatku...

hari-hari terus berlalu tanpa belas kasihan dan juga hidup terus berjalan tanpa pernah menapakkan kakinya ke tempat peristirahatan, tetapi fisik kita yang lemah ini selalu meraung capai dan lelah, dan tanpa belas kasihan juga waktu menempa setiap kehidupan kita dari berbagai arah, kenapa? kenapa selalu seperti itu? mungkin jawabannya adalah proses, proses yang harus kita lalui untuk lebih menghargai hidup ini, proses untuk mengenal diri kita sendiri, proses untuk dewasa, agar kita mengerti apa tujuannya kita berada disini, kita pasti disini untuk sebuah tujuan, tujuan yang harus kita cari sendiri (betapa berat dan kerasnya!)..dan proses agar kita mengerti apa jawaban yang sebenarnya kita cari sebelum kita pergi...

aku mendengar setiap harinya kalau kematian menjemput orang lain dan kelahiran selalu memberikan warna kepada dunia ini, jadi dimana titik jenuhnya? apakah pada saat menjemput semua orang? atau disaat kelahiran memenuhi dunia dan memberikan secara terus menerus warna kepada dunia ini? tidak..tidak bisa dijawab karena dunia ini begitu luas untuk bisa dipikirkan dalam satu kalimat, dan satu kalimat tidak cukup untuk merangkum seluruh jawabannya...

Tuesday, January 17, 2006

(124) Bitch!!!

Sayang, diamlah disana sebentar...

dan aku akan membuka bajuku sekarang, baju tembus pandangku yang berwarna ungu, dengan bordiran bunga yang dihiasi dengan rajutan-rajutannya, aku akan membukanya perlahan agar engkau bisa dengan pelan-pelan menaikkan libidomu, aku akan menurunkan bajuku agar engkau bisa dengan jelas melihat puting payudaraku, dan aku akan memancingmu dengan meremas-remas payudaraku yang putih, meremas dan merintih, aku akan pelan-pelan menaikkan libidomu, aku akan merangsang puting payudaraku agar lidahmu berteriak dan meminta untuk segera menjilat kedua putingku, dan aku yakin tanganmu juga sudah tidak sabar ingin meremas-remas kedua buntalan daging besar dan halus yang bergantung didadaku...benar begitu kan sayang? tetapi itu belum semua, sebelum engkau memulainya, biarkan aku membuka bajuku terlebih dahulu, dan biarkan aku terkulai di kursi, agar engkau bisa dengan jelas memandang semua keindahan tubuhku, tubuhku yang tinggi, semampai, dan putih, dan aku ingin agar engkau bisa dengan jelas memandang puting payudaraku yang sudah menegang ini...ohh..sayang, aku tahu betapa sudah tidak sabarnya engkau.....lihat baik-baik payudaraku yang besar dan kencang ini, yang dihiasi oleh putingnya yang berwarna merah kecoklatan, lihat betapa tegak kedua puting ini...

aku akan membuka celana dalamku sekarang, celana dalam hitam dan bermotif bunga kesukaanku, aku akan menurunkan celanaku, dengan pelan-pelan sekali, aku akan mebiarkan hasrat dan juga fantasimu yang liar keluar semuanya, aku akan dengan pelan-pelan menurunkan celanaku agar rambut-rambut disekitar vaginaku bisa terlihat perlahan...upss..apa kamu melihat itu? lihat rambut itu? rambut yang berwarna hitam dan ikal itu? yeah, aku bisa tahu dari matamu yang mengikuti gerakan tanganku kalau engkau melihat rambut kemaluanku...aku tahu engkau sudah tidak tahan ingin melihat belahan vaginaku, sabar sayang, akan ada waktunya...semakin banyak rambut kemaluanku yang terlihat olehmu sayang? apakah kamu suka? aku tahu kamu suka...dan kini aku sudah menurunkan semuanya, aku akan melebarkan kakiku agar kamu bisa melihat dengan jelas semuanya, rambut di sekeliling vaginaku, belahan vaginaku, payudaraku, puting payudaraku, aku tahu, libidomu sudah mencapai puncaknya...kamu senang sayang? aku menyentuh klitorisku, AAhhh..enaknya..aku memainkannya, memencet klitorisku dengan jari-jariku..aaahh..sayang, enaknya...ahhh...dengan jari telunjuk dan jari manisku, aku membuka belahan vaginaku, dan memasukkan jari tengahku kedalam lubang yang ada ditengah vaginaku...AKkhhh...sayang, rasanya sangat enak...aku mengeluar-masukan jari tengahku kedalam vaginaku, dan keluarlah cairan bening dan kental itu, cairan yang aku tahu pria menunggunya....hmmm...aku tahu kamu merasa senang sayang karena aku bisa melihatmu berkali-kali menelan ludahmu...

kesini sayang...aku ingin merasakan lidahmu diseluruh badanku...yaa..yaa..begitu sayang, jilat dan gigit putingku dengan libidomu yang sudah tidak bisa engkau tahan lagi...aahh...remas payudaraku dengan tanganmu, rasakan besar dan halusnya payudaraku...aaahhh..gigitanmu pada puting payudaraku membuatku melenguh..aaakhh..enak..sayang, engkau sangat pandai...terus sayang..turunkan kepalamu dan teruslah menjilat tubuhku, turunlah dan jilat vaginaku sayang, yaaa..sayang, gunakan lidahmu untuk menjilat manis klitorisku, jilat terus sayang, jilat sisi kanan dan kiri klitoris ini, klitoris yang berada tepat diatas lubang vaginaku, sedot dan hisap sayang..yaa..disitu, turunkan lidahmu terus dan jilat belahan dan lubang vaginaku, AAKKKHHHH... yang sayang, sedot semua cairan yang keluar dari vaginaku, karena aku tahu semua cairan itu untukmu, untuk lidahmu...Akkhh...aku merasakan lidahmu bergerak-gerak, menyedot dan menghisap diantara jepitan vaginaku, sayang, jangan biarkan tanganmu menganggur, remas payudaraku dan mainkan tanganmu kepada kedua payudara dan putingku..aku ingin merasakannya...ya sayang, benar begitu...remas dan remas terus, rasakan besar dan kencangnya payudaraku, selagi engkau menyedot dan menjilat vaginaku, jambak rambut kemaluanku, buka besar-besar vaginaku agar engkau bisa lebih mudah menjilat dan menyedot liangnya..hahaha...aku milikmu sayang...

mana penismu? aakkhh...ini dia, penismu juga sudah mengeras, lebih keras dari sebelumnya...mmmhh...alangkah enaknya kalau penis ini berada dalam mulutku...mmmm...sayang, kini giliranku sayang...berhentilah sejenak dan biarkan aku melakukan pekerjaanku...mmmhh..lihat batang penismu sayang, besar, begitu keras, berurat, dan tegang, dan berdenyut, seakan mereka memanggilku.... mmmhh...kujulurkan lidahku ke kepala penismu, biarkan penismu menyambut lidahku sayang...mmm...biarkan bekas air liur yang keluar dari lidahku membekas kepada kepala penismu dan membuatnya sedikit bersilau..mmm...enak sayang? aku akan menjilat kepala penismu ribuan kali...dan menjilat batang penismu jutaan kali...aku bisa melihat engkau menyukainya sayang...mmmhh...aku terus menjilat batang dan kepala penismu, engkau hanya bisa melenguh.....lihat aku sayang, lihat bagaimana caranya aku menghisap batang penismu dalam-dalam dan menyedotnya...lihat bagaimana aku memaju-mundurkan kepalaku agar batang penismu bisa merasakan sensasi berada didalam mulutku....engkau merasakannya sayang? lihat bagaimana aku memasukkan batang penismu dan menghisapnya? hahaha..aku suka sekali memuaskan dirimu...lihat.. apa yang kita punya disini? dua buah bola ternikmat yang pernah pria punya...mmm...aku akan memasukkan kedua bola itu secara bergantian kedalam mulutku, aku akan menjilat kedua bola itu didalam mulutku....mmm..enak sayang? merasakan sensasinya? aku akan menggunakan tanganku untuk bermain dengan batang penismu juga pada saat aku bermain dengan bola-bola itu..mmm..aku akan menggigit, menjilat, memegang, meremas, aku adalah milikmu sayang, dan jangan hanya diam saja disana, gunakan tanganmu untuk memainkan vagina dan payudaraku, jangan diam saja, mereka dibuat bukan untuk hanya didiamkan sayang...masukkan jari tanganmu kedalam vaginaku selagi aku bermain dengan penismu sayang, aku akan memanjakan penismu...mmm....sayang, batang penismu begitu menggoda lidahku, aku tidak bisa berhenti mengulum dan menjilatnya...mmm...mmm..

sayang, aku merasa bosan bermain dengan penismu di mulutku, aku menginginkan penismu didalam vaginaku...masukkan sayang, masukkan pelan-pelan, rasakan kebasahan dan lubang vaginaku sayang, yaa..begitu, masukkan pelan-pelan, dan kerjakan bagianmu...tusuk aku, pompa aku dengan penismu...akkhh..sayang..begitu, yaa...aku bisa merasakan penismu masuk kedalam kedalaman vaginaku sayang...aku yakin kamu bisa memuaskanku...terus pompa aku sayang, peluk aku, rasakan kehalusan kulitku, aku ingin merasakan penismu masuk hingga kedalam pangkalnya, dan aku ingin merasakan pangkal penismu menusuk kuat didalam vaginaku...terus sayang..yaaa..lebih cepat sayang...yaa...nafasku sudah tidak bisa ditahan sayang...yaa..terus pompa aku sayang,...yaa..remas payudara dan pantatku, yaa benar, cium aku, cium bibir dan leherku...terus pompa aku sayang...sayang, cairan vaginaku keluar terus menerus...tidak apa-apa kan sayang? aku memperlancar keluar masuknya penismu kedalam vaginaku kan? hahaha...terus pompa aku sayang..yeah..yeahh..akkhh..AKhh...sayang, mana spermamu sayang, muncratkan spermamu kepadaku sayang, spermamu yang sudah kautabung hanya untukku....keluarkan spermamu dari lubang dikepala penismu sayang, aku menginginkannya...yaa..sayang..semakin cepat pompa aku, agar semakin cepat engkau orgasme...ya sayang..yaa..yaa...AKhhhh...( ******* ******).... muncratkan spermamu keseluruh badan dan mukaku..

mmmm...enak sayang...yah..yah...begitu...cairan putih dan kental dan dengan aroma khas itulah yang kutunggu sayang..haha...spermamu banyak sekali sayang...yah..keluarkan terus...yah terus.....biarkan aku mengoles seluruh tubuhku dengan spermamu...yaa...aku suka aromanya...sayang..lihat cairan vaginaku, tidak kalah banyaknya dengan spermamu...lihat itu sayang...mmm...engkau mau menjilat dan membersihkannya sayang? terimakasih, engkau baik sekali tapi sebelum itu, bagaimana kalau aku dulu yang membersihkan penismu dari sperma yang tertinggal disana dengan lidah dan mulutku? mmm...mmm..sekarang jilat semua bagian vaginaku sayang, bersihkan semua.... mmm ...mmm....

terima kasih sayang...
engkau capai sayang?
sekarang ambillah uang yang telah kusiapkan didalam tasku, semuanya 10 juta, pakailah pakaianmu, kemudian ambil dan pergilah sayang, sebelum suamiku datang dan memergoki kita berdua..
aku akan meneleponmu lagi kalau aku membutuhkanmu...mmm..aku yakin aku akan merindukanmu dan penismu...
sampai jumpa sayang...muaah...

Thursday, January 05, 2006

(123) Express depress

jam di dindingku berhenti sekarang, berhenti tepat pada saat aku memandang anak panah yang menempel di tungkainya...panah yang begitu tegas dan juga ramah, yang selalu memenuhi ruangan ini dengan nyanyain detiknya yang merdu, kini aku tidak akan bisa mendengarkan lagi suara merdu itu, semakin sepi suasana ruangan ini, hanya baju-baju lusuh dan juga meja makan yang sudah lapuk yang mungkin kalau mereka bisa berbicara, mereka akan minta untuk dibuang, karena kaki-kaki mereka sudah hilang dan mereka juga tidak mempunyai tenaga lagi untuk bertahan..

dan badan-badanku juga disokong oleh tulang-tulang yang sudah keropos dan karatan, kulit-kulitku juga sudah mulai mengeriput dan juga mulai terasa kasar..aku merindukan dirimu sekarang, kenapa engkau meninggalkan diriku begitu cepat? Kurasa mungkin aku akan menyusulmu sebentar lagi, karena umurku sudah 83 tahun sekarang, dan mungkin ini adalah tahun terakhir aku berada disini, dan apabila memang aku akan menyusulmu, aku ingin membawa semua kenanganku bersama dirimu keatas sana agar engkau mengetahui kalau aku masih ingat akan dirimu, dan aku akan membagi kenangan itu bersamamu…

pengilhatanku juga sudah mulai buram dan rabun ditambah juga dengan semua lampu buram ini yang nyawanya juga sama sekaratnya dengan diriku sekarang, tapi setidaknya lampu ini masih mencoba memberikan nyawa terakhirnya untuk menerangi ruangan yang berwarna hijau ini, entah hijau atau abu-abu, karena sudah banyak sekali warna hijau yang sudah terkelupas dari dinding yang dulunya bersih, dan itu semakin membuat aku merasakan diriku terbuang jauh dari dirimu...

kemana semua orang yang kukenal? terasa sangat sepi sendiri disini... julietku, engkau meninggalkan diriku pada saat engkau mengandung anak pertama kita, sayangku, seharusnya keluarga kita menjadi keluarga paling bahagia, dan aku akan menjadi ayah yang paling sempurna, tapi kenyataannya terbalik, engkau berteriak kesakitan, dan mengeluarkan darah yang terlalu banyak pada saat engkau melahirkan, aku tidak menyalahkan dirimu sayang, namun hanya saja merasa kesal akan permainan takdir ini...

Kini radio yang berumur lebih tua daripadaku menghadap ke arahku, jariku saja terasa sakit pada saat aku menekan tombol yang menghiasi badan radio itu, kemana kaset itu? kaset lagu dansa yang dimainkan pada saat pernikahan kita? dimana aku dengan gagah dan yakin memegang pinggangmu, dan mencium bibirmu dengan perasaan cinta yang membara-bara....mataku masih bisa dengan jelas melihat dirimu yang indah, berpadu dengan gaun pernikahan putih yang sangat pas mencerminkan kecantikan dirimu, namun kini bayangan dirimu sering datang dan hilang dalam ingatanku, dan aku harus memukul kepalaku sendiri untuk bisa mengingat bagaimana rupa wajahmu, dan aku harus memukul tanganku untuk bisa mengingat bagaimana halusnya kulitmu….

aku takut aku tidak akan bisa menjadi sebaik dirimu, dirimu yang mempunyai hati yang sangat teduh, aku berpikir kadang-kadang. apakah aku pantas menjadi pendampingmu? masih ingat ketika kita makan malam di pinggir jalan, Karena aku tidak mempunyai uang dan engkau lapar, dan aku hanya bisa membeli sebuah roti lapis dan dua buah teh hangat yang kita beli di supermarket? dan aku ingat kalau engkau tidak mengeluh sama sekali, melainkan bersyukur engkau masih diberikan kesempatan untuk menikmati waktu bersamaku, terima kasih sayangku! saat-saat itu adalah saat yang meyakinkan cintamu akan diriku...

tapi kini, aku berada disini, berdiri disamping sofaku yang sudah mulai sobek di setiap sisi sudutnya, berusaha berdiri, meski setiap kali aku berdiri, tulang-tulang karatan sialan ini membuat badanku sakit, tapi aku berusaha, dan terus berusaha, aku ingin berdiri, aku ingin menutup mataku, aku ingin merasakan kehadiranmu, menjulurkan tanganku kedepan, membayangkan kalau dirimu ada didepanku saat ini, memeluk diriku juga, meskipun aku tahu kamu tidak akan pernah lagi berada didepanku, sekuat apapun keinginanku dan sekuat apapun aku memohon! aku ingin menghadirkan suasana indah yang pernah kualami, meskipun aku harus memaksa otakku bekerja 10.000 kali lebih keras dari biasanya, dan aku mulai menyetel lagu dansa lainnya, karena lagu dansa kita sudah hilang entah kemana, maafkan aku sayang.

aku menutup mataku, masih ditemani dengan suara lagu dansa, menutup mataku yang sudah dikelilingi keriput di setiap pinggiran kelopak mataku, mencoba mendengar alunan lagu dansa itu, oh yah, aku juga sudah lupa akan suaramu, seperti apa suaramu? aku melangkahkan kakiku kekiri, namun rasa sakit di tulang kakiku menyerangku, dan aku terus memaksa kakiku untuk bergerak... andaikan badanku masih kuat seperti dahulu....Ah..aku tidak boleh menjadi lemah seperti ini...aku memutar badanku, berkhayal kalau aku memutar badanmu, dan urat-urat tulang punggungku berteriak dan menjerit, memberikan aku sejuta rasa sakit, nafasku terengah, tidak sampai 5 menit aku mencoba bergerak, Tuhan, badanku bagaikan bongkahan batu yang dipaksa bergerak seperti karet....

aku terengah-engah, nafasku sesak, kepalaku berputar, mulutku bergumam, tanganku bergetar, kakiku limbung, betapa usia itu begitu kejam.... aku dipeluk oleh kedua tumpuan sofaku lagi, seakan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan aku rasa nyaman.... tanpa aku sadar, bagian dadaku sakit, dan badanku bergetar, bukan karena rasa sakit dari fisik, melainkan dari hatiku, bertanya, kemana hilangnya waktu yang seharusnya kita miliki, kenapa engkau tidak disini? dan kenapa aku tidak bisa berdiri, bahkan hanya untuk berdansa sebentar untuk menampilkan dirimu walau hanya semenit saja...
untuk apa gunanya aku di sini?

Wednesday, January 04, 2006

(122) T.R.E (The Ressisterable Empathy)

Lets Plug and Play :

[Verse 1]
kalian semua pasti kenal dengan tre, tapi mungkin banyak yang tidak tahu kalau nama aslinya caesar
dia tidak suka dipanggil itu karena dia menjadi sedikit gusar dan nama itu tidak terlalu enak didengar
oleh karena itu dia mengganti dengan nama Tre, dan ditambahkan belakangnya dengan haushinka
mungkin kalian bingung apa artinya, tapi maaf, waktuku terbatas, jadi kalian tidak perlu tahu jawabannya
tetapi selain itu dia anak yang baik, dan jarang sekali bermasalah
kalaupun ada, dia pasti akan segera menyadarinya, karena dia paling tidak suka merasa bersalah
lahir dari empat bersaudara, dua adik laki-laki dan satu kakak perempuan
meskipun tidak terlalu dekat, dia menjaga semua anggotanya karena sebagai pria, dia harus bisa diandalkan
dengan badannya yang kecil, dia ingin sekali bertambah tinggi, walaupun hanya 2-3 centi
sampai-sampai dia pernah meminum setiap hari obat cina penambah tinggi, bernama Tienchi
dia juga mempunyai jadwal makan yang kacau dan tidak beraturan
karena dia tahu dia makan hanya pada saat lapar dan dia tidak peduli apa menu yang akan di meja makan
dan yang paling aku tahu kalau anak ini suka sekali dengan angka tiga
dan semua hal yang pernah dirasakannya dan dialaminya akan selalu dijaga
perlu diketahui dia juga pernah dua kali ke dokter mata untuk tes buta warna
dan hasilnya ternyata positif, dan hal itu cukup membuatnya kecewa
tapi tetap saja dia masuk kuliah desain, karena dia yakin kalau hidupnya ada disana
dan terbukti sekarang, kalau semuanya berjalan lancar, dan sekarang dia sudah sarjana
punya banyak sekali teman entah itu dari kampus mana ataupun kenalan dari friendster
tapi yang pasti anak ini narsis abis dan pernah hampir membeli papan skateboard baru untuk dibilang skater
dan juga warna favoritnya adalah merah
dan banyak sekali anak forum yang mengatakan kalau tre ini ramah

[Chorus]
ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa
karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya
memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian
karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan

[Verse 2]
Dia pernah punya pacar bernama lydia
namun dia seharusnya tahu kalau dari awal lydia itu tidak bisa dipercaya
dan sekarang lydia punya pacar baru yang sama-sama tinggal di jerman
tapi jangan sampai tre bertemu dengan lydia, karena lydia pasti mati dimutilasi , dan beritanya pasti ada di koran
kini Tre mempunyai pacar bernama Yumie
sudah 4 tahun berjalan dan aku tahu dia masih pacaran dengannya hingga kini
dan juga dia mempunyai sahabat bernama marcell
anak aneh ini juga cuek dan sering mengejek hidupnya dengan berkata :"Oh, Hell"
selain itu dia suka sekali dengan wanita yang berpayudara besar, bermata sipit dan kulit kuning langsat
dia bilang Cup A itu Apa adanya, B itu Bagus, C itu Cukup dan D itu dashyat
dia juga suka melihat cewek sporty dengan tank top yang menampilkan pusar
dan berharap kalau cewek yang dilihatnya itu bisa dibawa ke "kamar"
oh yah, dia juga benci sekali dengan asap rokok yang bisa membuatnya harus menahan nafas
dan ingin rasanya ia mecekik setiap orang yang merokok agar ruang nafasnya menjadi lebih bebas
bekerja siang malam, dengan penuh semangat, namun di akhir bulan, dia tidak tahu kemana gajinya pergi
tetapi setelah dia pikir-pikir, ternyata gajinya habis untuk membeli Gundam yang dipajang di toko Anime Machi
kurang begitu suka makan masakan western dan lebih banyak makan seafood di anton 88
karena harga disana begitu murah, dan begitu banyak masakan baru yang bisa dimakan
sedikit perhitungan tentang uang, bukannya pelit, hanya saja selalu berpikir berulang-ulang kalau sedang ingin membeli barang
dan biasanya setelah dia membeli barang, ada saja hal yang tidak terduga yang datang, dan kejadian itu sudah sering terulang
diluar hal itu, semuanya berjalan dengan baik, dan tidak terasa usianya sudah 24 tahun Maret ini
semakin tua usia, semakin hilang satu persatu orang yang dikenalnya, dan dia merenung :"kemana semua temanku kini?"

[Chorus]
ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa
karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya
memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian
karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan

[Verse 3]
dulu dia sering membleach rambutnya dari merah, orange, hingga kuning berkali-kali
sampai teman-temannya pun hanya bisa geleng-geleng kepala kekanan dan kekiri
sekarang dia bekerja di majalah sebagai graphic designer
mempunyai atasan yang dipanggil ucok, padahal nama aslinya rainer
sekantor dengan cewek yang namanya marina purnamasari
dan mungkin banyak orang yang tidak mengira kalau dia sekretaris redaksi
ada reporter juga, namanya zaldy muryadi dengan nama panggilannya jamur
sering sok pede dan dekat dengan cewek hingga badannya subur, namun percayalah kalau selera humornya hancur!
berada setiap detik dan setiap harinya didalam ruangan artistik
dan saking cepatnya dia mengetik, dia terlihat seperti tikus kalau sedang mengetik
tapi jangan salah kalau dia sedang melihat dengan serius monitor yang ada di depan matanya
karena dia bukan sedang bekerja, namun sedang mencari bintang porno favoritnya madoka ozawa
mempunyai koleksi cd dan dvd porno yang entah sudah berapa ratus banyaknya
sampai kadang-kadang dia lupa siapa saja yang sedang meminjamnya
sebut saja siapa bintang porno jepang yang engkau suka...
karena aku yakin anak ini pasti punya
Hikari, Azumi, Minori, Sayaka, ruu Hoshino, Ohura, dan masih banyak lagi
tapi dia masih bingung dengan selera orang yang bilang yang paling cantik miyabi
pernah sekali dua kali membeli sex toys dan saat ini dia sedang ingin membeli dildo
jangan tanya untuk apa, karena kalau diberitahu engkau pasti hanya bisa berkata "oo.."
meskipun berkesan pervert, jangan salah, diluar semua itu, dia anak yang bisa menerima perbedaan
karena dia tahu semua perbedaan itu justru akan membuat hidupnya berjalan

[Chorus]
ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa
karena lirik ini sudah susah-susah dibuat oleh tre semuanya
memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat untuk dibaca oleh kalian
karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan

[verse 4]
dengan gaya jalan yang unik, aku selalu melihat dia memakai earphone dan mendengar lagu dari Ipod
dan sekarang dia bingung mau membeli handphone Panasonic atau DoPod
suka sekali melihat baju celana dan sepatu dari merek adidas
dan entah kenapa dia suka sekali makanan yang pedas
walaupun terlihat normal, tetapi cara pikirnya aneh, dan mungkin tidak bisa diterima sebagian orang
karena dia suka berpikir akan hal-hal yang seram, sadis dan juga hal-hal yang seharusnya dilarang
meskipun begitu, dia tidak pernah melakukan hal itu dalam kenyataan, semuanya hanya ditulis
karena dia tahu semakin banyak yang ia tulis, maka pikirannya pasti akan habis
dia tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan banyak yang memanggilnya PYSCHO!!!
tetapi dia tidak peduli, hanya tersenyum, karena dia tahu dia mempunyai kelainan mental yang biasa disebut SCHIZO!
dia sekarang sedang mencoba menulis sebuah buku tentang kisah psikologi
dia belum menulis banyak, namun dia tahu kalau cerita ini harus menjadi sebuah ironi
dia juga diajak membantu menulis buku oleh Irene karena irene bilang gaya tulisannya unik
namun dia belum menjawab iya, karena dia takut akan membuat buku yang ditulis irene menjadi tidak menarik
namun dia percaya kalau gaya tulisannya bisa membuat orang-orang berpikir
dan berharap semua orang yang membaca tulisannya tidak mengganggap hidup itu mudah seperti membanting stir
setiap orang punya masalah, begitu juga dengan dia, kita semua sama
tapi jangan merasa tidak berguna, karena aku yakin semua orang bisa keluar apabila dia berusaha
dia tidak mempunyai agama, dan tidak mengerti akan artinya hidup
tapi sekarang dia mulai berdoa, dan memperbaiki hidupnya agar menjadi lebih baik dan tidak meredup
dan berharap saja pada saatnya kita mati, kita semua akan masuk ke dalam surga
karena aku yakin surga adalah tujuan akhir setiap manusia yang diharapkan di dunia, meskipun banyak juga yang ke neraka

[Chorus]
ayo, ayo semuanya tersenyum dan tertawa
karena lirik sudah susah dibuat oleh tre semuanya
memang terinspirasi dari Fort Minor, tetapi ini semuanya dibuat dibaca oleh kalian
karena lirik ini bukanlah lagu, dan semua ini dibuat hanya untuk guyonan

[Outro]
kalian sekarang pasti kenal dengan Tre, karena sudah begitu banyak yang kuceritakan tentang dia
anak kecil aneh yang selalu merasa pede, tetapi dia sering dianggap anak kecil, karena wajahnya yang ceria
dia suka sekali dengan hal-hal yang berbau jepang
dan film jepang pertama yang dia tonton adalah google V yang bisa membuat dia senang
pernah ke kampus memakai sandal tidur berboneka singa
dan teman-temannya tertawa dan menamakan singa itu dengan ocan, aneh-aneh saja
suka sekali dengan musik jepang, mulai dari luna sea, larc en ciel, hingga chihiro onitsuka
mungkin karena lagu indonesia jelek, dan tidak ada satupun lagu indonesia yang dia suka
sudah bosan berada di jakarta, dan ingin sekali tinggal di luar negeri
namun jangan suka berkhayal, karena dunia saat ini sedang rasis, dan itu membuat dia ngeri
anak gila ini juga suka sekali minum soda
jadi jangan heran kalau kamu membuka kulkas dirumahnya, pasti ada 4 botol besar coca cola
Dia juga sering merasa takut, karena dia sering mendengar suara-suara yang ada didalam dirinya berbisik
namun suara itu membuatnya tenang, dan dia bisa tidur meskipun hanya beberapa detik
suara itu mengenalkan dirinya sebagai raphael dan Nophorus
nama yang tidak dia kenal hingga saat ini,namun dia tahu suara itu terdengar asli dan sangatlah tulus
kini dia sedang berada di depanku, dan menulis blog favoritnya, tikituka
menulis dengan cepat, seakan-akan otaknya terbakar oleh kata-kata
berusaha memecahkan semua persoalan yang ada didalam otak
dan berusaha keluar dari pikiran anehnya meskipun harus merangkak
kini, dia sudah menulis selesai semuanya, dan sedang meregangkan badan dan kepala
senang melihatnya tersenyum lebar seperti biasa

[epilogue]
saat ini aku yakin dia sudah keluar dari pikirannya yang ruwet seperti semak belukar
dan aku sangat suka melihatnya pada saat dia tersenyum lebar
dia menarik nafas sebentar dan kemudian dia melihat diriku yang berada disebelah kiri
Ups! gawat! selamat tinggal semua, dia menyadari kehadiranku, dan sekarang saatnya aku pergi

Thursday, December 22, 2005

(121) Places To Visit

jasadku pindah dan bergeser 5 centimeter kearah kematian, terakhir kutinggal dia masih tetap berada ditengah dan tertidur pulas, aku sengaja tidak menjaganya agar aku bisa bebas berkeliaran, dan melihat dunia dari suatu sudut pandang yang lain, karena kadang-kadang terasa membosankan melihat hidup hanya dari satu sudut pandang saja, meskipun aku tahu kalau dunia ini tidak berubah, jasadku terasa begitu meyenangkan untuk dilihat, aku melihat jasadku tertawa, tersenyum, menangis, berdarah, murung, dan lainnya, namun aku merasa damai didalamnya, karena jasad itu adalah aku, bagaimanapun aku bahagia berada didalamnya, karena dia menjagaku dari semuanya..memang kadang-kadang terasa susah mempunyai seonggok daging yang bisa terluka...

aku khawatir kalau aku tidak bisa menjaga jasadku dengan baik, karena aku adalah roh yang nakal..roh yang suka berkeliaran kemana-mana, aku bisa bebas mengelilingi dunia, surga, dan neraka, aku bisa melihat para setan memakan jiwa-jiwa yang sesat di neraka, aku bisa melihat malaikat-malaikat yang bercanda, dan memasukkan busur ke panah mereka, aku juga bisa melihat manusia membunuh manusia lain di dunia, ketiga tempat ini adalah tempat jalan-jalanku, karena memang hanya ini tempat yang bisa kutuju, dan aku akan merasa senang sekali bisa berada di tempat selain tiga tempat ini, meskipun aku belum menjelajah semua bagian dari tempat-tempat yang menakjubkan ini...

Uppss...jasadku sudah menyuruhku kembali kedalam tubuhku, aku harus segera kembali dan membangunkan diriku sendiri, karena apabila aku tidak membangunkan diriku, aku tidak akan pernah bisa bangun lagi dari semuanya....dan aku juga tidak mau kehilangan saat-saat dimana aku hanya bisa merasakan satu sisi tempat kesukaanku saja, karena dunia termasuk dalam salah satu tempat kunjungan yang aku suka, meskipun kadang-kadang mengecewakan....

Wednesday, December 21, 2005

(120) Poetry Level 4 Abt. God

lakukan apa yang bisa kaulakukan
mencintaiku apa adanya sudah lebih dari cukup
percaya kepada diriku sudah membuatku senang
dekap aku erat agar aku juga bisa mendekapmu


walaupun aku masih bertumbuh dan belum sempurna
tetapi aku tahu dimana aku bisa menemukan pedang dan panah
apakah jiwa yang lahir dari air mata dirimu,
telah menghapuskan kabut penderitaanku?

[mungkin] tidak memerlukan waktu untuk mengotori semuanya...
walaupun tidak terlihat sebagaimana mestinya,
cahaya itu tetap indah dan membimbingku kesini
sebentar lagi, engkau akan bisa melepaskan dirimu dari apa yang mengekangmu

aku tidak bisa mengingkarinya,
engkau tetap tidak bisa menerima mereka yang tidak mempunyai bentuk pasti
jadi engkau tidak akan pernah bisa belajar dari rasa pahit yang berasal dari pasir
dan engkau tidak akan pernah melupakan gambar yang merupakan mimpi burukmu

[perlu] waktu untuk mengotori semuanya
dalam kejujuran, tidak ada satu hal pun yang telah kau hilangkan
karena aku yakin,
engkau akan bisa melepaskan semuanya di atas sana


lakukan apa yang bisa kau lakukan,
cobalah untuk mencintai diriku yang tidak sempurna ini
cobalah belajar untuk percaya kepada diriku,
pegang tanganku erat-erat, karena aku tahu sekarang, kalau ;
Tuhan berada disampingmu
Tuhan membuang semua penderitaanmu
Tuhan mengawasi semua kebutuhanmu
jadi pergilah, ucapkan semua permintaanmu
diantara cakar-cakar yang mengekang suaramu....
karena Tuhan akan mendengarkanmu dan mengabulkannya

(119) Osea Degree

dengan berdoa, dengan melupakan semuanya, apakah aku bisa mendatangkan kesunyian datang menghampiri tempat ini?
dengan melepaskan dan dengan menimbun semua kenangan, apakah aku bisa mendapatkan kesunyian yang dijanjikan kepadaku?

aku melihat kekuatanku yang semakin lemah, dan setiap butir pasir itu terus berebut untuk turun menghabisi waktu yang ada diatasnya... setiap butir pasir yang turun membuat setiap gerakan yang kubuat tidak ada artinya. tali yang mengekang tubuhku membuatku tidak merasa nyaman, luka yang ada didalam guratan tali itu membakar dan membawaku jauh dari tempat ini...

sekarang aku berada di lautan, lautan yang penuh dengan teriakan dan duri dari orang-orang yang telah tenggelam disini, dan dari sini aku akan dengan mudah menjawab doamu yang tidak pernah sampai kepadaku, meskipun aku tahu semuanya berjalan terbalik dan salah, aku sudah berada disini, menjawab doamu...

Aku berada dijalan berkabut, dimana setiap gumpalan kabut yang melewati diriku, membuatku gila, lebih muda, dan tidak sabaran, aku tahu kalau aku terus berada didalam kabut ini, aku akan kehilangan kesadaranku, tetapi dimana jalan keluar dari sini? apakah aku sudah melewati jalan keluarnya? aku tidak bisa melihat apa-apa, kabut ini begitu tebal, jangan merah, atau ungu, yang bisa kulihat hanyalah abu-abu.. tolong jangan lihat diriku kebingungan seperti ini...

namun kini aku sudah berada disini, dilautan berduri dan tangisan, sekarang semuanya menjadi murni, tetapi tetap terasa menyedihkan, sama menyedihkannya dengan kemuraman yang menyebar dan semakin menyebar keseluruh air yang ada dilautan ini, tangisan orang-orang yang berada dilautan ini, menyanyikan pujaan dan menghibur diriku, mereka mengatakan kalau semua kepedihan itu akan berhenti suatu hari nanti, namun tetap saja, dalam lubuk hatiku, aku tidak percaya satupun perkataan mereka.

dihadapanku kini hanya laut, dengan angin yang damai, mencoba memberikan sentuhan damai kepada kulit wajahku, sebuah panorama yang luas terhampa didepanku, namun tetap, semua itu tidak membuatku beranjak baik, hanya tersenyum dan menikmati semuanya, yang bisa kulakukan. aku ingin mencari harta yang terpendam didunia ini, tetapi percuma, karena walaupun aku menggali dunia dengan kedua tanganku, aku tetap tidak bisa mengeluarkan perasaanku yang galau.

Cinta, kenakanlah pakaian yang akan kuberikan kepadamu, aku menggunakan semua bunga yang ada di dunia ini untuk pakaianmu, kemudian jatuhkanlah dirimu ke bumi, lagi dan lagi, hingga darah mencium dan menelurkan anaknya di bumi ini, karena dunia ini tidak membutuhkan cinta lagi, melainkan kemarahan...dan biarkan semua itu terjadi, agar terdengar, terdengar olehmu sendiri...isak tangis dirimu...

(118) God's Child In Earth

Aku tersenyum dan melihat kebawah, ke dunia yang tandus, rusak dan juga jahat... kenapa Tuhan menciptakan dunia yang begitu kejam dan tidak jelas? walau bagaimanapun juga, aku tidak bisa mengingkari kalau setiap manusia yang ada di dunia adalah anak Tuhan....dan karena aku anak dan prajurit Tuhan, maka aku diturunkan diatas bumi yang rusak dan busuk ini, Tuhan, bagaimana aku bisa hidup di atas tanaj yang lapang dan busuk ini? ini bukan alasan dan tujuan aku dilahirkan disini...

langkahku lelah dan mengalah kepada kencangnya angin yang tiba-tiba datang menerpa diriku, aku yakin aku akan jatuh dan menabrak tanah setiap saat sekarang, karena tanah ini begitu tandus dan kering, membuat aku tidak bisa menahan berat badanku, Tuhan biarkan aku jatuh...tetapi Tuhan masih menahan berat badanku dengan rantai yang tidak mengijinkan aku jatuh...

Tuhan, aku telah menyerahkan hidup, takdir, dan juga nasibku kepada tanganMu, dan hatiku juga menyerah kepada kekuasaanMu, tetapi kini perasaanku kepadamu telah terpencar dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk mengumpulkan mereka lagi, dan aku tidak yakin aku bisa...

berbicara lagi tentang 'alasan'Mu kenapa aku harus turun dari surga dan berada didalam dunia yang buruk ini, Tuhan, buatlah aku tertidur dalam pelukanMu, karena aku tidak kuat lagi dengan gravitasi yang ada di dunia ini..berat badanku terasa lebih berat dibanding pada saat aku berada disurga...
Kini aku berada didalam kekangan obat yang tidak bisa membuatku sembuh...dan aku tidak bisa lagi mendengar suaraMu, Apakah yang harus kupercaya sekarang?

Aku adalah anak dan prajurit Tuhan, aku harus bisa mendengar suaraMu, tetapi semakin aku mencoba, semakin aku tidak bisa mendengar suaraMu, suara yang kudengar adalah suara-suara godaan yang menghanguskan dunia yang kau sayang ini, dan meninggalkan luka dibelakang punggungku...Aku tidak tahan lagi berada di dunia ini...ini hanya pikiranku saja sebenarnya, jujur saja, aku tidak mempunyai tempat untuk kutuju di dunia ini...

Tidak nyaman rasanya bersender dan tertidur disamping dinding yang pahit dan pahit ini, berikutnya hal apa yang akan datang kepadaku dan melemahkan aku? Tuhan, jangan ulurkan tanganMu, jangan ulurkan tanganmu kepadaku hingga akhir, aku ingin berjuang dengan kemampuanku, meskipun aku tidak yakin aku bisa, siapakah, diantara manusia ini yang akan menyelamatkan aku?

dari kesepian, dari kesunyian, aku yakin waktu akan mempercepat infeksi dan juga rasa sakitku, namun walau bagaimanapun aku tidak akan lupa, aku berasal dari surga, Aku adalah anak dan juga prajurit Tuhan...karena sekarang aku tahu, Surga adalah tujuanku disini.

(117) Spreading wounds.....

'Apapun pertanyaan yang kau ajukan saat ini, aku harus bisa menjawabnya'

jujur saja, menjawab pertanyaanmu membuat lidahku semakin berat dan suaraku semakin serak dan parau, sama paraunya dengan gaun hitamku saat ini, gaun yang kupakai untuk berkabung saat ini. aku merasakan sebuah bayangan dan juga perasaan telah melewati lebih dari satu orang, melucuti perasaan kita semua, dan mencoba untuk melepaskan topeng ketidakpastian dan juga tipuan yang kita pakai sekarang....

Kini, aku duduk disini, duduk didepanmu yang tertidur lelap,di bangku, berada dikegelapan malam, sendiri, tidak bergerak, hanya melihatmu tertidur, seperti aku telah mati...

sebuah ledakan telah mengacaukan semuanya, dan juga telah merobek semuanya, memecahkan semua kumpulan fragmen hatiku yang telah lama kukumpulkan, dan walaupun sekarang aku bisa melihat semuanya, semua cahaya yang gemilap yang berada disekelilingku, dan aku merasa hangat, tetap saja aku berkata kepada diriku sendiri :"sejak kapan, aku bertanya, aku menjadi lemah seperti ini?"... sedih sekali mendapatkan kenyataan seperti ini.

Masih, aku duduk disini, masih duduk didepanmu yang masih tertidur lelap, masih dikelilingi oleh kegelapan malam, masih sendiri, tidak bergerak, berharap engkau segera bangun dan tersenyum kepadaku dan mulai menyadari penyakitku sendiri....

setiap hari aku menemukan diriku berada dalam rasa takut dan semakin takut, penyakitku tidak hilang dan diperparah dengan demam yang ikut menyertai penyakitku, aku sadar kalau aku hanya mempunyai kesempatan yang sangat kecil untuk selamat, mungkin sama kecilnya dengan kemungkinan dirimu akan sadar kedunia ini lagi...tetapi tetap, aku harus terjaga dan aku harus bangun untuk dirimu, karena yang kualami sekarang bukan mimpi, tetapi kenyataan...dan aku masih ingin berada didalam kenyataan ini, karena keras dan pahitnya kenyataan yang aku jalani, semakin memperbesar peluangku untuk sembuh dari penyakitku.

Lagi, aku duduk disini, didepanmu yang sudah tidak bernafas lagi, kegelapan malam sudah menjadi temanku, semakin sendiri disini karena engkau telah meninggalkan aku, tidak bisa bergerak meskipun aku ingin, menunggu ajalku menjemputku dan masih bertanya sejak kapan, aku menjadi lemah seperti ini?

Tuesday, December 20, 2005

(116) Voice . . .

Kalau saat ini kamu masih hidup dan berada dilaut, aku akan memotong kedua kakiku dan menjadi seekor ikan untukmu.
aku akan berenang kedalam laut dan mencari dirimu.
kalau saat ini kamu datang, memelukku dan dekat denganku hingga jatuh kedalam jurang yang dalam dan gelap itu, maka aku akan menuruni jurang itu dan menjadi bayangan untuk mencari dirimu.

tanpa dirimu, Aku memasuki daerah dengan udara yang sangat berat, membuatku tidak bisa melihat karena cahaya yang terang itu mengaburkan pandanganku. aku hanya ingat hari-hari yang telah lewat itu, hari yang seharusnya tidak dipinjamkan kepada kita...karena menyakitkan sekaligus menyenangkan mengingat semua itu.. namun...kamu tidak disini saat ini...hanya itu yang aku tahu dan aku yakini saat ini...dan aku takut....

aku mohon kepadamu matahariku... terbit, terbitlah dari tempat aku bisa memandangmu dan sucikan tempat ini...
aku mohon kepadamu angin...anginku...curi dan bawalah pergi jauh-jauh segel hatiku yang berwarna biru ini , dan bakarlah segel ini dengan kehangatanmu...

Sayang, apabila kata-kata ini sampai kepadamu, aku akan menguliti diriku sendiri, mengambil jasadku dan membuangnya jauh-jauh agar kita bisa bersama lagi, karena aku tidak bisa melihat jasadmu lagi, biarkan aku mengikutimu hari ini, hari yang telah menghapus suaraku yang hidup...aku bisa merasakan kehangatan dirimu yang telah mencuri semua hal berharga yang ada didalam hidupku...aku akan menunggu, aku akan mencari, aku akan mendengarkan, meskipun hanya ilusi, aku akan berada disini...

Aku mohon kepadamu, hilangkan...hilangkan kehangatanmu...dan ikuti aku ke tempat aku akan mengajakmu sekarang,
aku mohon kepadamu, ulurkan tanganmu yang bisa menghapus semuanya, termasuk hukumanmu kepadaku...
aku mohon kepadamu, biarkan aku tertidur lelap dengan memegang tanganmu....

kini aku yakin, sekilas dan sekelabat ingatanku sudah membusuk.
lubang yang ada dikupingku tidak muat untuk menerima suaramu...
aku mulai melupakanmu, dan semuanya menjadi buram dan menakutkan
aku tidak bisa mendengar suaramu...suaramu hilang ditengah keramaian...

kini aku lebih yakin...ingatanku benar-benar membusuk dan mulai lepas dari diriku
tanpa jejak dan petunjuk, aku mulai melupakan suaramu yang menghilang ditengah keramaian
dan kini, aku hanya memeluk diriku sendiri dan berharap suara itu akan kembali...
aku mohon kepadamu, jangan tinggalkan aku...
aku mohon kepadamu, angin cintaku, bawa kembali suara itu ke telingaku...
aku mohon kepadamu, kembalilah kepadaku....
suaraku....

Monday, December 19, 2005

(115) Black Little Wings

kenapa engkau harus membawaku kesini, ke tempat yang aku sama sekali tidak tahu? kenapa semua haus akan kekayaan dan juga pengetahuan? kenapa engkau harus mengambil semuanya dariku? ini bukan tempat dimana aku berada..kembalikan aku... aku tidak butuh engkau untuk mengajari aku untuk mengembangkan sayapku... karena sayapku tidak akan mengepakkan sayapnya, karena sayap yang kupunya, tidak berada didalam dunia ini, dunia ini adalah mimpi dari dirimu, bukan mimpiku, jangan tinggal bersamaku sekarang, karena apabila engkau berada didalam diriku sekarang, engkau akan menghalangi sayapku untuk mengajakku terbang ke duniaku sendiri...

Didalam mimpimu, aku akan menemukan kelemahanku, dan kelemahanku adalah ketakutanku yang terpendam didalam waktu yang terus menerus menerorku....kembalikan aku ke dunia yang aku tahu, dimana kejahatan dan kegelapan adalah temanku, sayap hitamku akan kembali mengembang, keluar dari punggungku dan membawaku mengitari dunia yang gelap ini.... jangan bawa aku ke dalam cahaya, karena sayapku akan hilang dan tulang punggungku akan patah karena cahaya itu tidak hanya menyilaukan mataku, tetapi juga membuka hatiku, aku tidak mau hatiku terbuka, karena kelemahanku berada di dalam hatiku...jangan buka mataku, karena aku terbiasa dengan kegelapan yang ada didalam mataku, dan aku yakin sayapku akan berada tetap disana, kenapa engkau harus membawa aku ke dunia ini? dunia yang sama sekali bukan duniaku?

kata-kata yang keluar dari mulutku terbuang percuma karena engkau tidak menghiraukan diriku, siapa di dunia yang putih ini yang akan menjadi temanku? siapa yang mengajakku berbicara? karena pada saat aku berbicara, taring yang ada didalam hatiku akan menerkam setiap kata yang keluar dari mulut orang lain, dan menguyahnya dan kemudian mencernanya menjadi sampah, sayapku masih belum bisa berkepak... aku harus keluar dari cahaya ini, cahaya yang lembut dan silau ini, karena semakin terang cahaya itu, semakin penasaran mataku ingin melihatnya, tidak...tidak..aku tidak boleh membuka mataku, aku harus mengingat kegelapan yang sudah menjadi teman sejatiku, dan aku akan keluar dari mimpi yang terang ini, kembali ke dunia yang gelap itu...aku harus bisa...

kenapa engkau terus menerus berbicara? berikan aku keheningan agar aku bisa berpikir dan mendengarkan kesempatan untuk pergi dari sini....aku harus mencari cara untuk memecahkan keramaian ini.... aku tidak boleh memperlihatkan kelemahanku kepada dunia yang hanya mimpimu ini, karena aku yakin aku bisa keluar dari sini....meskipun dengan jantungku yang sudah tidak bisa berdetak dan berbunyi..aku yakin aku akan keluar....

Friday, December 09, 2005

(114) DRAMA OF EPILOGUE : FINAL ANSWERS

Ssssttt...jangan bicara lagi, jangan hadapkan wajahmu kepadaku, pergi dari pikiranku jalang...aku tidak menginginkan dirimu sekarang, aku tidak membutuhkanmu sekarang..aku bosan akan dirimu, aku tidak minta kepadamu untuk percaya kepada diriku..jangan bangun kepercayaan diriku, karena aku tidak percaya kepadamu...bukan tubuh dan wajahmu yang kuinginkan, bukan payudara dan vaginamu yang saat ini kuinginkan, aku tahu payudara dan vaginamu bisa menjadikan diriku orang lain, tapi tidak saat ini, tubuh, wajah, payudara, dan vaginamu saat ini tidak ada artinya bagiku..
aku membutuhkan sesuatu yang lain, aku membutuhkan sesuatu yang dapat membangunkan aku dari rasa kantukku selama ini, aku membutuhkan sesuatu yang dapat membawaku ke babylon, aku butuh sesuatu yang dapat menamparku dan melemparku dari kehidupan ini... aku ingin bangun dari mimpi ini, semua sudah kudapatkan sekarang, namun rasa haus didalam tubuhku masih merasa belum mendapatkan inti dari semuanya ini, sepertinya masih ada hal yang belum bisa kudapatkan, apa itu? DIAAAMM JALANG! sudah kukatakan, jangan sodorkan payudara dan berhenti memainkan klitoris vaginamu dihadapanku, PERGI KAU!!! JALANG!..

hmphh...aku harus berpikir sekarang, Ayo..Ayo...biarkan aku berpikir...apa yang sudah kudapat sekarang? harta, wanita, kedudukan, kekuasaan, kekuatan, warisan...Ayo..Ayo...apa yang sudah aku rasakan? bahagia, senang, sedih, kecewa, marah, iri, kesal, benci, licik, tapi masih ada yang kurang....APA??...APA??....

AAAhhh..aku tahu..rasa takut..aku membutuhkan rasa takut...apa yang bisa membuatku takut? aku bisa saja mengiris tanganku dengan belati perak, namun aku tidak merasakan atakut, hanya sakit...
DIAM JALANG! SUDAH BERAPA KALI KUKATAKAN KEPADAMU UNTUK PERGI DARI HADAPANKU?....

ARRGGGHHH...Hoeekk...hoeekkk...

un...untuk apa engkau menusukku didada de..dengan belati itu?...itu adalah belati kesayanganku! kau menodainya...Urgh...sa.....sayangku, pandanganku mulai buram, nafasku pun tersengal-sengal...sayangku....aku bisa melihat darahku sendiri...HAhahaha...haha...kenapa aku tiba-tiba takut? tung..tunggu...hahaha....terima kasih sayangku, engkau telah menjawab pertanyaanku...kini aku tahu apa yang bisa membuatku takut...Hahahaha..ternyata kematian adalah hal yang aku takuti...Sayangku, kenapa aku takut akan kematian?....

"..karena hidupmu penuh dengan dosa, oleh karena itu ketakutan akan kematian akan selalu menghantuimu kekasihku"

hahaha....maka biarkan aku mengerti akan hidup ini sayangku, karena dengan kematian, maka hidupku sebagai manusia sudah sempurna, karena dengan kematianlah, maka aku sudah menjalani hidupku....

(113) BROKEN….DAM(n)AGE…MEMORY…

memori-memori yang ada dikepalaku sudah mulai rusak, sulit rasanya mengingat-ingat semua hal yang pernah aku katakan, aku lakukan, aku jalani, dan bahkan kdang-kadang aku tidak ingat kemana aku harus pulang...mmm..bagaimana cara mengganti semua memori yang mulai berkarat ini? apakah aku harus ke toko-toko terdekat dan membeli memori-memori ini, karena aku rasa stiker garansi yang ada didalam kotak memori dikepalaku sudah tidak berguna, meskipun aku yakin stiker garansi itu masih tertempel dikepalaku...hei...aku malahan ingat akan hal itu...haha..

lucu melihat dunia ini dengan memori yang rusak, kadang-kadang engkau bisa salah melihat, kadang-kadang engkau bisa melihat hal yang sebenarnya tidak ada didepan matamu, kadang-kadang engkau bisa salah mengenali orang, pria menjadi wanita dan wanita menjadi pria, hanya saja lucunya, engkau bisa tahu kalau engkau berjalan di jalan yang benar, aku rasa itu karena instingku yang mulai terasah sejak aku kecil.... aku sudah berjalan keseluruh pelosok kota ini untuk mencari pengganti memori yang ada dikepalaku, saat kemarin aku mengecek memori ini, ternyata tidak semua memori yang ada di kepalaku hilang, melainkan hanya tergores, jadi saraf-saraf yang ada di kepalaku agak sedikit susah untuk memainkan kembali memori yang ada disana....hanya saja tidak ada orang yang menjual memori ini, dan kalaupun mereka menjual, mereka tidak bisa memindahkan data-data yang ada dimemoriku kedalam memori yang baru, dan itu akan membuatku sedih sekali...hmphh..

tetapi tetap saja aku menginginkan memori itu untuk sembuh seperti sedia kala, dan juga mereka sangat dibutuhkan untuk menemani kesepian yang terus menerus ada didalam hidupku, saat aku duduk di kursi goyangku, memori itu sangat kubutuhkan untuk membuatku tersenyum, dan juga aku sangat menginginkan memori-memori yang ada didalam kepalaku bisa menerbangkanku mengulang masa-masa indah bersama semua orang yang ada disana... aku yakin mereka pasti tidak akan menolak ajakanku, karena aku tahu mereka semua sudah tidak bisa bertemu dengan diriku, karena mereka semua telah mendahuluiku dan mereka berada diatas sana, melihat dan juga menjaga diriku, dan kadang-kadang membisiki aku akan hal-hal yang tidak aku mengerti, terima kasih semua temanku, aku sungguh kangen akan kalian semua....sayang kalian semua sudah mendahului aku? hmphh..aku tidak bisa berdebat dengan hal itu, karena memang urusan kepergian kalian bukan aku yang mengatur, namun perlu kalian ketahui kalau kalian selalu ada di dalam memoriku... dan mungkin saja kalina bisa mengirim sinyal kalau kalian baik-baik saja diatas sana.... dan juga terima kasih untuk telah menjaga diriku...meskipun aku merasa sangat kesepian disini. sial, kenapa memori ini selalu rusak disaat aku membutuhkan mereka untuk keluar?

Tuesday, December 06, 2005

(112) T.O.K.Y.O Protocol

Aku marah sekarang, karena aku sudah lama hidup, tetapi tidak pernah dipedulikan, permata hijauku dibuang jauh-jauh oleh mereka yang dengan sengaja merusak tubuhku, birunya berlian lautku dirusak oleh mereka yang seharusnya menjaga berlian itu, topi awan putihku telah berubah menjadi abu-abu karena asap dan juga zat-zat beracun lainnya, darah-darah yang ada didalam tubuhku dibongkar paksa oleh mereka yang serakah akan harta dan membuat bangunan-bangunan yang tidak penting hanya untuk kepuasan dan juga kesombongan mereka, aku membenci mereka semua, kenapa dunia ini begitu kejam...anak-anakku dibuang begitu saja, manusia-manusia masih saja merokok, membuang sampah seenaknya, melupakan kodratnya dan menjadi makhluk aneh, mereka masih saja mengebom anak-anakku di laut, padahal mereka tidak bersalah, masih saja membuat awan topiku berwarna gelap dan bau dengan senjata-senjata nuklir mereka...padahal mereka tahu itu semua tidaklah berguna....dan hanya membunuh sesama manusia, alangkah tololnya. teman-teman binatang kecilku yang tidak bersalah, yang makan dari hasil bumiku juga berkata dan mengeluh kepadaku, namun aku tetap menghibur mereka dengan berkata hal-hal dan kebaikan manusia...

berbeda dengan teman-temanku yang hidup dengan tenteram, Venus, temanku berwarna merah masih terlelap dengan manisnya di sana, Jupiter, sahabatku, kulihat masih tersenyum sembari mengelus-elus cincin kesayangannya, matahari, Teman sekaligus kekasihku masih memancarkan cahaya yang terang dan panas, dan seringkali meminta maaf kepadaku karena membuatku gerah kepanasan, Mars, teman kecilku yang jarang berbicara kepadaku, bahkan merasa kasihan melihatku, namun tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun kadang-kadang dia kesal, karena manusia dengan seenaknya pergi dan mendatangi dia....Pluto, temanku yang cukup jarang kutemui, masih saja mengitari tata surya dengan mainannya...kadang-kadang kamu hanya berkirim surat, lihat teman-temanku,mereka semua bisa berbuat hal yang baik, bahkan bisa meminta maaf, tetapi kenapa manusia-manusia yang tinggal didalamku tidak pernah bisa menghargai diriku...

ada sekumpulan manusia yang mencoba membantuku dan menghilangkan kemarahanku, aku menghargai mereka dan mencintai mereka, namun aku sangat membenci mereka yang telah merusak diriku, aku marah kepada mereka yang dengan sengaja membuang nafas dan kehidupanku...mereka adalah sampah yang harus dibuang, mungkin aku akan melampiaskan kekesalanku dengan melempar awan panas, air bah, rasa dingin yang menusuk tulang.... bayangkan, aku membiarkan mereka tinggal didalamku, tapi masih mereka mengecewakan aku, bukannya sombong, yang aku minta hanyalah tanggung jawab dan juga perhatian untuk diriku yang sudah tua ini.... aku masih menjaga manusia-manusia ini dengan sekuat tenaga, tapi sekuat apapun aku berusaha, aku juga mempunyai batasan, akhir-akhir ini aku merasa lelah, dan tidak enak, lapisan ozon tempatku bernafas sudah menjadi sangat tipis, dan aku pun mulai merasa berat dalam bernafas, manusia, kenapa engkau mengotori tempat tinggal yang dengan rela kuberikan kepadamu? apakah masih belom cukup engkau merusak semua bagian dariku? apakah aku harus benar-benar memusnahkan kalian semua, karena aku bisa dengan mudah melenyapkan kalian semua dengan penyakit, wabah, bencana alam, banjir, hawa dingin dan es, lahar panas, gunung berapi, atau membiarkan panah-panah meteorku menyerang dan menghancurkan kalian...

aku hanya ingin kalian tahu, kalau aku sudah tua, dan kita semua terikat satu sama lain, dan aku sangat meyayangi kalian, karena kalianlah duniaku menjadi cerah, namun semakin aku tua, semakin bijak pula diriku melihat kalian semua, ternyata tidak semua dari kalian, manusia yang benar-benar menyayangi dan menyadari kemarahanku, terimakasihku untuk teman-teman manusiaku yang sudah berusaha menyadari mereka yang tidak peduli, terimakasihku untuk teman-teman manusiaku yang sudah berusaha kembali menanam permata hijauku, memulihkan berlian biruku, dan menambal lubang awan topi ozonku, namun aku masih saja berasa hangat karena efek rumah kaca itu, apakah aku bukanlah rumah bagi kalian? aku adalah teman, sahabat, sekaligus rumah kalian, aku meyayangi kalian, dan kuharap kalian bisa berubah untuk lebih menyayangi aku.. dan jangan biarkan rasa marah dan benciku semakin menyelimutiku, karena akan ada waktunya bagiku untuk mengeluarkan emosi dan amarah yang ada didalam diriku kepada kalian manusia...

teman, sahabat dan rumah kalian
- BUMI -

S.A.V.E - T.H.E - E.A.R.T.H - N.O.W.

Thursday, December 01, 2005

(111) KEY TO MY FREEDOM

tidak mudah rasanya untuk tersenyum ketika dunia ini meludah kepada dirimu, tidak mudah untuk mendongakkan kepalamu ketika ribuan tangan memegang kepalamu dan menundukkannya...
meskipun aku tahu tidak ada yang berubah didunia ini, aku pun tidak berubah, namun aku yakin itu semua hanyalah masalah dari mana aku melihat semuanya... aku yakin aku berada di jalur yang tepat....
aku harus keluar...keluar dari pikiran yang selama ini mengurung diriku, aku harus menemukan waktu, waktu yang tepat untuk melepaskan semua kurungan yang ada dalam pikiranku...
ada sedikit keraguan pada diriku, apakah aku akan benar-benar bebas apabila aku berhasil keluar dari kurungan pikiranku, atau apakah aku akan terdiam saja, karena selama ini aku sudah terbuai dan merasa nyaman dengan kurungan pikiranku?

kurungan otakku bukanlah berupa besi-besi lurus yang mengurung, namun berupa roda-roda tajam yang terus berputar seperti roda jam, dan diantara gerigi-gerigi itu ada rasa sesal, takut, was-was, kecewa, marah, cemburu, iri, sebal, benci yang terukir manis disetiap gerigi itu, dan aku yakin apabila aku harus menyentuh benang gerigi itu, aku akan berdarah, baik fisik maupun jiwaku, aku terkutuk sekarang, karena aku mempunyai jutaan gerigi saat ini dalam pikiranku, dan dimana kunci itu? kunci penyelamatku? apakah aku bisa melihatnya? aku tahu kunci itu ada disini sekarang, kuseka keringatku, berapa juta gerigi yang ada disini pikirku?

tidak, aku tidak bisa berpikir sekarang, aku sekarang harus menemukan kunci untuk membuka kurungan yang ada didalam pikiranku, tidak apa-apa aku bersusah payah saat ini untuk mencari kuncinya, karena aku tahu semuanya itu akan berguna di saat aku keluar dari kurungan ini, dan aku yakin semua luka yang ada dalam diriku, pasti akan menghilang secara perlahan.... kuharap...

(110) STRANGE TRAIT

aneh...setidaknya itulah yang ada dalam pikiranku sekarang, kenapa aku berada disini? setahuku, aku sedang berada disana, menyantap makanan jiwaku, dan suara-suara yang sering kudengar mulai memasuki lubang telingaku dengan lembut, dan mungkin juga karena aku tidak menutup kupingku, suara-suara itu tidak asing bagiku, meskipun mereka hanya berupa bisikan-bisikan dan tawa yang melecehkan, namun aneh...aku tidak merasa takut, melainkan tenang dan aku bisa tersenyum... mungkin aku akan menjatuhkan diriku kedalam hangatnya selimut dunia ini, dan mengucapkan selamat tidur kepada mereka semua yang masih terjaga, namun aneh...aku tidak bisa memejamkan mataku, aku tahu aku letih, dan aku tahu aku ingin sekali istirahat, tetapi suara-suara itu tidak memperbolehkan aku tidur...

aku bisa melihat kalau semuanya diam dan sunyi, akan terjadi sesuatu...aku menahan laju pikiranku, berusaha menghentikan mereka untuk bepikir, dan mencoba untuk mencerahkan pikiranku sebentar...tetapi sesuatu itu semakin medekat, berusaha memasuki pikiran dan tubuhku, apakah yang akan aku lakukan? apakah aku harus menolak, atau harus dengan senang hati menerimanya...aku tidak bisa berbohong, sesuatu itu tampak begitu indah, dan menggiurkan...

kini aku tahu dengan pasti keanehan yang terjadi, bisik-bisik itu tidak terdengar lagi, dan aku tidak akan menyangkal kalau aku menerima sesuatu yang ada didepan mataku dengan hati yang terbuka, ketika aku menerimanya, aku akan menutup mataku dan mencoba untuk tenang, karena ketenangan dan kekelaman jiwaku adalah senjataku, aku akan menutup mataku, dan tidak akan membuka kedua kelopak mataku, hingga sesuatu itu memakan habis jiwa dan ragaku.

(109) M.U.T.E

aku akan diam mulai sekarang, tidak berbicara, menutup kupingku, aku akan mematikan diriku menjadi mute, seperti sebuah radio rusak, aku akan mengecilkan suaranya hingga orang tidak bisa mendengar suaraku, aku akan menutup diriku dari dunia diluarku, dan aku akan membuka pikiranku sendiri, aku akan menjadi raja untuk diriku sendiri, karena aku tahu malaikatku ada disamping sekarang, memperhatikan diriku sekarang, dan aku yakin dia sedang membicarakan diriku, aku akan menutup diriku, dan memperhatikan dunia setiap detiknya dari sudut pandangku, dan aku akan berbicara hanya ketika malaikatku mengijinkan aku berbicara, karena aku yakin tidak ada artinya berbicara kalau malaikatku tidak memberikan tanda persetujuannya...

dan aku akan diam saat ini, karena dunia terlalu bising untuk diriku saat ini, semua orang membicarakan sesuatu yang sudah berulang kali kuberitahu kepada mereka, dan setiap aku memberitahu mereka, mereka selalu membuang muka dan mentertawakan diriku, dan anehnya disaat diriku diam, semua orang mulai membicarakan memperhatikan masalah itu, ada apa dengan dunia ini? entah aku yang merasa aneh, atau dunia ini yang sudah terbelakang dengan kemajuan diriku? kurasa diam adalah jawaban yang baik dan bijak saat ini...aku hanya bisa mendengar bisikan jiwaku sendiri, jiwaku sendiri merintih sedih kepada malaikatku, malaikatku mengerti akan rintihan jiwaku dan tersenyum kepadaku, sedikit terhibur melihat malaikatku seperti itu, setidaknya aku tahu aku tidak sendiri disini, mungkin aku tidak perlu pergi ke surga karena malaikatku sudah memberitahuku seperti apa neraka, jadi kurasa aku akan menyimpan sayap-sayapku untuk terbang saat ini, dan berusaha memahami dunia ini sembari menghilangkan rintihan jiwaku...

duniaku sudah terbalik, siklus hidupku pun mulai terbalik, lucunya aku merasa senang dengan semua perubahan ini, semuanya mebuat diriku hidup dan juga senang, aneh rasanya menjadi seseorang yang bukanlah dirimu, mungkin karena diriku terlalu takut akan perubahan, terlalu terbiasa dengan situasi yang semula dan tidak pernah bepikir untuk menjadi berbeda.... kurasa saat ini ketakutanku terjadi, karena aku tahu semuanya hanya terjadi di dunia ini, dan dunia ini sudah berbuat banyak untuk diriku, dan aku yakin aku harus melakukan sesuatu untuk dunia ini, kurasa aku akan memulainya dengan mematikan suara dari diriku.

(108) SEEING IS ALL THAT I NEED

aku melihat dirimu, masuk kedalam jiwamu, dan aku menangis melihatnya...kenapa engkau menutup matamu kepada dunia ini? kenapa dunia ini begitu bersalah dalam matamu? dan kenapa jiwamu begitu terdesak oleh sempitnya dunia ini? alihkan sebentar pandanganmu kepadaku, tatap aku, dan jangan bilang kalau engkau juga terdesak oleh kehadiranku...anggukan kepalamu membuat diriku menangis....jangan tutup matamu, jangan menutup pandanganmu terhadap dunia ini, jangan tinggalkan aku, jangan biarkan dirimu memilih kegelapan yang ada didalam matamu, jangan biarkan sayap-sayap indah matamu meninggalkanku, jangan biarkan aku tidak bisa melihat sinar yang ada didalam matamu...ya Tuhan, jangan biarkan matanya tertutup, karena dia ada untukku, jangan biarkan dia berada didalam kegelapan selamanya...

Ayo sayang, jangan biarkan matamu menutup pintu hatimu untuk dunia ini, dunia ini tidaklah seburuk yang kau kira, bagaimana engkau bisa menilai dunia ini kalau engkau merasa lelah untuk melihat dengan matamu? apakah jiwamu sudah tersobek oleh ulah dunia ini yang terkadang menyebalkan? jangan menyerah, akan kulakukan apapun agar sayap-sayap indah matamu terbuka kembali, jangan biarkan aku disini sendiri, buka matamu....

darah-darah yang ada didalam kelopak matamu juga meraung, menangis, memberontak, memaksamu untuk melihat, merasakan, dan juga ingin melihat sinar di dunia ini, tetapi kenapa engkau bersikeras untuk tidak melihat...jangan berpura-pura untuk tidak melihat, semuanya akan kembali baik, asalkan engkau membiarkan semuanya berjalan, maka engkau akan melihat semua yang telah didesain untuk dirimu, jadi hadapi semua rasa takutmu pada dunia ini dan biarkan hatimu yang menuntunmu dalam perjalanan, bukan matamu!!

Buang ego-mu dan buka matamu! kumohon, buka matamu! dan biarkan perasaanmu merasakan kalau ada sesuatu yang belom kaulakukan didunia ini, aku tahu semua ada cara dan jalannya masing-masing, dan jangan biarkan matamu menjadi penghalang teriakan batinmu, aku percaya kalau engkau bisa berada dalam jalanmu, kalau saja engkau mau membuka matamu dan biarkan kelopak-kelopak matamu menampilkan kembali sinar matamu yang cerah... dan aku harap matamu tidak akan tertutup lagi...karena dunia ini tidak hanya sebatas penglihatan, tetapi juga kenangan dan juga pengharapan...jadi kumohon sayang, buka matamu dan rasakan dunia ini...

(107) ONE STEP FORWARD TO PAST

sekarang aku melangkah, jauh melebihi tembok yang ad dibelakangku saat ini, nafasku pun mulai merasa sakit!!! aku takut...takut kalau aku terlalu lama berada disini,sehingga aku melewatkan kesempatan-kesempatan yang datang kepadaku hilang begitu saja, sekarang langitpun memudarkan dirinya...memudarkan warnanya hingga aku tidak bisa melihatnya, apakah aku sudah berada disini terlalu lama, jikalau aku menengok ke belakang, tembok besar itu masih disana. apakah aku sudah berjalan lebih jauh saat ini?

kurasa aku akan diam disini..menunggu...
menunggu kakiku agar mau berjalan...
menunggu agar semuanya berada pada posisinya masing-masing
menunggu agar tembok besar itu runtuh
dan menunggu hingga hatiku sudah merasa siap untuk melangkah kedepan...

apakah aku perlu menutup mataku dan berteriak? apakah aku harus menutup mataku dan memimpikan laut? laut adalah sesuatu yang ambigu, disaat pagi dan siang hari, laut begitu indah, namun disaat malam menjelang, laut serasa menjadi monster yang siap menelan apa saja yang berada didaerahnya...kurasa semua akan menjadi begitu jelas.. apa yang harus kukatakan sekarang adalah kalau aku harus mempersiapkan diriku untuk melangkah, berusaha melangkah, atau paling tidak berani memerintahkan kakiku untuk melangkah...aneh...semuanya terasa menjadi berat ketika aku menengok ke belakang, setidaknya aku berusaha menengok ke belakang, melihat semua tindakan dan dosaku yang tidak akan pernah hilang dan tertanam didalam tembok itu, tembok kekelaman jiwaku yang muncul tepat dihadapanku, salahkah aku kalau aku menghancurkan tembok itu? salahkah aku kalau aku berhenti disini dan melangkah kedepan? salahkah aku kalau aku menghapus seluruh ingatanku akan diriku sendiri?

kurasa menunggu bukanlah jawaban yang tepat, karena menunggu adalah tindakan yang bisa membuat jiwamu terbelakang, menunggu bisa membuat jiwamu berteriak kepada waktu untuk segera bergerak, menunggu bisa membuatmu gila dan merasa kalau engkau tidak berjalan kedepan, menunggu bisa membuat kakimu terkunci ditempatmu sekarang, namun aku rasa aku akan mencoba untuk menunggu saat ini, karena jawabannya sama, baik aku menunggu atau berjalan, semuanya akan berada tepat dibelakang, dan aku yakin semua hal yang ada didepanku akan berada dibelakangku, menghantuiku setelah aku berjalan kedepan...karena semua hal yang ada dibelakangku akan disebut masa lalu oleh pikiranku? dan aku berharap masa laluku akan menghantui diriku selamanya, karena dengan cara itulah, aku akan bisa meraih semua yang ada didepan langkahku....

Tuesday, November 15, 2005

(106) GO!

silahkan lihat keatas, karena diatasmu terjulang angkasa dengan warna mereka yang bisa menyegarkan mata dan ingatanmu akan dunia ini, apabila engkau sudah melihat keatas, tahan kepalamu, dan tutup matamu, rasakan semuanya berjalan, rasakan hembusan angin yang mencoba memasuki kulitmu, rasakan hangatnya sinar matahari yang ingin membakar kulitmu, rasakan dunia ini untukku, karena sebentar lagi aku akan melepasmu...melepasmu untuk terbang sendiri, terbang dengan sayap kecilmu yang putih...dan aku akan rela meninggalkan dirimu karena kau sudah tidak lagi membutuhkan aku, engkau akan lebih membutuhkan jiwamu sendiri, buang semua ketakutan dan juga rasa cemas dari dalam dirimu, karena aku akan melepaskan dirimu seperti melepas seekor burung yang akan bebas dari apapun, aku ingin semuanya berjalan seperti apa adanya,...dan angkasa yang kaulihat barusan adalah kebebasan yang akan kutawarkan kepadamu, luka-luka lama yang ada didalam ingatan kepalamu tidak akan pernah kembali kepadamu, dan mereka tidak akan kembali...sekarang pergilah, pergi dan jangan melihat kebelakang.....