Monday, June 27, 2005

(94) BONES

ketika aku menemukan dirimu mati, hanya kulit yang terkelupas dan tulang belulang, aku akan membuatkan dirimu sebuah jaket untuk menghangatkan dirimu, karena dalam dirimu banyak tersimpan luka karena sakit hatimu yang terus menerus memeras tenagamu, luka-luka itu seperti petunjuk dalam buku harianku yang sering kupandangi dan sering kulihat, omong-omong, sejak kapan kita mundur ke waktu itu dengan begitu cepat? semua sudah menjadi sebuah jarak yang tidak bisa kita rubah lagi... atau apakah karena jarak itu kita menyerah? karena pada hari itu, kau mengajarkan aku untuk menjadi diriku apa adanya....karena pada hari itu kau membuang semua kesalahan dan dosa yang telah kulakukan selama ini....

ketika aku menemukan dirimu mati dan berubah menjadi debu yang berwarna abu-abu, aku akan menampung semua debu itu dan meminumnya agar dirimu selalu bersama dengan diriku....kenapa engkau harus mati? apakah kita berdua dihukum oleh semua yang ada disekitar kita? apakah salah kalau kau hanya melindungi tempat untukku diatas sana? karena pada hari itu, engkau adalah orang yang mengajarkan aku untuk percaya, dan pada hari itu engkau menemani aku dalam semua lelucon, tawa dan percakapan yang membosankan... hanya satu momen saja aku pernah mengutukmu, yaitu pada saat engkau tidur disampingku dan mendengkur terlalu keras...namun itu semua percuma dibicarakan sekarang, karena yang ada didepan mataku hanyalah tulang belulang dirimu yang tidak akan lagi bisa mendengkur dan berbicara...

Tuesday, June 21, 2005

(93) PROZAC

sisa satu jahitan untuk menutup semua luka yang ada didadaku, butuh lebih banyak benang, butuh lebih banyak waktu, aku butuh semua tenagaku untuk menutup semua luka yang ada ditubuhku....butuh lebih banyak tangan, butu lebih banyak obat, dan butuh lebih banyak lidah untuk menjilat semua lukaku... dimana toples itu?...dimana dia....aah..ini dia, toples kesukaanku, ada obat ajaib didalam toples ini, obat ajaib untuk menghilangkan sejenak lukaku.... berisi butiran-butiran besar berwarna hijau dan putih, dengan istilahnya obat psikologi, atau biasa disebut prozac...aku suka ini, dan aku tidak boleh menghilangkan obat ini, karena kalau otakku sudah menggila, aku harus meminum obat ini, aku suka khasiatnya, bisa membuat otakku berhenti sebentar...balik ke jahitan itu, sudah sampai dimana? oh yah, aku sedang menjahit bagian dadaku, luka ini cukup besar...apakah aku harus memasukkan obat prozac itu kedalam dadaku? hmh...ide yang bagus...mungkin saja berhasil...dan semoga luka didadaku akan menutup dengan sendirinya...mungkin aku harus menggigit lidahku untuk membunuh diriku...dan membiarkan segala yang ada didalam perutku keluar..hm....ide yang bagus....butuh lebih banyak jarum, butuh lebih banyak gunting untuk memotong benang ini, perutku menangis, menangis karena lapar yang dihasilkan oleh manipulasi otakku ke perutku, aku benci itu,aku akan memukul kepala dan perutku dengan toples yang kupegang sekarang...aku butuh menjahit luka ini agar aku bisa cepat sembuh...butuh lebih banyak pengorbanan, aku sendiri disini, namun aku tahu sebentar lagi aku akan berada dikerumunan orang banyak....dan hidup akan menjadi lebih cerah, dan aku akan bernyanyi bersama mereka....dan aku akan bahagia selamanya.....HEy....bangun...belum selesai...luka itu masih ada, pegang saja kulitmu, maka engkau akan menemukan benjolan yang berasal dari besarnya dosa yang ada didalam tubuhmu....dan rasakan semua bagian kulitmu menangis......

(92) CRASH!!

berdiri disini, diatas kerikil dibawah sepatuku...saat ini semua berwarna merah, melihat, memandang, semua berwarna kusam, berdiri disini, menangis, seperti anak kecil, meratapi semua yang telah berjalan selama ini....kemudian tersenyum, dan aku membalikkan badanku, mencoba kembali seperti semula, menoba berpaling dari semua yang kurasakan berat, karena tidak semua bisa diperbaiki, butuh waktu...waktu, adalah sesuatu yang tidak aku punya, dan tidak semua mau memberikan aku waktu....berpikir, pasti ada sesuatu selain itu, pikir, pikir...kenapa setiap kali aku menyuruh otakku berpikir, pasti berakhir dengan adanya semut-semut kecil didalam otakku yang memakan setiap rasa manis dari serat otakku? dan setiap aku mlihat, tidak ada hal yang baru, semuanya sama, hingga aku berdiri disini, diatas segalanya, memandang kebawah, hanya terlihat warna-warna kusam dan orang-orang pun terlihat begitu kecil....kurentangkan tanganku ke samping, merasakan indahnya menjadi seekor burung yang bisa terbang...hidup kadang tidak adil..aku tahu itu, aku memandang lagi kebawah, mungkin tidak terlalu jauh kebawah, mungkin mereka juga merasakan apa yang aku rasakan, kini aku tersesat dan mungkin tidak akan pernah kembali...berdiri disini, masih menangis, melihat semuanya, ke awan, yang mulai gelap, karena memang hujan telah turun, dan aku melihat lagi kebawah, semua yang ada dibawah tidak akan berhenti walaupun aku tiada, aku hanya butuh beberapa detik untuk mendapatkan perhatian, oleh karena itu aku melompat....hupp...melompat dengan berani dan siap menerima kematian....karena aku tahu begitu aku sampai dibawah, mereka yang ada dibawah akan berhenti sejenak untuk melihat diriku.....dalam bentuk yang sudah tidak beraturan.....

Sunday, June 12, 2005

(91) SHUH…

disaat semua pandanganku kabur, dan aku tergeletak lemah diranjang kusam ini, dengan nafasku yang terengah-engah, akankah engkau ada disini menemaniku, karena tulangku terasa begitu letih, dan hidup terasa lambat, akankah engkau akan berada disini memegang tanganku dan menghiburku? disaat aku tidak bisa bicara dan semua kata-kataku mulai terdengar tidak jelas, akankah engkau mendekatkan kupingmu untuk berusahan mendengarkan suaraku? atau apakah engkau akan pergi meninggalkan diriku terbaring diranjang yang kusam ini, berharap agar aku akan segera meninggal, memikirkan hal-hal seperti itu membuat diriku merasa 30 tahun lebih tua, tetapi mengingat semua kejadian pada saat kita bersama membuatku lebih muda 50 tahun, meskipun aku tidak ingat lagi berapa umurku sekarang, karena aku juga sudah tidak peduli dengan hal itu, dan dengan pandanganku yang kabur ini, aku tidak bisa melihat lagi tanggal-tanggal yang ada disetiap kolom kalender itu...aku berusaha bangun, namun syaraf-syaraf perutku menahanku, karena operasi yang mereka lakukan padaku telah memotong seperempat bagian perutku, dan mungkin mereka akan membuang sisanya esok hari, entah apa yang mereka lakukan, dan entah apakah aku berhak atau tidak mendapatkan operasi itu, mungkin sudah tertulis dalam catatan mereka, aku tidak peduli, hanya saja disini terlalu sepi, dan aku berharap dirimu masih disini untuk menemaniku yang tidak bisa bergerak, karena akan senang rasanya melihat manusia lain yang berada didalam ruangan ini selain diriku sendiri yang selalu diselimuti oleh perasaan-perasaan takut dan dengan fisik yang tidka berdaya seperti lalat yang menempel pada sarang laba-laba, dan dengan was-was berharap agar laba-laba itu tidak datang dengan tiba-tiba......

(90) BUKAN RASA MAU, TAPI RASA BUTUH….

kuharap saat ini ada orang yang akan memberikan aku sesuatu yang berguna untuk diriku, mungkin aku tidak akan mengatakan apa-apa kepada orang itu dan mungkin aku hanya akan tersenyum dan mengatakan terima kasih banyak, namun yng paling kuharapkan adalah orang itu memberikan sesuatu yang aku butuh, bukan sesuatu yang aku mau...karena rasa butuh dan rasa mau adalah hal yang sangat bertentangan, dan aku membenci segala sesuatu yang bertentangan, mungkin aneh rasanya kalau semuanya berlainan, karena apabila aku mengikuti rasa mauku, akan banyak sekali sesuatu yang akan diberikan padaku, namun apabila aku mengikuti rasa butuhku, aku akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar berguna, tidak perlu ada sesuatu yang lebih untuk digunakan disini, karena disini saja, hidupku sudah terlalu banyak, mungkin tidak semuanya bisa ditampung dalam hidupku, namun tidak ada salahnya untuk dicoba, ayo, seseorang datanglah kepadaku, dan berikan aku sesuatu itu, karena aku membutuhkannya, dan aku menginginkannya, dan jangan terlalu lama datangnya, karena menunggu adalah sesuatu yang sangat membosankan, dan aku tidak tahan untuk menunggu dan juga jangan harap aku akan menunggu dirimu untuk datang, karena apabila aku menunggumu, maka aku akan membunuh orang lain untuk mengisi waktuku yang kosong, dan juga karena banyak orang disekitarku, aku akan dengan rajin membunuh semua orang disini, termasuk dirimu yang bersalah karena datang terlalu lama, dan juga jangan terlalu berharap aku akan mau membunuhmu disini, karena apabila aku membunuhmu disini, aku akan mengotori tempat suci ini....

Wednesday, June 08, 2005

(89) NECKLESS

Debi melemparkan seuntai kalung mutiara ke sebuah tikungan jalan karena kesal dengan pacarnya, dan pada saat kalung mutiara itu sampai ketanah, lampu jalan merefleksikan cahaya silau ke genangan air didekat kalung itu, menyapu kalung itu dan kalung mutiara itu pergi berlayar diderasnya genangan air itu, kalung itu menabrak air, berputar kesana kemari, dan memutari jalan yang basah karena hujan yang baru turun..

ketika Debi merasa menyesal telah melempar kalung itu, dia berbalik dan mencoba mencari kalung mutiara itu, dan pada saat dia baru mau menunduk, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi membelok dan menabrak Debi hingga menghancurkan tubuhnya berkeping-keping, yang bisa dilihat oleh mata Debi untuk terakhir kalinya adalah pandangan panik pengemudi mobil itu yang seakan berlomba-lomba dalam mengemudikan mobilnya kerumah sakit karena dibangku belakang, istrinya berteriak kesakitan, kesakitan karena ketuban airnya sudah pecah dan ia akan segera melahirkan, dan Debi mengerti akan hal itu, dan dia rela mati untuk kehidupan yang baru.

dan dirumah sakit, wanita itu mendengus lega karena anak mereka sudah lahir, dan ketika suster masuk membawa anak wanita itu, dia mendapatkan anaknya cacat, anak itu mempunyai satu badan tetapi dengan dua kepala, karena kaget dan shock, wanita itu tidak bisa bernafas, dan karena suster itu adalah suster yang baru, dia tidak tahu berbuat apa, maka dia mencoba alat-alat aneh yang ada disebelah wanita itu,dan tanpa sengaja dia memutuskan alat selang bantu pernafasan wanita itu, dan tak lama kemudian wanita itu tergeletak lemas diranjang dengan kepala tertunduk kebawah dengan raut muka yang kaget, dan suster itu senakin panik, sehingga dia memutuskan untuk keluar dari ruangan dan dari rumah sakit itu, dan pergi meninggalkan kota itu untuk selama-lamanya, dua minggu kemudian dia ditemukan mati diperkosa dan dibunuh oleh suami wanita yang mati itu, dan sang suami dengan tabah dan sayang membesarkan anak cacat itu, dan memberikan anak cacat itu dengan nama Siam, dan cita-cita Siam adalah menjadi seorang presiden, karena dia berpikir belum pernah ada presiden yang mempunyai dua kepala dan dua otak dalam satu tubuh, sehingga akan lebih memikirkan urusan negara dengan dua otak yang saling menyambung...

Siam meletakkan tangannya dikedua kepala yang dia punya, dan dia berkata kepada dirinya sendiri,"aku harus bisa menyatukan kembali dua kepala yang terpisah ini", kalau aku bisa menyatukannya, maka aku akan menjadi presiden terbaik didunia ini, dan bukan menjadi presiden untuk diriku sendiri..(dalam bayanganmu saja Siam!)...maka Siam menandatangani surat untuk dirinya sendiri, yang isinya menumpahkan segala kesalahan kepada semua orang yang dia kenal tanpa ampun dan tanpa malu, karena menurut agama yang Siam buat sendiri, hal itu wajar dan harus dilakukan, maka sejak hari itu dia pergi dari ruangan itu, dan kini berjalan seorang pria yang bukan lagi anak-anak, dengan sebuah pistol, sebuah pisau dan dengan darah yang tercecer dari urat nadinya, dan dia membunuh semua orang yang ditemuinya, bahkan hingga anak kecil berusia 4 tahun yang bersembunyi di bawah ranjangnya karena ketakutan melihat seorang pria dengan dua kepala dan memegang sebuah pistol, dan dia berjalan pulang kerumahnya, dan memberi pelukan kepada anaknya, tetapi tidak seperti biasa, dia tidak menemukan istrinya menyambutnya, Siam hanya menemukan sebuah surat yang ada diatas meja berisikan tulisan :" kamu akan hidup lebih baik tanpa diriku....selamat tinggal", setelah membaca surat itu, air matanya menetes, dan dia berkata kepada anaknya :"maafkan ayah, nak", selesai itu dia menembak kepala anaknya dan dua kepalanya sendiri...dan tergeletak ditanah dengan air mata yang masih menetes..

sekarang istrinya pergi naik kereta untuk datang ke upacara pemakaman mantan pacarnya yang mati dikamar mandi, yang tidak sengaja jatuh karena lantai licin dan kepalanya menghantam urinal hingga isi kepalanya pecah, ketika mereka bersama, pengetahuan adalah sampah, dan istri mantan pacarnya mengetahui kalau dia datang, sehingga pertengkaran tidak bisa dihindari dalam upacara pemakaman itu, dan mereka berdua saling mencakar seperti kucing, menjambak seperti orang tolol, dan akhirnya mereka berdua jatuh kedalam sebuah lubang yang dalam dimana para mayat sedang beristirahat sebelum dikubur, dan sang pendeta dengan cepat pergi ditengah-tengah misa karena dia merasa kematian adalah hal yang biasa, dan akhirnya menutup pintu itu untuk selamanya, menutup kehidupan kedua wanita yang terjebak didalamnya, dia sebenarnya tidak mau menutup pintu itu, tetapi wanita terlalu membuatnya gugup, dan ajaran agamanya melarang dia bersentuhan dengan wanita, maka dia tidak menghiraukan tangisan dan teriakan minta tolong kedua wanita itu, dan 6 jam kemudian, kedua wanita itu ditemukan tidak bernyawa oleh tukang sapu pemakaman yang tidak sengaja lewat, dan menemukan mereka berdua mati dalam posisi berpelukan...

pendeta itu terlalu gugup, maka dia berjalan dengan sangat cepat, dan mengemudikan mobilnya yang baru saja dibeli dari hasil menipu ribuan pengikutnya, dan dia membelokkan mobilnya ketikungan yang tajam, lalu tiba-tiba sesuatu barang menarik perhatiannya karena sinar silau yang dihasilkan oleh barang itu dipinggir jalan, dia menepi, memungut barang itu, dan ternyata barang itu adalah kalung mutiara yang agak kotor namun masih baru, dia tidak tahu harus berbuat apa, karena pikirannya terlalu banyak, maka dia membawa pulang kalung mutiara itu dan mencucinya dengan hati-hati di westafel, dan esoknya dia memberikan kalung itu ke suster teresa yang tentu saja tidak bisa menerimanya, karena suster teresa sudah meninggal, maka dia memberikan kalung itu kepada lisa, seorang pelacur berusia 18 tahun yang kehilangan kalungnya, dan dengan memberikan kalung itu, lisa memberikan "pelayanan" terbaiknya kepada pendeta itu, berkali-kali mereka bercinta dengan hebat, hingga pendeta itu tidak kuat, dan mati dalam "pelayanan" tubuhnya kepada lisa karena penyakit jantung yang dideritanya menderu tubuhnya dengan hebat, dan tubuh pendeta itu tergeletak kaku dengan senyum yang puas, karena puas sudah bisa mengeluarkan rasa gundah jasmaninya selama bertahun-tahun, hal itu bisa dilihat dari banyaknya tumpahan sperma yang ada ditubuh lisa, lisa ketakutan karena dia tidak ingin ditangkap oleh polisi, undang-undang pelacuran dan pembunuhan mengahantui kepalanya, maka dia berkemas, dan membawa kalung mutiara itu dan keluar dari tempat itu...

esok harinya,dia pergi ke bank, berencana untuk meminjam uang karena pendeta yang tidur dengannya kemarin tidak membayarnya sepeser pun, maka dia menggadaikan kalung yang diberikan oleh pendeta itu, dan dalam pikirannya, dia mengkhayal kalau kalung itu pasti sangatlah mahal dan dia akan menjadi seorang jutawan, karyawan bank itu menerima kalung yang diberikan oleh lisa, menelitinya, dan kemudian membawanya kebelakang untuk diperiksa....lisa menunggu lama, dengan gelisah ia menunggu, berharap kalau karyawan bank itu akan segera datang membawakan dia setumpuk uang yang menggunung, lama sekali dia menunggu, dan akhirnya karyawan bank itu datang, tetapi tidak membawa uang sama sekali, dan hanya tersenyum, lisa heran, lalu bertanya mana uang yang akan ia terima, pada saat ia selesai bertanya, dibelakangnya ada dua polisi dan diluar gedung bank itu ada banyak batalion polisi yang mengepung gedung tersebut...dua polisi itu memborgol kedua tangan lisa, dan berkata:"anda ditangkap, kalung yang anda bawa adalah milik pemerintah, anda akan dijatuhi hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup".... karena kaget, lisa tidak bisa berbuat apa-apa, dan diam saat dibawa keluar dari bank untuk dimasukkan kedalam mobil tahanan, didalam perjalanan, pikiran lisa kalut dan tidak bisa berpikir apa-apa, dan kemudian dia melihat pistol yang terselip di pinggang salah satu petugas polisi yang menggiringnya, tanpa pikir panjang dia mengambil pistol itu dari pinggang polisi itu dan menembak leher polisi itu, dan ketika ia berbalik, puluhan peluru menembus dirinya, karena ia tidak sadar kalau dibelakangnya puluhan polisi menjaga lisa agar tidak kabur...darah bermuncratan ke udara dan hinggap ke tanah, puluhan peluru itu mengoyakkan seluruh badan lisa, hingga baju lisa yang tadinya berwarna abu-abu berubah menjadi warna merah, dan kemudian badannya ambruk ke tanah, dan yang bisa dia lihat dalam penglihatan terakhirnya adalah bayangan pacarnya yang pergi meninggalkan dirinya karena sudah berselingkuh dengan wanita lain, dan yang terpantul di dalam kalung mutiara yang sekarang berserakan karena tertembus peluru, dan pada setiap mutiara yang terlepas itu terukir nama seseorang.....Debi..., dan dia sekarang tahu siapakah nama selingkuhan pacarnya itu...dan dia mati dengan pikiran yang sama sekali rumit dan memohon kepada tuhan agar dia bisa mendapat kesempatan hidup sekali lagi agar bisa membunuh pacarnya...

(88) DARI SUDUT PANDANG ANAK-ANAK

wanita tua itu mempunyai 13 belas orang anak, masing-masing anak mempunyai 13 masalah ada dirinya, 3 anak berusia remaja dan sepuluh anak berusia 8 tahun sudah terbiasa dengan hal ini, dan wanita tua itu tidak tahu anak manakah yang merupakan hasil hubungannya dengan suaminya, tetapi dia mencintai semua anak itu dan setiap anak mendapatkan ciuman selamat tidur dari wanita tua itu.....air di toilet macet dan alat memasak semuanya rusak, alat vakum tidak lagi mau menyedot karena rusak, malahan karet penyangganya harus diganti, tetapi wanita tua itu memandang semua masalah itu dari sudut pandang anak-anak, dan mengingat-ingat betapa indahnya dunia ini untuk dilihat dan betapa menyenangkan dunia ini untuk dijalani.

Pria tua yang lusuh itu mengambil koran dari pagi yang sangat dingin, hingga dia merasakan tulangnya tertusuk-tusuk oleh dinginnya cuaca, dia baru saja mau tidur, tetapi dia harus bangun untuk pergi bekerja, di pagi hari dia bekerja dia bekerja sebagai satpam diperusahaan yang terancam bangkrut, di malam hari dia harus bekerja sebagai pelayan restoran yang jarang sekali dikunjungi oleh pengunjung, dan pada subuh hari, dia bekerja sebagai juru ketik di perpustakaan yang tidak ada seorangpun datang mengunjungi....dan dia tidak bisa membayar dokter untuk menyembuhkan penyakitnya karena dia tidak punya uang untuk menebus resep obatnya di apotik, mobil tua yang ia punya sudah tidak bisa jalan, dan dukungan anak-anaknya tidak lagi ia dapatkan, tetapi dia melihat semua masalah itu dari sudut pandang anak-anak, masalah yang besar terlihat lebih kecil, dan barang kuno terlihat seperti baru.

Lina waktu itu berumur enam tahun ketika pertama kali dia bisa memamerkan sulapnya kepada orang-orang yang datang kepesta ulang tahunnya, sekarang dia berumur 15 tahun, dan itu membuatnya tidak peduli terhadap siapapun, dan dia banyak sekali menghisap kokain, dan dia mempunyai pistol untuk dirinya sendiri, dia mempunyai ikan mas kesayangannya yang diberi nama pink, dan seorang pacar pengangguran bernama riko, dan kadang-kadang hidup adalah seperti pelanggan, dan kadang-kadang hidup seperti pasien, dimana semua kadang berjalan cepat dan kadang berjalan lambat, Lina pasti akan kembali belajar disekolah kalau saja dia punya rasa sabar...tetapi dia melihat semuanya dari sudut pandang anak-anak, dan dia merasa tidak pernah merasakan mimpi buruk, dan tidak ada yang perlu dirubah.

mereka semua melihat dunia dari sudut pandang anak-anak, dan yup! benar sekali, kalau mereka sadar dunia hanyalah sebuah kebohongan belaka...