Tuesday, May 22, 2007

(179) Skill-less

Disaat aku ingin sendirian dan menangis, aku tidak bisa melakukannya, yang biasanya aku lakukan adalah selalu berjalan kearah kerumunan banyak orang dan berada ditengah-tengah mereka.
Disaat aku ingin meminta maaf, aku tidak bisa melakukannya, karena harga diriku menjadi lebih tinggi dari sebelumnya dan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutku. yang biasanya aku lakukan adalah aku memalingkan mukaku dan mencari cara untuk tidak mengeluarkan kata maaf itu dari bibirku.
Disaat aku melakukan kesalahan, aku tidak bisa membetulkan kesalahan itu, karena aku tidak pernah mengerti kesalahan apa yang aku lakukan, dan biasanya yang aku lakukan adalah berjalan menjauh dari kesalahan itu dan berpura-pura kesalahan itu adalah wajar.
Disaat aku mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mengubah hidupku menjadi lebih baik, aku tidak bisa melakukannya, karena aku merasa aku sudah muak untuk berusaha dan biasanya yang aku lakukan malah melihat kenangan-kenangan manis di masa lalu dan berdiam diri sambil tersenyum melihat kenangan-kenangan itu.
Disaat aku menanyakan sebuah pertanyaan untuk diriku, aku tidak pernah bisa menanyakan pertanyaan itu, karena aku tidak ingin merasa terpojok, dan biasanya aku mengurung diriku didalam sangkarku dan berusaha membelah diriku menjadi dua, agar pertanyaan itu hilang.
Tetapi kini aku hidup didalam kesalahan dan juga penyesalan yang tidak kunjung padam, kemana aku harus berjalan, apa yang harus aku perbuat aku tidak tahu. yang aku lakukan hanyalah duduk diam didalam sangkarku sambil melihat kenangan-kenangan masa lalu sambil menangis. masa-masa keemasanku sudah lewat dan digantikan dengan masa-masa kegelapan. Indahnya pengalaman hidupku tidak berarti apa-apa ketika hidupku dibungkus dengan ketakutan dan kini sambil menangis, aku akhirnya menemukan pertanyaan untuk diriku. selama ini aku selalu mengatakan aku tidak bisa, pertanyaannya adalah, "apa yang aku bisa?"

No comments: