aku bisa menulis ratusan, ribuan, jutaan kata, yang mana kumpulan kata ini akan menjadi kalimat, dan kalimat ini akan menjadi kumpulan arti, dan aku bisa menuliskannya kepadamu selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setahun, begitu banyak kata dan kalimat yang harus ditulis, direncanakan dan dimengerti, dan aku berharap kalau engkau bisa mengerti akan apa yang aku tulis sekarang, sebenernya aku tidak peduli apakah engkau mengerti atau tidak, karena otakku meledek dan meledak kalau aku tidak mengeluarkan jutaan kubik kata-kata ini dari tempatnya...
aku tertantang karena aku mempunyai begitu banyak bakat, kemampuan, dan waktu, dan aku yakin setiap kata ini mempunyai arti yang sangat vital bagi kehidupanku ini, pilih kata-kata yang engkau suka, dan aku akan menjadikannya kalimat....pilih kalimat yang kau suka, dan aku akan menjadikan kalimat itu bermakna untuk dirimu, bukan karena terpaksa dan bukan karena itu pekerjaanku, tetapi karena itu adalah kemampuan dan bakatku, aku bisa melihat engkau menggaruk-garuk kepalamu sekarang, karena aku percaya setiap kata yang aku tulis di halaman ini, mungkin tidak ada artinya bagimu, tidak ada pentingnya bagimu, dan aku tidak menyalahkan dirimu akan hal itu, karena aku tidak akan memaksamu berpikir lebih jauh lagi..
masalahnya adalah apakah aku bisa mewujudkan setiap kata, kalimat dan tulisan ini kedalam tindakan nyatanya...aku bisa menulis dengan begitu banyak, aku berteriak lewat setiap kata yang aku tulis sekarang, aku menangis sekencang-kencangnya melalui kalimat-kalimat yang aku buat, aku berkaca-kaca lewat setiap puisi yang aku karang, namun apakah semuanya itu bisa dijadikan nyata? kurasa iya, karena setiap huruf mempunyai tugasnya masing-masing, tugasnya adalah menggandeng temannya, huruf-huruf lain, menjadi sebuah kalimat dan memberikan sebuah arti kepada kalimat itu, huruf-huruf kecil itu berubah menjadi sesuatu yang besar, yang bisa dimengerti, yang bisa dibaca, yang bisa dilihat, dan senang melihat ekspresi mereka yang membaca kumpulan huruf-huruf yang selama ini aku buat, ada yang tertarik membacanya hingga akhir, ada yang marah dan melempar kumpulan huruf ini, ada yang merasa tersentuh, ada yang merubah hidupnya, begitu banyak ekspresi yang ditimbulkan oleh huru-huruf kecil ini! tidakkah menakjubkan betapa kata-kata yang pendek bisa mengubah kehidupan kita yang panjang?
Somewhere inside me something disappears, And I try to part with my rust-eaten anger...
Wednesday, March 15, 2006
(143) Within Me:Personalities
aku yang pertama, Yuith
yang seperti bayangan di ujung ruangan, yang memutar putaran karusel dengan cepat itu, aku yang tertawa begitu lepas, seperti tidak ada beban dalam hidupku, dan tawaku mengelilingi dirimu, dan aku menyentuh bibirmu dengan jemariku dan tanpa engkau sadari, aku mencuri sesuatu yang sangat berharga pada saat aku menciummu....kejarlah aku kalau engkau bisa, karena aku akan hilang dalam kegelapan, satu detik sebelum engkau menyadarinya...
saya yang kedua, Chirley
yang selalu sendiri pada saat saya berada dikerumunan orang-orang itu, yang pada saat perasaan manusia tertangkap dalam jeritan batinku, maka jiwanya terperangkap dalam mimpi-mimpi monokhrom itu, saya yang selalu menjerit untuk bisa bangun dari mimpi buruk ini, tetapi suaraku selalu tidak terdengar karena dia yang pertama selalu tertawa begitu keras, begitu keras sehingga kadang-kadang saya harus menutup telingaku, dan saya rasa hanya mereka yang sudah meninggalkan dunia ini saja yang bisa mendengar suara saya....tolong, seseorang, temukan saya dan dengarkan suara saya...
aku yang ketiga, Rieth
aku adalah pemilik semuanya, seorang sentinel yang tidak pernah tidur, yang selalu mengawasi, selalu berjaga-jaga, aku yang memegang obor kebenaran , Dia yang pertama itu selalu takut akan diriku, mataku selalu bisa melihat dan menangkap bayangannya, dan dia yang kelima mengatakan yang pertama sering tertawa, namun aku tidak pernah mendengarnya, karena aku tidak mempunyai pendengaran, dan setiap kali aku melihat dia yang kedua dengan air mata, aku merasa kasihan dan ikut menangis..hingga kadang-kadang air mataku membasahi oborku... Dua...Dua...kemarilah...
diriku yang keempat, Kireya
diriku yang selalu merasa riang, karena diriku berada dalam pusat keriangan, selalu tersenyum dan membangkitkan rasa bahagia kepada mereka, tapi kurasa yang paling menyukai diriku adalah Yuith, si pertama, yang suka mendengarkan leluconku, dan diriku suka melihatnya tertawa, karena pada saat dia tertawa, diriku merasa bangkit, dan aku suka melihat karusel yang dibawa oleh Yuith, meskipun kadang-kadang aku suka pusing melihat putaran karuselnya... Ups!! si Enam datang! dadah...
Oithilivia si Lima
namaku Oithilivia, aku jarang keluar dari kamarku, karena tugasku adalah menahan semua perasaan sakit yang dialami tubuh ini, aku yang sering memutar lagu-lagu sedih itu, oh ya, dimana Chirley? apakah Rieth sedang memeluknya? karena aku kadang-kadang capai menggendong Chirley..anak itu bawel...aku juga yang sering membuang sakit ke dalam keranjang sakitku, kaulihat badanku? penuh dengan goresan, memar dan darah yang terus menerus keluar dari tubuhku..hmpph..aku berharap kalau si Kireya segera datang dan menghiburku...karena aku sedang membutuhkan dirinya...dimana dia? Oh yah, kalau engkau bertemu dengan Kireya, suruh dia datang kekamarku..terimakasih..
aku 6rieph,
aku yang keenam kurasa, aku yang menjaga dan memberitakukan semuanya tugas-tugas mereka, aku yang mengatur hidup mereka, dan aku yang menulis dan memberikan pedoman kepada mereka, hanya kadang-kadang Rieth tidak pernah datang kepadaku, karena dia selalu berjaga-jaga di pusat, tapi tidak apa-apa, dia tahu tugasnya, ya, aku memberikan mereka rasa aman, dan perlindungan, aku juga yang memberikan peraturan kepada mereka...aku rasa aku harus pergi lagi ke surga untuk mengambil sayapku yang baru, karena sayapku inilah yang menopangku, aku sering pergi ke surga, membawa petunjuk tuhan untuk "dia yang tidak boleh disebut".... selama ini "dia yang tidak boleh disebut" bekerja sama denganku, dan dia sangat baik asalkan engkau tahu apa yang dia mau... kurasa aku akan pergi kesurga....apa? siapa itu"dia yang tidak boleh disebut?"...hmmhh..aneh, untuk apa engkau bertanya itu? ok, aku akan memberitahukannya kepadamu, tapi jangan bilang siapa-siapa, "dia adalah....yang sedang membaca kepribadian-kepribadian ini"..sekarang, permisi, aku harus mengambil sayapku...
yang seperti bayangan di ujung ruangan, yang memutar putaran karusel dengan cepat itu, aku yang tertawa begitu lepas, seperti tidak ada beban dalam hidupku, dan tawaku mengelilingi dirimu, dan aku menyentuh bibirmu dengan jemariku dan tanpa engkau sadari, aku mencuri sesuatu yang sangat berharga pada saat aku menciummu....kejarlah aku kalau engkau bisa, karena aku akan hilang dalam kegelapan, satu detik sebelum engkau menyadarinya...
saya yang kedua, Chirley
yang selalu sendiri pada saat saya berada dikerumunan orang-orang itu, yang pada saat perasaan manusia tertangkap dalam jeritan batinku, maka jiwanya terperangkap dalam mimpi-mimpi monokhrom itu, saya yang selalu menjerit untuk bisa bangun dari mimpi buruk ini, tetapi suaraku selalu tidak terdengar karena dia yang pertama selalu tertawa begitu keras, begitu keras sehingga kadang-kadang saya harus menutup telingaku, dan saya rasa hanya mereka yang sudah meninggalkan dunia ini saja yang bisa mendengar suara saya....tolong, seseorang, temukan saya dan dengarkan suara saya...
aku yang ketiga, Rieth
aku adalah pemilik semuanya, seorang sentinel yang tidak pernah tidur, yang selalu mengawasi, selalu berjaga-jaga, aku yang memegang obor kebenaran , Dia yang pertama itu selalu takut akan diriku, mataku selalu bisa melihat dan menangkap bayangannya, dan dia yang kelima mengatakan yang pertama sering tertawa, namun aku tidak pernah mendengarnya, karena aku tidak mempunyai pendengaran, dan setiap kali aku melihat dia yang kedua dengan air mata, aku merasa kasihan dan ikut menangis..hingga kadang-kadang air mataku membasahi oborku... Dua...Dua...kemarilah...
diriku yang keempat, Kireya
diriku yang selalu merasa riang, karena diriku berada dalam pusat keriangan, selalu tersenyum dan membangkitkan rasa bahagia kepada mereka, tapi kurasa yang paling menyukai diriku adalah Yuith, si pertama, yang suka mendengarkan leluconku, dan diriku suka melihatnya tertawa, karena pada saat dia tertawa, diriku merasa bangkit, dan aku suka melihat karusel yang dibawa oleh Yuith, meskipun kadang-kadang aku suka pusing melihat putaran karuselnya... Ups!! si Enam datang! dadah...
Oithilivia si Lima
namaku Oithilivia, aku jarang keluar dari kamarku, karena tugasku adalah menahan semua perasaan sakit yang dialami tubuh ini, aku yang sering memutar lagu-lagu sedih itu, oh ya, dimana Chirley? apakah Rieth sedang memeluknya? karena aku kadang-kadang capai menggendong Chirley..anak itu bawel...aku juga yang sering membuang sakit ke dalam keranjang sakitku, kaulihat badanku? penuh dengan goresan, memar dan darah yang terus menerus keluar dari tubuhku..hmpph..aku berharap kalau si Kireya segera datang dan menghiburku...karena aku sedang membutuhkan dirinya...dimana dia? Oh yah, kalau engkau bertemu dengan Kireya, suruh dia datang kekamarku..terimakasih..
aku 6rieph,
aku yang keenam kurasa, aku yang menjaga dan memberitakukan semuanya tugas-tugas mereka, aku yang mengatur hidup mereka, dan aku yang menulis dan memberikan pedoman kepada mereka, hanya kadang-kadang Rieth tidak pernah datang kepadaku, karena dia selalu berjaga-jaga di pusat, tapi tidak apa-apa, dia tahu tugasnya, ya, aku memberikan mereka rasa aman, dan perlindungan, aku juga yang memberikan peraturan kepada mereka...aku rasa aku harus pergi lagi ke surga untuk mengambil sayapku yang baru, karena sayapku inilah yang menopangku, aku sering pergi ke surga, membawa petunjuk tuhan untuk "dia yang tidak boleh disebut".... selama ini "dia yang tidak boleh disebut" bekerja sama denganku, dan dia sangat baik asalkan engkau tahu apa yang dia mau... kurasa aku akan pergi kesurga....apa? siapa itu"dia yang tidak boleh disebut?"...hmmhh..aneh, untuk apa engkau bertanya itu? ok, aku akan memberitahukannya kepadamu, tapi jangan bilang siapa-siapa, "dia adalah....yang sedang membaca kepribadian-kepribadian ini"..sekarang, permisi, aku harus mengambil sayapku...
(142) SIGH! (Sleeping Inner Growing Hatred)
hmmphh..
kamu tertidur dihadapanku, sekarang, diam, tidak ada suara yang keluar dari mulutmu, bahkan tidak satu desisan pun terdengar dari mulutmu...
air matamu tidak pernah berarti bagiku, berapa derasnya, mereka tidak pernah berarti untukku...
angin menembus tirai jendela, membangkitkan amarah dengan ramah, namun engkau tetap tidak bergeming sedikitpun, tidak berkedip sedikit pun, tidak merasakan apapun...
semua perasaan sayang, kasih dan cinta, tidak pernah kauberikan kepadaku, hanya kebencian, amarah, dendam, benci, iri yang kauberikan kepadaku,
sedangkan aku memberikan seluruh perasaanku untuk dirimu, meskipun aku terpaksa memberikannya dan aku tahu kalau dirimu tidak pantas untuk menerimanya,
tapi kini dirimu terbaring dihadapanku, didepan mataku,tertidur, tidak merasakan apa-apa, dan tidak ada lagi yang bisa kaulakukan...
tidurlah...tidurlah yang nyenyak, semoga engkau tertidur nyenyak dan memimpikan diriku..... ibuku tersayang..
apakah aku perlu menyanyikan lagu nina bobo untuk dirimu yang tertidur sekarang?
asalkan kau tahu, dirimulah yang selalu aku benci dan aku hindari selama ini,
dan maaf, aku tidak merasa dekat denganmu untuk bisa menitikkan air mataku untuk dirimu,
jadi kurasa dengan berdirinya aku disini pada saat engkau tertidur bisa membuatmu tahu kalau aku masih mempunyai perasaan untuk dirimu, ibu..
terlalu berbeda, rasa yang pernah aku rasa sekarang dengan rasa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu..
apakah kamu sekarang sedang tertidur dan jiwamu melayang entah kemana?
mungkin jiwamu berada di bawah sungai, atau mungkin menuju keatas, menuju ke langit yang biru ini?
yah..mungkin engkau merasa bahagia tanpa diriku, karena aku juga bahagia tanpa dirimu...
begitu banyak benih yang ditanam di ladang ini,
dan siapa yang bisa memanen benih-benih itu kalau aku meninggal nantinya?
tapi mungkin siapapun yang mendapatkannya, aku tidak peduli, aku tidak akan merasa sedih..
karena benih-benih itu adalah benih yang buruk,
engkau tidak akan pernah mendengar aku mengucapkan satu kata mutiara itu, yaitu "maaf"
karena kata-kata itu bukan ditujukan untuk dirimu dan engkau tidak pantas menerimanya..
apakah engkau sudah menemukan cahaya itu? cahaya terang yang menuntunmu itu?
ataukah cahaya itu juga menghindari dirimu? aku berharap cahaya itu sedang menerangi jiwa yang lain, bukan jiwamu...
karena kegelapan dan kengerianlah yang patut engkau dapatkan...
jadi kurasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini,
"selamat tinggal.....ibu"
kamu tertidur dihadapanku, sekarang, diam, tidak ada suara yang keluar dari mulutmu, bahkan tidak satu desisan pun terdengar dari mulutmu...
air matamu tidak pernah berarti bagiku, berapa derasnya, mereka tidak pernah berarti untukku...
angin menembus tirai jendela, membangkitkan amarah dengan ramah, namun engkau tetap tidak bergeming sedikitpun, tidak berkedip sedikit pun, tidak merasakan apapun...
semua perasaan sayang, kasih dan cinta, tidak pernah kauberikan kepadaku, hanya kebencian, amarah, dendam, benci, iri yang kauberikan kepadaku,
sedangkan aku memberikan seluruh perasaanku untuk dirimu, meskipun aku terpaksa memberikannya dan aku tahu kalau dirimu tidak pantas untuk menerimanya,
tapi kini dirimu terbaring dihadapanku, didepan mataku,tertidur, tidak merasakan apa-apa, dan tidak ada lagi yang bisa kaulakukan...
tidurlah...tidurlah yang nyenyak, semoga engkau tertidur nyenyak dan memimpikan diriku..... ibuku tersayang..
apakah aku perlu menyanyikan lagu nina bobo untuk dirimu yang tertidur sekarang?
asalkan kau tahu, dirimulah yang selalu aku benci dan aku hindari selama ini,
dan maaf, aku tidak merasa dekat denganmu untuk bisa menitikkan air mataku untuk dirimu,
jadi kurasa dengan berdirinya aku disini pada saat engkau tertidur bisa membuatmu tahu kalau aku masih mempunyai perasaan untuk dirimu, ibu..
terlalu berbeda, rasa yang pernah aku rasa sekarang dengan rasa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu..
apakah kamu sekarang sedang tertidur dan jiwamu melayang entah kemana?
mungkin jiwamu berada di bawah sungai, atau mungkin menuju keatas, menuju ke langit yang biru ini?
yah..mungkin engkau merasa bahagia tanpa diriku, karena aku juga bahagia tanpa dirimu...
begitu banyak benih yang ditanam di ladang ini,
dan siapa yang bisa memanen benih-benih itu kalau aku meninggal nantinya?
tapi mungkin siapapun yang mendapatkannya, aku tidak peduli, aku tidak akan merasa sedih..
karena benih-benih itu adalah benih yang buruk,
engkau tidak akan pernah mendengar aku mengucapkan satu kata mutiara itu, yaitu "maaf"
karena kata-kata itu bukan ditujukan untuk dirimu dan engkau tidak pantas menerimanya..
apakah engkau sudah menemukan cahaya itu? cahaya terang yang menuntunmu itu?
ataukah cahaya itu juga menghindari dirimu? aku berharap cahaya itu sedang menerangi jiwa yang lain, bukan jiwamu...
karena kegelapan dan kengerianlah yang patut engkau dapatkan...
jadi kurasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini,
"selamat tinggal.....ibu"
Tuesday, March 07, 2006
(141) FR!G!D
"nona, bolehkah aku mengenalmu lebih jauh?" dia berkata begitu kepada diriku, aku hanya menatapnya dan berkata,"untuk apa engkau mengenalku lebih jauh?" apakah ada gunanya, aku melihat matanya, dan membaca maksud dari tatapan matanya, hmmphh...aku tahu apa maksud dibalik kata-kata yang diucapkannya itu, aku mengulurkan tanganku, menarik tangannya, dan menuntun tangannya kebuah dadaku, dan tanpa komando berikutnya, dia meremas-remas buah dadaku.... mulai dari remasan lembut, remasan keras, liar, hmmphh...aku tidak merasakan apa-apa...aku melihat dirinya, melihat kearah kedua buah dadaku, tersenyum gembira dan senang, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,
aku melihat matanya dan dari tatapan matanya aku tahu apa maksudnya, aku membuka seluruh kancing kemejaku, dan membiarkan buah dadaku yang menggantung terekspose secara jelas, buah dadaku yang besar,dengan kedua puting berwarna merah kecoklatan, yang sedang menegang dengan keras, aku membusungkan dadaku, seakan menantangnya untuk menjilat buah dadaku, spontan dia menjilat semuanya, meremas semuanya, aku merasakan putingku berada didalam mulutnya, menjilat, menyedot, mencium putingku, tangannya meremas kedua buah dadaku, tapi aku tidak merasakan apa-apa...
tidak jijik, tidak terangsang, tidak marah, tidak benci, biasa saja, aku melihat keatas, dan berharap pria ini cepat-cepat selesai bermain dengan buah dadaku, aku tahu kalau ini akan lama, karena para pria biasanya suka dengan bagian tubuhku yang ini... air liurnya sudah membasahi seluruh bagian buah dadaku, dan dia masih merasa kurang, dia masih meremas-remas dan terus menjilatnya, seakan tidak ada hari esok, aku yakin sekarang dia merasakan nafsu meliputi dirinya, dan aku yakin dia ingin melihat vaginaku, aku menyadari kebutuhannya, maka aku membuka rokku, menarik salah satu kakiku keatas agar celana dalam yang kupakai bisa kulepaskan, pria ini masih bermain dengan buah dadaku yang kiri, masih menjilat, menghisap, menyedot putingku...hmpphhh.... dan aku menuntun tangannya menuju kearah vaginaku, dia menyentuh bulu kemaluanku, dan dia tahu apa yang dia sentuh, dan hal itu membuat dia menjadi semakin cepat menjilat tubuhku, dari buah dadaku, dia turun keperutku sambil terus menjilatnya, dan sampai kebagian vaginaku, dia melihat bulu kemaluanku, dan kedua jarinya membuka dinding vaginaku, dan dia melihat daging berwarna kemerahan dengan lubangnya, dan dia berkata: "aku suka melihatnya"....aku hanya menganggukkan kepala, dan membelai kepalanya, mendekatkan kepalanya kepada vaginaku dan dia segera memainkan lidahnya lagi, begitu cepat..kekanan, kekiri, keatas, kebawah, menjilat-jilat klitorisku, lubang vaginaku, menghisap lubang itu dengan mulutnya...
aku tetap tidak bisa merasakan apapun, tidak ada, tidak terangsang, tidak jijik, tidak benci, tidak marah...sama seperti tadi, aku hanya menunggu waktu dimana pria ini selesai bermain dengan tubuhku, terasa lama menunggu seperti ini, aku meraih tasku, membukanya, dan mengambil pemutar musik dari tasku, aku menancapkan kedua earphone itu kedalam kupingku dan menyetel lagu kesukaanku, menunggu waktu berjalan, sembari pria ini menjilat vagina dan meremas buah dadaku, aku bisa mendengar suara-suara becek dan basah yang keluar dari jilatan lidah pria ini, aku juga tahu ludahnya sudah bercampur dengan cairan vaginaku...aku tidak peduli toh, aku bisa membilasnya di pancuran nanti...
selesai bermain dengan buah dada dan vaginaku, dia membuka celananya dan mengeluarkan penisnya dan berencana memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku..dia berkata: "maaf, bolehkah aku memasukkan ini kedalam dirimu?"....aku hanya berkata :"lakukan apa saja yang kau mau, asalkan aku tidak hamil"...
mendengar kalimat itu, senyum terpancar jelas dari mukanya, dan dia menyodorkan penisnya depan mulutku, penisnya tidak kecil tidak besar, aku sudah melihat puluhan penis dan penis yang ini sama saja dengan yang lainnya, aku tahu maksudnya menyodorkan penisnya ke mulutku, aku menjilat-jilat kecil, dan dia merasa semakin senang, aku menjilatnya terus menerus, seperti anjing yang sedang menjilat susu minumannya, dan aku memasukkan penis itu kedalam mulutku, dan menyedotnya, memainkannya, memaju-mundurkan kepalaku dibatang penisnya, dan dia hanya bisa menahan rasa enak, aku tidak peduli apa yang dia lakukan, aku tidak merasakan apa-apa...lagu-lagu yang ada ditelingaku terus mengalun, aku menyukai lagu ini kataku, dan kemudian setelah dia merasa aku cukup membuat penisnya enak dan lebih keras, dia memasukkan penis itu kedalam vaginaku, huff...aku merasakan sedikit sakit, seperti digigit semut pada saat dia memasukkan penisnya, karena otot-otot vaginaku memerlukan waktu sebentar untuk membiasakan diri dengan penis yang baru masuk itu, dia menusuk-nusukkan penisnya kedalam vaginaku, dan dia memegang kakiku, dan menggerakkan pantatnya maju mundur....aku hanya merasakan ada penis yang bergerak maju mundur didalam vaginaku, namun aku tidak merasakan apa-apa, tidak ada rasa puas, tidak ada rasa jijik...tidak ada rasa apa-apa....
beberapa menit kemudian, dia mencabut penisnya dan memuncratkan seluruh tabungan spermanya ketubuhku...cairan berwarna putih kental itu sudah sering kulihat, dari ayahku, dari adikku, dari pamanku, dari pria-pria yang sama dengan pria ini...semuanya sama, melenguh puas saat mengeluarkan cairan itu...
tetap saja aku tidak merasakan apa-apa, aku hanya mengambil beberapa tissue dari tasku, mengelap semua cairan itu, dan berkata :"sudah?"....pria itu mengangguk puas, dengan keringat yang membasahi tubuhnya, aku tahu dia tidak bisa berbicara, karena tenaganya sudah habis...
aku membetulkan pakaianku, memakai celana dalamku, dan aku memasukkan pemutar musik yang ada didalam telingaku kedalam tasku, dan menerima uang dari pria itu, dan berjalan menjauhi dirinya yang sedang mengambil nafas....
aku tidak merasakan apa-apa...tidak ada satupun perasaan yang aku rasakan, hanya rasa bosan menunggu waktu, waktu dimana pria itu selesai menuntaskan waktunya memainkan tubuhku...
aku melihat matanya dan dari tatapan matanya aku tahu apa maksudnya, aku membuka seluruh kancing kemejaku, dan membiarkan buah dadaku yang menggantung terekspose secara jelas, buah dadaku yang besar,dengan kedua puting berwarna merah kecoklatan, yang sedang menegang dengan keras, aku membusungkan dadaku, seakan menantangnya untuk menjilat buah dadaku, spontan dia menjilat semuanya, meremas semuanya, aku merasakan putingku berada didalam mulutnya, menjilat, menyedot, mencium putingku, tangannya meremas kedua buah dadaku, tapi aku tidak merasakan apa-apa...
tidak jijik, tidak terangsang, tidak marah, tidak benci, biasa saja, aku melihat keatas, dan berharap pria ini cepat-cepat selesai bermain dengan buah dadaku, aku tahu kalau ini akan lama, karena para pria biasanya suka dengan bagian tubuhku yang ini... air liurnya sudah membasahi seluruh bagian buah dadaku, dan dia masih merasa kurang, dia masih meremas-remas dan terus menjilatnya, seakan tidak ada hari esok, aku yakin sekarang dia merasakan nafsu meliputi dirinya, dan aku yakin dia ingin melihat vaginaku, aku menyadari kebutuhannya, maka aku membuka rokku, menarik salah satu kakiku keatas agar celana dalam yang kupakai bisa kulepaskan, pria ini masih bermain dengan buah dadaku yang kiri, masih menjilat, menghisap, menyedot putingku...hmpphhh.... dan aku menuntun tangannya menuju kearah vaginaku, dia menyentuh bulu kemaluanku, dan dia tahu apa yang dia sentuh, dan hal itu membuat dia menjadi semakin cepat menjilat tubuhku, dari buah dadaku, dia turun keperutku sambil terus menjilatnya, dan sampai kebagian vaginaku, dia melihat bulu kemaluanku, dan kedua jarinya membuka dinding vaginaku, dan dia melihat daging berwarna kemerahan dengan lubangnya, dan dia berkata: "aku suka melihatnya"....aku hanya menganggukkan kepala, dan membelai kepalanya, mendekatkan kepalanya kepada vaginaku dan dia segera memainkan lidahnya lagi, begitu cepat..kekanan, kekiri, keatas, kebawah, menjilat-jilat klitorisku, lubang vaginaku, menghisap lubang itu dengan mulutnya...
aku tetap tidak bisa merasakan apapun, tidak ada, tidak terangsang, tidak jijik, tidak benci, tidak marah...sama seperti tadi, aku hanya menunggu waktu dimana pria ini selesai bermain dengan tubuhku, terasa lama menunggu seperti ini, aku meraih tasku, membukanya, dan mengambil pemutar musik dari tasku, aku menancapkan kedua earphone itu kedalam kupingku dan menyetel lagu kesukaanku, menunggu waktu berjalan, sembari pria ini menjilat vagina dan meremas buah dadaku, aku bisa mendengar suara-suara becek dan basah yang keluar dari jilatan lidah pria ini, aku juga tahu ludahnya sudah bercampur dengan cairan vaginaku...aku tidak peduli toh, aku bisa membilasnya di pancuran nanti...
selesai bermain dengan buah dada dan vaginaku, dia membuka celananya dan mengeluarkan penisnya dan berencana memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku..dia berkata: "maaf, bolehkah aku memasukkan ini kedalam dirimu?"....aku hanya berkata :"lakukan apa saja yang kau mau, asalkan aku tidak hamil"...
mendengar kalimat itu, senyum terpancar jelas dari mukanya, dan dia menyodorkan penisnya depan mulutku, penisnya tidak kecil tidak besar, aku sudah melihat puluhan penis dan penis yang ini sama saja dengan yang lainnya, aku tahu maksudnya menyodorkan penisnya ke mulutku, aku menjilat-jilat kecil, dan dia merasa semakin senang, aku menjilatnya terus menerus, seperti anjing yang sedang menjilat susu minumannya, dan aku memasukkan penis itu kedalam mulutku, dan menyedotnya, memainkannya, memaju-mundurkan kepalaku dibatang penisnya, dan dia hanya bisa menahan rasa enak, aku tidak peduli apa yang dia lakukan, aku tidak merasakan apa-apa...lagu-lagu yang ada ditelingaku terus mengalun, aku menyukai lagu ini kataku, dan kemudian setelah dia merasa aku cukup membuat penisnya enak dan lebih keras, dia memasukkan penis itu kedalam vaginaku, huff...aku merasakan sedikit sakit, seperti digigit semut pada saat dia memasukkan penisnya, karena otot-otot vaginaku memerlukan waktu sebentar untuk membiasakan diri dengan penis yang baru masuk itu, dia menusuk-nusukkan penisnya kedalam vaginaku, dan dia memegang kakiku, dan menggerakkan pantatnya maju mundur....aku hanya merasakan ada penis yang bergerak maju mundur didalam vaginaku, namun aku tidak merasakan apa-apa, tidak ada rasa puas, tidak ada rasa jijik...tidak ada rasa apa-apa....
beberapa menit kemudian, dia mencabut penisnya dan memuncratkan seluruh tabungan spermanya ketubuhku...cairan berwarna putih kental itu sudah sering kulihat, dari ayahku, dari adikku, dari pamanku, dari pria-pria yang sama dengan pria ini...semuanya sama, melenguh puas saat mengeluarkan cairan itu...
tetap saja aku tidak merasakan apa-apa, aku hanya mengambil beberapa tissue dari tasku, mengelap semua cairan itu, dan berkata :"sudah?"....pria itu mengangguk puas, dengan keringat yang membasahi tubuhnya, aku tahu dia tidak bisa berbicara, karena tenaganya sudah habis...
aku membetulkan pakaianku, memakai celana dalamku, dan aku memasukkan pemutar musik yang ada didalam telingaku kedalam tasku, dan menerima uang dari pria itu, dan berjalan menjauhi dirinya yang sedang mengambil nafas....
aku tidak merasakan apa-apa...tidak ada satupun perasaan yang aku rasakan, hanya rasa bosan menunggu waktu, waktu dimana pria itu selesai menuntaskan waktunya memainkan tubuhku...
Monday, March 06, 2006
(140) kudapan kehidupan
aku termenung disini, di bangku sebuah kafe, duduk, menunggu dirimu, dirimu yang aku tahu tidak akan pernah datang lagi kedalam kehidupanku, meskipun aku menginginkan dirimu ada disini, disampingku, menghiburku, dan memeluk erat diriku, tapi kini aku ada disini, duduk diatas bangku bulat yang empuk, menatap meja yang dibalut dengan taplak merah kota-kotak dan garis-garis, dengan sebuah hiasan menu diatas meja itu, aku meraih menu itu dan melihatnya, mencari menu apa yang enak, hatiku merasa kacau dan aku merasa tidak ingin memesan apa-apa...
sang pelayan datang menghampiriku dan bertanya kepadaku, menu apa yang akan kupesan, aku melihatnya tersenyum, tersentuh akan kecantikannya, melihat menu itu sekali lagi, dan aku berkata kepadanya :
"... ...
aku pesan secangkir cinta, karena jiwaku merintih akan harapan cinta dari dirinya,
aku pesan sepiring benci, karena aku ingin dimarahi oleh dirinya, agar teriakan dan suara dirinya datang dan aku bisa mendengarnya,
aku pesan segelas nafsu, agar pada saat dia dan aku meminumnya, aku bisa mencium bibir dan merasakan lidahnya berpaut dengan lidahku,
aku pesan semangkuk sup rasa takut, agar aku bisa merasakan ketakutan yang menghantui diriku pada saat dia meninggalkan diriku,
tidak lupa aku memesan seteguk cemburu, agar aku bisa menjaga dirinya dari jangkauan orang lain, aku hanya ingin menjaga dirinya untukku seorang,
apa lagi yah? aku juga sebenernya ingin memesan sepotong rindu, agar aku bisa mengingat dirinya pada saat aku sendiri, termenung, dan tidak mempunyai siapa-siapa, setidaknya mengingat dirinya, membuat diriku sedikit hidup..
aku pesan sepotong logika, agar aku bisa keluar dari kurungan ilusi rasa sakit ini, yang tidak terlihat, namun terasa disini, tepat dijantungku,
dan sebagai penutup, aku minta satu gigit keajaiban, keajaiban untuk membangkitkan dirinya dari kematian itu, kematian yang seharusnya tidak terjadi...
... ... ... ..."
sang pelayan mencatat semua pesananku, membawanya ke kasir, lalu dia menghilang ke dalam....
dan aku tetap duduk disini, tetap termenung, masih sendiri, melipatkan kakiku, menjulurkan kedua tanganku menjadi satu, merapatkan kesepuluh jariku menjadi satu bagian,dan menunggu pesananku datang,
air mata keluar dari kelopak mataku....dan aku tidak akan menghapus air mata ini, aku ingin dunia melihatnya, aku ingin dunia mengetahui betapa sedih dan betapa kacaunya aku sekarang...aku ingin dilihat...
bahuku ditepuk oleh jari-jari manis pelayan itu, aku melihatnya dengan pandangan yang berair, dan dia membawa sebuah nampan berwarna coklat, dan dia meletakkan nampan itu kedepanku, dan hanya ada sebuah gelas, satu sendok, dan sebuah kartu ucapan yang ada didepanku, entah apa isinya...
begitu kulihat bon itu, aku mulai membaca isinya...
" Nona, maafkan kami, kami tidak bisa menyediakan pesanan anda,
secangkir cinta tidak bisa dihidangkan karena cinta ada dimana-mana, dan cinta macam apa yang anda mau?
sepiring benci tidak bisa dihidangkan, karena benci hanya datang sekali dua kali, dan koki kami belum mendapatkannya,
segelas nafsu tidak bisa dihidangkan karena nafsu dilarang untuk dihidangkan,
semangkuk sup rasa takut tidak bisa dihidangkan karena tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental anda,
seteguk cemburu tidak bisa dihidangkan kami tidk melayani satu tegukan, minimal 5 teguk, maaf!
sepotong rindu tidak bisa dihidangkan karena rindu akan membuat anda semakin menderita,
sepotong logika tidak bisa dihidangkan karena anda mempunyai logika, jadi tidak usah kami hidangkan lagi kepada Anda.
satu gigit keajaiban tidak bisa dihidangkan karena kami hanyalah koki, bukan Tuhan dan malaikatnya.
sekali lagi maaf Nona, sebagai gantinya, kami akan menyediakan ini, segelas harapan dan sesendok kehidupan,
yang kami yakin pada saat anda memakan dan meminumnya, anda akan merasa hidup karena harapan akan membuat anda terus berjalan, dan menu spesial kami hari ini sesendok kehidupan akan membuat anda tahu kalau kehidupan ini hanyalah sekali..
dan kami benar-benar hanya mempunyai satu sendok kecil kehidupan itu, yang tidak akan lagi untuk kedua kalinya, karena satu sendok itu berasal dari jiwa-jiwa pasangan anda yang sudah berada di surga, dan dia sudah capai-capai mengambilnya untuk anda..
selamat menikmati makanan anda"
sang pelayan datang menghampiriku dan bertanya kepadaku, menu apa yang akan kupesan, aku melihatnya tersenyum, tersentuh akan kecantikannya, melihat menu itu sekali lagi, dan aku berkata kepadanya :
"... ...
aku pesan secangkir cinta, karena jiwaku merintih akan harapan cinta dari dirinya,
aku pesan sepiring benci, karena aku ingin dimarahi oleh dirinya, agar teriakan dan suara dirinya datang dan aku bisa mendengarnya,
aku pesan segelas nafsu, agar pada saat dia dan aku meminumnya, aku bisa mencium bibir dan merasakan lidahnya berpaut dengan lidahku,
aku pesan semangkuk sup rasa takut, agar aku bisa merasakan ketakutan yang menghantui diriku pada saat dia meninggalkan diriku,
tidak lupa aku memesan seteguk cemburu, agar aku bisa menjaga dirinya dari jangkauan orang lain, aku hanya ingin menjaga dirinya untukku seorang,
apa lagi yah? aku juga sebenernya ingin memesan sepotong rindu, agar aku bisa mengingat dirinya pada saat aku sendiri, termenung, dan tidak mempunyai siapa-siapa, setidaknya mengingat dirinya, membuat diriku sedikit hidup..
aku pesan sepotong logika, agar aku bisa keluar dari kurungan ilusi rasa sakit ini, yang tidak terlihat, namun terasa disini, tepat dijantungku,
dan sebagai penutup, aku minta satu gigit keajaiban, keajaiban untuk membangkitkan dirinya dari kematian itu, kematian yang seharusnya tidak terjadi...
... ... ... ..."
sang pelayan mencatat semua pesananku, membawanya ke kasir, lalu dia menghilang ke dalam....
dan aku tetap duduk disini, tetap termenung, masih sendiri, melipatkan kakiku, menjulurkan kedua tanganku menjadi satu, merapatkan kesepuluh jariku menjadi satu bagian,dan menunggu pesananku datang,
air mata keluar dari kelopak mataku....dan aku tidak akan menghapus air mata ini, aku ingin dunia melihatnya, aku ingin dunia mengetahui betapa sedih dan betapa kacaunya aku sekarang...aku ingin dilihat...
bahuku ditepuk oleh jari-jari manis pelayan itu, aku melihatnya dengan pandangan yang berair, dan dia membawa sebuah nampan berwarna coklat, dan dia meletakkan nampan itu kedepanku, dan hanya ada sebuah gelas, satu sendok, dan sebuah kartu ucapan yang ada didepanku, entah apa isinya...
begitu kulihat bon itu, aku mulai membaca isinya...
" Nona, maafkan kami, kami tidak bisa menyediakan pesanan anda,
secangkir cinta tidak bisa dihidangkan karena cinta ada dimana-mana, dan cinta macam apa yang anda mau?
sepiring benci tidak bisa dihidangkan, karena benci hanya datang sekali dua kali, dan koki kami belum mendapatkannya,
segelas nafsu tidak bisa dihidangkan karena nafsu dilarang untuk dihidangkan,
semangkuk sup rasa takut tidak bisa dihidangkan karena tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental anda,
seteguk cemburu tidak bisa dihidangkan kami tidk melayani satu tegukan, minimal 5 teguk, maaf!
sepotong rindu tidak bisa dihidangkan karena rindu akan membuat anda semakin menderita,
sepotong logika tidak bisa dihidangkan karena anda mempunyai logika, jadi tidak usah kami hidangkan lagi kepada Anda.
satu gigit keajaiban tidak bisa dihidangkan karena kami hanyalah koki, bukan Tuhan dan malaikatnya.
sekali lagi maaf Nona, sebagai gantinya, kami akan menyediakan ini, segelas harapan dan sesendok kehidupan,
yang kami yakin pada saat anda memakan dan meminumnya, anda akan merasa hidup karena harapan akan membuat anda terus berjalan, dan menu spesial kami hari ini sesendok kehidupan akan membuat anda tahu kalau kehidupan ini hanyalah sekali..
dan kami benar-benar hanya mempunyai satu sendok kecil kehidupan itu, yang tidak akan lagi untuk kedua kalinya, karena satu sendok itu berasal dari jiwa-jiwa pasangan anda yang sudah berada di surga, dan dia sudah capai-capai mengambilnya untuk anda..
selamat menikmati makanan anda"
Sunday, March 05, 2006
(139) Subject Of Lesson Licherature
bagian mana dari pelajaran ini yang tidak kau mengerti? bukankah semua ini mudah untuk dipelajari? kepintaran adalah bagian dari dirimu, dirimu yang selalu ingin tahu semuanya secara mendetail, namun sekarang kemalasan sedang menguasai dirimu dan kamu memberikan dirimu kepada kemalasan, sehingga apapun yang kamu dengar, apapun yang kamu lihat, tidak tercerna kedalam dirimu, dirimu sekarang hanyalah sebuh tubuh yang tidak berisi apa-apa, namun aku percaya kamu akan segera sadar, karena aku tahu dirimu, dirimu yang tidak pernah meninggalkan pelajaranku, kita akan menunda pelajaran ini, namun ketahuilah, apabila kamu tidak mau mempelajari pelajaran ini, maka pelajaran inilah yang akan mempelajari dirimu, engkau akan diamati, dilihat oleh mereka yang tidak terlihat oleh matamu, namun hatimu mengetahui dan merasakan mereka.
pelajaran ini akan terus berjalan hingga engkau sudah mengerti dan hafal seluruhnya, begitu banyak yang masih harus engkau pelajari, dari awal, tengah, hingga akhir, dan akan ada banyak tingkatan dalam pelajaran ini, pelajaran ini tidak akan selalu enak dan santai, tetapi kadang harus keras dan sakit, karena kamu tidak akan pernah berjalan lebih baik kalau tidak dengan cara ini dan aku yakin kamu akan mengerti pada waktunya nanti, haha..lihat bola matamu sekarang, terlihat bingung dengan kata-kataku, tetapi tatapan itu juga menyiratkan kepadaku, kalau kamu juga penasaran dan ingin mengetahui jawaban itu...ayolah sayangku, kembalilah kepadaku, jangan biarkan kemalasan itu menguasai dirimu, peganglah kembali kontrol akan dirimu, jangan menyerah kepada mereka, sebagai guru, aku tidak bisa memberikan bantuan kepadamu, karena aku tidak memegang jiwa dan hati serta kemauanmu, yang bisa kuberikan hanyalah dukungan..itu saja...
kuncir rambutmu seperti biasa dan kedipkanlah matamu yang manis itu, dan tersenyumlah kembali kepadaku seperti biasa...aku yakin kamu bisa, peganglah tanganku, rangkullah pundakku, dan berjalanlah bersamaku, dan jangan lupa ambil buku catatan dan pensilmu, dan aku akan memulai pelajaran kita yang sudah tertinggal...
karena pelajaran itu sudah minta untuk dipelajari kembali..setelah mereka sudah selesai mempelajari dirimu...
pelajaran ini akan terus berjalan hingga engkau sudah mengerti dan hafal seluruhnya, begitu banyak yang masih harus engkau pelajari, dari awal, tengah, hingga akhir, dan akan ada banyak tingkatan dalam pelajaran ini, pelajaran ini tidak akan selalu enak dan santai, tetapi kadang harus keras dan sakit, karena kamu tidak akan pernah berjalan lebih baik kalau tidak dengan cara ini dan aku yakin kamu akan mengerti pada waktunya nanti, haha..lihat bola matamu sekarang, terlihat bingung dengan kata-kataku, tetapi tatapan itu juga menyiratkan kepadaku, kalau kamu juga penasaran dan ingin mengetahui jawaban itu...ayolah sayangku, kembalilah kepadaku, jangan biarkan kemalasan itu menguasai dirimu, peganglah kembali kontrol akan dirimu, jangan menyerah kepada mereka, sebagai guru, aku tidak bisa memberikan bantuan kepadamu, karena aku tidak memegang jiwa dan hati serta kemauanmu, yang bisa kuberikan hanyalah dukungan..itu saja...
kuncir rambutmu seperti biasa dan kedipkanlah matamu yang manis itu, dan tersenyumlah kembali kepadaku seperti biasa...aku yakin kamu bisa, peganglah tanganku, rangkullah pundakku, dan berjalanlah bersamaku, dan jangan lupa ambil buku catatan dan pensilmu, dan aku akan memulai pelajaran kita yang sudah tertinggal...
karena pelajaran itu sudah minta untuk dipelajari kembali..setelah mereka sudah selesai mempelajari dirimu...
(138) Foreordained Awakening
pada awalnya manusia tidak mempunyai apa-apa,
hanya seorang pria dan seorang wanita...tidak ada yang lain, hanya tubuh mereka yang mereka punya,
tubuh yang rapuh, tidak bisa berbicara, hanya rintihan dan gumaman
tubuh mereka merasakan sakit dan hati mereka tidak merasakan apa-apa kecuali rasa hampa,
mereka berjalan, berjalan kemana-mana, namun tidak menemukan apa-apa,
dan nafsu menghantui sang pria terus menerus, serta kemarahan menghantui sang wanita,
mereka berjuang sepanjang hidup mereka, namun yang namanya kematian tidak pernah datang.
mereka putus asa, dan mereka hidup dalam kekelaman abadi,
sang pria menawarkan dirinya kepada matahari, berdoa dan meminta yang namanya keselamatan.
sang wanita menawarkan persembahan kepada matahari dan meminta kebahagiaan,
merasa tersentuh akan penderitaan dan kesedihan yang terus menerus menerpa manusia,
matahari akhirnya berbicara kepada Tuhan dengan ratapannya,
dan meminta Tuhan mengadopsi manusia itu sebagai anakNya,
Tuhan akhirnya turun dan memberikan bantuan kepada kedua manusia itu, sang pria dan sang wanita.
Tuhan mengadopsi dan memberikan banyak bantuan kepada mereka,
mulai dari membuat waktu dan memisahkan menjadi dua bagian, disebut siang dan malam,
memberikan cara dan jalan kearah keselamatan dan memberikan kebahagiaan kepada manusia,
dan Tuhan memberikan apa yang namanya "Lupa"kepada manusia,
agar manusia tidak khawatir lagi akan waktu, dan bisa menikmati hidup mereka
Tuhan menciptakan tumbuhan dan binatang dan menuntun mereka untuk hidup bersama manusia.
sang pria bernama Buchlibari
dan sang wanita bernama Lobsil Vith
sang pria akhirnya tidak kuat menahan nafsu dan memberikan nafsunya kepada wanita,
sang wanita menerima benih dari sang pria, dan akhirnya mempunyai seorang anak, bernama Vitra Lith
dan karena manusia merasa bahagia, Tuhan pun ikut bahagia,
dan Tuhan dengan kekuatannya memberikan tempat untuk manusia,
diciptakannya dengan kekuatanNya sendiri, apa yang dinamakan surga
dimana manusia hanya akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan aman apabila berada disana
manusia tinggal dengan Tuhan dan banyak malaikat,
tetapi malaikat Tuhan yang bernama Iblis, cemburu, dan memikirkan cara untuk mengasingkan manusia...
Iblis akhirnya menggoda Lobsil Vith, sang wanita,
dengan ketampanannya, bola matanya yang hijau, rambutnya yang dari emas, sayapnya yang bersilau.
sang wanita akhirnya tergoda dan akhirnya bersetubuh dengan Iblis, dan sang pria melihat semuanya itu,
dia sedih dan tidak mau mendekati sang wanita..hingga suatu saat Tuhan menyadari semuanya
dan Tuhan mengutuk sang wanita, mengutuk Iblis dan juga mengutuk sang pria juga,
karena sang pria tidak menjaga sang wanita dari godaan Iblis...
namun Tuhan masih berbaik hati, lalu Tuhan menyuruh malaikat kesayangannya, Gabriel
untuk menciptakan sebuah tempat untuk manusia yang disebut Bumi,
dan lahar-lahar panas, bernama neraka untuk Iblis,
sayap Iblis dipatahkan, tubuhnya dibuat menjadi jelek, dan berbulu..
di Bumi inilah, sang pria, sang wanita dan sang iblis akan tinggal bersama,
dan Tuhan akan memperhatikan mereka dari jauh,
tetapi Iblis tidak puas dan dendam dengan Tuhan, ia ingin mengambil kerajaan surga
menjadi pemilik surga,
Tuhan berkata kepada manusia:
"Inilah tempat untukmu, dimana tempat ini semakin lama akan semakin penuh, dan akan ada banyak celah untuk Iblis untuk bisa masuk ketempatmu, berhati-hatilah terhadapnya, dan tempat ini akan hilang suatu saat nanti, dan aku ingin kalian selamat pada akhirnya nanti"
dan Iblis mengumpulkan pasukannya dari malaikat Tuhan yang tidak terlalu setia kepadaNya,
dan akhirnya Iblis menyerang surga dengan kekuatan pasukannya, dan menggempur surga 666 hari, 666 malam,
dan akhirnya kekuatan Tuhan akhirnya melemah dan Dia terjatuh,
dan mailakat-malaikat Tuhan yang tadinya berdiam disurga, menurut kepada Iblis dan mengikuti dirinya.
begitu banyak malaikat yang terjatuh, dan Tuhan pun mengalami kekalahan besar,
dan tiba saatnya Tuhan diikat dan ditusuk dan dibunuh oleh Iblis,
dan dunia yang didiami oleh manusia akhirnya rusak dan hancur karena kejadian malang ini,
lalu Tuhan menghembuskan nafas terakhirnya,
Dia meninggal dan menjadi abu, namun dia menjanjikan dia akan datang kembali.
manusia tidak mengetahui hal ini, karena yang tersisa sekarang hanyalah malaikat-malaikatnya saja,
yang selalu menjaga manusia dari kekangan Iblis, dan dia berkata kepada manusia melalui jiwa dan hati manusia:
"Tuhan belum kalah, dan Tuhan tidak mati, Dia akan kembali untuk menjemput kita semua,
dan kalian, manusia yang akan membantu Tuhan untuk melawan Iblis,
kita harus memberikan Dia persembahan dan tidak melupakan pengharapan kita,
kita harus menunggu dan bersabar untuk hari yang akan disiapkan Tuhan...
hari dimana pintu dan jalan ke surga akan kembali terbuka...
akan tiba dimana Tuhan akan berkuasa lagi...
dan kalian yang setia akan berada lagi di surga, bersama kami, malaikat dan tentu saja, Tuhan kita"
hanya seorang pria dan seorang wanita...tidak ada yang lain, hanya tubuh mereka yang mereka punya,
tubuh yang rapuh, tidak bisa berbicara, hanya rintihan dan gumaman
tubuh mereka merasakan sakit dan hati mereka tidak merasakan apa-apa kecuali rasa hampa,
mereka berjalan, berjalan kemana-mana, namun tidak menemukan apa-apa,
dan nafsu menghantui sang pria terus menerus, serta kemarahan menghantui sang wanita,
mereka berjuang sepanjang hidup mereka, namun yang namanya kematian tidak pernah datang.
mereka putus asa, dan mereka hidup dalam kekelaman abadi,
sang pria menawarkan dirinya kepada matahari, berdoa dan meminta yang namanya keselamatan.
sang wanita menawarkan persembahan kepada matahari dan meminta kebahagiaan,
merasa tersentuh akan penderitaan dan kesedihan yang terus menerus menerpa manusia,
matahari akhirnya berbicara kepada Tuhan dengan ratapannya,
dan meminta Tuhan mengadopsi manusia itu sebagai anakNya,
Tuhan akhirnya turun dan memberikan bantuan kepada kedua manusia itu, sang pria dan sang wanita.
Tuhan mengadopsi dan memberikan banyak bantuan kepada mereka,
mulai dari membuat waktu dan memisahkan menjadi dua bagian, disebut siang dan malam,
memberikan cara dan jalan kearah keselamatan dan memberikan kebahagiaan kepada manusia,
dan Tuhan memberikan apa yang namanya "Lupa"kepada manusia,
agar manusia tidak khawatir lagi akan waktu, dan bisa menikmati hidup mereka
Tuhan menciptakan tumbuhan dan binatang dan menuntun mereka untuk hidup bersama manusia.
sang pria bernama Buchlibari
dan sang wanita bernama Lobsil Vith
sang pria akhirnya tidak kuat menahan nafsu dan memberikan nafsunya kepada wanita,
sang wanita menerima benih dari sang pria, dan akhirnya mempunyai seorang anak, bernama Vitra Lith
dan karena manusia merasa bahagia, Tuhan pun ikut bahagia,
dan Tuhan dengan kekuatannya memberikan tempat untuk manusia,
diciptakannya dengan kekuatanNya sendiri, apa yang dinamakan surga
dimana manusia hanya akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan aman apabila berada disana
manusia tinggal dengan Tuhan dan banyak malaikat,
tetapi malaikat Tuhan yang bernama Iblis, cemburu, dan memikirkan cara untuk mengasingkan manusia...
Iblis akhirnya menggoda Lobsil Vith, sang wanita,
dengan ketampanannya, bola matanya yang hijau, rambutnya yang dari emas, sayapnya yang bersilau.
sang wanita akhirnya tergoda dan akhirnya bersetubuh dengan Iblis, dan sang pria melihat semuanya itu,
dia sedih dan tidak mau mendekati sang wanita..hingga suatu saat Tuhan menyadari semuanya
dan Tuhan mengutuk sang wanita, mengutuk Iblis dan juga mengutuk sang pria juga,
karena sang pria tidak menjaga sang wanita dari godaan Iblis...
namun Tuhan masih berbaik hati, lalu Tuhan menyuruh malaikat kesayangannya, Gabriel
untuk menciptakan sebuah tempat untuk manusia yang disebut Bumi,
dan lahar-lahar panas, bernama neraka untuk Iblis,
sayap Iblis dipatahkan, tubuhnya dibuat menjadi jelek, dan berbulu..
di Bumi inilah, sang pria, sang wanita dan sang iblis akan tinggal bersama,
dan Tuhan akan memperhatikan mereka dari jauh,
tetapi Iblis tidak puas dan dendam dengan Tuhan, ia ingin mengambil kerajaan surga
menjadi pemilik surga,
Tuhan berkata kepada manusia:
"Inilah tempat untukmu, dimana tempat ini semakin lama akan semakin penuh, dan akan ada banyak celah untuk Iblis untuk bisa masuk ketempatmu, berhati-hatilah terhadapnya, dan tempat ini akan hilang suatu saat nanti, dan aku ingin kalian selamat pada akhirnya nanti"
dan Iblis mengumpulkan pasukannya dari malaikat Tuhan yang tidak terlalu setia kepadaNya,
dan akhirnya Iblis menyerang surga dengan kekuatan pasukannya, dan menggempur surga 666 hari, 666 malam,
dan akhirnya kekuatan Tuhan akhirnya melemah dan Dia terjatuh,
dan mailakat-malaikat Tuhan yang tadinya berdiam disurga, menurut kepada Iblis dan mengikuti dirinya.
begitu banyak malaikat yang terjatuh, dan Tuhan pun mengalami kekalahan besar,
dan tiba saatnya Tuhan diikat dan ditusuk dan dibunuh oleh Iblis,
dan dunia yang didiami oleh manusia akhirnya rusak dan hancur karena kejadian malang ini,
lalu Tuhan menghembuskan nafas terakhirnya,
Dia meninggal dan menjadi abu, namun dia menjanjikan dia akan datang kembali.
manusia tidak mengetahui hal ini, karena yang tersisa sekarang hanyalah malaikat-malaikatnya saja,
yang selalu menjaga manusia dari kekangan Iblis, dan dia berkata kepada manusia melalui jiwa dan hati manusia:
"Tuhan belum kalah, dan Tuhan tidak mati, Dia akan kembali untuk menjemput kita semua,
dan kalian, manusia yang akan membantu Tuhan untuk melawan Iblis,
kita harus memberikan Dia persembahan dan tidak melupakan pengharapan kita,
kita harus menunggu dan bersabar untuk hari yang akan disiapkan Tuhan...
hari dimana pintu dan jalan ke surga akan kembali terbuka...
akan tiba dimana Tuhan akan berkuasa lagi...
dan kalian yang setia akan berada lagi di surga, bersama kami, malaikat dan tentu saja, Tuhan kita"
(137) precious
Apa? aku tidak bisa mendengarmu...berbicaralah lebih keras sedikit agar telingaku bisa mendengarkanmu...nah, aku sudah bisa mendengarmu sekarang... apa yang bisa kubantu untuk dirimu, anakku? katakan apa keinginanmu, hayoo, jangan malu-malu...apakah aku harus lebih mendekatkan telingaku lagi kepada bibirmu? apa?
ohh..kamu ingin harta, kekayaan dan kekuasaan didunia ini? berapa banyak yang kauinginkan? dan kenapa semua orang yang datang kepadaku, selalu menginginkan 3 hal ini? anakku, kenapa engkau menginginkan hal ini? kenapa?
apakah karena harta bisa membeli semuanya yang kamu mau?
apakah karena kekayaan bisa memberikan semua kenyamanan yang kamu mau?
apakah karena kekuasaan bisa memberikan dirimu pengaruh yang benar-benar mutlak untuk dirimu?
kenapa kamu mau semua ini anakku? aku bisa memberikan semuanya kepadaku, semua yang kauperlukan, sudah kuatur, namun memang 3 hal itu belum kuberikan sepenuhnya kepada dirimu, kenapa? karena kamu tidak membutuhkannya anakku.
hayolah, jangan cemberut dan mengkerutkan keningmu seperti itu, karena aku lebih senang melihat dirimu tersenyum dan menari bersamaku, kenapa engkau menatap kepadaku dengan ratapan seperti itu? apa? kamu masih mau memiliki 3 hal itu? mmm..sayangku, kamu tidak akan memerlukannya, karena aku tahu apabila aku memberikan 3 hal itu, maka engkau akan menjauhkan dirimu dari padaku...jangan menggelengkan kepalamu dan berkata engkau tidak akan meninggalkan diriku, karena aku sudah merasakan jutaan manusia datang kepadaku, meminta hal yang sama denganmu, dan setelah kuberikan, mereka sudah berjalan sendiri dan tidak pernah kembali, hanya beberapa yang kembali, dan itu membuatku diriku sedih, oleh karena itu sayangku, aku tidak ingin engkau menjadi seperti mereka...janganlah seperti mereka...
huff..kamu masih bersikeras untuk menerima hal itu yah?...hmmphh..baiklah, akan kuberikan kepadamu semuanya, harta, kekuasaan dan kekayaan, namun aku ingin menerima satu hal, hanya satu yang akan kuminta darimu pada saat aku telah memberikannya kepadamu, engkau boleh berpikir-pikir dahulu....
setelah aku memberikannya kepadamu, aku ingin meminta nyawa dan jiwamu, aku akan menyuruh malaikat maut untuk menjemput jiwamu, yah, tubuhmu akan berada di dunia ini, menikmati harta, kekayaan dan kekuasaan, namun jiwamu berada disini, disisiku, aku akan menarik jiwamu dari tubuhmu...
kenapa? engkau berkata kalau aku egois? aku hanya meminta satu hal darimu, sedangkan engkau meminta 3 hal dariku, belum termasuk dengan apa yang telah kusediakan secara cuma-cuma kepada dirimu....
bagaimana? apa jawabannya? apakah kamu lebih menyayangi harta, kekuasaan dan kekayaan? atau kamu lebih meyayangi jiwamu sendiri? hayoo...kutunggu jawabannya, karena kamu hanya bisa memilih salah satu dari hal itu...
apa jawabanmu, anakku?
ohh..kamu ingin harta, kekayaan dan kekuasaan didunia ini? berapa banyak yang kauinginkan? dan kenapa semua orang yang datang kepadaku, selalu menginginkan 3 hal ini? anakku, kenapa engkau menginginkan hal ini? kenapa?
apakah karena harta bisa membeli semuanya yang kamu mau?
apakah karena kekayaan bisa memberikan semua kenyamanan yang kamu mau?
apakah karena kekuasaan bisa memberikan dirimu pengaruh yang benar-benar mutlak untuk dirimu?
kenapa kamu mau semua ini anakku? aku bisa memberikan semuanya kepadaku, semua yang kauperlukan, sudah kuatur, namun memang 3 hal itu belum kuberikan sepenuhnya kepada dirimu, kenapa? karena kamu tidak membutuhkannya anakku.
hayolah, jangan cemberut dan mengkerutkan keningmu seperti itu, karena aku lebih senang melihat dirimu tersenyum dan menari bersamaku, kenapa engkau menatap kepadaku dengan ratapan seperti itu? apa? kamu masih mau memiliki 3 hal itu? mmm..sayangku, kamu tidak akan memerlukannya, karena aku tahu apabila aku memberikan 3 hal itu, maka engkau akan menjauhkan dirimu dari padaku...jangan menggelengkan kepalamu dan berkata engkau tidak akan meninggalkan diriku, karena aku sudah merasakan jutaan manusia datang kepadaku, meminta hal yang sama denganmu, dan setelah kuberikan, mereka sudah berjalan sendiri dan tidak pernah kembali, hanya beberapa yang kembali, dan itu membuatku diriku sedih, oleh karena itu sayangku, aku tidak ingin engkau menjadi seperti mereka...janganlah seperti mereka...
huff..kamu masih bersikeras untuk menerima hal itu yah?...hmmphh..baiklah, akan kuberikan kepadamu semuanya, harta, kekuasaan dan kekayaan, namun aku ingin menerima satu hal, hanya satu yang akan kuminta darimu pada saat aku telah memberikannya kepadamu, engkau boleh berpikir-pikir dahulu....
setelah aku memberikannya kepadamu, aku ingin meminta nyawa dan jiwamu, aku akan menyuruh malaikat maut untuk menjemput jiwamu, yah, tubuhmu akan berada di dunia ini, menikmati harta, kekayaan dan kekuasaan, namun jiwamu berada disini, disisiku, aku akan menarik jiwamu dari tubuhmu...
kenapa? engkau berkata kalau aku egois? aku hanya meminta satu hal darimu, sedangkan engkau meminta 3 hal dariku, belum termasuk dengan apa yang telah kusediakan secara cuma-cuma kepada dirimu....
bagaimana? apa jawabannya? apakah kamu lebih menyayangi harta, kekuasaan dan kekayaan? atau kamu lebih meyayangi jiwamu sendiri? hayoo...kutunggu jawabannya, karena kamu hanya bisa memilih salah satu dari hal itu...
apa jawabanmu, anakku?
Thursday, March 02, 2006
(136) kept on going, shall we?
Aku terduduk disini, disebuah bangku, bangku yang entah sudah berapa lama berada disini, tapi sering kulihat orang duduk disini pada saat aku melewati daerah ini…kutaruh pantatku diatas kursi ini…keras sekali… aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk bisa duduk diatas kursi ini, aku melihat keatas, melihat ranting-rantin pohon yang kurus, tidak beraturan, dan mungkin sudah tandus, oh..aku juga melihat ada sarang burung diantara kepitan dahan-dahan itu, dan aku juga menyadari dalam sarang itu ada suara kicauan anak-anak burung itu, mungkin kicauan anak-anak burung itu yang membuat siapapun yang duduk disini merasakan kalau ada sedikit kehidupan yang berjalan didalam dunia ini…
Aku menundukkan kepalaku, membuka sarung tanganku, huff..kenapa cuaca begitu dingin hari ini? Lihat uap yang keluar dari mulutku…begitu banyak dan tebal…..fuuh…aku menggosok-gosokkan kedua tanganku dan membiarkan hangat yang keluar dari tanganku berjalan kedalam tubuhku, aku melihat tanganku, mengawasi semuanya, dan aku menatap kepada sidik jariku, lingkaran yang berputar-putar, yang menandakan aku ada, ini aku, sidik jari ini hanya kepunyaanku, tidak ada yang lain yang mempunyai sidik jari yang sama… pusat sidik jariku berputar, sama seperti kehidupan semua orang didunia ini, berputar terus menerus, kurasa aku tidak mau berputar terus menerus disini, aku ingin berhenti pada suatu titik dan berhenti saja, entah apa yang terjadi, aku tidak tahu, kurasa semua akan terus berjalan disaat aku memutuskan untuk berhenti…huff..dingin ini semakin menusuk diriku, aku masih menundukkan kepalaku, beberapa helai rambutku mengenai ujung mataku, seakan menyuruhku untuk terus berjalan, melawan dingin dan mengingatkan aku kalau aku harus sampai ke tempat tujuanku…dipojok sana ada beberapa orang yang mengelilingi tong sampah, mencoba menghangatkan diri mereka, mereka bercanda, mengobrol, berpelukan untuk saling menghangatkan, hmpphh…kurasa aku harus terus berjalan, karena aku tahu, kehidupan ini tidak akan berhenti walaupun aku memutuskan untuk berhenti, dan kalau aku berpikir lagi, untuk apa aku memutuskan untuk berhenti untuk sesuatu yang tidak akan pernah berhenti?
Aku menundukkan kepalaku, membuka sarung tanganku, huff..kenapa cuaca begitu dingin hari ini? Lihat uap yang keluar dari mulutku…begitu banyak dan tebal…..fuuh…aku menggosok-gosokkan kedua tanganku dan membiarkan hangat yang keluar dari tanganku berjalan kedalam tubuhku, aku melihat tanganku, mengawasi semuanya, dan aku menatap kepada sidik jariku, lingkaran yang berputar-putar, yang menandakan aku ada, ini aku, sidik jari ini hanya kepunyaanku, tidak ada yang lain yang mempunyai sidik jari yang sama… pusat sidik jariku berputar, sama seperti kehidupan semua orang didunia ini, berputar terus menerus, kurasa aku tidak mau berputar terus menerus disini, aku ingin berhenti pada suatu titik dan berhenti saja, entah apa yang terjadi, aku tidak tahu, kurasa semua akan terus berjalan disaat aku memutuskan untuk berhenti…huff..dingin ini semakin menusuk diriku, aku masih menundukkan kepalaku, beberapa helai rambutku mengenai ujung mataku, seakan menyuruhku untuk terus berjalan, melawan dingin dan mengingatkan aku kalau aku harus sampai ke tempat tujuanku…dipojok sana ada beberapa orang yang mengelilingi tong sampah, mencoba menghangatkan diri mereka, mereka bercanda, mengobrol, berpelukan untuk saling menghangatkan, hmpphh…kurasa aku harus terus berjalan, karena aku tahu, kehidupan ini tidak akan berhenti walaupun aku memutuskan untuk berhenti, dan kalau aku berpikir lagi, untuk apa aku memutuskan untuk berhenti untuk sesuatu yang tidak akan pernah berhenti?
Sunday, February 26, 2006
(135) sign the sign
entah berapa lama aku berada disini, aku tidak bisa menjawabnya, setiap kali aku bangun, mataku selalu buram dan susah sekali untuk melihat, hanyalah bayangan-bayangan buram yang bisa kulihat, namun aku tahu badanku menjadi begitu lemah, sudah berapa lama aku disini, aku bertanya kepada diriku sendiri? dan siapa orang-orang itu? apakah mereka pengunjungku? apakah mereka dokterku? aku tidak tahu, yang aku tahu, selang-selang ditubuhku ini semakin banyak setelah kedatangan mereka. selang berwarna biru, kuning, hijau, putih, dan gelembung-gelembung air yang kadang tidak pernah berhenti...apa yang mereka lakukan disini? aku tidak tahu, aku terlalu lelah untuk berpikir...aku harus menelan pil setiap harinya, entah berapa puluh pil dalam sehari, mereka mengatakan ini untuk kebaikan dan untuk kesehatanku, peduli apa mereka? siapa mereka? dan kadang-kadang aku menolak untuk menelan pil dan kapsul yang mereka berikan kepadaku, pernah suatu kali, aku menolak menelan kapsul itu kedalam mulutku, dan memuntahkannya, dan kapsul itu terlempar ke dadaku, dan aku bisa melihat, didalam kapsul itu, tubuh cicak yang sudah terpotong-potong kecil menjadi beberapa bagian...dan tetap saja mereka mengatakan aku harus memakan kapsul itu untuk kebaikan dan kesehatanku...
sial, dimana kekuatanku? dimana aku? siapakah aku sekarang? selang-selang ini terus membungkus diriku, dihidungku, di lenganku, didadaku, di leherku, kakiku...apakah aku ini? robotkah? manusiakah? hewankah? aku tidak tahu, karena aku tidak bisa melihat jelas sekarang, seakan-akan aku hidup dalam gumpalan kabut....dan pada saat aku tertidur, aku bisa mendengar suara ibuku, memanggil dan menyanyikan lagu tidur untukku, terasa begitu lembut dan indah, dan aku yakin kalau suara itu adalah benar suara ibuku, dimana ibu sekarang? aku tidak tahu, karena aku tahu dia meninggalkan aku pergi bersama adik-adikku yang lain untuk menghindar dari perang itu...
aku selalu merasa mengantuk kalau aku berpikir, dan sekarang salah satu dari orang-orang yang tidak bisa kulihat dengan jelas itu, mencabut seluruh selang yang ada didalam tubuhku, membuka pakaian dan celanaku, membasuh kulitku dengan handuk yang telah bermandikan air hangat, aneh, aku tidak bisa menggerakkan tanganku? tangan kekarku...kemana mereka?
dan siapa yang memandikan aku ini? kemana keluargaku? orang yang memandikanku berkata :"kapankah engkau akan bangun? ingin rasanya aku mendengarmu berbicara lagi kepadaku..aku ingin melihat senyummu, aku ingin mendengar ceritamu...tapi lihatlah kamu sekarang, matamu terbuka, namun kosong tatapannya....dan aku harus memandikan dirimu setiap harinya, berharap kalau basuhan air ini akan menyuruh saraf-saraf kulitmu kembali hidup"...
apa? ta..tapi aku disini, aku melihatmu, aku berbicara kepadamu... masakan engkau tidak bisa mendengar aku? apakah kamu gila? atau aku yang gila? aku jelas-jelas bisa mendapatkan dirimu sedang membasuh diriku....aku bahkan bisa mendengar suaramu dengan jelas....ayolah, jangan bilang engkau tidak bisa mendengarku...ada apa dengan telingamu?
tidak...tidak..mereka datang lagi..orang-orang itu, siapakah mereka? siapa? mereka membuatku takut setiap kali mereka datang ketempat ini? dan mau apa mereka?
aku mencoba mendengar apa pembicaraan mereka....
"nyonya, saya mengerti perasaan anda, namun percayalah kepada kami, kami adalah ahlinya, tetapi keputusannya tetap berada ditangan anda, suami anda tidak akan pulih lagi, kedua kaki dan tangan kanannya putus karena terkena ledakan, dan kami sendiri tidak tahu berapa lama lagi suami anda akan bertahan, sungguh sebuah keajaiban ia bisa bertahan dari ledakan itu, lihatlah dia nyonya, lebih baik anda menandatangani surat kematiannya sekarang, daripada anda harus melihat kondisinya seperti itu setiap hari...setiap hari anda datang, memandikan dirinya, tetapi kami juga tahu, anda seringkali menangis, sehingga kami tidak bisa membedakan yang mana air basuhan, dan yang mana air mata anda....nyonya, terimalah saran kami ini...tolong"
Apa? tidak!! TIDAK!! aku masih hidup, jangan...jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup...lihat..lihat..aku tersenyum sekarang, aku tersenyum kepada kalian, ayolah, jangan bunuh aku,...aku bernyanyi sekarang..la..la.allla.alallaaa......*hik*, aaayolah, jangan..jangan bunuh aku...tidak...jangan, jangan tandatangani itu...jangan....aku masih ingin hidup....
apa yang terjadi dengan diriku? aku tidak bisa mengingatnya....ada apa? apa yang terjadi sebelumnya? mereka bilang ledakan...ledakan apa? siapa yang menyebabkan ledakan itu.....sedang apa aku...
aku berusaha keras untuk mengingat, keras sekali, sehingga kepalaku berputar seakan melawan hidup ini, hanya untuk mengingat sepersekian adegannya....dan pada saat aku mengingatnya....
hanyalah gelap yang bisa aku lihat, nafasku terhenti, jantungku menyerah...dan ada suara yang berkata "keputusan nyonya adalah yang terbaik..."
.....
....
...
..
.
sial, dimana kekuatanku? dimana aku? siapakah aku sekarang? selang-selang ini terus membungkus diriku, dihidungku, di lenganku, didadaku, di leherku, kakiku...apakah aku ini? robotkah? manusiakah? hewankah? aku tidak tahu, karena aku tidak bisa melihat jelas sekarang, seakan-akan aku hidup dalam gumpalan kabut....dan pada saat aku tertidur, aku bisa mendengar suara ibuku, memanggil dan menyanyikan lagu tidur untukku, terasa begitu lembut dan indah, dan aku yakin kalau suara itu adalah benar suara ibuku, dimana ibu sekarang? aku tidak tahu, karena aku tahu dia meninggalkan aku pergi bersama adik-adikku yang lain untuk menghindar dari perang itu...
aku selalu merasa mengantuk kalau aku berpikir, dan sekarang salah satu dari orang-orang yang tidak bisa kulihat dengan jelas itu, mencabut seluruh selang yang ada didalam tubuhku, membuka pakaian dan celanaku, membasuh kulitku dengan handuk yang telah bermandikan air hangat, aneh, aku tidak bisa menggerakkan tanganku? tangan kekarku...kemana mereka?
dan siapa yang memandikan aku ini? kemana keluargaku? orang yang memandikanku berkata :"kapankah engkau akan bangun? ingin rasanya aku mendengarmu berbicara lagi kepadaku..aku ingin melihat senyummu, aku ingin mendengar ceritamu...tapi lihatlah kamu sekarang, matamu terbuka, namun kosong tatapannya....dan aku harus memandikan dirimu setiap harinya, berharap kalau basuhan air ini akan menyuruh saraf-saraf kulitmu kembali hidup"...
apa? ta..tapi aku disini, aku melihatmu, aku berbicara kepadamu... masakan engkau tidak bisa mendengar aku? apakah kamu gila? atau aku yang gila? aku jelas-jelas bisa mendapatkan dirimu sedang membasuh diriku....aku bahkan bisa mendengar suaramu dengan jelas....ayolah, jangan bilang engkau tidak bisa mendengarku...ada apa dengan telingamu?
tidak...tidak..mereka datang lagi..orang-orang itu, siapakah mereka? siapa? mereka membuatku takut setiap kali mereka datang ketempat ini? dan mau apa mereka?
aku mencoba mendengar apa pembicaraan mereka....
"nyonya, saya mengerti perasaan anda, namun percayalah kepada kami, kami adalah ahlinya, tetapi keputusannya tetap berada ditangan anda, suami anda tidak akan pulih lagi, kedua kaki dan tangan kanannya putus karena terkena ledakan, dan kami sendiri tidak tahu berapa lama lagi suami anda akan bertahan, sungguh sebuah keajaiban ia bisa bertahan dari ledakan itu, lihatlah dia nyonya, lebih baik anda menandatangani surat kematiannya sekarang, daripada anda harus melihat kondisinya seperti itu setiap hari...setiap hari anda datang, memandikan dirinya, tetapi kami juga tahu, anda seringkali menangis, sehingga kami tidak bisa membedakan yang mana air basuhan, dan yang mana air mata anda....nyonya, terimalah saran kami ini...tolong"
Apa? tidak!! TIDAK!! aku masih hidup, jangan...jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup...lihat..lihat..aku tersenyum sekarang, aku tersenyum kepada kalian, ayolah, jangan bunuh aku,...aku bernyanyi sekarang..la..la.allla.alallaaa......*hik*, aaayolah, jangan..jangan bunuh aku...tidak...jangan, jangan tandatangani itu...jangan....aku masih ingin hidup....
apa yang terjadi dengan diriku? aku tidak bisa mengingatnya....ada apa? apa yang terjadi sebelumnya? mereka bilang ledakan...ledakan apa? siapa yang menyebabkan ledakan itu.....sedang apa aku...
aku berusaha keras untuk mengingat, keras sekali, sehingga kepalaku berputar seakan melawan hidup ini, hanya untuk mengingat sepersekian adegannya....dan pada saat aku mengingatnya....
hanyalah gelap yang bisa aku lihat, nafasku terhenti, jantungku menyerah...dan ada suara yang berkata "keputusan nyonya adalah yang terbaik..."
.....
....
...
..
.
(134) Why, The Doors?
bagaimana aku bisa melihat dengan jelas dirimu, kalau air mataku sendiri memburamkan mataku?
bagaimana aku bisa berkata-kata dengan jelas, kalau suaraku hilang karena kegembiraan ini menyelimutiku?
bagaimana aku bisa mendengar dengan jelas kata-katamu, kalau telingaku dipenuhi oleh nyanyian indah ini?
bagaimana aku bisa meraung kepadamu, ketika sebelum aku meraung, engkau sudah memenuhi semua kebutuhanku?
bagaimana aku bisa menjauh darimu, kalau setiap saat engkau selalu dekat dan merangkulku?
engkau memenuhi diriku dengan semua yang kuperlukan, semua yang manusia tidak pernah bisa berikan kepadaku...
engkau memberikan aku yang terbaik dari tempatmu berada, yang terbaik yang manusia tidak pernah berikan....
engkau mengetahui apa isi hatiku tanpa aku meminta kepadamu, tidak seperti manusia-manusia disini...
engkau mengambil semua yang buruk dariku, dan memberikan yang baik untukku...
engkau memanggilku kembali pada saat aku hilang dan menungguku untuk kembali... aku ingin pulang kepadamu....
tetapi kenapa manusia selalu melihat dirimu jauh? karena mereka tidak berusaha untuk dekat kepadamu.
tetapi kenapa manusia selalu menganggapmu jahat? karena mereka merasa lebih baik?
tetapi kenapa manusia tidak pernah mau menerimamu? karena mereka hanya mau menerima baik yang sementara.
tetapi kenapa manusia baru mau sadar pada saat mereka mati? karena manusia-manusia itu takut akan mati.
tetapi kenapa manusia begitu bodoh? mereka tidak bodoh, hanya saja bersandar kepada pengertian mereka sendiri...
berbaliklah, berbaliklah, datanglah, datanglah, kembalilah, kembalilah, aku merentangkan tanganku dan membuka pintu rumahku untuk dirimu, aku menunggumu untuk datang kembali kepadaku, namun percayalah kepadaku, pada saat pintu ini sudah tertutup, tidak akan ada yang bisa membukanya kembali....datanglah kepadaku segera, sebelum pintu ini menutup dirinya sendiri....anak-anakku...
bagaimana aku bisa berkata-kata dengan jelas, kalau suaraku hilang karena kegembiraan ini menyelimutiku?
bagaimana aku bisa mendengar dengan jelas kata-katamu, kalau telingaku dipenuhi oleh nyanyian indah ini?
bagaimana aku bisa meraung kepadamu, ketika sebelum aku meraung, engkau sudah memenuhi semua kebutuhanku?
bagaimana aku bisa menjauh darimu, kalau setiap saat engkau selalu dekat dan merangkulku?
engkau memenuhi diriku dengan semua yang kuperlukan, semua yang manusia tidak pernah bisa berikan kepadaku...
engkau memberikan aku yang terbaik dari tempatmu berada, yang terbaik yang manusia tidak pernah berikan....
engkau mengetahui apa isi hatiku tanpa aku meminta kepadamu, tidak seperti manusia-manusia disini...
engkau mengambil semua yang buruk dariku, dan memberikan yang baik untukku...
engkau memanggilku kembali pada saat aku hilang dan menungguku untuk kembali... aku ingin pulang kepadamu....
tetapi kenapa manusia selalu melihat dirimu jauh? karena mereka tidak berusaha untuk dekat kepadamu.
tetapi kenapa manusia selalu menganggapmu jahat? karena mereka merasa lebih baik?
tetapi kenapa manusia tidak pernah mau menerimamu? karena mereka hanya mau menerima baik yang sementara.
tetapi kenapa manusia baru mau sadar pada saat mereka mati? karena manusia-manusia itu takut akan mati.
tetapi kenapa manusia begitu bodoh? mereka tidak bodoh, hanya saja bersandar kepada pengertian mereka sendiri...
berbaliklah, berbaliklah, datanglah, datanglah, kembalilah, kembalilah, aku merentangkan tanganku dan membuka pintu rumahku untuk dirimu, aku menunggumu untuk datang kembali kepadaku, namun percayalah kepadaku, pada saat pintu ini sudah tertutup, tidak akan ada yang bisa membukanya kembali....datanglah kepadaku segera, sebelum pintu ini menutup dirinya sendiri....anak-anakku...
Friday, February 24, 2006
(133) Till the moon becomes the sun....
hari ini bulan terlihat begitu tenang.... apakah bulan tertidur saat ini? apakah dia memakai pakaian tidurnya yang berwarna putih kesilauan pada saat tidur? terlihat begitu senyap, sunyi, namun aku menyukai suasana ini, suasana dimana aku bisa membiarkan diriku berpikir sejenak, beristirahat sejenak, dan aku merasa setiap inci bebanku terangkat, hilang dan lepas karena suasana ini....seperti malam yang segera berlalu, dan seperti lagu yang telah dimulai dan segera berakhir, aku tahu aku masih ingin berada disini...dan walaupun aku tahu bulan akan segera menghilang dan digantikan dengan terbitnya matahari, aku masih ingin terbangun, aku ingin terjag dari tidurku, bukan karena aku kesepian atau aku tidak mengantuk, namun ini semua karena aku masih ingin melihat wajahmu pada saat engkau tidur disisiku saat ini.
aku bisa merasakan nafasmu yang lembut, dimana setiap engkau menghembuskan nafasmu, pipimu menjadi lebih menggemaskan, entah apa yang kauimpikan saat ini, namun aku masih ingat apa yang kita lakukan sebelum engkau terjatuh tidur, engkau memberikan aku sebuah ciuman, tidak apa-apa kalau ciuman itu hanya sebentar, terlalu sebentar malah... namun waktu yang kita bagi berdua benar-benar membuatku lebih dekat denganmu..aku bisa menyentuh hatimu, kesinilah, aku ingin memberikan kedekatanku denganmu.
aku bernyanyi untuk memasuki alam mimpimu, aku ingin tahu apa yang kauimpikan sekarang, aku akan bernyanyi dalam hati dengan seluruh jiwaku, agar tidak ada orang lain yang mengetahui nyanyianku untukmu, ingin rasanya aku meminta kepadamu, aku ingin engkau berbisik kepada jiwaku, kalau-kalau didalam mimpimu, engkau mengalami mimpi buruk dan engkau menangis dan ketakutan, aku ingin datang kepadamu, menenangkan dirimu, menghapus air matamu dan memberikan dirimu kehangatan dan sebuah ciuman kepadamu lagi, dan aku tidak peduli, seberat dan seburuk apapun mimpimu, biarkan aku datang menghampirimu...
dari pertama kali aku melihat dan mendengar suaramu, aku cinta kepadamu, sampai sekarang pun masih.
keduanya memadukan kekuatan dalam hati dan jiwaku, hingga aku sadar untuk apa aku hidup disini, wajahmu memberikan semangat kepadaku, suaramu memberikan aku kekuatan disaat aku membutuhkannya, dan apapun yang kubenci dari dirimu, dan apa yang kusuka darimu, aku mencintai dirimu semuanya, baik tubuh dan jiwamu. jangan berkata dan memanggil namaku dengan keras, karena bola matamu terlihat begitu bersalah, datanglah kedalam pelukanku, dan rangkullah tanganku agar engkau mengetahui betapa aku ingin bersamamu.
aku berharap engkau bisa perlahan-lahan melupakan perasaan-perasaan yang terlihat begitu terang dan membutakan mata hatimu seperti matahari, dari pertama kali aku melihatmu, aku tahu kalau dari titik itulah (tanpa paksaan), aku ingin memberikan seluruh diriku kepadamu, dan mungkin mulai dari sekarang, engkau bisa percaya kepada para malaikat yang tidak bisa engkau lihat, karena menurutku, engkau adalah malaikatku, tetapi jangan terlalu skeptis, karena para malaikat juga bisa merasakan malu. dan kalau engkau bermimpi tentang masa depanmu, dimana (mungkin) kita berdua terikat secara bersama, yang mana aku ingin mimpimu menjadi kenyataan, percayalah, aku ingin aku berada disana, dimasa depan, denganmu.
dan walaupun matahari akan terbit, karena aku tahu engkau berada didekatku, biarlah engkau tidur dalam pelukanku, karena aku akan menjagamu, hingga matahari berikutnya terbit kembali.
aku bisa merasakan nafasmu yang lembut, dimana setiap engkau menghembuskan nafasmu, pipimu menjadi lebih menggemaskan, entah apa yang kauimpikan saat ini, namun aku masih ingat apa yang kita lakukan sebelum engkau terjatuh tidur, engkau memberikan aku sebuah ciuman, tidak apa-apa kalau ciuman itu hanya sebentar, terlalu sebentar malah... namun waktu yang kita bagi berdua benar-benar membuatku lebih dekat denganmu..aku bisa menyentuh hatimu, kesinilah, aku ingin memberikan kedekatanku denganmu.
aku bernyanyi untuk memasuki alam mimpimu, aku ingin tahu apa yang kauimpikan sekarang, aku akan bernyanyi dalam hati dengan seluruh jiwaku, agar tidak ada orang lain yang mengetahui nyanyianku untukmu, ingin rasanya aku meminta kepadamu, aku ingin engkau berbisik kepada jiwaku, kalau-kalau didalam mimpimu, engkau mengalami mimpi buruk dan engkau menangis dan ketakutan, aku ingin datang kepadamu, menenangkan dirimu, menghapus air matamu dan memberikan dirimu kehangatan dan sebuah ciuman kepadamu lagi, dan aku tidak peduli, seberat dan seburuk apapun mimpimu, biarkan aku datang menghampirimu...
dari pertama kali aku melihat dan mendengar suaramu, aku cinta kepadamu, sampai sekarang pun masih.
keduanya memadukan kekuatan dalam hati dan jiwaku, hingga aku sadar untuk apa aku hidup disini, wajahmu memberikan semangat kepadaku, suaramu memberikan aku kekuatan disaat aku membutuhkannya, dan apapun yang kubenci dari dirimu, dan apa yang kusuka darimu, aku mencintai dirimu semuanya, baik tubuh dan jiwamu. jangan berkata dan memanggil namaku dengan keras, karena bola matamu terlihat begitu bersalah, datanglah kedalam pelukanku, dan rangkullah tanganku agar engkau mengetahui betapa aku ingin bersamamu.
aku berharap engkau bisa perlahan-lahan melupakan perasaan-perasaan yang terlihat begitu terang dan membutakan mata hatimu seperti matahari, dari pertama kali aku melihatmu, aku tahu kalau dari titik itulah (tanpa paksaan), aku ingin memberikan seluruh diriku kepadamu, dan mungkin mulai dari sekarang, engkau bisa percaya kepada para malaikat yang tidak bisa engkau lihat, karena menurutku, engkau adalah malaikatku, tetapi jangan terlalu skeptis, karena para malaikat juga bisa merasakan malu. dan kalau engkau bermimpi tentang masa depanmu, dimana (mungkin) kita berdua terikat secara bersama, yang mana aku ingin mimpimu menjadi kenyataan, percayalah, aku ingin aku berada disana, dimasa depan, denganmu.
dan walaupun matahari akan terbit, karena aku tahu engkau berada didekatku, biarlah engkau tidur dalam pelukanku, karena aku akan menjagamu, hingga matahari berikutnya terbit kembali.
Thursday, February 23, 2006
(132) life..life my ship
aku akan berdiri disini, dengan tetap memegang perintahmu, aku adalah prajurit dan juga laskarmu, apapun yang kauperintahkan adalah apa yang harus kukerjakan, semuanya akan dilaksanakan dan dijalankan berdasar waktu yang kumiliki, bukan waktu yang kumiliki, dimana setiap orang akan datang kepadamu dan bertanggung jawab kepadamu, dan setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga akan semakin susah bertemu denganmu...
karena disaat aku berdiri tinggi, engkau yang menopangku dengan kekuatanmu, dan disaat aku dibawah, dengan rendah, aku merendahkan diriku dengan sukarela agar engkau menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, dan hanya aku juga berkata kepada semua orang yang mendengarkanmu, baiklah mereka menjadi satu dengan kita semua, yang ada disini, berada didalam semua kehidupan ini, agar benar terjadi semua yang telah diceritakan kepada kita semua, dan benar semua yang sudah diramalkan.
ketika kapal ini akan berlayar, kapal ini tidak akan kembali lagi untuk datang dan menjemput kalian semua yang tertinggal, karena kapal ini hanya mempunyai 1 tiket saja, tiket pergi saja, tidak ada tiket pulang, dan semuanya yang terangkut dalam kapal ini akan pergi ke tempat seharusnya mereka berada, dan mereka yang tertinggal, tidak naik kedalam kapal ini akan mengalami marabahaya besar dan akan mendapatkan bahaya yang lebih besar lagi dari sebelumnya, dan juga mereka akan mendapatkan kematian dalam hidupnya, dan percayalah kalau kematian itu akan menjadi lebih susah didapat karena kematian juga akan pergi dari tempat ini untuk kembali ketempatnya semula..
bodohlah semua orang yang sudah tahu, yang sudah diberikan jalan dengan begitu jelas, namun dengan terang-terangan pula menolak jalan itu, aku tahu mereka diberikan pilihan, oleh karena itu aku mengatakan bodoh kepada mereka yang menolaknya, apakah pilihan yang kauambil itu sudah pasti akan lebih baik, aku bisa mengatakan jalan yang ini lebih baik karena aku mengambil jalan ini dan aku yakin aku akan selamat sampai ditujuan, dan aku bersedih untuk mereka yang tertinggal, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka, kalau saja aku diberi sedikit waktu dan kekuatan untuk membantu dan mengajak mereka kedalam kapal ini, aku mau....tapi suara-suara didalam kepalaku terus begetar dan terus menangis, berkata kalau :"jangan bersedih untuk mereka, mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka perbuat selama ini".....
kapal ini sudah melepas sauh, sudah siap berlayar, dan semuanya bertotal 144.000 orang, aku bersedih, jutaan orang akan tertinggal, aku harus melepaskan kalian, kalian yang sudah mengambil jalan kalian masing-masing...aku harus pergi sekarang bersama awak kapal ini, dan kita tidak akan bertemu lagi, aku tidak boleh bersedih, karena beban air mata ini akan menambah berat beban kapal ini, tidak, semua orang yang berada didalam kapal ini juga menangis, menangis sedih, kapal ini mulai bergerak, menuju tempat kediamaan baru, selamat tinggal semua....semua sudah dilakukan, dan semua sudah direncanakan...selamat tinggal...
karena disaat aku berdiri tinggi, engkau yang menopangku dengan kekuatanmu, dan disaat aku dibawah, dengan rendah, aku merendahkan diriku dengan sukarela agar engkau menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, dan hanya aku juga berkata kepada semua orang yang mendengarkanmu, baiklah mereka menjadi satu dengan kita semua, yang ada disini, berada didalam semua kehidupan ini, agar benar terjadi semua yang telah diceritakan kepada kita semua, dan benar semua yang sudah diramalkan.
ketika kapal ini akan berlayar, kapal ini tidak akan kembali lagi untuk datang dan menjemput kalian semua yang tertinggal, karena kapal ini hanya mempunyai 1 tiket saja, tiket pergi saja, tidak ada tiket pulang, dan semuanya yang terangkut dalam kapal ini akan pergi ke tempat seharusnya mereka berada, dan mereka yang tertinggal, tidak naik kedalam kapal ini akan mengalami marabahaya besar dan akan mendapatkan bahaya yang lebih besar lagi dari sebelumnya, dan juga mereka akan mendapatkan kematian dalam hidupnya, dan percayalah kalau kematian itu akan menjadi lebih susah didapat karena kematian juga akan pergi dari tempat ini untuk kembali ketempatnya semula..
bodohlah semua orang yang sudah tahu, yang sudah diberikan jalan dengan begitu jelas, namun dengan terang-terangan pula menolak jalan itu, aku tahu mereka diberikan pilihan, oleh karena itu aku mengatakan bodoh kepada mereka yang menolaknya, apakah pilihan yang kauambil itu sudah pasti akan lebih baik, aku bisa mengatakan jalan yang ini lebih baik karena aku mengambil jalan ini dan aku yakin aku akan selamat sampai ditujuan, dan aku bersedih untuk mereka yang tertinggal, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka, kalau saja aku diberi sedikit waktu dan kekuatan untuk membantu dan mengajak mereka kedalam kapal ini, aku mau....tapi suara-suara didalam kepalaku terus begetar dan terus menangis, berkata kalau :"jangan bersedih untuk mereka, mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka perbuat selama ini".....
kapal ini sudah melepas sauh, sudah siap berlayar, dan semuanya bertotal 144.000 orang, aku bersedih, jutaan orang akan tertinggal, aku harus melepaskan kalian, kalian yang sudah mengambil jalan kalian masing-masing...aku harus pergi sekarang bersama awak kapal ini, dan kita tidak akan bertemu lagi, aku tidak boleh bersedih, karena beban air mata ini akan menambah berat beban kapal ini, tidak, semua orang yang berada didalam kapal ini juga menangis, menangis sedih, kapal ini mulai bergerak, menuju tempat kediamaan baru, selamat tinggal semua....semua sudah dilakukan, dan semua sudah direncanakan...selamat tinggal...
(131) jam kehidupanku…
masuklah (lebih) dalam lagi kedalam kehidupanku, maka engkau akan mendapati semuanya berjalan teratur tetapi berantakan, dimana setiap nafas yang dihembuskan menjadi nafas yang kau terima balik, setiap ucapan yang dikeluarkan menjadi makanan bagi telingamu sendiri...teruslah berjalan kedalam kehidupanku, maka engkau akan menemukan sebuah panggung, panggung kebanggaanku, panggung berwarna abu-abu yang disorot oleh lampu terang yang bulat itu, ikutlah berjalan ketengah sorot lampu itu dengan santai, karena akan ada pelajaran yang akan diberikan kepadamu
kini aku berdiri di tengah sorot lampu itu, pada sat aku menunduk kebawah, ada sebuah 3 buah garis tebal yang kurasa terbuat dari baja berwarna kekuningan, dan pada saat aku melihat semuanya, ternyata ini adalah lingkaran waktu, sebuah jam, yang ternyata setiap garis ini adalah garis jam, garis menit dan garis detik... dan inilah yang kulihat
diarah jam 1 kehidupanku
aku melihat seorang anak kecil, tertidur pulas, dengan wajah yang kotor, dengan tubuh yang kurus, memakai baju usang berwarna merah, tertidur begitu pulas, seakan melupakan betapa kejamnya dunia ini terhadapnya, dimana dunia seharusnya memberikan kesenangan dan waktu bermain untuknya, tetapi dia harus bekerja meminta uang kepada setiap pengendara yang melalui dirinya, dia tertidur diantara hembusan debu yang aku yakin akan merusak kulit dan juga jantungnya...namun dia tertidur begitu lelap, dan bantalannya adalah batu trotoar, batu yang sudah diinjak oleh jutaan orang yang melewatinya, batu yang sudah terkubur oleh kumpulan debu dan asap. namun batu itu bagaikan bantal penyangga untuk kepalanya, dan dia tertidur pulas dan aku melihatnya tersenyum dalam hidupnya.
diarah jam 2 kehidupanku.
aku melihat seorang bapak, ayah, pemimpin keluarga, yang sedang duduk didinding, berteduh dari teriknya sinar matahari, mengipas-ngipaskan lengan bajunya, berharap kalau cuaca menjadi mendung tetapi tidak sampai hujan, namun kurasa harapannya itu tidaklah datang, dengan wajah capai dan badan yang letih, dia termenung, memikirkan berapa banyak lagi sampah yang harus ia sapu disepanjang jalan ini? dan berapa penghasilan yang akan dia dapat? dan apakah penghasilan itu akan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya? hanya rokok di mulutnya yang seakan bergumam untuknya. dengan baju oranyenya, dia melihat sapu miliknya, berharap kalau sapu itu bisa melakukan tugasnya sendiri, namun dia tahu kalau dia adalah seorang pemimpin, seorang kepala rumah tangga, dia tahu sebesar apapun impian itu, meyapu jalanan ini adalah tugasnya, dia harus mencari nafkah, pulang kerumah dengan uang yang tidak seberapa, dan memberikan uang itu kepada istrinya untuk kebutuhan sehari-harinya. dan dia sudah mengirim surat kepada pemerintah, surat ucapan terimakasih atas penolakan kenaikan upahnya, yang dengan frustasinya dia kirimkan sendiri.
diarah jam 3 kehidupanku.
aku melihat seorang wanita, belum terlalu tua, namun pandangan matanya kosong, tidak hidup, dia duduk diantara vas bunga yang terjejer rapi di batu pemisah jalan, memegang uang recehan yang terdiri dari uang logam, dan beberapa uang kertas dengan nominal 1000 rupiah, dan dihadapannya terdapat banyak orang, duduk, berpasangan, bercanda, tertawa dan menyantap setiap makanan yang mereka pesan. dan wanita itu bertahan, bertahan duduk disana, melawan rasa laparnya sendiri, dan apabila dia tidak kuat menahan laparnya, dia menghitung uang yang terus dipegangnya itu, dia sudah tahu berapa banyak jumlah uangnya, namun semuanya itu dilakukannya untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa laparnya, dan aku juga tahu, kepulan asap yang berasal dari daging hewan yang dibakar itu menggugah rasa laparnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tahu makanan itu mahal sekali baginya, butuh waktu 3-4 hari bekerja seperti ini hanya untuk menyantap sepiring makanan itu, dia hanya bisa melihat dengan rasa lapar yang aku yakin akan membunuhnya sebentar lagi, dan dia berharap kalau orang-orang itu segera pergi dari situ, pergi dengan kendaraan mewahnya, karena dia hanya bisa mengambil sedikit sedekah dari mereka yang sudah memarkirkan kendaraannya di setapak jalan itu.
diarah jam 4 kehidupanku
seorang gadis berparas cantik, dengan tubuh terbalut pakaian yang ketat, menonjolkan setiap sisi dan area kemolekan tubuhnya, berjalan terburu-buru, melihat jamnya, seakan dia sedang dikejar oleh perasaan bersalah, dan dia sampai ke sebiah tempat, bertemu dengan seorang pria yang sudah paruh baya yang kelihatan sudah sangat mapan, dan pria itu tersenyum kepadanya, dan kemudian mereka pergi kesebuah tempat yang mereka sebut dengan hotel, disana gadis tadi, membuka seluruh pakaiannya, membiarkan dirinya dicumbu, disentuh, dicium dan membiarkan pria paruh baya itu memainkan tubuhnya sepuasnya, dan dengan daya tarik gadis itu, pria paruh baya itu merasakan orgasme berulang-ulang, dan tidak lama kemudian pria itu memberikan sejumlah uang yang cukup besar kepada gadis itu, dan menciumnya sekali lagi kemudian pergi, sedangkan gadis itu masih menghitung uang itu dengan tubuh telanjangnya, dan setelah menghitungnya, dia mandi dan memakai bajunya lagi, bersolek lagi, lalu pergi ke pria lain yang sudah menunggunya juga, dia tidak rela dan tidak mau sebenarnya menjadi seorang pelacur, namun dia merasa tidak mempunyai keahlian dan kemampuan apa-apa lagi, dan dia membutuhkan uang untuk membayar kuliahnya dan gaya hidupnya yang mewah.
diarah jam 5 kehidupanku.
seoarang wanita ditemani suaminya, menahan rasa sakit, rasa sakit yang luar biasa itu dia tahan sedemikian rupa, sehingga dia harus menyelipkan sebuah handuk diantara mulutnya untuk menahan rasa sakit, dan suaminya berusaha menghiburnya, berkata terus menerus kalau semua akan baik-baik saja, dan anak yang mereka tunggu itu akan segera lahir, dan dokter yang mengerjakan persalinan itu berusaha sedemikian keras, berusaha menutupi kegugupannya, karena ini adalah persalinan pertamanya, dan dengan usaha yang keras, dia berhasil membantu wanita itu untuk melahirkan bayinya, namun semua rasa bahagia itu berubah menjadi kesedihan yang amat sangat, karena sang bayi ternyata cacat, tidak mempunyai kaki, hanyalah tangan, dan mempunyai tumor dikepalanya yang besar...dan pada saat sang ibu itu melihat anaknya, dia hanya bisa menangis histeris, berteriak tidak karuan, mengatakan TIDAAAK sekencang-kencangnya, dan dengan rasa sedih yang amat mendalam, dia melihat bayi yang ada didepannya menangis, seakan berkata :"ibu, akulah anakmu....aku sayang kepadamu"...namun karena rasa sedih ibu itu sudah sampai pada titik puncaknya, ibu itu menyuruh dokter itu untuk membunuh bayi itu dengan obat toksin, dan sang suami yang sama sedihnya ikut mendukung keputusan istrinya itu, dan sang dokter pun merasa lega dan senang, karena dia tahu bayi itu menjadi seperti itu karena kesalahannya, dia pernah salah menyuntikkan obat yang salah kepada ibu itu, dan sekarang dengan kematian bayi itu, dia akan terbebas dari hukuman penjara, dan bayi itu masih menangis, seakan berkata :"ibu, engkau pernah berkata kepadaku sebelum aku lahir, kalau engkau akan menjagaku, mengasihiku, tetapi kenapa sekarang engkau membuangku? tidakkah kau lihat aku menyayangimu?"
diarah jam 6 kehidupanku.
aku melihat seseorang sedang dipukuli puluhan orang, mereka memukuli orang itu hanya karena dia sedang berdiri, menunggu bus yang akan mengantarkannya ketempat tujuannya, dan orang-orang ramai itu kalah berjudi dan mengatakan kalau semua kesialannya itu dikarenakan ada orang yang berbeda etnis dan ras berdiri didekat mereka, dan dengan liarnya mereka memukuli orang m itu, mengencinginya, dan melempari orang itu dengan segala macam benda yang bisa mereka lempar, batu, buah-buahan busuk, pecahan kaca, kayu...semuanya
orang itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tahu kalau dia adalah suku minoritas, dimana dia tidak mempunyai kekuatan, dia hidup dimana rasialis sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan dia tahu kalau suatu hari kejadian ini akan menimpanya, namun dia tidak menyangka kalau kejadian itu akan secepat itu datangnya.
diarah jam 7 kehidupanku
seorang wanita memasuki pelataran parkir sebuah gedung, dan dari penampilannya aku tahu kalau dia orang kaya, dari gerak-geriknya, bisa terbaca kalau dia adalah seorang wanita yang tidak pernah puas, dia masuk kedalam gedung itu dan naik kelantai 4, bertemu dengan dokter pribadinya, dia menganggap dokter ini adalah tuhannya, karena dokter ini sudah berkali-kali mengoperasi bagian tubuh wanita itu menjadi lebih menarik, lebih sempurna, dan seperti sifatnya, wanita ini tidak pernah merasa puas... mulai dari dahi, hidung, bibir, lidah, leher, payudara, perut, lemak, vagina, kaki, paha, semua dioperasinya, sehingga tidak ada orang yang tahu bagaimana sebenenya rupa aslinya....dan tidak peduli berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya operasi itu, dia rela membayarnya, asalkan tubuhnya menjadi lebih sempurna dan terus sempurna.... dan dari apa yang kudengar, dia ingin mengoperasi seluruh kulit yang ada ditubuhnya, karena dia merasa kalau kulit tubuhnya sudah mulai terlihaat tua, dan dia ingin menggantinya dengan yang lebih muda, dan untuk informasi aja, dia baru berumur 26 tahun.
diarah jam 8 kehidupanku.
aku melihat seorang pria yang pulang kerumahnya, disambut oleh anak dan istrinya, sang suami mencium anaknya dengan penuh rasa sayang, dan kemudian mencium kening istrinya, sang istri begitu cinta kepada suaminya, hingga ia rela kehilangan kakinya pada saat dia medorong suaminya agar terhindar dari bus yang tidak sengaja hampir menabrak suaminya, dan kini sang istri hanya bisa duduk diatas kursi roda, walau begitu, dia masih mencintai suaminya, dan mensyukuri kehidupannya, beberapa saat kemudian, sang istri dengan susah payah menyiapkan makanan untuk suaminya, tetapi suaminya pergi kekamar tidur, dan memilih untuk tidur saja, tanpa penjelasan apa-apa, sang istri masuk kekamar, dan berusaha menanyakan keadaan suaminya, tetapi tamparan keras dipipi yang didapat oleh istrinya, sang suami marah karena istrinya bertanya terlalu banyak...sang suami pergi tidur, namun dia tida tidur, dia masih terbayang-bayang oleh tubuh lucy, selingkuhannya di kantor, yang masih muda, cantik, dan bertubuh indah, dengan lucy, dia merasa benar-benar mejadi pria seutuhnya, karena lucy bisa membuatnya orgasme berkali-kali, berbeda dengan istrinya yang tidak lagi bisa melayani kebutuhan nafsunya, hanya oral sex dan oral sex saja yang bisa diberikan istrinya...sang istri sudah diperlakukan begitu sejak bertahun-tahun lalu, dan dia tahu sang suami sering berselingkuh, namun hanya tangisan dimalam hari yang bisa membuat sang istri merasa lega, dan dia tidak mau menceraikan suaminya, karena dia cinta kepada suaminya, dan perceraian bukanlah jawaban untuk masalah ini...dan dia berdoa setiap hari, memohon agar suaminya dapat kembali menjadi seperti pria yang melamarnya, dimana cinta suaminya penuh untuk dirinya...
diarah jam 9 kehidupanku.
aku melihat sebuah asap dan api yang keluar dari sebuah apartemen, api begitu dashyat, mengundang kepanikan dan rasa takut bagi penghuni lain apartemen itu, dilantai 30, terjadi kebakaran, terjadi karena seorang pemuda begitu mabuknya, dia tidak sadar kalau dia menyalakan gas untuk memasak, dan diruangan itu ada anaknya yang masih kecil, 4-5 tahun, bermain boneka beruang,anak yang ditinggalkan oleh bekas istrinya untuk dia jaga, dan pada saat itu dia mabuk, ingin merasakan apa rasanya hidup, ingin sekali minum, ingin sekali merokok, dan api pada percikan ketiga yang keluar dari korek kebanggaannya itu ternyata adalah akhir dari hidupnya dan anaknya. gas itu bersatu dengan api, menyebabkan ledakan yang hebat, membangunkan orang-orang lain yang berada dalam apartemen itu, membuat pemadam kebakaran, polisi dan paramedis harus bekerja keras untuk mengeluarkan orang-orang itu yang berada didalam gedung itu, namun tangga penolong yang dikeluarkan oleh pemadam kebakaran itu tidak sampai kepada lantai itu, hanya sampai kepada lantai 24, dan mereka bingung karena gedung itu terdiri dari 60 lantai. dan air begitu susah didapat, karena pada saat itu terjadi kekeringan didaerah itu, dan mereka berharap kalau hujan tiba, namun jangan harap. karena musim pada saat itu adalah kemarau.
dan akhirnya korban jiwa terdiri dari 120 orang, disebabkan hanyalah oleh kelalaian satu orang....
diarah jam 10 kehidupanku.
aku melihat kumpulan tentara, sekitar 5-10 orang, memegang senjata mereka dengan gagahnya, mengendap-ngendap kedalam rumah-rumah, berjaga-jaga kalau-kalau ada orang yang mengetahui keberadaan mereka, dan dengan begitu cepat, mereka mendobrak sebuah rumah, bergerak begitu cepat, mencari sang pria, sang kepala keluarga, lalu menodongkan senjata mereka ke kepala pria itu, dan menyuruh anggota keluarganya untuk masuk kedalam satu ruangan yang kemudian dikunci. dan sang pria itu dibawa dengan paksa....dan dari apa yang kudengar, esok harinya pria itu ditemukan telanjang, dengan muka hancur, 3 peluru dikerangka kepalanya, 15 peluru di badannya, 2 di kaki kanannya, dan 4 peluru di tangannya, dia dibunuh karena dia orang jujur yang terus menerus memperjuangkan hak-hak manusia di bumi ini... aku tahu kematian selalu menjemput orang baik yang tidak bersalah, namun aku harap kematiannya tidaklah sia-sia, karena 4 orang anak sng pria itu bertekad akan menjadi seperti ayahnya, jujur dan memperjuangkan kemanusiaan.
diarah jam 11 kehidupanku
aku melihat banyak sekali kerusuhan, dan penjarahan yang terjadi, mereka membakar, merusak, mengambil barang-barang orang lain, menganiaya semua orang yang tidak setuju dengan mereka, dengan kekuatannya, mereka berusaha untuk merubah semua pakem dan aturan yang sudah mereka jalani sebelumnya, mereka merasa tidak puas, bodoh, padahal peraturan itu sudah sangat adil...namun mereka membuat isu-isu yang tidak benar, memojokkan orang benar, menjegal orang-orang lemah, memeras orang-orang miskin dengan ribuan peraturan, padahal mereka tinggal didalam lingkungan dan tempat yang sama, mereka tidak peduli, yang mereka pedulikan hanyalah kepuasan dan kepentingan kelompok mereka, apapun caranya.... baik itu korupsi, kolusi dan lainnya, peras sebanyak mungkin orang yang bisa diperas, dan berikan mereka aturan dan kesusahan yang sangat banyak, hingga mereka tidak bisa menuntut balik semua kerugian yang mereka alami. bukankah begitu cara dunia bermain saat ini?
diarah jam 12 kehidupanku
aku melihat sebuah pintu, pintu besar yang megah, dengan namaku ditulis dengan ukiran yang indah itu didaun pintu itu, pintu itu begitu jauh, begitu mempesona, garis menit berhenti diarah pukul 12.00, segaris dengan arah pintu itu, aku yakin pintu itu hanyalah untukku, karena disamping kanan dan kiri pintu itu, malaikat penjagaku memanggilku..
aku yakin ada sesuatu yang menungguku dibalik pintu itu, aku yakin, dengan segenap hati dan akalku, aku harus berjalan kepintu itu dan membukanya... kini saatnya aku berjalan kearah pintu itu, dan aku tidak bisa menceritakan apa yang ada dibalik pintu itu, karena aku rasa aku tidak bisa kembali ke ruangan ini lagi..
namun sebelum aku pergi, kuharap kamu bisa melihat 11 jam dalam kehidupanku, dimana semuanya memang tidak adil, kejam, dan juga keras, namun jangan hanya itu yang kamu lihat, percayalah masih ada banyak sekali kebaikan, keindahan yang ada didalam dunia ini, karena pada arah jam 1.20 kehidupanku, aku melihat seseorang membantu membuatkan kursi roda untuk mereka yang tidak mempunyai kaki, dan pada arah jam 5.12 pada kehidupanku, aku melihat banyak sekali orang berkumpul pada suatu tempat, menanam pohon-pohon yang sudah rusak, membuat dunia ini hijau kembali....
ups, aku rasa aku harus pergi sekarang, sampai jumpa temanku... pintu itu sudah terbuka sedikit untukku sekarang,dan malaikat penjagaku sudah memanggilku lagi untuk menghampirinya kurasa aku harus berjalan sekarang, semoga kamu dapat mendapatkan pintumu juga.
kini aku berdiri di tengah sorot lampu itu, pada sat aku menunduk kebawah, ada sebuah 3 buah garis tebal yang kurasa terbuat dari baja berwarna kekuningan, dan pada saat aku melihat semuanya, ternyata ini adalah lingkaran waktu, sebuah jam, yang ternyata setiap garis ini adalah garis jam, garis menit dan garis detik... dan inilah yang kulihat
diarah jam 1 kehidupanku
aku melihat seorang anak kecil, tertidur pulas, dengan wajah yang kotor, dengan tubuh yang kurus, memakai baju usang berwarna merah, tertidur begitu pulas, seakan melupakan betapa kejamnya dunia ini terhadapnya, dimana dunia seharusnya memberikan kesenangan dan waktu bermain untuknya, tetapi dia harus bekerja meminta uang kepada setiap pengendara yang melalui dirinya, dia tertidur diantara hembusan debu yang aku yakin akan merusak kulit dan juga jantungnya...namun dia tertidur begitu lelap, dan bantalannya adalah batu trotoar, batu yang sudah diinjak oleh jutaan orang yang melewatinya, batu yang sudah terkubur oleh kumpulan debu dan asap. namun batu itu bagaikan bantal penyangga untuk kepalanya, dan dia tertidur pulas dan aku melihatnya tersenyum dalam hidupnya.
diarah jam 2 kehidupanku.
aku melihat seorang bapak, ayah, pemimpin keluarga, yang sedang duduk didinding, berteduh dari teriknya sinar matahari, mengipas-ngipaskan lengan bajunya, berharap kalau cuaca menjadi mendung tetapi tidak sampai hujan, namun kurasa harapannya itu tidaklah datang, dengan wajah capai dan badan yang letih, dia termenung, memikirkan berapa banyak lagi sampah yang harus ia sapu disepanjang jalan ini? dan berapa penghasilan yang akan dia dapat? dan apakah penghasilan itu akan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya? hanya rokok di mulutnya yang seakan bergumam untuknya. dengan baju oranyenya, dia melihat sapu miliknya, berharap kalau sapu itu bisa melakukan tugasnya sendiri, namun dia tahu kalau dia adalah seorang pemimpin, seorang kepala rumah tangga, dia tahu sebesar apapun impian itu, meyapu jalanan ini adalah tugasnya, dia harus mencari nafkah, pulang kerumah dengan uang yang tidak seberapa, dan memberikan uang itu kepada istrinya untuk kebutuhan sehari-harinya. dan dia sudah mengirim surat kepada pemerintah, surat ucapan terimakasih atas penolakan kenaikan upahnya, yang dengan frustasinya dia kirimkan sendiri.
diarah jam 3 kehidupanku.
aku melihat seorang wanita, belum terlalu tua, namun pandangan matanya kosong, tidak hidup, dia duduk diantara vas bunga yang terjejer rapi di batu pemisah jalan, memegang uang recehan yang terdiri dari uang logam, dan beberapa uang kertas dengan nominal 1000 rupiah, dan dihadapannya terdapat banyak orang, duduk, berpasangan, bercanda, tertawa dan menyantap setiap makanan yang mereka pesan. dan wanita itu bertahan, bertahan duduk disana, melawan rasa laparnya sendiri, dan apabila dia tidak kuat menahan laparnya, dia menghitung uang yang terus dipegangnya itu, dia sudah tahu berapa banyak jumlah uangnya, namun semuanya itu dilakukannya untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa laparnya, dan aku juga tahu, kepulan asap yang berasal dari daging hewan yang dibakar itu menggugah rasa laparnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tahu makanan itu mahal sekali baginya, butuh waktu 3-4 hari bekerja seperti ini hanya untuk menyantap sepiring makanan itu, dia hanya bisa melihat dengan rasa lapar yang aku yakin akan membunuhnya sebentar lagi, dan dia berharap kalau orang-orang itu segera pergi dari situ, pergi dengan kendaraan mewahnya, karena dia hanya bisa mengambil sedikit sedekah dari mereka yang sudah memarkirkan kendaraannya di setapak jalan itu.
diarah jam 4 kehidupanku
seorang gadis berparas cantik, dengan tubuh terbalut pakaian yang ketat, menonjolkan setiap sisi dan area kemolekan tubuhnya, berjalan terburu-buru, melihat jamnya, seakan dia sedang dikejar oleh perasaan bersalah, dan dia sampai ke sebiah tempat, bertemu dengan seorang pria yang sudah paruh baya yang kelihatan sudah sangat mapan, dan pria itu tersenyum kepadanya, dan kemudian mereka pergi kesebuah tempat yang mereka sebut dengan hotel, disana gadis tadi, membuka seluruh pakaiannya, membiarkan dirinya dicumbu, disentuh, dicium dan membiarkan pria paruh baya itu memainkan tubuhnya sepuasnya, dan dengan daya tarik gadis itu, pria paruh baya itu merasakan orgasme berulang-ulang, dan tidak lama kemudian pria itu memberikan sejumlah uang yang cukup besar kepada gadis itu, dan menciumnya sekali lagi kemudian pergi, sedangkan gadis itu masih menghitung uang itu dengan tubuh telanjangnya, dan setelah menghitungnya, dia mandi dan memakai bajunya lagi, bersolek lagi, lalu pergi ke pria lain yang sudah menunggunya juga, dia tidak rela dan tidak mau sebenarnya menjadi seorang pelacur, namun dia merasa tidak mempunyai keahlian dan kemampuan apa-apa lagi, dan dia membutuhkan uang untuk membayar kuliahnya dan gaya hidupnya yang mewah.
diarah jam 5 kehidupanku.
seoarang wanita ditemani suaminya, menahan rasa sakit, rasa sakit yang luar biasa itu dia tahan sedemikian rupa, sehingga dia harus menyelipkan sebuah handuk diantara mulutnya untuk menahan rasa sakit, dan suaminya berusaha menghiburnya, berkata terus menerus kalau semua akan baik-baik saja, dan anak yang mereka tunggu itu akan segera lahir, dan dokter yang mengerjakan persalinan itu berusaha sedemikian keras, berusaha menutupi kegugupannya, karena ini adalah persalinan pertamanya, dan dengan usaha yang keras, dia berhasil membantu wanita itu untuk melahirkan bayinya, namun semua rasa bahagia itu berubah menjadi kesedihan yang amat sangat, karena sang bayi ternyata cacat, tidak mempunyai kaki, hanyalah tangan, dan mempunyai tumor dikepalanya yang besar...dan pada saat sang ibu itu melihat anaknya, dia hanya bisa menangis histeris, berteriak tidak karuan, mengatakan TIDAAAK sekencang-kencangnya, dan dengan rasa sedih yang amat mendalam, dia melihat bayi yang ada didepannya menangis, seakan berkata :"ibu, akulah anakmu....aku sayang kepadamu"...namun karena rasa sedih ibu itu sudah sampai pada titik puncaknya, ibu itu menyuruh dokter itu untuk membunuh bayi itu dengan obat toksin, dan sang suami yang sama sedihnya ikut mendukung keputusan istrinya itu, dan sang dokter pun merasa lega dan senang, karena dia tahu bayi itu menjadi seperti itu karena kesalahannya, dia pernah salah menyuntikkan obat yang salah kepada ibu itu, dan sekarang dengan kematian bayi itu, dia akan terbebas dari hukuman penjara, dan bayi itu masih menangis, seakan berkata :"ibu, engkau pernah berkata kepadaku sebelum aku lahir, kalau engkau akan menjagaku, mengasihiku, tetapi kenapa sekarang engkau membuangku? tidakkah kau lihat aku menyayangimu?"
diarah jam 6 kehidupanku.
aku melihat seseorang sedang dipukuli puluhan orang, mereka memukuli orang itu hanya karena dia sedang berdiri, menunggu bus yang akan mengantarkannya ketempat tujuannya, dan orang-orang ramai itu kalah berjudi dan mengatakan kalau semua kesialannya itu dikarenakan ada orang yang berbeda etnis dan ras berdiri didekat mereka, dan dengan liarnya mereka memukuli orang m itu, mengencinginya, dan melempari orang itu dengan segala macam benda yang bisa mereka lempar, batu, buah-buahan busuk, pecahan kaca, kayu...semuanya
orang itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tahu kalau dia adalah suku minoritas, dimana dia tidak mempunyai kekuatan, dia hidup dimana rasialis sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan dia tahu kalau suatu hari kejadian ini akan menimpanya, namun dia tidak menyangka kalau kejadian itu akan secepat itu datangnya.
diarah jam 7 kehidupanku
seorang wanita memasuki pelataran parkir sebuah gedung, dan dari penampilannya aku tahu kalau dia orang kaya, dari gerak-geriknya, bisa terbaca kalau dia adalah seorang wanita yang tidak pernah puas, dia masuk kedalam gedung itu dan naik kelantai 4, bertemu dengan dokter pribadinya, dia menganggap dokter ini adalah tuhannya, karena dokter ini sudah berkali-kali mengoperasi bagian tubuh wanita itu menjadi lebih menarik, lebih sempurna, dan seperti sifatnya, wanita ini tidak pernah merasa puas... mulai dari dahi, hidung, bibir, lidah, leher, payudara, perut, lemak, vagina, kaki, paha, semua dioperasinya, sehingga tidak ada orang yang tahu bagaimana sebenenya rupa aslinya....dan tidak peduli berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya operasi itu, dia rela membayarnya, asalkan tubuhnya menjadi lebih sempurna dan terus sempurna.... dan dari apa yang kudengar, dia ingin mengoperasi seluruh kulit yang ada ditubuhnya, karena dia merasa kalau kulit tubuhnya sudah mulai terlihaat tua, dan dia ingin menggantinya dengan yang lebih muda, dan untuk informasi aja, dia baru berumur 26 tahun.
diarah jam 8 kehidupanku.
aku melihat seorang pria yang pulang kerumahnya, disambut oleh anak dan istrinya, sang suami mencium anaknya dengan penuh rasa sayang, dan kemudian mencium kening istrinya, sang istri begitu cinta kepada suaminya, hingga ia rela kehilangan kakinya pada saat dia medorong suaminya agar terhindar dari bus yang tidak sengaja hampir menabrak suaminya, dan kini sang istri hanya bisa duduk diatas kursi roda, walau begitu, dia masih mencintai suaminya, dan mensyukuri kehidupannya, beberapa saat kemudian, sang istri dengan susah payah menyiapkan makanan untuk suaminya, tetapi suaminya pergi kekamar tidur, dan memilih untuk tidur saja, tanpa penjelasan apa-apa, sang istri masuk kekamar, dan berusaha menanyakan keadaan suaminya, tetapi tamparan keras dipipi yang didapat oleh istrinya, sang suami marah karena istrinya bertanya terlalu banyak...sang suami pergi tidur, namun dia tida tidur, dia masih terbayang-bayang oleh tubuh lucy, selingkuhannya di kantor, yang masih muda, cantik, dan bertubuh indah, dengan lucy, dia merasa benar-benar mejadi pria seutuhnya, karena lucy bisa membuatnya orgasme berkali-kali, berbeda dengan istrinya yang tidak lagi bisa melayani kebutuhan nafsunya, hanya oral sex dan oral sex saja yang bisa diberikan istrinya...sang istri sudah diperlakukan begitu sejak bertahun-tahun lalu, dan dia tahu sang suami sering berselingkuh, namun hanya tangisan dimalam hari yang bisa membuat sang istri merasa lega, dan dia tidak mau menceraikan suaminya, karena dia cinta kepada suaminya, dan perceraian bukanlah jawaban untuk masalah ini...dan dia berdoa setiap hari, memohon agar suaminya dapat kembali menjadi seperti pria yang melamarnya, dimana cinta suaminya penuh untuk dirinya...
diarah jam 9 kehidupanku.
aku melihat sebuah asap dan api yang keluar dari sebuah apartemen, api begitu dashyat, mengundang kepanikan dan rasa takut bagi penghuni lain apartemen itu, dilantai 30, terjadi kebakaran, terjadi karena seorang pemuda begitu mabuknya, dia tidak sadar kalau dia menyalakan gas untuk memasak, dan diruangan itu ada anaknya yang masih kecil, 4-5 tahun, bermain boneka beruang,anak yang ditinggalkan oleh bekas istrinya untuk dia jaga, dan pada saat itu dia mabuk, ingin merasakan apa rasanya hidup, ingin sekali minum, ingin sekali merokok, dan api pada percikan ketiga yang keluar dari korek kebanggaannya itu ternyata adalah akhir dari hidupnya dan anaknya. gas itu bersatu dengan api, menyebabkan ledakan yang hebat, membangunkan orang-orang lain yang berada dalam apartemen itu, membuat pemadam kebakaran, polisi dan paramedis harus bekerja keras untuk mengeluarkan orang-orang itu yang berada didalam gedung itu, namun tangga penolong yang dikeluarkan oleh pemadam kebakaran itu tidak sampai kepada lantai itu, hanya sampai kepada lantai 24, dan mereka bingung karena gedung itu terdiri dari 60 lantai. dan air begitu susah didapat, karena pada saat itu terjadi kekeringan didaerah itu, dan mereka berharap kalau hujan tiba, namun jangan harap. karena musim pada saat itu adalah kemarau.
dan akhirnya korban jiwa terdiri dari 120 orang, disebabkan hanyalah oleh kelalaian satu orang....
diarah jam 10 kehidupanku.
aku melihat kumpulan tentara, sekitar 5-10 orang, memegang senjata mereka dengan gagahnya, mengendap-ngendap kedalam rumah-rumah, berjaga-jaga kalau-kalau ada orang yang mengetahui keberadaan mereka, dan dengan begitu cepat, mereka mendobrak sebuah rumah, bergerak begitu cepat, mencari sang pria, sang kepala keluarga, lalu menodongkan senjata mereka ke kepala pria itu, dan menyuruh anggota keluarganya untuk masuk kedalam satu ruangan yang kemudian dikunci. dan sang pria itu dibawa dengan paksa....dan dari apa yang kudengar, esok harinya pria itu ditemukan telanjang, dengan muka hancur, 3 peluru dikerangka kepalanya, 15 peluru di badannya, 2 di kaki kanannya, dan 4 peluru di tangannya, dia dibunuh karena dia orang jujur yang terus menerus memperjuangkan hak-hak manusia di bumi ini... aku tahu kematian selalu menjemput orang baik yang tidak bersalah, namun aku harap kematiannya tidaklah sia-sia, karena 4 orang anak sng pria itu bertekad akan menjadi seperti ayahnya, jujur dan memperjuangkan kemanusiaan.
diarah jam 11 kehidupanku
aku melihat banyak sekali kerusuhan, dan penjarahan yang terjadi, mereka membakar, merusak, mengambil barang-barang orang lain, menganiaya semua orang yang tidak setuju dengan mereka, dengan kekuatannya, mereka berusaha untuk merubah semua pakem dan aturan yang sudah mereka jalani sebelumnya, mereka merasa tidak puas, bodoh, padahal peraturan itu sudah sangat adil...namun mereka membuat isu-isu yang tidak benar, memojokkan orang benar, menjegal orang-orang lemah, memeras orang-orang miskin dengan ribuan peraturan, padahal mereka tinggal didalam lingkungan dan tempat yang sama, mereka tidak peduli, yang mereka pedulikan hanyalah kepuasan dan kepentingan kelompok mereka, apapun caranya.... baik itu korupsi, kolusi dan lainnya, peras sebanyak mungkin orang yang bisa diperas, dan berikan mereka aturan dan kesusahan yang sangat banyak, hingga mereka tidak bisa menuntut balik semua kerugian yang mereka alami. bukankah begitu cara dunia bermain saat ini?
diarah jam 12 kehidupanku
aku melihat sebuah pintu, pintu besar yang megah, dengan namaku ditulis dengan ukiran yang indah itu didaun pintu itu, pintu itu begitu jauh, begitu mempesona, garis menit berhenti diarah pukul 12.00, segaris dengan arah pintu itu, aku yakin pintu itu hanyalah untukku, karena disamping kanan dan kiri pintu itu, malaikat penjagaku memanggilku..
aku yakin ada sesuatu yang menungguku dibalik pintu itu, aku yakin, dengan segenap hati dan akalku, aku harus berjalan kepintu itu dan membukanya... kini saatnya aku berjalan kearah pintu itu, dan aku tidak bisa menceritakan apa yang ada dibalik pintu itu, karena aku rasa aku tidak bisa kembali ke ruangan ini lagi..
namun sebelum aku pergi, kuharap kamu bisa melihat 11 jam dalam kehidupanku, dimana semuanya memang tidak adil, kejam, dan juga keras, namun jangan hanya itu yang kamu lihat, percayalah masih ada banyak sekali kebaikan, keindahan yang ada didalam dunia ini, karena pada arah jam 1.20 kehidupanku, aku melihat seseorang membantu membuatkan kursi roda untuk mereka yang tidak mempunyai kaki, dan pada arah jam 5.12 pada kehidupanku, aku melihat banyak sekali orang berkumpul pada suatu tempat, menanam pohon-pohon yang sudah rusak, membuat dunia ini hijau kembali....
ups, aku rasa aku harus pergi sekarang, sampai jumpa temanku... pintu itu sudah terbuka sedikit untukku sekarang,dan malaikat penjagaku sudah memanggilku lagi untuk menghampirinya kurasa aku harus berjalan sekarang, semoga kamu dapat mendapatkan pintumu juga.
Thursday, February 16, 2006
(130) 1:65 M
kenapa kamu harus berubah? aku tahu saat ini dunia sedang berubah, namun berubahlah sesuai dengan apa yang engkau mau, bukan apa yang orang lain mau...terlalu konyol melihatmu menuruti keinginan mereka saat ini, lepaskan topi konyol itu, dan buang warna merah merona yang ada di pipimu ini, astaga, kau ini manusia, bukan badut atau boneka...apa yang membuatmu buta? apa yang membuatmu berpikir kalau mereka membuatmu lebih baik?
yang kaulakukan hanyalah menyenangkan mereka, bukan menyenangkan dirimu..
jangan buang dirimu untuk sesuatu yang tidak jelas, jangan buka dirimu kepada mereka yang ingin melihat dirimu, dan jangan matikan dirimu sendiri...jangan berubah untuk orang lain, namun berubahlah untuk dirimu sendiri...
aku tahu dunia ini sedang berubah, berubah menjadi lebih buruk rupa, dan kurasa aku juga tidak akan berubah, aku masih memakai celana jeans yang sama, backpack merah yang sama, kaos kesukaanku yang sama, dan kurasa ini adalah aku, aku yang benar-benar aku....ayolah, dunia ini mempunyai 65 juta orang didalamnya, dan tidakkah menarik kalau kita menjadi diri kita sendiri dan bukan menjadi orang lain....rubah pikiranmu, jangan biarkan dirimu dirubah menjadi orang lain, tetapi jadikanlah orang lain yang menjadi dirimu...tidakkah itu lebih asik dan lebih menarik?
tidak perlu engkau membandingkan dirimu dengan orang lain, karena perbandingan itu tidaklah logis dan masuk akal, karena semirip apapun engkau mencoba membandingkan, dia tetaplah dia, dan engkau tetaplah engkau, tidak ada gunanya engkau berpikir begitu keras untuk sesuatu yang begitu jelas...
yang kaulakukan hanyalah menyenangkan mereka, bukan menyenangkan dirimu..
jangan buang dirimu untuk sesuatu yang tidak jelas, jangan buka dirimu kepada mereka yang ingin melihat dirimu, dan jangan matikan dirimu sendiri...jangan berubah untuk orang lain, namun berubahlah untuk dirimu sendiri...
aku tahu dunia ini sedang berubah, berubah menjadi lebih buruk rupa, dan kurasa aku juga tidak akan berubah, aku masih memakai celana jeans yang sama, backpack merah yang sama, kaos kesukaanku yang sama, dan kurasa ini adalah aku, aku yang benar-benar aku....ayolah, dunia ini mempunyai 65 juta orang didalamnya, dan tidakkah menarik kalau kita menjadi diri kita sendiri dan bukan menjadi orang lain....rubah pikiranmu, jangan biarkan dirimu dirubah menjadi orang lain, tetapi jadikanlah orang lain yang menjadi dirimu...tidakkah itu lebih asik dan lebih menarik?
tidak perlu engkau membandingkan dirimu dengan orang lain, karena perbandingan itu tidaklah logis dan masuk akal, karena semirip apapun engkau mencoba membandingkan, dia tetaplah dia, dan engkau tetaplah engkau, tidak ada gunanya engkau berpikir begitu keras untuk sesuatu yang begitu jelas...
Monday, February 13, 2006
(129) Bleeding Building
kuperhatikan tiang penyanggaku saat ini, berbeda sekali dengan pada saat aku pertama kali dibangun, dimana setiap senti dan inchinya diukur secara tepat dan cermat..dimana setiap cat yang menempel di dindingku tidak boleh pudar dan tidak boleh terlihat kotor, dan aku diberi sebuah atap yang bagiku adalah sebuah topi yang indah, dan bayangkan betapa bahagianya aku pada saat itu, namun sekarang jaman sudah berubah, dimana manusia yang ada sekarang sudah tidak peduli lagi kepadaku, entah sudah berapa banyak manusia yang menempati badanku ini, tetapi semakin berganti manusianya, semakin tidak peduli mereka terhadapku..
kini lihat tiang penyanggaku, sudah mulai rusak dan berkarat oleh binatang pengerat, lihat dindingku, kulitku yang sudah mulai mengelupas dan mengeriput, lihat lantai kakiku, sudah mulai rusak, dan pecah, dan lihat jendelaku, mataku, sudah mulai layu dan tidak bersemangat, dan atapku, topiku sudah mulai hilang sedikit demi sedikit, sehingga aku bisa merasakan sinar matahari menembus melalui topiku menuju kakiku, dan yang paling parah adalah pada saat hujan, karena aku menjadi susah saat membersihkan diriku sendiri, dikarenakan terlalu banyak air kotor yang menempel di kulit dan kakiku...
ingin aku menjadi seperti dahulu, disaat aku masih bersinar, setiap orang memandangku dengan kagum, ramah, dan merasa membutuhkan aku, dan setiap manusia yang berdiam didalam diriku merasakan bahagia, dan aku juga merasa bahagia, karena aku bisa melihat mereka pada saat tertidur, dan mereka tertidur begitu lelap dan bahagia, dan anak-anak mereka, juga begitu menyayangiku, meskipun kadang-kadang mereka mencoret-coret kulitku, namun aku tidak marah, karena aku tahu mereka sedang bermain dengan diriku, aku merindukan mereka semua, mereka yang pernah merubah warna kulitku menjadi lebih muda dan kelam, mereka yang pernah merubah susunan dalam tubuhku, dan kadang-kadang aku merasa kalau peletakan mereka kadang tidak terlalu enak untukku, mereka yang dengan senang hati membersihkan setiap sudut badanku, mereka yang menjagaku, dan memberikan aku teman disaat aku kesepian...kemanakah mereka semua sekarang?
kini aku melihat semuanya sudah berubah, disekelilingku berdiri..mmm..entah harus kusebut teman ataukah musuh? gedung-gedung tinggi yang menjulang entah berapa tingginya, yang kadang apabila saat sedang menuju senja, aku tidak lagi bisa melihat matahari terbenam, karena mereka menutupi pandanganku kearah terbenamnya matahari, dan gedung-gedung itu terlihat begitu mewah dan berkilap pada saat malam, karena diterangi dengan lampu-lampu indah yang bercahaya, sedangkan diriku saat ini...menyedihkan, aku hanya diterangi dengan sinar bulan yang terkadang masuk kedalam badanku melalui atapku..
dan pada saat malam, sedih sekali aku melihat teman-temanku di samping, depan dan belakangku, yang dipenuhi dengan suara-suara bahagia.... sampai kapan aku harus menahan sedihku.... berbeda dengan teman-temanku yang sudah beberapa kali dirubah, aku belum pernah sekalipun mengalami renovasi sejak aku pertama kali dibangun....aku hanyalah sebuah rumah tua, yang sedang sekarat dan juga renta, aku berharap akan ada seseorang yang mau membantuku untuk merasakan hidup, sekali lagi saja, sebelum aku dihancurkan, karena aku tahu hanyalah tinggal menunggu waktu sebelum mesin-mesin raksasa itu datang dan memukulkan godam hitam yang besar itu untuk menghancurkan diriku...
kini lihat tiang penyanggaku, sudah mulai rusak dan berkarat oleh binatang pengerat, lihat dindingku, kulitku yang sudah mulai mengelupas dan mengeriput, lihat lantai kakiku, sudah mulai rusak, dan pecah, dan lihat jendelaku, mataku, sudah mulai layu dan tidak bersemangat, dan atapku, topiku sudah mulai hilang sedikit demi sedikit, sehingga aku bisa merasakan sinar matahari menembus melalui topiku menuju kakiku, dan yang paling parah adalah pada saat hujan, karena aku menjadi susah saat membersihkan diriku sendiri, dikarenakan terlalu banyak air kotor yang menempel di kulit dan kakiku...
ingin aku menjadi seperti dahulu, disaat aku masih bersinar, setiap orang memandangku dengan kagum, ramah, dan merasa membutuhkan aku, dan setiap manusia yang berdiam didalam diriku merasakan bahagia, dan aku juga merasa bahagia, karena aku bisa melihat mereka pada saat tertidur, dan mereka tertidur begitu lelap dan bahagia, dan anak-anak mereka, juga begitu menyayangiku, meskipun kadang-kadang mereka mencoret-coret kulitku, namun aku tidak marah, karena aku tahu mereka sedang bermain dengan diriku, aku merindukan mereka semua, mereka yang pernah merubah warna kulitku menjadi lebih muda dan kelam, mereka yang pernah merubah susunan dalam tubuhku, dan kadang-kadang aku merasa kalau peletakan mereka kadang tidak terlalu enak untukku, mereka yang dengan senang hati membersihkan setiap sudut badanku, mereka yang menjagaku, dan memberikan aku teman disaat aku kesepian...kemanakah mereka semua sekarang?
kini aku melihat semuanya sudah berubah, disekelilingku berdiri..mmm..entah harus kusebut teman ataukah musuh? gedung-gedung tinggi yang menjulang entah berapa tingginya, yang kadang apabila saat sedang menuju senja, aku tidak lagi bisa melihat matahari terbenam, karena mereka menutupi pandanganku kearah terbenamnya matahari, dan gedung-gedung itu terlihat begitu mewah dan berkilap pada saat malam, karena diterangi dengan lampu-lampu indah yang bercahaya, sedangkan diriku saat ini...menyedihkan, aku hanya diterangi dengan sinar bulan yang terkadang masuk kedalam badanku melalui atapku..
dan pada saat malam, sedih sekali aku melihat teman-temanku di samping, depan dan belakangku, yang dipenuhi dengan suara-suara bahagia.... sampai kapan aku harus menahan sedihku.... berbeda dengan teman-temanku yang sudah beberapa kali dirubah, aku belum pernah sekalipun mengalami renovasi sejak aku pertama kali dibangun....aku hanyalah sebuah rumah tua, yang sedang sekarat dan juga renta, aku berharap akan ada seseorang yang mau membantuku untuk merasakan hidup, sekali lagi saja, sebelum aku dihancurkan, karena aku tahu hanyalah tinggal menunggu waktu sebelum mesin-mesin raksasa itu datang dan memukulkan godam hitam yang besar itu untuk menghancurkan diriku...
Thursday, February 09, 2006
(128) Fear the FEAR!
kerlap..kerlip...bintang diatas sana, bintang yang menyinari gumpalan awan...seakan memberikan kesan tersendiri bukan kalau kita melihat keatas dan memberikan semua impian dan perasaan kita kedalam awan itu? dan bintang itu seakan menjawab seluruh harapan kita...
namun hari ini tidaklah demikian, semua hal yang kulihat tidaklah sama dengan apa yang kuharapkan...ketika aku melihat ke langit, hanyalah warna hitam gelap, pekat, sepekat hitamnya bola mataku, terasa menarik seluruh kekuatan dan juga ketakutanku kedalamnya.. pernahkah engkau merasa begitu takut? begitu putus asa, dan benar-benar tidak ada yang bisa dijadikan jalan keluarnya? yang kulihat adalah kilatan-kilatan petir yang seakan tidak ada hentinya dan juga peluru hujan yang seakan marah tanpa ampun, meneriakkan bunyi kencang seakan memarahi tanah, dan juga seakan tidak mau kalah, suhu juga berubah menjadi sangat dingin..sangat dingin hingga membuat tubuhku bergetar terus menerus..
dan jujur saja, aku tidak berani menatap keatas, tidak berani mendengar, tidak berani untuk berbuat apa-apa selain diam ditempatku berada, menerima peluru-peluru yang membasahi tubuhku dan membiarkan langit dipenuhi dengan kilatan-kilatan putih...karena aku takut apabila aku melihat keatas, salah satu dari kilatan petir itu akan melihatku mendongak dan menyambar diriku...apa yang aku rasa? tidak ada perasaan lain, selain rasa takut yang seakan diriku hanyalah seonggok daging yang dipenuhi rasa takut.. takut akan cuaca, takut akan diriku sendiri, karena aku tahu diriku bukanlah diriku yang sebelumnya, rasa takut ini membuatku tidak bisa berpikir dengan jelas, hanya gumaman-gumaman kata-kata yang tidak jelas yang bisa kuucapkan, tetapi jiwa dan hatiku terus menerus mengulang kata-kata yang sama... meskipun aku tidak tahu apa artinya..
yang kuinginkan adalah aku bisa keluar dari semua ini, tolong aku, seseorang, tarik aku dari sini, keluarkan jiwaku dari sini, dan berikan aku sedikit harapan, berikan aku bintang, berikan aku tanda kalau semua akan berjalan baik dan aku bisa keluar dari sini, tolong..jwaku berteriak lebih kencang....aku rasa tangisan yang kukeluarkan juga tidak akan sampai pada apa-apa..hanya keputusasaan, karena aku tahu tidak ada orang lain yang berada disini selain diriku sendiri, dan aku juga tahu tidak akan ada yang bisa mendengar suaraku, karena suara-suaraku kalah dengan nyanyian hujan ini...
rasa takutku, rasa putus-asaku, rasa ketidakberdayaanku semakin mempesona didepanku, seakan berjalan bersama dan mengejekku, pikiranku pun menambah nilai plus dari semuanya, yaitu dengan semakin memojokkan akal sehatku, dan mengatakan kalau ... " ini adalah waktumu! ini adalah saatnya engkau pergi!"....
Diam..diam..DIAAAAAM!!! kata-kata itu kutulis dengan begitu lantang, namun jujur saja, tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu...tidak ada...bahkan aku sendiri tidak mencoba untuk membuka mulutku...karena aku telah menyerah kepada rasa takutku, rasa ketidak berdayaanku...
tolong, seseorang, berikan aku satu titik bintang di awan, sehingga aku bisa berani mengangkat kepalaku, mendongakkan kepalaku, dan melihat...kalau ada secercah harapan diatas sana....meskipun aku tahu, meskipun bintang itu memang benar ada diatas sana, aku tidak akan bisa melihatnya, karena air hujan ini akan berubah menjadi duri-duri kecil yang akan merusaka dan memburamkan mataku, dan juga jiwaku...
namun hari ini tidaklah demikian, semua hal yang kulihat tidaklah sama dengan apa yang kuharapkan...ketika aku melihat ke langit, hanyalah warna hitam gelap, pekat, sepekat hitamnya bola mataku, terasa menarik seluruh kekuatan dan juga ketakutanku kedalamnya.. pernahkah engkau merasa begitu takut? begitu putus asa, dan benar-benar tidak ada yang bisa dijadikan jalan keluarnya? yang kulihat adalah kilatan-kilatan petir yang seakan tidak ada hentinya dan juga peluru hujan yang seakan marah tanpa ampun, meneriakkan bunyi kencang seakan memarahi tanah, dan juga seakan tidak mau kalah, suhu juga berubah menjadi sangat dingin..sangat dingin hingga membuat tubuhku bergetar terus menerus..
dan jujur saja, aku tidak berani menatap keatas, tidak berani mendengar, tidak berani untuk berbuat apa-apa selain diam ditempatku berada, menerima peluru-peluru yang membasahi tubuhku dan membiarkan langit dipenuhi dengan kilatan-kilatan putih...karena aku takut apabila aku melihat keatas, salah satu dari kilatan petir itu akan melihatku mendongak dan menyambar diriku...apa yang aku rasa? tidak ada perasaan lain, selain rasa takut yang seakan diriku hanyalah seonggok daging yang dipenuhi rasa takut.. takut akan cuaca, takut akan diriku sendiri, karena aku tahu diriku bukanlah diriku yang sebelumnya, rasa takut ini membuatku tidak bisa berpikir dengan jelas, hanya gumaman-gumaman kata-kata yang tidak jelas yang bisa kuucapkan, tetapi jiwa dan hatiku terus menerus mengulang kata-kata yang sama... meskipun aku tidak tahu apa artinya..
yang kuinginkan adalah aku bisa keluar dari semua ini, tolong aku, seseorang, tarik aku dari sini, keluarkan jiwaku dari sini, dan berikan aku sedikit harapan, berikan aku bintang, berikan aku tanda kalau semua akan berjalan baik dan aku bisa keluar dari sini, tolong..jwaku berteriak lebih kencang....aku rasa tangisan yang kukeluarkan juga tidak akan sampai pada apa-apa..hanya keputusasaan, karena aku tahu tidak ada orang lain yang berada disini selain diriku sendiri, dan aku juga tahu tidak akan ada yang bisa mendengar suaraku, karena suara-suaraku kalah dengan nyanyian hujan ini...
rasa takutku, rasa putus-asaku, rasa ketidakberdayaanku semakin mempesona didepanku, seakan berjalan bersama dan mengejekku, pikiranku pun menambah nilai plus dari semuanya, yaitu dengan semakin memojokkan akal sehatku, dan mengatakan kalau ... " ini adalah waktumu! ini adalah saatnya engkau pergi!"....
Diam..diam..DIAAAAAM!!! kata-kata itu kutulis dengan begitu lantang, namun jujur saja, tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu...tidak ada...bahkan aku sendiri tidak mencoba untuk membuka mulutku...karena aku telah menyerah kepada rasa takutku, rasa ketidak berdayaanku...
tolong, seseorang, berikan aku satu titik bintang di awan, sehingga aku bisa berani mengangkat kepalaku, mendongakkan kepalaku, dan melihat...kalau ada secercah harapan diatas sana....meskipun aku tahu, meskipun bintang itu memang benar ada diatas sana, aku tidak akan bisa melihatnya, karena air hujan ini akan berubah menjadi duri-duri kecil yang akan merusaka dan memburamkan mataku, dan juga jiwaku...
Monday, January 23, 2006
(127) *G*
pernahkah kamu merasa begitu bahagia dan terpenuhi? sehingga apapun yang kau lihat didepanmu, semuanya tidak lagi berarti? semua harta, semua kekayaan, semua nafsumu, semua keinginanmu tidak lagi membuatmu tertarik? pernahkah engkau merasa begitu bahagia dan terpenuhi sehingga engkau berharap pada saat itu engkau ingin mati dalam kebahagiaan itu? pernahkah engkau merasa begitu bahagia karena engkau sudah menemukan jawaban yang kaucari selama ini, dan puas akan jawabannya? hahaha...itulah perasaan yang aku alami sekarang... aku merasa begitu bahagia, dan aku sadar, kalau semuanya berjalan dengan begitu baik, begitu sempurna dan yang aku ucapkan hanyalah terimakasih dan terimakasih....
terimakasih karena aku sudah diberi cukup waktu untuk mendapatkan kebahagiaan itu, terimakasih karena aku sudah diingatkan untuk kembali ke asal mulaku, terimakasih karena jawaban yang aku cari ternyata tidak jauh dari pemikiran diriku sendiri, kurasa aku sudah memenuhi panggilan diriku untuk kembali, kembali menjadi seorang anak, menjadi anak dari pemilik surga... dan aku semakin yakin sekarang namaku akan dicantumkan dalam buku yang telah berada diatas sana...
terimakasihku atas suara-suara, petunjuk, berkat, dan juga cobaan yang kauberikan kepadaku, terimakasih malaikat penjagaku, engkau telah bertugas dengan begitu baik, dan maafkan aku juga kalau aku kadang-kadang tidak mendengarkan suara-suaramu...tetapi ketahuilah betapa aku rindu kepadaMu...yang ingin kulakukan sekarang adalah untuk menyenangkanMu...karena itu adalah tujuan hidupku...kirimkanlah malaikatmu lebih banyak lagi agar aku bisa menjaga tubuhku lebih suci lagi....
dan pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang mengejar-ngejar harta dan materi hanya untuk dilihat oleh manusia lain? karena engkau mengetahui kalau semua materi itu akan hilang suatu hari... pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang menjatuhkan orang lain, karena pada harinya justru mereka yang menjatuhkan yang akan lebih dijatuhkan....pernahkah engkau merasa dalam hidupmu, jiwamu berteriak karena ada sesuatu yang kurang? tetapi engkau malah berpura-pura tidak mendengarnya?...bangun dan dengarkanlah teriakan jiwamu sendiri...
kini waktu semakin jahat, dan waktu berjalan semakin cepat, mungkin waktu sedang berlari ke garis finish, karena kita semua merasa diperdaya oleh waktu, dan aku yakin saat ini Engkau sedang memilah-milah siapakah yang akan masuk kedalam sisimu, dan siapa yang tidak akan masuk kedalam sisimu, untuk mereka yang tidak terpanggil, aku meminta persiapan batinmu untuk menjalani semuanya...karena semua sudah direncanakan, semua sudah dibangun dengan begitu rupa...terimakasih atas penggenapan yang akan segera kaulakukan kepada dunia ini....
terimakasih karena aku sudah diberi cukup waktu untuk mendapatkan kebahagiaan itu, terimakasih karena aku sudah diingatkan untuk kembali ke asal mulaku, terimakasih karena jawaban yang aku cari ternyata tidak jauh dari pemikiran diriku sendiri, kurasa aku sudah memenuhi panggilan diriku untuk kembali, kembali menjadi seorang anak, menjadi anak dari pemilik surga... dan aku semakin yakin sekarang namaku akan dicantumkan dalam buku yang telah berada diatas sana...
terimakasihku atas suara-suara, petunjuk, berkat, dan juga cobaan yang kauberikan kepadaku, terimakasih malaikat penjagaku, engkau telah bertugas dengan begitu baik, dan maafkan aku juga kalau aku kadang-kadang tidak mendengarkan suara-suaramu...tetapi ketahuilah betapa aku rindu kepadaMu...yang ingin kulakukan sekarang adalah untuk menyenangkanMu...karena itu adalah tujuan hidupku...kirimkanlah malaikatmu lebih banyak lagi agar aku bisa menjaga tubuhku lebih suci lagi....
dan pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang mengejar-ngejar harta dan materi hanya untuk dilihat oleh manusia lain? karena engkau mengetahui kalau semua materi itu akan hilang suatu hari... pernahkah engkau merasa kasihan kepada mereka yang menjatuhkan orang lain, karena pada harinya justru mereka yang menjatuhkan yang akan lebih dijatuhkan....pernahkah engkau merasa dalam hidupmu, jiwamu berteriak karena ada sesuatu yang kurang? tetapi engkau malah berpura-pura tidak mendengarnya?...bangun dan dengarkanlah teriakan jiwamu sendiri...
kini waktu semakin jahat, dan waktu berjalan semakin cepat, mungkin waktu sedang berlari ke garis finish, karena kita semua merasa diperdaya oleh waktu, dan aku yakin saat ini Engkau sedang memilah-milah siapakah yang akan masuk kedalam sisimu, dan siapa yang tidak akan masuk kedalam sisimu, untuk mereka yang tidak terpanggil, aku meminta persiapan batinmu untuk menjalani semuanya...karena semua sudah direncanakan, semua sudah dibangun dengan begitu rupa...terimakasih atas penggenapan yang akan segera kaulakukan kepada dunia ini....
Sunday, January 22, 2006
(126) Pleases out-side inside!
akhir-akhir ini ketakutan menjadi teman dekatku....ketakutan karena awan terlalu gelap dan meneriakkan sambaran-sambaran petir yang seakan menarik tubuhku kedalam kegelapan itu, pada saat aku berjalan, dan pada saat kulihat keatas, hanya warna putih buram, abu-abu dan hitam yang kulihat, dan dengan senyuman dari awan itu yang membuatku takut, dan apabila kulihat kearah kejauhan, yang kulihat hanyalah gedung-gedung tinggi, dengan background berwarna hitam dan abu-abu dengan sambaran-sambaran petir yang menampilkan silhouette gedung tinggi itu, dan seakan mereka siap menghancurkan gedung itu....dan pada saat awan itu meneriakkan nyanyiannya, yang terdengar seperti gumaman tidak jelas, Aku selalu menutup kedua kupingku, atau setidaknya mengeryitkan dahiku, dan berharap nyanyiannya tidak akan terdengar jelas oleh kupingku...menyebalkan rasanya mengalami semua itu...
ketakutan karena aku tahu waktu akhir-akhir ini berjalan begitu cepat dan juga semakin jahat, dan juga semuanya berjalan tidak beraturan dan aku tahu aku berada didalam semua ini, aku yakin aku berjalan semakin cepat, tanpa arah dan aku juga yakin kalau rasa takutku itulah yang mendorong aku untuk terus berjalan, tidak, tidak, aku tidak boleh menjadi seperti ini, tidak boleh menjadi pesimis, meskipun susah sekali menjalani dunia ini dengan rasa optimis...
aku selalu menangis dipojok kamarku, berusaha melupakan semua yang telah dunia lakukan terhadap diriku, dan aku mencoba mengingat apa saja yang telah aku lakukan kepada dunia....dan aku hanyalah disini, berada didalam kegelapan kamarku, mencoba menggugat semuanya, menyangkal semuanya, dan juga terus menangis...
kini aku berada diluar, tetap berjalan, menengadah ke atas, dan butiran-butiran rintik hujan membasahi rambut dan juga kulitku, hmphh... butiran-butiran ini cukup membuatku terbangun dari semuanya, dari kesedihanku, dari ketakutanku, dari keputus-asaanku, butiran-butiran ini juga menghapus tangisanku, aku menutup mataku, mencoba menyelami semuanya lebih dalam lagi, dan aku yakin kalau semuanya akan berjalan lebih baik lagi.....namun begitu kubuka mataku, dan tetap menengadah ketas, yang kulihat adalah awan-awan itu lagi, melihatku dari atas sana, memulai lagi semuanya, meneriakkan semuanya, mendengar nyanyian dan gumaman-nya, melihat semuanya, dan kini mataku mencoba melawan butiran-butiran air yang terus dicoba dihalang oleh mataku, menantang awan itu... dan pada akhirnya aku menurunkan kepalaku, mengusap mataku, dan berdiam diri sejenak, ditemani oleh butiran air ini, dan kembali berjalan untuk meneruskan hidupku....
ketakutan karena aku tahu waktu akhir-akhir ini berjalan begitu cepat dan juga semakin jahat, dan juga semuanya berjalan tidak beraturan dan aku tahu aku berada didalam semua ini, aku yakin aku berjalan semakin cepat, tanpa arah dan aku juga yakin kalau rasa takutku itulah yang mendorong aku untuk terus berjalan, tidak, tidak, aku tidak boleh menjadi seperti ini, tidak boleh menjadi pesimis, meskipun susah sekali menjalani dunia ini dengan rasa optimis...
aku selalu menangis dipojok kamarku, berusaha melupakan semua yang telah dunia lakukan terhadap diriku, dan aku mencoba mengingat apa saja yang telah aku lakukan kepada dunia....dan aku hanyalah disini, berada didalam kegelapan kamarku, mencoba menggugat semuanya, menyangkal semuanya, dan juga terus menangis...
kini aku berada diluar, tetap berjalan, menengadah ke atas, dan butiran-butiran rintik hujan membasahi rambut dan juga kulitku, hmphh... butiran-butiran ini cukup membuatku terbangun dari semuanya, dari kesedihanku, dari ketakutanku, dari keputus-asaanku, butiran-butiran ini juga menghapus tangisanku, aku menutup mataku, mencoba menyelami semuanya lebih dalam lagi, dan aku yakin kalau semuanya akan berjalan lebih baik lagi.....namun begitu kubuka mataku, dan tetap menengadah ketas, yang kulihat adalah awan-awan itu lagi, melihatku dari atas sana, memulai lagi semuanya, meneriakkan semuanya, mendengar nyanyian dan gumaman-nya, melihat semuanya, dan kini mataku mencoba melawan butiran-butiran air yang terus dicoba dihalang oleh mataku, menantang awan itu... dan pada akhirnya aku menurunkan kepalaku, mengusap mataku, dan berdiam diri sejenak, ditemani oleh butiran air ini, dan kembali berjalan untuk meneruskan hidupku....
(125) Petroid Dicipline
pernahkah kamu berpikir akan kematianmu? pernahkah kamu berpikir bahwa setiap hari yang kita jalani ini adalah perjalanan menuju kematian kita? dan kira-kira akan seperti apakah kematian kita? apakah kita akan tewas terbubuh pada saat kita membela orang lain? apakah kita akan tewas karena kecelakaan lalu lintas? apakah kita akan membunuh diri kita sendiri karena tidak kuat lagi hidup didalam dunia ini? apakah kita akan tewas karena penyakit HIV yang belum ada obatnya? atau apakah kita akan meninggal dengan tenang karena termakan usia?..aku tidak tahu...kenapa kita tidak pernah sadar dan kalaupun sadar hanyalah sesekali atau dua kali menyadarinya? karena kita mempunyai kekuatan dan juga kemampuan untuk melupakan...yup! kita sering dibuat lupa kalau hidup ini berjalan ke arah kematian kita, dan aku juga yakin tidak semua orang menyadarinya, dan anehnya aku selalu menyadarinya, mungkin ini berkatku...
hari-hari terus berlalu tanpa belas kasihan dan juga hidup terus berjalan tanpa pernah menapakkan kakinya ke tempat peristirahatan, tetapi fisik kita yang lemah ini selalu meraung capai dan lelah, dan tanpa belas kasihan juga waktu menempa setiap kehidupan kita dari berbagai arah, kenapa? kenapa selalu seperti itu? mungkin jawabannya adalah proses, proses yang harus kita lalui untuk lebih menghargai hidup ini, proses untuk mengenal diri kita sendiri, proses untuk dewasa, agar kita mengerti apa tujuannya kita berada disini, kita pasti disini untuk sebuah tujuan, tujuan yang harus kita cari sendiri (betapa berat dan kerasnya!)..dan proses agar kita mengerti apa jawaban yang sebenarnya kita cari sebelum kita pergi...
aku mendengar setiap harinya kalau kematian menjemput orang lain dan kelahiran selalu memberikan warna kepada dunia ini, jadi dimana titik jenuhnya? apakah pada saat menjemput semua orang? atau disaat kelahiran memenuhi dunia dan memberikan secara terus menerus warna kepada dunia ini? tidak..tidak bisa dijawab karena dunia ini begitu luas untuk bisa dipikirkan dalam satu kalimat, dan satu kalimat tidak cukup untuk merangkum seluruh jawabannya...
hari-hari terus berlalu tanpa belas kasihan dan juga hidup terus berjalan tanpa pernah menapakkan kakinya ke tempat peristirahatan, tetapi fisik kita yang lemah ini selalu meraung capai dan lelah, dan tanpa belas kasihan juga waktu menempa setiap kehidupan kita dari berbagai arah, kenapa? kenapa selalu seperti itu? mungkin jawabannya adalah proses, proses yang harus kita lalui untuk lebih menghargai hidup ini, proses untuk mengenal diri kita sendiri, proses untuk dewasa, agar kita mengerti apa tujuannya kita berada disini, kita pasti disini untuk sebuah tujuan, tujuan yang harus kita cari sendiri (betapa berat dan kerasnya!)..dan proses agar kita mengerti apa jawaban yang sebenarnya kita cari sebelum kita pergi...
aku mendengar setiap harinya kalau kematian menjemput orang lain dan kelahiran selalu memberikan warna kepada dunia ini, jadi dimana titik jenuhnya? apakah pada saat menjemput semua orang? atau disaat kelahiran memenuhi dunia dan memberikan secara terus menerus warna kepada dunia ini? tidak..tidak bisa dijawab karena dunia ini begitu luas untuk bisa dipikirkan dalam satu kalimat, dan satu kalimat tidak cukup untuk merangkum seluruh jawabannya...
Subscribe to:
Posts (Atom)